Jurnal Sains dan Kesehatan
Not a member yet
    609 research outputs found

    Identifikasi Faktor Penghambat Layanan Kesehatan Maternal di Puskesmas Ohoijang Watdek Kabupaten Maluku Tenggara

    Full text link
    Angka kematian ibu merupakan salah satu indikator dalam menentukan kesehatan ibu. Angka kematian ibu ini masih jauh dari target tujuan pembangunan milenium tahun 2015. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi jumlahnya dan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan memberdayakan puskesmas. Namun, faktor penentu untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan di masyarakat masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penghambat layanan kesehatan maternal di Puskesmas Ohoijang Watdek Kabupaten Maluku Tenggara. Metode ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Enam partisipan yang direkrut terdiri dari satu orang dokter, dua orang bidan, satu orang perawat dan dua orang kader. Hasil penelitian menunjukkan satu tema yaitu kurangnya bidan yang berkompeten, kerjasama lintas sektor yang belum optimal dan kurangnya jumlah tenaga kesehatan. Kurangnya kompetensi bidan ini adalah tidak berinisiatif untuk duluan melakukan kontak (telepon) pada ibu hamil, bersalin dan nifas sedangkan kerjasama lintas sektor belum optimal dikarenakan kurangnya kerjasama dan kreatifitas antar kader dalam memanfaatkan tempat pelayanan posyandu dan kurangnya jumlah tenaga kesehatan ini tidak sebanding dengan jumlah penduduk di wilayah puskesmas yang membuat wilayah yang jauh dari puskesmas sulit terpantau kesehatannya. Kesimpulannya Puskesmas telah melaksanakan pelayanan kesehatan. Namun, pelayanannya belum berjalan dengan maksimal karena ada kendala

    Pengaruh Media Edukasi BOGIMBA (Boneka dan Dongeng Gizi Seimbang) terhadap Tingkat Pengetahuan Anak tentang Gizi di TK Islam Silmi Samarinda

    Full text link
    Penyebab utama dari permasalahan gizi adalah pola makan yang buruk. Pengetahuan menjadi salah satu aspek yang memengaruhi hal tersebut sehingga pendidikan gizi sangat penting diberikan sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media edukasi BOGIMBA (Boneka dan Dongeng Gizi Seimbang) terhadap tingkat pengetahuan anak tentang gizi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik dengan metode kuasi-eksperimental berdasarkan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian ini menggunakan seluruh sampel dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi penelitian sehingga didapatkan 51 responden. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah media edukasi BOGIMBA dan tingkat pengetahuan anak tentang gizi. Dari hasil penelitian yang dilakukan, didapatkan adanya pengaruh media edukasi BOGIMBA terhadap peningkatan pengetahuan anak tentang gizi (p = 0,000)

    Pengaruh Faktor Sosial Demografi dan Sosial Ekonomi terhadap Tindakan Pemilihan Obat Tradisional dalam Upaya Pengobatan Mandiri di Kalangan Masyarakat Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru

    No full text
    Penggunaan obat tradisional semakin berkembang baik sebagai obat maupun untuk tujuan yang lain, terlebih dengan adanya anjuran untuk kembali kealam. Permasalahan akan timbul apabila tindakan pemilihan obat tradisional tersebut adalah sebagai bentuk pelarian dari pelayanan medis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh faktor sosial demografi dan sosial ekonomi terhadap tindakan pemilihan obat tradisional dalam upaya pengobatan mandiri di kalangan masyarakat Kecamatan Landasan Ulin. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Tahun 2019 yang berjumlah 67,535 orang dengan sampel 100 orang. Metode pengambilan sampel purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan telah dilaksanakan pada bulan januari maret 2019. Analisa data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0.005) dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa tidak ada pengaruh antara sosial demografi dan sosial ekonomi terhadap tindakanpemilihan obat tradisional

    Review: Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Kandungan Senyawa Kimia Herba Sasaladaan (Peperomia pellucida (L) H.B.K)

    No full text
    Sasaladaan (Peperomia pellucida (L) H.B.K) merupakan salah satu tumbuhan obat di Indonesia yang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Secara  empirik digunakan untuk mengobati demam dan sakit kepala, sedangkan aktivitas farmakologi yang telah diketahui adalah sebagai antipiretik, analgetik, antiinflamasi, antimikroba, anti kanker, antimalaria, dan antidiabetes. Tumbuhan ini prospektif untuk dikembangkan menjadi obat herbal terstandar atau fitofarmaka karena mudah diperoleh dan aktivitas farmakologinya yang beragam. Tujuan dari penulisan review ini adalah untuk menghimpun data analisis kualitatif dan kuantitatif senyawa kimia yang terkandung dalam herba sasaladaan. Analisis dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya meliputi skrining fitokimia, pola kromatografi, penetapan kandungan total fenol, penetapan kandungan total flavonoid, penetapan kandungan total alkaloid, dan identifikasi senyawa kimia spesifik. Oleh karena itu, setelah mengetahui kandungan senyawa yang dimiliki sasaladaan maka diharapkan dapat membantu penelitian-penelitian lain mengenai aktivitas dan perkembangan sasaladaan untuk dijadikan obat herbal yang terstandarisasi dengan keamanan yang terjamin

    Pengaruh SSRIs Untuk Meningkatkan Independensi Fungsional Pada Pasien Depresi Pasca Stroke: Effect of SSRIs to Improve Functional Independence in Post-Stroke Depression Patients

    No full text
    Depresi Pasca-Stroke menyebabkan dampak negatif terhadap independensi fungsional pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) merupakan golongan antidepresan yang direkomendasikan sebagai lini pertama terapiuntuk mengobati Depresi Pasca-Stroke karena profil tolerabilitasnya yang menguntungkan. Tinjauan pustaka ini ditujukan untuk menyajikan suatu wawasan pengetahuan yang baru tentang pengaruh SSRIs meningkatkan independensi fungsional pada pasien depresi pasca-stroke. Peneliti menerapkan desain penelitian kualitatif. Referensi yang digunakan diakses dari dua database yaitu PubMed dan Google Scholar dan hanya mengambil jurnal berbahasa Inggris. Peneliti membatasi tahun terbit jurnal mulai 2010 hingga 2020. Dari hasil pencarian, peneliti menemukan sekitar 52.984 jurnal, tetapi peneliti hanya menggunakan 5 jurnal sesuai dengan kriteria inklusi yaitu jurnal Randomized Controlled Trial (RCT) yang menguji manfaat pengobatan SSRIs pada pasien Depresi Pasca-Stroke yang dibandingkan dengan antidepresan lain atau modalitas pengobatan lainnya, serta terdapat pengukuran outcomeindependensi fungsional. Berdasarkan tinjauan pustaka dapat disimpulkan bahwa, SSRI berpengaruh terhadap perbaikan independensi fungsional pada pasien Depresi Pasca-Stroke. SSRI pun terbukti memiliki efek yang positif dangan beragam kombinasi modalitas terapi non-farmakologis sebagai penunjangnya

    Analisis Faktor Risiko pada Kejadian Masuk Rumah Sakit Penyakit Jantung Koroner di Rumah Sakit Husada Utama Surabaya: Analysis of Risk Factor for Hospital Admission With Coronary Heart Disease in Husada Utama Hospital Surabaya

    No full text
    Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di seluruh dunia. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi morbiditas dan mortalitas akibat PJK, antara lain faktor risiko kardiovaskular dan penyakit penyerta. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara faktor risiko kardiovaskular dan penyakit penyerta yang dimiliki terhadap keparahan kejadian masuk rumah sakit pasien yang dilihat dari jenis PJK maupun lama perawatan. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang melibatkan seluruh pasien PJK yang dirawat di Rumah Sakit Husada Utama Surabaya pada periode Januari 2018 sampai dengan Desember 2019. Data pasien diambil berdasarkan data rekam medis. Analisis data menggunakan teknik univariat, bivariat, dan multivariat. Terdapat 116 pasien yang masuk rumah sakit dengan diagnosa unstable angina, NSTEMI dan STEMI. Faktor risiko yang paling banyak ditemukan adalah usia diatas 65 tahun, pria, memiliki riwayat hipertensi dan diabetes melitus. Penyakit penyerta yang paling banyak dialami yaitu gagal jantung. Terdapat hubungan yang signifikan antara hipertensi dengan jenis PJK yang dialami saat MRS (p=0,032). Sedangkan jumlah penyakit penyerta secara signifikan berpengaruh terhadap lama perawatan pasien PJK di rumah sakit (p=0,000). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah faktor risiko hipertensi dan jumlah penyakit penyerta berpengaruh terhadap jenis dan lama perawatan pasien PJK, secara berurutan

    Uji Efek Tonikum Ekstrak Etanol Daun Pecut Kuda (Stachytarpheta jamaicensis L. Vahl) pada Mencit Putih Jantan (Mus musculus): The Tonicum Effect of Ethanolic Extract of Stachytarpheta jamaicensis Leaves in White Mice Male (Mus musculus)

    No full text
    Tonikum adalah sesuatu bahan atau campuran bahan yang bisa meningkatkan sistem pertahanan tubuh. Efek stimulan yang terjalin pada efek tonikum dilakukan oleh sistem saraf pusat. Daun pecut kuda serta pangkal bermanfat sebagai stimulan serta tonikum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek tonikum pada ekstrak etanol daun pecut kuda pada mencit putih jantan. Penelitian  ini bersifat eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 kelompok perlakuan yaitu 2 kelompok kontrol (K- diberikan Na CMC 0,5% dan K+ diberikan kafein 13mg) dan 3 kelompok perlakuan (ekstrak etanol daun pecut kuda dengan dosis 50, 100 dan 200 mg/kgBB) dan setiap kelompok perlakuan diulang 5 kali. Metode yang digunakan uji natatory exhaustion, uji gelantung dan uji induksi tidur untuk parameter yang diamati adalah pertahanan mencit di permukaan air, durasi ketahanan mencit di atas alat gelantung dan waktu mencit tertidur. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan One Way ANNOVA uji lanjut duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pecut kuda mempunyai efektivitas terhadap uji efek tonikum dengan dosis 50, 100, 200 mg/kgBB. Dapat disimpulkan bahwa ektrak daun pecut kuda dengan dosis 200 mg/kgBB memiliki efek hampir sama dengan K+ (kafein 13mg).

    Efektivitas Pemberian Kombinasi Teh Daun Mint (Mentha piperita) dan Madu terhadap Intensitas Nyeri Haid (Dismenore)

    No full text
    Dismenore atau nyeri haid masih menjadi masalah utama pada kebanyakan wanita. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri dismenore, salah satunya dengan mengkonsumsi minuman herbal. Daun mint mengandung senyawa menthol yang dapat mengurangi kontraksi pada miometrium sehingga nyeri dismenore yang dirasakan dapat berkurang. Flavonoid yang terkandung dalam madu mampu mengurangi rasa nyeri dengan menghambat pembentukan prostaglandin melalui penghambatan enzim cyclooxygenase. Sehingga kombinasi keduanya dapat bekerja secara sinergis dalam menurunkan intensitas nyeri dismenore. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian teh daun mint (Mentha piperita) dan madu terhadap penurunan intensitas nyeri haid (dismenore). Metode penelitian yang digunakan adalah quasy experimental dengan pengambilan sampel secara purposive sampling dan didapatkan 50 responden yang terbagi menjadi 2 kelompok. Hasil yang didapat pada kedua kelompok responden dismenore setelah pemberian kombinasi teh daun mint dan madu selama 2 hari yaitu terjadi penurunan antara pretest dan posttest dengan nilai sinifikansi 0,000 (p<0,05) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Sedangkan untuk perbandingan penurunan skala nyeri antara kedua kelompok yaitu kelompok uji dan kelompok kontrol didapatkan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05) dimana terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kombinasi teh daun mint dan madu efektif dalam menurunkan intensitas nyeri haid (dismenore)

    Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Rimpang Jeringau Merah (Acorus sp.) dengan Metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil): Antioxidant Activity of Ethanol Extract of Red Jeringau Rhizome (Acorus sp.) by DPPH Method (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazil)

    No full text
    Rimpang jeringau merah (Acorus sp.) secara empiris digunakan oleh masyarakat Dayak untuk mengobati sejumlah penyakit seperti demam berdarah, penyakit kulit dan kolik. Sangat sedikit penelitian yang meneliti efektivitas penggunaan rimpang tanaman jeringau merah. Salah satu langkah untuk mengevaluasi efektivitas rimpang Acorus sp.  adalah dengan melakukan studi aktivitas antioksidan rimpang tanaman. Metode yang digunakan untuk mengukur aktivitas antioksidan adalah metode penangkal radikal bebas DPPH (2,2 diphenyl1picrylhydrazyl) pada bagian air, bagian butanol, bagian heksana dan bagian etil asetat. Hasil penelitian diperoleh IC50 di dalam air adalah 31,189 ppm; fraksi butanol 13,631 ppm; fraksi heksana 28 ppm; dan bagian etil asetat adalah 8,585 ppm

    Aktivitas Analgetika dan Antiinflamasi Ekstrak Etanol dan Fraksi Daun Jambu Mawar (Syzygium jambos L.) Secara In Vivo

    No full text
    Jambu mawar merupakan tanaman yang berkhasiat secara tradisional untuk mengobati beberapa penyakit, terutama bagian daunnya sebagai obat penyakit reumatik. Pada penelitian ini ekstrak etanol, fraksi n-heksan, etil asetat, dan air dari daun jambu mawar telah diuji aktivitas analgesik dan antiinflamasinya menggunakan metode geliat (Siegmund), hot plate, dan pembentukan pembengkakan telapak kaki yang diinduksi lamda karagenan. Hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak etanol dosis 100 dan 200 mg/kg bb serta fraksi n-heksan, etil asetat dan air dosis 50 dan 100 mg/kg bb memiliki aktivitas analgetika dan antiinflamasi. Ekstrak etanol dosis 100 dan 200 mg/kg bb dapat menurunkan jumlah geliat pada setiap 5 menit selama 60 menit pengamatan sebesar 84 dan 98 kali dengan persen proteksi sebesar 58,0 dan 52,0 %. Fraksi etil asetat, n-heksan, dan fraksi air dosis 50 dan 100 mg/kg bb dapat menurunkan jumlah geliat hewan sebesar 93 dan 35 kali, 75 dan 100, serta 84 dan 124 kali dengan persen proteksi 54,45 dan 82,85; 63,0 dan 50,9; serta 58,47 dan 38,02 %. Aktivitas analgetik metode hot plate, Ekstrak etanol dapat meningkatkan waktu bertahan hewan dalam alat hot plate sebesar 154,0 dan 95,02 %, sedangkan waktu bertahan hewan dari fraksi n-heksana sebesar 95,86 dan 105,5, etil asetat sebesar 143,7 dan 105,7, dan fraksi air sebesar 34,1 dan 99,5 %. Aktivitas antiinflamasi dari ekstrak etanol dosis 100 dan 200 mg/kg bb ditandai dengan adanya penurunan volume edema kaki tikus pada waktu pengamatan selama 6 jam dengan persen penghambatan edema sebesar 59,2 dan 41,12%. Fraksi n-heksan, etil asetat, dan air memiliki kemampuan yang relatif sama, ditandai adanya nilai penghambatan edema dari fraksi n-heksan sebesar 68,24 dan 68,56 %, fraksi etil asetat sebesar 57,08 dan 67,32 % serta fraksi air sebesar 64,02 dan 67,46 %. Dosis efektif pada ekstrak dan fraksi n-heksan, etil asetat, dan air sebagai analgetika dan antiinflamasi adalah 100 mg/kg bb

    135

    full texts

    609

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains dan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇