IJAL (Indonesian Journal of Academic Librarianship)
Not a member yet
    97 research outputs found

    ANALISIS TINGKAT PRODUKTIVITAS DAN KOLABORASI PENULIS PADA JURNAL PERPUSTAKAAN PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA PERIODE TAHUN 2017-2021 : Kajian Bibliometrika: Kajian Bibliometrika

    No full text
    ABSTRACT This study aims to determine the level of productivity and collaboration of writers in the agricultural library journal Ministry of the Republic of Indonesia (JPP) during the 2017-2021 publication period. The method used in this study uses bibliometric analysis, namely by examining each article and recording all information related to the profile of the article (such as the number of articles and references used), noting the names of the authors along with the title of the article written in each issue number, as well as record the agency of origin and profession of the author. The articles in this study started with the issue of Vo 26 No. 1 of 2017 up to volume 30 number 1 of 2021 with a total of 50 articles. Based on the research results, it is known that the value of collaboration is at a value of 0.48, namely C less than 0.5, which means that articles written individually in the journal are still larger than articles written in collaboration. Meanwhile, regarding the productivity of the author, it can be seen from the year, namely in 2020 with a total of 23 authors. While the name of the most prolific writer is Heryati Suryantini with the number of articles produced around 6 articles.   &nbsp

    Teknologi Chatbot sebagai Alat Unggul dalam Pelayanan Referensi Perpustakaan

    No full text
    Artikel ini membahas peran teknologi chatbot sebagai solusi terdepan dalam meningkatkan kualitas layanan referensi perpustakaan. Dalam menghadapi kebutuhan akan inovasi, khususnya dalam menyediakan layanan yang efisien dan responsif bagi pengguna perpustakaan modern, teknologi chatbot menjadi titik fokus penelitian. Latar belakang penelitian menyoroti perubahan mendasar dalam konteks layanan perpustakaan, di mana perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menjadi pendorong utama. Tujuan penelitian adalah mengeksplorasi implementasi chatbot sebagai solusi untuk meningkatkan efektivitas layanan referensi perpustakaan. Melalui metode library research, penelitian ini melibatkan analisis literatur dan sumber informasi terkait perkembangan teknologi chatbot dan penerapannya dalam lingkungan perpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi chatbot dapat secara signifikan meningkatkan responsibilitas dan ketersediaan layanan referensi perpustakaan. Dengan memberikan akses instan dan efisien terhadap informasi, chatbot merajut koneksi yang lebih erat antara perpustakaan dan pengguna. Kesimpulan dari artikel ini menegaskan bahwa integrasi chatbot bukan hanya memperkaya pengalaman pengguna, tetapi juga mendorong pencapaian tujuan perpustakaan dalam menghadapi tantangan era digital yang terus berkembang. Dengan demikian, chatbot tidak hanya merupakan inovasi, melainkan juga merupakan alat unggul yang mampu membawa perpustakaan ke tingkat layanan yang lebih tinggi.This article explores the role of chatbot technology as a forefront solution in enhancing the quality of library reference services. Confronting the need for innovation, particularly in providing efficient and responsive services for modern library users, chatbot technology becomes the focal point of the research. The background of the study highlights fundamental changes in the context of library services, where the development of information and communication technology emerges as a primary driver. The research aims to investigate the implementation of chatbots as a solution to improve the effectiveness of library reference services. Using the library research method, the study involves the analysis of literature and information sources related to the development and application of chatbot technology in the library environment. The results indicate that chatbot technology can significantly enhance the responsiveness and availability of library reference services. By offering instant and efficient access to information, chatbots weave a closer connection between the library and users. The conclusion of this article affirms that the integration of chatbots not only enriches the user experience but also propels the achievement of library goals in navigating the challenges of the ever-evolving digital era. Thus, chatbots are not just an innovation but also a superior tool capable of elevating library services to a higher level. &nbsp

    Verbal Communication in the Library Environment

    No full text
    A B S T R A C T This article explains the importance of communication between librarians as providers of information and users as recipients of information. Communication in the context of library organizations is an essential need in a variety of forms, including verbal communication, written communication, non-verbal communication, and direct face-to-face interaction. The focus of this article is related to effective verbal communication strategies in increasing interaction with library users. The research method uses case studies and literature studies, which he took from trusted sources or previous research. The purpose of this research was to provide informants with an overview of communication strategies in the library environment as well as steps that can be used as a reference to improve interaction between informants, librarians and libraries. Based on the results of research on verbal communication in the Muhammadiyyah University Ponorogo Library, one of which uses social media, namely You Tube, Instagram and Tik Tok, this was obtained based on observations that verbal communication in the Muhammadiyyah University library was solid, short and clear, this is in accordance with the theory that has been stated. convey the researchers before us.  A B S T R A K Artikel ini menjelaskan pentingnya komunikasi yang terjalin antara pustakawan sebagai penyedia informasi dan pemustaka sebagai penerima informasi. Komunikasi dalam konteks organisasi perpustakaan menjadi kebutuhan esensial dalam variasi bentuknya, mencakup komunikasi verbal, komunikasi tertulis, komunikasi non-verbal, dan interaksi langsung melalui tatap muka. Fokus pada artikel ini yaitu terkait strategi efektif komunikasi verbal dalam meningkatkan interaksi denggan pengguna perpustakaan. Metode penelitian menggunakan studi kasus dan studi pustaka, yang dia ambil melalui sumber terpercaya atau peneliatian sebelum kami. Adapun tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk memberikan gambaran kepada informan akan strategi komunikasi dalam lingkungan perpustakaan serta langkah yang dapat di jadikan acuan guna meningkatkan interaksi antar informan, pustakawan dan perpustakaan. erdasarkan hasil penelitian komunikasi  Verbal di Perpustakaan Universitas Muhammadiyyah Ponorogo salah satunya menggunakan  media sosial  yaitu You Tube, Instagram, dan Tik Tok hal ini  didapat berdasarkan obesrvasi bahwa komunikasi verbal di prpustakaan Universitas muhammadiyyah sudah padat, singkat dan jelas hal ini sesuai sepert terori yang sudah di sampaikan peneliti sebelum kami

    PERAN IBU BEKERJA DALAM MENUMBUHKAN PERILAKU GEMAR MEMBACA SEJAK DINI PADA ANAK: The Role of Working Mothers in Cultivating a Love for Reading in Children from an Early Age

    No full text
    Penelitian yang dilakukan di Kota Surabaya ini, bertujuan menggambarkan upaya ibu bekerja dalam menumbuhkan perilaku membaca pada anak-anak mereka, dengan populasi penelitian terdiri dari ibu bekerja dengan anak usia prasekolah hingga awal Sekolah Dasar. Responden dipilih melalui purposive sampling dengan kriteria bekerja di sektor formal, memiliki anak usia 2-7 tahun, dan berstatus menikah atau orang tua tunggal. Data dikumpulkan melalui survei dengan kuesioner semi-terbuka dan teknik probing untuk mendapatkan informasi mendalam tentang upaya unik yang dilakukan responden. Data primer berasal dari kuesioner dan probing, sementara data sekunder diperoleh dari berbagai literatur. Observasi juga dilakukan untuk mengamati fenomena terkait. Analisis kuantitatif dan kualitatif digunakan untuk memperkaya hasil penelitian. Penelitian menyimpulkan bahwa konflik peran ibu bekerja mempengaruhi pembagian waktu antara pekerjaan dan tugas rumah tangga, menghambat upaya menumbuhkan minat baca anak. Meskipun ibu bekerja berusaha seimbang, fokus utama sering tertuju pada tugas rumah tangga. Aktivitas membaca anak dilakukan di sela kesibukan, bukan pada waktu terjadwal khusus. Ibu dengan fleksibilitas waktu, seperti dosen atau guru, lebih mampu mengatur waktu membaca anak secara terjadwal. Penelitian ini menekankan pentingnya fleksibilitas waktu dalam mendukung pendidikan anak di rumah dan perlunya strategi efektif untuk mendukung minat baca anak di tengah kesibukan ibu bekerja.The research conducted in Surabaya aimed to describe the efforts of working mothers in fostering reading habits in their children. The study population consisted of working mothers with children from preschool age to early elementary school. Respondents were selected through purposive sampling with criteria of working in the formal sector, having children aged 2-7 years, and being either married or single parents. Data were collected through surveys using semi-open questionnaires and probing techniques to gain in-depth information about the unique efforts made by respondents. Primary data came from the questionnaires and probing, while secondary data were obtained from various literature sources. Observations were also conducted to observe related phenomena. Both quantitative and qualitative analyses were used to enrich the research results. The study concluded that the role conflict of working mothers affects the division of time between work and household duties, hindering efforts to foster children's reading interest. Although working mothers strive for balance, their main focus often remains on household chores. Children's reading activities are done in between busy schedules, not at specially scheduled times. Mothers with flexible working hours, such as lecturers or teachers, are better able to schedule their children's reading time. This research emphasizes the importance of time flexibility in supporting children's education at home and the need for effective strategies to support children's reading interest amidst the busyness of working mothers

    Peran Pustakawan dalam Mengatasi Tantangan Era Digital

    No full text
    This article explains how librarians align their roles with the evolution of information technology in managing libraries. Information is becoming a digital native consumption which requires librarians to innovate so that library information can be accessed easily. Librarians also need to have knowledge of technology to make it easier to transfer data from physical to file form. This article focuses on methods for facing the digital era to develop library information needed by the information society. The research method uses case studies and literature studies referenced from previous research. The aim of this research is to introduce the image of digital librarians and the attitudes of librarians in facing the challenges of current technology.  Artikel ini menjelaskan bagaimana cara pustakawan dalam menyelaraskan perannya seiring berevolusinya teknologi informasi dalam mengelola perpustakaan. Informasi menjadi konsumsi digital native yang mengharuskan pustakawan berinovasi agar informasi perpustakaan dapat diakses secara mudah. Pustakawan juga perlu memiliki pengetahuan tentang teknologi sehingga memudahkan pentransferan data dari fisik ke bentuk file. Artikel ini terfokus pada metode menghadapi era digital untuk mengembangkan informasi perpustakaan yang dibutuhkan masyarakat informasi. Metode penelitian menggunakan studi kasus dan studi pustaka yang dirujuk dari penelitian terdahulu. Tujuan penelitian ini untuk mengenalkan gambaran pustakawan digital dan sikap pustakawan dalam menghadapi tantangan dari arus teknologi. Kata kunci: Pustakawan, Tantangan, Era Digita

    P Pola Penelusuran Informasi oleh Pemustaka dengan Mesin Pencari Google di Perpustakaan Universitas Islam Negeri Mataram

    No full text
    This research examines the search patterns carried out by users in the Mataram State Islamic University library. The goals of this research is to analyze information search patterns carried out by users using the Google search engine. The method used in this research is descriptive qualitative. Data collection was carried out by interviews, observation and documentation. Based on the research results, it can be concluded that the search patterns carried out by users at the Mataram State Islamic University Library tend to use simple search features. The features that can be used are image, news, video and calculator search features and file extensions. In using these features, users only enter keywords directly in the search column then select the image tab to search for images, videos to search for videos, news. In advanced searches, the feature that can be used is searching based on file type by adding the file extension at the end. searched keywords (.doc, .docx, .pdf, etc.). Readers who use this type of file did not access it via advanced search, but directly enter keywords and the file extension in the search column.Penelitian ini mengkaji tentang pola penelusuran yang dilakukan oleh pemustaka di Perpustakaan Universitas Islam Negeri Mataram. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pola penelusuran informasi yang dilakukan oleh pemustaka dengan mesin pencari Google. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pola penelusuran yang dilakukan pemustaka di Perpustakaan Universitas Islam Negeri Mataram cenderung menggunakan fitur penelusuran sederhana. fitur yang bisa digunakan yaitu fitur penelusuran gambar, berita, video dan kalkulator dan  ekstensi file. Dalam penggunaan fitur-fitur tersebut pemustaka hanya memasukkan kata kunci secara langsung pada kolom pencarian kemudian memilih tab gambar untuk pencarian gambar, video untuk pencarian video, berita, pada penelusuran lanjutan fitur yang bisa dipakai yaitu penelusuran berdasarkan jenis file dengan menambahkan ekstensi file pada bagian akhir kata kunci yang dicari (.doc, .docx, .pdf, dll). Pemustaka dalam menggunakan jenis file tidak mengakses melalui penelusuran lanjutan, tetapi langsung memasukkan kata kunci di kolom pencarian ditambah dengan ekstensi file dalam pencaria

    Strategi Efektif dalam Komunikasi untuk Meningkatkan Pelayanan Perpustakaan

    No full text
    Strategy is a way or method for planning over a long period of time which is expected to achieve certain goals and principles. In communication, strategies are also needed to achieve communication goals. Libraries in improving their usability need to update the methods used to attract user attention. Changes are made either through changing regulations, adding programs and services, or improving communication strategies with users. One communication tool is social media. Including Surya at SDMT, the strategy used in the SDMT library is using an approach to students or users, guidance in the e-library, working with guardian teachers, the Surya SDMT Ponorogo library also provides a display of new books which are available on the school notice board and provide good information directly or indirectly, which aims to create communication so that it can improve the quality that occurs in the library.  Strategi merupakan cara atau metode untuk merencanakan dalam janga waktu yang Panjang yang diharapkan dapat menghantarkan pada suatu tujuan dan asas tertentu.dalam komunikasi juga dibutuhkan strategi untuk dapat mencapai tujuan komunikasi. Perpustakaan dalam meningkatkan kegunaannya perlu memperbarui metode yang digunakan untuk menarik perhatian pengguna. Perubahan dilakukan baik melalui perubahan peraturan, penambahan program dan layanan, atau peningkatan strategi komunikasi dengan pengguna. Salah satu alat komunikasi adalah media sosial. Termasuk   surya di SDMT,strategi yang digunakan dalam perpustakaan SDMT adalah dengan penggunan pendekatan terhadap siswa atau pemustaka,bimbingan terhadap e library,bekerja sama dengan guru wali,perpustakaan Surya SDMT Ponorogo juga menyediakan display buku baru yang mana tersedia dipapan pengumuman sekolah dan memberi informasi baik secara langsung atau tidak langsung,yang bertujuan untuk dapat menciptakan komunikasi sehingga dapat meningkatkan kualitas yang terjadi diperpustakaan

    Strategi dan Tantangan Penggunaan Media Sosial dalam Komunikasi Perpustakaan

    No full text
    This paper discusses strategies for using social media in the Muhammadiyah Ponorogo University Library. This strategy involves outreach through posters, banners and pamphlets uploaded to social media such as Instagram, Facebook, TikTok and WhatsApp. Social media acts as a tool for promotion, communication, and handling direct communication obstacles in libraries. Librarians can also provide feedback, suggestions, criticism and suggestions via social media, which supports efforts to improve library quality and awareness. The use of social media also helps libraries become better known in the community and facilitates the exchange of information with related agencies. Challenges related to the use of social media include difficulty adapting to technological developments and a lack of organization in the use of social media in libraries. Therefore, good communication, both through social media and writing, is considered the key to making a library friendly and comfortable.Karya tulis ini membahas strategi penggunaan media sosial di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Strategi tersebut melibatkan sosialisasi melalui poster, banner, dan pamflet yang diunggah ke media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan WhatsApp. Media sosial berperan sebagai alat promosi, komunikasi, dan penanganan kendala komunikasi langsung di perpustakaan. Pemustaka juga dapat memberikan tanggapan, usulan, kritik, dan saran melalui media sosial, yang mendukung upaya meningkatkan kualitas dan kesadaran perpustakaan. Penggunaan media sosial juga membantu perpustakaan menjadi lebih dikenal di masyarakat dan memfasilitasi pertukaran informasi dengan instansi terkait. Tantangan terkait penggunaan media sosial mencakup kesulitan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan kurangnya pengorganisasian dalam penggunaan media sosial di perpustakaan. Oleh karena itu, komunikasi yang baik, baik melalui media sosial maupun tulisan, dianggap kunci untuk menjadikan perpustakaan bersifat ramah dan nyaman

    Memahami Keberagaman Pengguna Dalam Pelayanan Perpustakaan Melalui Komunikasi Antar Budaya

    No full text
    This scientific paper discusses understanding the diversity of users in library services through intercultural communication at the PPM Daarul Huda Putri Banjar Library, MTQ Namira Lamongan, and the Krakahan Tanjung Brebes Village Library, Central Java. How can communication as a librarian be established with library users with the challenges of diversity that occur. Reviewed through intercultural communication and educational background. aims to find out and understand intercultural communication that occurs in libraries between users and librarians, as well as being able to find out and find solutions to the factors that cause obstacles to communication that occurs in libraries. This research uses qualitative descriptive methods and also case studies. With data collection techniques based on observation, interviews and documentation. The results of this research show that to understand the diversity of users in library services, such as in terms of adult age, it is possible to provide a relaxing place to read, several competitions that attract the interest of young children and elementary school children. And in intercultural communication, language diversity can be identified, for example, services such as providing information needed by users can be carried out by equalizing the use of language in communication using the language that unifies the nation, namely Indonesian.Karya tulis ilmiah ini membahas mengenai memahami keberagaman pengguna dalam pelayanan perpustakaan melalui komunikasi antar budaya di Perpustakaan PPM Daarul Huda Putri Banjar, MTQ Namira Lamongan, dan Perpustakaan Desa Krakahan Tanjung Brebes Jawa Tengah. Bagaimana komunikasi sebagai pustakawan dapat terjalin dengan pengguna perpustakaan dengan tantangan keberagaman yang terjadi. Ditinjau melalui komunikasi antar budaya dan latar belakang pendidikan. bertujuan untuk mengetahui dan memahami komunikasi antarbudaya yang terjadi dalam perpustakaan antara para pengguna dan pustakawan, serta dapat mengetahui dan mencari solusi mengenai faktor yang menyebabkan terhambatnya komunikasi yang terjadi di perpustakaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan juga studi kasus. Dengan teknik pengumpulan data berdasarkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini didapat bahwasannya untuk memahami keberagaman penguna dalam pelayanan perpustakaan seperti dari segi usia dewasa dapat disediakannya tempat santai untuk membaca, beberapa perlombaan yang menarik minat kunjung anak-anak usia dini dan anak-anak SD. Dan dalam komunikasi antar budaya dapat diketahui dengan keberagaman bahasa misalnya, pelayanan seperti dalam pemberian informasi yang dibutuhkan pemustaka dapat dilakukan dengan pemerataan penggunaan bahasa dalam komunikasi dengan menggunakan bahasa pemersatu bangsa yaitu bahasa Indonesia

    Optimalisasi layanan perpustakaan dalam meningkatkan minat baca siswa

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang bagaimana cara pengoptimalisasi layanan perpustakaan sehingga memberikan dampak yang baik dalam meningkatkan minat baca siswa di zaman dimana anak-anak banyak yang kecanduan dengan gadgetnya, sehingga perpustakaan dapat menjadi tempat yang nyaman dan digemari oleh anak-anak peserta didik. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu prosedur penelitian yang dapat menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, pelayanan yang diberikan oleh perpustakaan adalah bimbingan, referensi, buku-buku ilmu pengetahuan yang berupa fiksi dan non fiksi, dan fasilitas yang lengkap dan nyaman. Kedua, pengembangan yang dilakukan adalah dengan terus memperbarui buku bacaan yang ada di perpustakaan sehingga menimbulkan rasa penasaran pada anak. Ketiga, bimbingan yang dilakukan oleh pustakawan adalah dengan terus mengingatkan peserta didik dengan memberikan jadwal setiap hari perkelasnya.  This research aims to find out how to optimize library services so that they have a good impact in increasing students' interest in reading in an era where many children are addicted to their gadgets, so that the library can become a comfortable and popular place for students. This research method uses qualitative methods, namely research procedures that can produce descriptive data in the form of written and spoken words from people and observed behavior. The results of this research show that first, the services provided by the library are guidance, references, science books in the form of fiction and non-fiction, and complete and comfortable facilities. Second, the development carried out is by continuing to update the reading books in the library so as to create curiosity in children. Third, the guidance provided by the librarian is to continuously remind students by providing a schedule for each day of their class

    63

    full texts

    97

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IJAL (Indonesian Journal of Academic Librarianship)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇