Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
    609 research outputs found

    Aktivitas Fisik dan Risiko PPOK pada Pengemudi Becak di Surabaya: Physical Activities and COPD Risks in Pedicab Drivers in Surabaya

    No full text
    Pengemudi becak cenderung memilik tingkat ekonomi yang rendah dan merokok merupakan suatu kebiasaan sosial yang sangat berisiko mengalami gangguan fungsi paru, namun juga tergolong memiliki aktivitas fisik rutin dilakukan saat mengayuh becak. Tujuan penelitian ini hendak mengetahui aktifitas fisik dan risiko PPOK dari nilai fungsi paru pada pengemudi becak di Surabaya. Jenis penelitian ini berupa desain penelitian cross-sectional pada bulan Maret-Desember 2018. Lokasi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berada di sekitar wilayah Surabaya. Variabel penelitian dalam penelitian ini meliputi: gangguan fungsi paru dengan pengukuran spirometri dan aktivitas fisik dengan kuesioner International Physical Activity Questionnare (IPAQ). Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Responden dalam penelitian ini seluruhnya adalah laki-laki berjumlah 188 orang. Sebagian besar responden memiliki gangguan fungsi paru sedang sebesar 82,45%. Responden dengan gangguan fungsi paru memiliki profil aktivitas fisik tinggi sebesar 1 orang (0,61%); profil aktivitas fisik sedang sebesar 155 orang (95,09%) dan dan profil aktivitas fisik rendah sebesar 7 orang (4,29%). Responden dengan non gangguan fungsi paru memiliki profil aktivitas fisik sedang sebesar 25 orang (100%). Oleh karena itu, perlu penelitian lebih lanjut factor-faktor yang dapat mempengaruhi penurunan fungsi paru dari pengemudi becak selain aktivitas fisik

    Test the Effect of Miana Leaf Ethanol Extract on Ureum and Creatinine Levels in Male White Rats

    No full text
    This study aims to determine the content of secondary metabolites in miana leaf ethanol extract, and to determine the effective dose of miana leaf ethanol extract in reducing urea and creatinine levels in male white rats. This study used 30 rats divided into 6 treatment groups, each group consisting of 5 test animals, namely normal group, negative control, positive control, dose of 150 mg/kg BW, dose 200 mg/kg BW, and dose 250 mg/kg. kg body weight. The data obtained will then be tested for normality and homogeneity to find out the data is normally distributed and homogeneous. If the data is normally distributed and homogeneous, then it is continued using One Way Anova statistical analysis at a 95% confidence level and further LSD test is carried out. If the data obtained is not normal and homogeneous, then it is analyzed using non-parametric statistics Kruskal-Wallis test and continued with Mann Whitney further test to determine the difference between all treatments. The results showed that the ethanolic extract of miana leaves contained secondary metabolites of alkaloids, flavonoids, saponins,and tannins; miana leaf ethanol extract has an effect on reducing urea and creatinine; Miana leaf ethanol extract at a dose of 250 mg/kg BW was an effective dose in reducing urea and creatinine with an average decrease of 18.8 mg/dl and 0.64 mg/dl

    The Effect of Provision Decoged Leaves of Moringa, Red Ginger, Turmeric, Red Meniran, Cinnamon, and Sambiloto Towards Reduction of Blood Pressure in The Region Long Kali District, Paser Regency

    No full text
    Moringa leaves, red ginger, turmeric, red meniran, cinnamon, and sambiloto have compounds with antihypertensive activity. The study was to describe the characteristics and effect of decoction 6 plant compositions for reducing the systolic and diastolic blood pressure of respondents in Long Kali District. The method used is quasi-experimental for 7 days. The results show characteristics data respondents for hypertensive patients in Long Kali District occurred the highest in late adulthood (36-45 years) with a percentage of 65%, female sex with a percentage of 75%, family history (hypertension) with a percentage of 65%, other diseases (more than 1 disease) with a percentage of 30%, and BMI obesity I (23.0 – 29.9) 50%. Data on the effect of giving decoction 6 plant compositions had a significant effect for decreased systolic and diastolic blood pressure of pre-test and post-test which was able to reduce the average systolic blood pressure on the third day by 11.7 mmHg (p=0.000) and diastolic blood pressure of 7.2 mmHg (p=0.005) and on the seventh day was also able to reduce the average systolic blood pressure of 9.4 mmHg (p= 0.012) and diastolic blood pressure of 4.9 mmHg (p= 0.030)

    Uji Aktivitas Antibakteri Sirup Buah Sawo manila (Manilkara kauki L.) dan Getah Jarak Pagar (Jatropha curcas L) pada Bakteri Escherichia coli Penyebab Diare: Antibacterial Activity Test from Syrup of Manila Sawo Fruit (Manilkara kauki L.) and the Sap of Jatropha curcas L. on Escherichia coli Bacteria that Cause Diarrhea

    No full text
    Sawo manila (Manilkara kauki L.)  dan Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) merupakan beberapa tanaman yang tumbuh di Indonesia, kedua jenis tanaman tersebut berpotensi sebagai antibakteri Escherichia coli. Senyawa bioaktif yang terdapat pada sari buah sawo adalah senyawa tanin, flavonoid dan saponin. Sedangkan jarak pagar merupakan tumbuhan famili Euphorbiaceae dan kandungan senyawa bioaktifnya adalah senyawa flavonoid, tanin dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas sediaan sirup dari kombinasi buah sawo dan jarak pagar pada bakteri Escherichia coli penyebab diare. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan menggunakan metode kualitatif dan metode difusi. Formulasi sirup sawo manila dan jarak pagar yang digunakan yaitu 20%, 40%, 60%, 80% dengan 4 kali pengulangan. Hasil analisis fitokimia kandungan ekstrak buah sawo (Manilkara zapota L.) dan getah jarak (Jatropa curcas L.) mengandung senyawa kimia saponin, tannin, flavonoid dan alkaloid. Potensi antibakteri formula sirup dari kedua ekstrak buah sawo (Manilkara zapota L.) dan getah jarak (Jatropa curcas L.) termasuk golongan lemah terhadap bakteri Escherichia coli

    Analisis Faktor yang Memengaruhi Tingkat Diabetes Melitus pada Masyarakat di Kota/Kabupaten di Provinsi Jawa Timur Tahun 2018: Analysis of Factors Affecting Diabetes Melitus Prevalence in Cities/Districts of East Java in 2018

    No full text
    Di antara penyakit tidak menular, diabetes melitus menjadi salah satu penyumbang angka kematian terbesar. Penyakit ini juga disebut silent killer karena tanda-tandanya sulit diketahui dan upaya pencegahannya sulit untuk dilakukan. Kasus penyakit diabetes melitus di Indonesia pun tidak luput dari perhatian, khususnya di Provinsi Jawa Timur yang berada pada posisi lima besar dari keseluruhan provinsi dengan penyandang penyakit diabetes melitus tertinggi di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah sebagai penambah wawasan baik kepada pemerintah maupun masyarakat mengenai seberapa penting upaya pencegahan dan pengendalian diabetes melitus. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode kuantitatif. Data yang digunakan pada kajian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Jawa Timur pada 2018. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa konsumsi makanan berlemak, masyarakat yang tidak pernah memeriksa kadar gula darah, status gizi berdasarkan kategori Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan karakteristik obesitas, serta masyarakat yang tidak pernah mengkonsumsi buah dan sayur merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap peningkatan prevalensi penyakit diabetes melitus di Jawa Timur pada tahun 2018 dengan nilai adjusted R-squared sebesar 79%

    Korelasi Kadar Fenol dan Flavonoid terhadap Indeks Aktivitas Antioksidan Ekstrak Batang Vernonia amygdalina: Correlation of Phenol and Flavonoid Content with Antioxidant Activity Index of Vernonia amygdalina Stem Extracts

    No full text
    Daun afrika merupakan spesies yang paling banyak dibudidayakan dari genus Vernonia yang paling menonjol dalam famili Asteraceae yang telah dipelajari di Afrika. Daun afrika telah banyak digunakan untuk pengobatan tradisional dan/atau mengobati berbagai penyakit pada manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa bioaktif yang berkorelasi terhadap aktivitas antioksidan dari batang V. amygdalina. Ekstraksi batang V. amygdalina dilakukan dengan metode refluks. Penentuan kadar  fenol dan flavonoid total dilakukan secara spektroskopi. Aktivitas antioksidan diukur berdasarkan indeks aktivitas antioksidan (AAI) dengan metode DPPH dan CUPRAC. Koefisien korelasi antara senyawa bioaktif dan aktivitas antioksidan menggunakan metode korelasi pearson’s. Hasil penelitian menunjukkan indeks aktivitas antioksidan batang V. amygdalina menunjukkan aktivitas yang kuat hingga sangat kuat. Kadar fenol dan flavonoid total tertinggi ditunjukkan pada ekstrak etil asetat. Kadar fenol dan flavonoid ekstrak batang V. amygdalina menunjukkan korelasi kuat dan signifikan terhadap indeks aktivitas antioksidan dengan nilai r positif

    Aktivitas Obat Golongan SGLT-2i dan GLP-1RA serta SGLT-2i dan DPP-4i dengan atau tanpa Metfomin pada Tikus Diabetes tipe 2 dengan Model Kerusakan Sel Beta Pankreas dan Resistensi Insulin: Comparing Drug Classes SGLT-2i and GLP-1 as well as SGLT-2i and DPP-4i with or without Metfomin in Type 2 Diabetic Rats with Pancreatic Beta Cell Damage and Insulin Resistance

    No full text
    DM tipe 2 terjadi pada sekitar 90-95% dari total kasus DM, agen antihiperglikemik seperti GLP-1RA, SGLT2i, DPP-4i dan metformin terbukti memiliki manfaat kontrol glikemik dari keempat golongan tersebut telah terkonfirmasi pemberian tunggalnya pada pasien DM tipe 2, namun belum ada yang menjelaskan kombinasi obat mana yang memiliki efek paling kuat dalam menurunkan kadar glukosa darah. Pada penelitian ini diteliti efek kombinasi keduanya dengan atau tanpa metformin terhadap profil glukosa darah. Hewan diinduksi dengan lipomed 20% MCT/LCT 20 ml/kgBB selama 14 hari kemudian dilanjutkan streptozotocin dosis ganda 35 mg/kg BB. Hewan diberikan perlakuan sesuai kelompok, kontrol negatif dan kontrol positif diberi Na-CMC 0,5%, empagliflozin (1 mg/kgBB), liraglutide (0,062 mg/kg BB); linagliptin (0,5 mg/kgBB); metformin ( 87,8 mg/kgBB); kombinasi 1 (liraglutide 0,062 mg/kgBB dan empagliflozin 1 mg/kgBB); kombinasi 2 (linagliptin 0,5 mg/kgBB dan empagliflozin 1 mg/kgBB); kombinasi 3 (liraglutide 0,062 mg/kgBB, empagliflozin 1 mg/kgBB dan metformin 87,8 mg/kgBB); kombinasi 4 (linagliptin 0,5 mg/kgBB, empagliflozin 1 mg/kgBB dan metformin 87,8 mg/kgBB selama 30 hari. Profil kendali glukosa darah ditentukan melalui pengukuran GDP, pemberian obat golongan SGLT-2i, GLP-1RA, DPP-4i, dan metformin baik tunggal ataupun kombinasinya dapat menurunkan nilai GDP di setiap minggunya. Nilai GDP pada kelompok SGLT-2i (Empagliflozin) dan kombinasi 1 (Empagliflozin+Liraglutide) dapat menurunkan GDP secara signifikan. Pada perbaikan sensitivitas insulin semua kelompok kecuali metformin dapat meningkatkan nilai KITT secara signifikan

    Aktivitas Antiulseratif Berbagai Tanaman Herbal dan Prospek Masa Depan Sebagai Tanaman Budidaya: Anti-ulceritis Activity of Various Herbal Plants and Future Prospects as Cultivated Plants

    No full text
    Penyakit ulkus peptikum (PUD) merupakan salah satu gangguan gastrointestinal yang umum terjadi pada individu berusia 20-50 tahun dengan 1081 kasus kematian (0.08%) di Indonesia tahun 2021. Faktor risiko utama PUD antara lain penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), infeksi Helicobacter pylori, penyalahgunaan alkohol, merokok, dan stres fisik. Dewasa kini, terapi PUD beralih ke penggunaan metabolit sekunder tanaman herbal guna menyaingi pengobatan alofatik yang berefek samping. Melalui tinjauan sistemik ini, beberapa metabolit tanaman herbal bertanggung jawab atas efek gastroprotektif, penghambatan neurotransmiter tertentu, inhibisi pompa proton atau efek antiinflamasi lain. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data besar (PubMed, Science Direct, Semantic Scholar, Springer Link, SAGE, dan Google Scholar) dengan kata kunci yang berasosiasi dengan PUD. Fokus data yang ditelaah antara lain jenis tanaman, kelompok senyawa metabolit, dosis in vivo, mekanisme aksi metabolit, dan metode analisis

    Aktivitas Antijamur Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia alata L.)

    No full text
    Telah dilakukan penelitian yang berjudul Aktivitas Antijamur Ekstrak Daun Ketepeng Cina (C. alata L.). Penelitian dilakukan dengan metode ekstraksi secara maserasi dengan menggunakan pelarut metanol dan dilanjutkan dengan fraksinasi. Ekstrak diuji aktivitas antijamurnya dengan menggunakan metode difusi agar menggunakan paper disk dengan tingkat konsentrasi yang berbeda. Analisis uji ini dilakukan dengan mengukur diameter zona hambatan ekstrak terhadap pertumbuhan jamur. Hasil uji aktivitas antijamur menunjukkan bahwa ekstrak daun ketepeng cina memiliki aktivitas antijamur terhadap jamur M. furfur

    Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol, Fraksi Polar, Semipolar dan Non Polar dari Daun Mangrove Kacangan (Rhizophora apiculata) dengan Metode DPPH dan FRAP

    No full text
    Tumbuhan mangrove kacangan (Rhizophora apiculata) merupakan salah satu jenis mangrove yang berpotensi sebagai sumber antioksidan alami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun mangrove kacangan (R. apiculata) dan mengetahui perbedaan nilai aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dan FRAP. Ekstraksi daun R. apiculata metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol dan tiga fraksi diukur dengan metode DPPH dan FRAP dan identifikasi golongan senyawa dengan pereaksi semprot dengan fase diam silika GF254 dan fase gerak nheksan:etil asetat (8:2). Visualisasi dengan reagen dragendroff, FeCl3, anisaldehid, dan sitoborat. Hasil IC50 ekstrak etanol, fraksi polar, fraksi semi polar, fraksi non polar dan vitamin E dengan metode DPPH didapatkan masing- masing 17,60; 119,81; 176,59; 253,03; 9,36 ppm sedangkan untuk metode FRAP didapatkan IC50 masing-masing 18,44; 154,81; 179,40; 259,25; 9,41 ppm. Ekstrak etanol lebih potensial dibandingkan dengan ketiga fraksi. Uji komponen bioaktif ekstrak etanol dan tiga fraksi mengandung golongan flavonoid, tanin, dan terpenoid. Uji statistik dengan paired T-test dihasilkan nilai signifikansi 0,063 menunjukkan bahwa tidak ada perbedaaan yang signifikan nilai aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun mangrove kacangan (R. apiculata) dengan metode DPPH dan FRAP

    135

    full texts

    609

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains dan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇