Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
    609 research outputs found

    Pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Perawat di Rumah Sakit: The Effect of Motivation on Nurse Performance in the Hospital

    No full text
    Perawat adalah salah satu profesi yang memiliki sumber daya manusia paling  besar di rumah sakit yaitu sebesar 50% dan memiliki peranan penting dalam pemberian pelayanan kesehatan. Dorongan kerja sangat diperlukan dengan harapan dapat meningkatkan dan mewujudkan kinerja yang optimal. Memberikan motivasi kerja merupakan cara untuk meningkatkan kinerja pada perawat serta mendorong untuk melaksanakan kegiatan agar mencapai tujuan serta dapat memenuhih kebutuhannya. Tanpa motivasi, tugas yang dilaksanakan tidak akan dijalani sesuai standar sebab apa yang telah menjadi motif dan motivasinya dalam bekerja tidak terpenuhi. Dari 10 variabel motivasi, ditemukan bahwa 9 variabel mempengaruhi kinerja perawat di rumah sakit diantaranya adalah prestasi, pekerjaan itu sediri, tanggung jawab, pengembangan potensi individu, kebijakan dan administrasi, insentif/gaji, hubungan kerja, kondisi kerja, dan kualitas supervisi. Variabel insentif/gaji lebih dominan untuk mempengaruhi motivasi terhadap kinerja perawat

    Pengaruh Konsentrasi Karbomer-940 pada Sediaan Emulgel Minyak Zaitun dan Ekstrak Daun Kelor: Effect of Carbomer-940 Concentration on Olive Oil Emulgel and Moringa Leaf Extract Preparations

    No full text
    Ekstrak daun kelor dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan karena mengandung senyawa flavonoid. Dibuat sediaan emulgel kombinasi antara minyak zaitun dan ekstrak daun kelor untuk meningkatkan efektivitasnya sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi karbomer-940 terhadap stabilitas fisik sediaan emulgel dengan variasi konsentrasi (F1) 0,25%, (F2) 0,5%, dan (F3) 0,75%. Evaluasi yang dilakukan meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat, uji daya sebar, uji viskositas, uji daya proteksi, dan uji ketengikan selama penyimpanan maksimal 28 hari. Hasil analisis statistik menunjukkan variasi Karbomer-940 secara signifikan mempengaruhi stabilitas fisik sediaan emulgel seperti pH, daya lekat, daya sebar, dan viskositas (p<0,05)

    Analisis Kualitas Kimia dan Fisika Sediaan Pulveres Antibiotika dan Kortikosteroid di Klinik "X" Kota Sukoharjo

    No full text
    Farmasis memiliki salah tugas yaitu dispensing sediaan non steril dengan membuat sediaan pulveres. Pembuatan sediaan pulveres tidak lepas dari risiko medication error yang disebabkan adanya inkompatibilitas. Penelitian bertujuan mengetahui inkompatibilitas sediaan pulveres antibiotika dengan kortikosteroid. Penelitian ini merupakan eksperimental, sampel yang digunakan adalah campuran antibiotika dan kortikosteroid dalam bentuk pulveres. Antibiotika yang digunakan yaitu amoksisilin, sefixim, dan sefadroksil, sedangkan kortikosteroid yang digunakan yaitu dexametason dan metilprednisolon. Penelitian dilakukan dilaboratorium Universitas Setia Budi, dengan melihat organoleptis, uji kelembaban, dan uji kadar zat aktif dengan menggunakan instrument spektofotometer UV. Data yang didapatkan dianalisis secara deskriptif dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan persentase. Penelitian ini berdasarkan peresepan sediaan pulveres anak di klinik X di Sukoharjo yang sebagian besar resep antibiotika dengan kortikosteroid. Eksperimen dilakukan sesuai dengan uji literature dan didapatkan tidak ada perubahan secara organoleptik ketika sediaan tablet digerus. Hasil uji kelembaban menunjukkan bahwa amoksisilin memiliki sifat higroskopis yang menyebabkan serbuk menjadi lembab. Pulveres amoksisilin dengan kortikosteroid memiliki kadar kelembapan yang tinggi. Pulveres sefiksim dengan atau tanpa kombinasi kortokisteroid juga memiliki kadar kelembapan tinggi. Kadar kelembapan yang diperbolehkan yaitu < 5%. Hasil uji menunjukkan adanya perbedaan nilai absorbansi antara antibiotik dalam bentuk tunggal dengan kombinasi antibiotika dan kortikosteroid

    Pengaruh Manipulasi Tangan secara Mandiri terhadap Nyeri Ulu Hati pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman: Effect of In-Hand Manipulation on Heartburn Among Students at Medicine Faculty, Mulawarman University

    No full text
    Nyeri ulu hati adalah keluhan fisik yang dialami dan dirasakan di daerah epigastrium pada abdomen. Pada penatalaksanaan nyeri ulu hati dapat dilakukan tindakan terapi secara non-farmakologi. Terapi pijat dengan manipulasi tangan dapat digunakan sebagai terapi non-farmakologi pada penderita nyeri ulu hati. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat pengaruh terapi dengan manipulasi tangan secara mandiri terhadap nyeri ulu hati pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan metode nonequivalent pretest-posttest control group design. Data yang didapatkan berasal dari data primer berupa kuesioner, pre-test, dan pos-test di Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman. Teknik sampling dengan metode purposive sampling diperoleh sebanyak 15 subjek tiap kelompok terdiri dari kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil uji statistik Mann Whitney didapatkan p sebesar 0,01 (p < 0,05) yang berarti adanya perbedaan bermakna antara persentase perubahan skala nyeri ulu hati pada kelompok intervensi yang diberikan perlakuan dan kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa manipulasi (Su Jok) pada tangan berpengaruh dalam menurunkan skala intensitas nyeri ulu hati

    Molecular Docking of Secondary Metabolite Compounds of Andrographis Paniculata Plant as Potential Covid-19 Drug Candidate

    No full text
    The aim of this research was to investigate the interaction between secondary metabolite compounds and the Mpro receptor, which was the main protein in Covid-19. Ligand-receptor interactions were studied using the Molecular Docking method. The validation results indicated that the test ligand Andrographolide had a higher affinity value compared to the standard ligand, with a value of -6.6 kcal/mol compared to the standard ligand\u27s -7.5 kcal/mol. Additionally, the compound 14-Acetyl-3,19-isopropylideneandrographolide, 5,4 dihydroxy-7,8,2\u27,3\u27-tetramethoxyflavone-5-glucoside had an affinity of -7.5 kcal/mol, Andrographidin A had -7.6 kcal/mol, Andrographiside had -7.7 kcal/mol, Skullcapflavone I had 7.7 kcal/mol, 5-Hydroxy-7,8,2\u27-trimethoxyflavone-5-glucoside had -7.7 kcal/mol, Apigenin had 7.7 kcal/mol, 5-Hydroxy-7,8-dimethoxyflavone-5-glucoside had -7.8 kcal/mol, Neoandrographolide had -7.8 kcal/mol, Andropanoside had -7.9 kcal/mol, Wogonin-5 glucoside had -8.1 kcal/mol, 5,2\u27,3\u27-Trihydroxy-7,8-dimethoxyflavone-3\u27-glucoside had -8.4 kcal/mol, and Bisandrographolide had -8.5 kcal/mol. From the molecular docking results, the secondary metabolite compounds from the Andrographis paniculata plant exhibited significant interactions surpassing the standard ligand N3. Active residue interactions observed included Phe140, Leu141, Asn142, Gly143, His163, Glu166, Gln189, and Thr190

    Kajian Konsentrasi Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum) sebagai Bahan Aktif Antiseptik dalam Sediaan Sabun Padat

    No full text
    Sirih merah (Piper crocatum) merupakan salah satu tanaman yang diketahui secara empiris berkhasiat sebagai antiseptik. Melihat potensi tersebut, memungkinkan sirih merah untuk dikembangkan lebih jauh dalam produk sediaan farmasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi ekstrak daun sirih merah sebagai bahan aktif dalam sediaan sabun padat yang efektif sebagai antiseptik serta mengetahui kestabilan fisik dari sediaan tersebut. Pengujian efektivitas antiseptik dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar dan pengujian stabilitas fisik (busa dan pH) yang diukur dan diamati selama 4 minggu. Hasil efektivitas antiseptik sediaan diperoleh hasil yang baik terhadap ketiga mikroba uji (Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan Candida albicans) dimana diperoleh konsentrasi ekstrak daun sirih merah yang paling efektif sebagai antiseptik adalah 1% (F2) dibandingkan dengan kontrol negatif. Hasil dari pengujian stabilitas fisik selama 4 minggu diperoleh kestabilan busa yang baik serta pH sediaan yang stabil

    Hubungan Jenis Kelamin, Status Gizi, dan Berat Badan Lahir Rendah dengan Kejadian Kejang Demam pada Anak di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda

    No full text
    Kejadian kejang demam kasus tersering di bidang neuro anak di umur 6 bulan hingga 60 bulan, insiden berkisar 2 hingga 5% kasus kejadian. Faktor risiko kejang demam seperti jenis kelamin, status gizi dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan jenis kelamin, status gizi dan BBLR dengan kejadian kejang demam anak di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian dilaksanakan dengan analitik observasional menggunakan desain potong lintang. Data penelitian diperoleh dari rekam medik di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda dengan metode purposive sampling. Sampel dari penelitian ini adalah anak yang berumur 6 bulan hingga 60 bulan yang menderita  febrile seizure dan fever without seizure serta memenuhi kriteria dari peneliti. Analisis statistik memakai uji chi-square. Hasil ditemukan sebanyak 184 sampel yang terdiri dari masing-masing 92 sampel kejang demam dan demam tanpa kejang. Kejadian febrile seizure terjadi pada kelompok anak berusia 13-24 bulan (42.4%) dengan prevalensi anak laki-laki 68.5% dan perempuan 31.5%. Peneliti memakai chi-square dan didapatkan p-value jenis kelamin (p = 0.034), status gizi (p = 0.715) dan BBLR (p = 0.412). Kesimpulan didapatkan bahwa terdapat hubungan antara jenis kelamin dan tidak terdapat hubungan antara status gizi dan BBLR dengan kejadian kejang demam

    Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Rosemary (Rosemarinus officinalis L.) dengan Metode DPPH dan FRAP serta Pengaplikasiannya sebagai Zat Aktif dalam Losion: Antioxidant Activity Test of Rosemary Leaves (Rosemarinus officinalis L.) Ethanolic Extract with DPPH and FRAP Method and Its Application as an Active Substance in Lotion

    No full text
    Salah satu tanaman yang mempunyai nilai ekonomis tinggi yaitu tanaman rosemary (Rosemarinus officinalis L.).  Tanaman ini mempunyai aroma dan rasa yang khas dan banyak mengandung senyawa yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan, antijamur, antivirus, antibakteri, antitumor, antitrombotik, dan antidepresan. Pemanfaatan tanaman rosemary terutama ekstrak daunnya dapat dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan pengujian terhadap ekstrak tersebut, sehingga tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pengujian kandungan metabolit sekunder, uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dan FRAP, serta mengaplikasikannya sebagai zat aktif dalam produk lotion. Dari hasil penelitian ini didapatkan rendemen ekstrak etanol daun rosemary sebanyak 16,87%. Hasil pengujian ekstrak tersebut mengandung senyawa metabolit sekunder diantaranya alkaloid, flavonoid, tannin, dan triterpenoid, namun memberikan hasil yang negatif terhadap saponin. Uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dan FRAP ekstrak menghasilkan nilai IC50 berturut-turut 10,68 ppm dan 51,84 ppm. Dengan demikian ekstrak etanol daun rosemary memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan pengujian metode DPPH dan aktivitas yang kuat dengan metode FRAP. Produk antioksidan sediaan topikal berupa lotion dengan zat aktif dari ekstrak etanol daun rosemary menghasilkan uji organoleptis yang baik

    Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Kejadian  Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada Balita  di Puskesmas Karubaga Kabupaten Tolikara: Factors Affected the Incidence of Acute Respiratory Infection (ARI) in Toddlers at Karubaga Public Health Center, Tolikara Regency

    No full text
    Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama. Hal ini karena angka kematian yang signifikan terkait dengan Infeksi Saluran Pernafasan Akut, terutama pada bayi dan balita. Diharapkan setiap anak akan mengalami 3-6 episode Infeksi Saluran Pernafasan Akut. Infeksi Saluran Pernafasan Akut menyumbang 40-60% dari semua kunjungan ke Puskesmas setiap tahun. Proporsi kematian akibat ISPA mendekati 20-30% pneumonia pada semua kematian balita. Menurut data Dinas Kesehatan Provinsi Papua, lima kabupaten dengan tingkat Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) tertinggi adalah Kabupaten Lanny Jaya (88,9%), Kabupaten Tolikara (69,5%), Kabupaten Jayapura (17,9%), Kabupaten Merauke ( 17,6%), dan Kabupaten Mappi (13,3%). Melihat tingginya prevalensi Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Kabupaten Tolikara yang menempati urutan kedua sebesar 69,5 persen, setelah Kabupaten Lanny Jaya yang menempati urutan pertama sebesar 88,9 persen. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Puskesmas Karubaga Kabupaten Tolikara. Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Karubaga Kabupaten Tolikara pada bulan Juni – Agustus 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang berkunjung ke Puskesmas Karubaga Kabupaten Tolikara pada tahun 2021. Sampel sebanyak 66 balita dipilih secara purposive sampling . Analisis data menggunakan statistik chi-square dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menemukan bahwa kelima faktor yang diteliti adalah status imunisasi (p-value = 0,608 > 0,05), riwayat pemberian ASI eksklusif (p-value = 0,059 > 0,05), status gizi balita (p-value = 0,271 > 0,05), kebiasaan merokok pada keluarga balita (p-value = 0,775 > 0,05), dan penggunaan obat nyamuk bakar (p-value = 1.000 > 0,05) semuanya tidak berhubungan bermakna dengan Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Puskesmas Karubaga Kabupaten Tolikara

    Evaluasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Pasca Pemberian Vaksin Astrazenecca dan Vaksin Sinovac: Evaluation of Post-Immunization Advanced Events (AEFI) After Administration of Astrazenecca Vaccine and Sinovac Vaccine

    No full text
    Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) ialah penyakit pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh subtipe virus corona. Salah satu upaya pemerintah yaitu pengenalan vaksinasi sebagai sarana pencegahan dan pengendalian COVID-19. Adapaun jenis vaksin yang digunakan adalah Astra Zeneca, dan Sinovac Biotech Ltd. Pengembangan vaksin pada umumnya membutuhkan waktu selama 10-15 tahun namun dengan adanya kebutuhan akan vaksin yang mengharuskan untuk disediakan maka denagn waktu 15 bulan vaksin tersebut bisa tersedia. Namun dengan waktu yang cepat menimbulkan kekhawatiran yang signifikan terkait vaksin tersebut untuk penggunaan umum secara global, serta efek samping maupun kejadian ikutan biasa disebut dengan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Penelitian ini menggunakan metode penelitian obeservasional dengan retrospektif. Populasi penelitian ini adalah semua warga Surabaya yang telah selesai divaksinasi tahap I maupun tahap I & II. Hasil pengamatan pada form KIPI dariDinas Kesehatan Kota Surabaya terdapat KIPI vaksin AstraZeneca yaitu nyeri pada bekas suntikan 37 %, demam 21%, menggigil atau meriang 16%, badan pegal 7%, mual atau muntah 6%. Untuk laporan KIPI vaksin Sinovac menunjukkan persentase nyeri pada bekas suntikan 17%, demam 33%, pusing 12%, kemerahan/bengkak pada bekas suntikan 11%, dan mengantuk 6%

    135

    full texts

    609

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains dan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇