Rumah Jurnal Institut Pesantren KH. Abdul Chalim
Not a member yet
    3381 research outputs found

    Analisis Perbandingan Kedudukan Nadzir dalam Hukum Islam dan Undang-Undang Wakaf No. 41 Tahun 2004

    Get PDF
    Salah satu alat kunci dalam hukum Islam untuk mencapai keadilan dan kesejahteraan sosial adalah wakaf. Dalam mencapai tujuan wakaf, Nadzir memainkan peran penting sebagai entitas yang bertanggung jawab mengelola dan mengembangkan aset wakaf. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan dan membedakan perlakuan nadzir dalam hukum Islam dengan perlakuan dalam undang-undang wakaf no. 41 Tahun 2004. Penelitian hukum kepustakaan dengan pendekatan pengumpulan data konseptual dan sumber sekunder menjadi inti metodologi yuridis normatif penelitian ini. Berdasarkan temuan tersebut, hukum Islam dan undang-undang wakaf no. 41 Tahun 2004 sama-sama menempatkan nadzir pada kedudukan yang sebanding namun berbeda. Persamaan hukum Islam dan undang-undang Wakaf 41 Tahun 2004 adalah yang pertama, baik harta wakaf maupun nadzirnya ditangani oleh entitas yang sama. Kedua, nadzir juga bertugas bertanggung jawab kepada wakif dan Allah ﷻ dalam pengelolaan harta wakaf, dan ketiga, nadzir wajib mengelola harta wakaf secara profesional dan amanah. Dan perbedaanya adalah pertama, pada kualifikasi dan tugas nadzir, kedua, kekuasaan dan tugas nadzir, dan ketiga, pengangkatan nadzir dan tata cara pemecatannya berbeda.   One of the key in Islamic law for achieving social justice and welfare is waqf. In realizing the purposes of waqf, Nadzir plays an important role as the responsible entity for managing and developing waqf assets. The study aims to compare and contrast the treatment of nadzir in Islamic law with the treatment in waqf law no. 41 of 2004. The study used a literature law approach with data collection from the conceptual and secondary sources becoming the main core of this study's normative juridical methodology. This study finds out that Islamic law and waqf law no. 41 of 2004 have the same meaning and position as nadzirs, but in different ways. The similiarity are; 1) the waqf assets and the nadzir are handled by the same entity; 2) the nadzir is also in charge of the waqf assets and the nadzir and responsible to the waqif and Allah ﷻ in the management of waqf assets; 3) the nadzir is obliged to manage waqf assets in a professional and trustworthy manner. And the differences are; 1) In the qualification and duties of the nadzir, 2) The authorities and functions of the nadzir, and 3) The appointment of the nadzir and the procedures for dismissal are different

    Tinjauan Astronomi Tentang Pembagian Waktu Asar Dalam Kitab Fath al-Qarib

    Get PDF
    Posisi Matahari adalah faktor utama dalam menentukan waktu salat, dan setiap tempat dengan posisi Matahari yang berbeda akan memiliki waktu salat yang berbeda pula. Untuk itu diperlukan tinjauan astronomis agar memudahkan masyarakat mengetahui lima kategori waktu Ashar dalam teori astronomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji waktu salat Ashar dalam kitab Fathul Qarib dari sudut pandang fikih dan tinjauan astronomi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis data deskriptif dengan menjelaskan secara umum waktu salat Ashar dalam perspektif fikih dan astronomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tinjauan astronomi adalah; 1. Waktu fadilah, adalah ketika panjang bayangan benda sama dengan panjang benda ditambah dengan panjang kulminasi, dan dapat dihitung dengan rumus cotan hasar (waktu fadilah = tan [φ - δ] + 1.); 2. Waktu ikhtiari adalah waktu fadilah ditambah dengan waktu ikhtiari ditambah dengan 45 menit. 3. Waktu jawaz ma'a karahah adalah ketika langit menguning saat matahari mendekati ufuk pada saat senja atau terbenamnya matahari; 4. Waktu jawaz bila karahah adalah ketika bayangan benda menjadi dua kali lebih panjang dari panjang benda tersebut ditambah dengan panjang kulminasi yang dihitung dengan rumus hasar (waktu jawaz tidak makruh = tan [φ- δ] + 2); 5. Waktu tahrim (haram) adalah saat hampir berakhirnya waktu ashar atau hampir masuknya waktu magrib.   The position of the Sun is the primary factor in determining prayer times, and each place with a different position of the Sun will have a different prayer time. It is required to have an astronomical overview, in order to make it easier for people to know the five categories of Asr time in astronomical theory. The study aims to review the timing of the 'Asr prayer in the book of Fath al-Qarib from a fiqh perspective and astronomical overview. This study is a qualitative research with descriptive data analysis method by explaining in general the timing of the Asr prayer from fiqh and astronomical perspectives. The study finds that in astronomic overview are; 1. The fadilah time, is when the object's shadow length is equal to the object's length plus the culmination length, and can be calculated by the formula cotan hasar (fadilah time = tan [φ- δ] + 1.); 2. The ikhtiari time is the fadilah time plus 45 minutes. 3. The jawaz ma'a karahah time when the sky becomes yellow as the sun approaches the horizon at dusk or sunset; 4. The jawaz bila karahah time when the object's shadow becomes twice as long as the object's length plus the culmination length is calculated by the hasar formula (jawaz not makruh = tan [φ- δ] + 2); 5. The Tahrim time (haram) is very nearly the end of the 'asr time or very nearly the beginning of the maghrib time

    Kritik Hukum Pidana dan Hukum Pidana Islam atas Jual Beli Tanah Register di Gunung Simbolon

    Get PDF
    Simalungun Regency is where Mount Simbolon is found. Register land is government-owned land and the government has implemented its management regulations. In this case, there is a sale and purchase of land that is not in accordance with existing regulations. The methodology used in this research is a legal sociology approach that aims to observe the occurrence of a legal event in society, especially with a focus on events around Mount Simbolon. The study of the sociology of law is closely related to the sociological aspects of legislation. The author conducted semi-structured interviews to provide flexibility while ensuring data consistency. Information was collected from a total of 10 people from the local area. The author also used various methods to collect information from the library. Land rights in the legal context refer to the control granted by law to holders of rights over the land they own, thus enabling them to physically possess and utilize it. Given the previously mentioned problems, the author is interested in exploring the consequences of the problem. Sale and Purchase of Records on Mount Simbolon from the Perspective of Islamic Criminal Law. The results showed that regulatory conflicts occurred due to ignorance in the management of register land in Mount Simbolon.   Kabupaten Simalungun adalah tempat ditemukannya Gunung Simbolon. Tanah register merupakan tanah milik pemerintah dan pemerintah telah melaksanakan peraturan pengelolaannya. Dalam hal ini, terjadi jual beli tanah yang tidak sesuai dengan peraturan yang ada. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi hukum yang bertujuan untuk mengamati terjadinya suatu peristiwa hukum di masyarakat, khususnya dengan fokus pada peristiwa di sekitar Gunung Simbolon. Kajian sosiologi hukum erat kaitannya dengan aspek sosiologis peraturan perundang-undangan. penulis melakukan wawancara semi-terstruktur untuk memberikan fleksibilitas sekaligus memastikan konsistensi data. Informasi dikumpulkan dari total 10 orang dari daerah setempat. Penulis juga menggunakan berbagai metode untuk mengumpulkan informasi dari perpustakaan. Hak atas tanah dalam konteks hukum mengacu pada penguasaan yang diberikan oleh undang-undang kepada pemegang hak atas tanah yang dimilikinya, sehingga memungkinkan mereka untuk secara fisik memiliki dan memanfaatkannya. Mengingat permasalahan yang telah disebutkan sebelumnya, penulis tertarik untuk mengeksplorasi akibat dari masalah tersebut. Jual Beli Rekaman Di Gunung Simbolon Perspektif Hukum Pidana Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik regulasi terjadi dikarenakan ketidaktahuan dalam pengelolahan tanah register digunung simbolon

    Pengaruh Halal Awareness, Labelisasi Halal dan Word of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian Mie Instan Sedaap di Lamongan

    Get PDF
    Indonesia has the largest Muslim majority population in the world. So Indonesia has the potential to become a major market for trading halal products and developing the halal industry. The development of globalization and technology has encouraged utilization in the food sector by developing many ready-to-eat foods, one of which is instant noodles. So this research aims to analyze the influence of halal awareness, halal labeling and word of mouth on the decision to purchase Sedaap instant noodles in Lamongan. The population in this study is the Lamongan Muslim community who consume delicious instant noodles. Sampling using probability sampling techniques resulted in 100 respondents. The data analysis used was the SPSS 15.0 tool. The results show that there is an influence of the variables halal awareness (X1), halal labeling (X2) and word of mouth (X3) on purchasing decisions (Y) of 85.6%. Meanwhile, the remaining 14.4% was influenced by other variables not studied.   Negara Indonesia memiliki penduduk dengan mayoritas muslim terbanyak di dunia. Sehingga Indonesia memiliki potensi untuk menjadi pasar utama dalam perdagangan produk halal dan mengembangkan industri halal. Berkembangnya globalisasi dan teknologi mendorong satu pemanfaatan pada bidang makanan dengan mengembangkan banyak makanan siap saji, salah satunya adalah mie instan. Maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh halal awareness, labelisasi halal dan word of mouth terhadap keputusan pembelian mie instan sedaap di lamongan. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat muslim Lamongan yang mengonsumsi mie instan sedaap. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik probability sampling yang dihasilkan sebanyak 100 responden. Analisis data yang digunkan yaitu alat SPSS 15.0. Hasil menujukkah bahwa tedapat pengaruh variabel halal awareness (X1), labelisasi halal (X2) dan word of mouth (X3) terhadap keputusan pembelian (Y) sebesar 85,6%. Sedangkan sisanya sebesar 14,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti

    Communication Shapes Students' Character Through The Values Of Ahlussunah Wal Jamaah In Madrasah

    Get PDF
    This research aims to analyze building students' character through the values of ahlussunah wal jamaah in learning activities at madrasas. This research uses a qualitative case study type approach. The research subjects comprised the Head of the Madrasah, the Deputy Head of the Madrasah, the PAI Teacher, and others. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. Data analysis techniques use data reduction, data presentation, and concluding. This research shows that curriculum integration through Ahlussunah Wal Jamaah (Aswaja) values in madrasah learning is effective in building students' character and morals. This approach strengthens students' understanding of moderate and inclusive Islam and creates a conducive and harmonious learning environment. Mentoring programs and "Example Days" have effectively formed positive student morals. Collaboration between madrasas, parents, and the community, including the involvement of religious leaders and traditional leaders, is essential in supporting curriculum implementation. Thus, integrating Aswaja values is vital in forming a young generation with noble character and broad insight

    Empowering Productive Zakat to Enhance Economic Welfare: A Qualitative Study

    Get PDF
    Islam perfectly regulates the order of life, not only matters of worship to God, but also matters of muamalah, such as the relationship between humans, the relationship between humans and animals, and the relationship between humans and nature, including socio-culture, agriculture, technology, and economy. The qualitative research method used in this study produces written data that is descriptive in nature and includes information from related agencies in the research subject. This study relies mainly on library research. The way zakat is given and how mustahik spends zakat funds determines the distribution of productive zakat in general. Then, each of these consumption and production needs is divided into two categories: traditional consumption and creative consumption. On the other hand, production needs are divided into conventional productive and creative productive categories

    Transformasi Dakwah Mantan Narapidana Teroris Sebagai Agen Moderasi Beragama

    Get PDF
    The Lingkar Peace Foundation is a foundation that carries out da'wah transformation for former terrorist convicts, extremist groups, youth, and the general public. This transformation aims to reconstruct their understanding of Islam and to prevent the spread of radicalism in the general public. This research aims 1) to find out the transformation concept of the Islamic rahmatan lil 'alamin at the Lingkar Peace Foundation. 2) to find out the Lingkar Peace Foundation’s da'wah strategy based on the theory of da'wah. This research is qualitative research, by holistically examining the events of something being studied, as well as describing and concluding the phenomenon. The findings are 1) The concept of da'wah transformation of the Lingkar Peace Foundation is an agent of religious moderation with the Islamic concept of rahmatan lil 'alamin. This concept changed from radicalism to being guided by the Islamic principles of rahmatan lil 'alamin. 2) The Lingkar Peace Foundation's da'wah strategy is in line with the theory of da'wah, namely the selection of da'i, the content of the da'wah is competent and relevant, and the mad’u or medias for da’wah are different from before.Yayasan Lingkar Perdamaian merupakan yayasan yang melakukan transformasi dakwah terhadap para mantan Narapidana teroris, kelompok ekstrimis, pemuda dan masyarakat umum. Strategi transformasi ini bertujuan untuk merekonstruksi pemahaman mereka terhadap Islam, serta melakukan upaya pencegahan terhadap penyebaran paham radikalisme di masyarakat umum. Tujuan penelitian adalah 1) untuk mengetahui konsep transformasi dakwah Islam rahmatan lil ‘alamin di Yayasan Lingkar Perdamaian. 2) untuk mengetahui strategi dakwah Yayasan Lingkar Perdamaian berdasarkan teori dakwah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, yaitu menelaah secara holistik kejadian tentang sesuatu yang diteliti, serta mendeskripsikan dan menyimpulkan fenomena tersebut. Penelitian ini menemukan bahwa 1) konsep transformasi dakwah Yayasan Lingkar Perdamaian merupakan agen moderasi beragama dengan konsep Islam rahmatan lil ‘alamin. Konsep tersebut berubah dari yang awalnya berpegang pada radikalisme menjadi berpedoman pada prinsip-prinsip islam rahmatan lil ‘alamin. 2) strategi dakwah Yayasan Lingkar Perdamaian ini sejalan dengan teori dakwah, yaitu pemilihan da’i, materi dakwah yang kompeten serta relevan dan mad’u yang benar-benar berbeda dari sebelumnya

    A EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN ISLAM RAHMATAN LIL’ ALAMIN MENUJU ERA SOCIETY 5.0

    No full text
    This research is a qualitative research with the aim of knowing the epistemology of Islamic education rahmatan lil' alamin towards the era of society 5.0. The results show that Islamic education rahmatan lil' alamin is Islamic education whose presence in the midst of people's lives is able to realize peace and love for humans and nature in which is closely related to the era of society 5.0 which includes being able to meet the needs of the community at this time, namely being able to provide adequate and based education based on rahmatan lil' alamin by applying the nine Islamic values ​​of rahmatan lil' alamin including humanity, justice, egalitarianism, deliberation , pluralism tolerance, moderatism, inclusivism and gender awareness. Suggestions that researchers can give to the Safinatul Huda Foundation are expected to be able to improve rahmatan lil 'alamin Islamic education, especially towards the era of society 5.0. The community is expected to play a role in supporting government programs in realizing better people's welfare. For further researchers who will conduct research on the same topic, it is expected to make updates in terms of education so that the research results obtained are more diverse and better. Keywords: Education, Islam Rahmatan Lil’ Alamin, Era Society 5.0Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tujuan mengetahui epsitemologi Pendidikan islam rahmatan lil’ alamin menuju era society 5.0.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan islam rahmatan lil’ alamin adalah Pendidikan islam yang kehadirannya di tengah kehidupan masyarakat mampu mewujudkan kedamaian dan kasih sayang bagi manusia maupun alam di mana hal ini sangat berkaitan dengan era society 5.0 yang di dalamnya termasuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat pada saat ini yaitu bisa menghadirkan Pendidikan yang memadai dan sudah berlandaskan rahmatan lil’ alamin dengan menerapkan sembilan nilai islam rahmatan lil’ alamin diantaranya kemanusiaan, keadilan, egalitarisme, musyawarah, toleransi pluralisme, moderatisme, inklusivisme dan gender awareness. Saran yang bisa diberikan peneliti bagi Yayasan Safinatul Huda diharapkan mampu meningkatkan Pendidikan islam rahmatan lil’ alamin yang lebih baik khususnya untuk menuju era society 5.0. Bagi masyarakat diharapkan untuk berperan mendukung program pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat yang lebih baik. Bagi peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian dengan topik yang sama, diharapkan untuk melakukan pembaruan di segi pendidikannya sehingga hasil penelitiaan yang didapatkan lebih beragam dan lebih baik lagi. Kata Kunci: Pendidikan, Islam Rahmatan Lil’ Alamin, Era Society 5.

    Impact of Gadget Usage on Early Childhood Characteristics in Ketileng Village, Bojonegoro

    Get PDF
    This research aims to investigate the impact of gadget use on the characteristics of early childhood in Ketileng village, Malo District, Bojonegoro Regency. In this digital era, children are increasingly exposed to gadgets from an early age. This research uses a qualitative approach with observation and interview methods to evaluate the impact of gadget use on the characteristics of early childhood in Ketileng Village, Malo District, Bojonegoro Regency. The research results show that gadget use can positively and negatively impact children's development. Positive impacts include increased technology skills, information access, and cognitive abilities. However, negative impacts were also identified, including decreased social abilities, lack of physical interaction, and potential dependence on technology. The critical role of parents and educators in supervising, guiding, and directing gadget use is highlighted in this research. Awareness of time limits, appropriate content, and active supervision of children's online activities can help reduce the negative impacts of gadget use. This research provides in-depth insight into the impact of the relationship between gadgets and early childhood development. The practical implications of these findings can be used as a basis for developing guidelines for balanced gadget use and supporting children's holistic growth and development.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan gadget terhadap karakteristik anak usia dini di Desa Ketileng Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro. Di era digital saat ini, anak-anak semakin banyak terpapar gadget sejak dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara untuk mengevaluasi dampak penggunaan gadget terhadap karakteristik anak usia dini di Desa Ketileng, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget dapat memberikan dampak positif dan negatif terhadap tumbuh kembang anak. Dampak positifnya antara lain peningkatan keterampilan teknologi, akses informasi, dan kemampuan kognitif. Namun dampak negatif juga teridentifikasi, antara lain penurunan kemampuan sosial, kurangnya interaksi fisik, dan potensi ketergantungan terhadap teknologi. Pentingnya peran orang tua dan pendidik dalam mengawasi, membimbing dan mengarahkan penggunaan gadget disorot dalam penelitian ini. Kesadaran akan batasan waktu, konten yang sesuai, dan pengawasan aktif terhadap aktivitas online anak dapat membantu mengurangi dampak negatif penggunaan gadget. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam mengenai dampak hubungan gadget dengan tumbuh kembang anak usia dini. Implikasi praktis dari temuan ini dapat dijadikan dasar untuk mengembangkan pedoman penggunaan gadget yang seimbang dan mendukung tumbuh kembang anak secara holistik

    Strategi Adaptasi Sosial Ekonomi Masyarakat Di Permukiman Relokasi

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah strategi Masyarakat Gangsen yang direlokasi ke tempat tinggal yang baru akibat Pembangunan bendungan Gongsen dalam menghadapi berbagai masalah yang muncul seperti halnya perubahan perubahan mata pencaharian. Studi ini berfokus pada bagaimana para petani penggarap lahan beradaptasi secara sosial dan ekonomi Ketika mereka tidak lagi dapat bergantung pada lahan pertanian hutan sebagai sumber penghidupan utama. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan metode studi kasus untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang fenomena tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi, dengan informan utama terdiri dari Masyarakat gangsen yang terdampak langsung, Kepala Desa, dan Kepala Dusun.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptasi masyarakat Gangsen yang mata pencaharian utama mereka sebelumnya adalah petani penggatap lahan hutan , meliputi tiga bentuk utama. Strategi aktif, strategi pasif, dan penggunaan jaringan sosial. Strategi aktif melibatkan optimalisasi sumber daya manusia dan lokal, seperti memperpanjang jam kerja dan mencari pekerjaan tambahan. Namun, penelitian menemukan bahwa beberapa keluarga tidak sepenuhnya mengoptimalkan strategi ini, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap guncangan ekonomi. Strategi pasif meliputi pengurangan biaya pengeluaran dengan cara meminimalisir pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari, meskipun perilaku konsumtif seperti membeli makanan cepat saji dan perhiasan masih terlihat. Strategi jaringan memanfaatkan berbagai sumber bantuan formal dan informal, seperti bank harian, mingguan, bulanan, serta layanan dari Bank BRI dan koperasi

    1,805

    full texts

    3,381

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Rumah Jurnal Institut Pesantren KH. Abdul Chalim
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇