Ninety Institute
Not a member yet
105 research outputs found
Sort by
OPTIMALISASI PRESTASI AKADEMIK SISWA MELALUI PENGELOMPOKAN INDEKS PRESTASI DENGAN K-MEANS CLUSTERING
Prestasi akademik merupakan indikator penting dalam menilai kemampuan dan perkembangan siswa selama proses pembelajaran. Namun, banyak lembaga pendidikan yang masih menghadapi tantangan dalam mengidentifikasi kelompok siswa berdasarkan performa akademik secara efisien, sehingga intervensi pembelajaran yang tepat sulit dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan prestasi akademik siswa melalui pengelompokan indeks prestasi dengan metode K-Means Clustering. Metode K-Means digunakan karena kemampuannya dalam mengelompokkan data ke dalam beberapa klaster homogen berdasarkan kesamaan nilai. Data yang digunakan berupa indeks prestasi siswa dari beberapa semester. Proses pengelompokan dilakukan dengan menetapkan sejumlah klaster awal, kemudian dilakukan iterasi untuk mengoptimalkan posisi centroid hingga mencapai konvergensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori utama, yaitu siswa dengan prestasi tinggi, sedang, dan rendah. Pengelompokan ini memberikan gambaran yang lebih jelas kepada pihak sekolah dalam menyusun strategi pembinaan dan pemberian program khusus yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok siswa. Dengan penerapan K-Means Clustering, institusi pendidikan dapat melakukan pemantauan dan evaluasi akademik secara lebih terstruktur serta memberikan intervensi yang lebih tepat sasaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teknik pengelompokan data dapat menjadi solusi inovatif dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui pendekatan berbasis data
IMPLEMENTASI ALGORITMA NAÏVE BAYES UNTUK ANALISIS ULASAN PENGGUNA UNTUK APLIKASI SEABANK DI GOOGLE PLAY STORE
Analisis sentimen terhadap layanan digital semakin penting di era transformasi digital karena dapat memberikan wawasan yang mendalam mengenai persepsi pelanggan terhadap layanan yang disediakan. Penelitian ini menggunakan metode klasifikasi untuk mengklasifikasikan sentimen pelanggan berdasarkan data ulasan yang dikumpulkan dari platform layanan digital Seabank. Proses analisis dilakukan dengan mengelompokkan sentimen menjadi kategori positif, negatif, dan netral, di mana evaluasi akurasi model dilakukan menggunakan metrik evaluasi seperti presisi, recall, dan F1-score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model mampu mengklasifikasikan sentimen dengan akurasi sebesar 85%, di mana kategori sentimen negatif didominasi oleh kata-kata seperti "buruk" dan "tidak puas," sementara sentimen positif didominasi oleh kata-kata seperti "sangat baik" dan "memuaskan." Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada penyedia layanan terkait kebutuhan dan ekspektasi pelanggan, sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan di masa mendatang
MYVIRTUALCLINIC: PENGEMBANGAN APLIKASI TELEMEDICINE BERBASIS MOBILE DENGAN PENDEKATAN GOAL-DIRECTED DESIGN (GDD) UNTUK LAYANAN KESEHATAN DI ERA DIGITAL
Transformasi digital yang pesat dalam layanan kesehatan telah memerlukan solusi teknologi inovatif yang dapat mengatasi keterbatasan geografis dan meningkatkan aksesibilitas medis. Penelitian ini berfokus pada pengembangan aplikasi telemedicine mobile, MyVirtualClinic, dengan menggunakan metodologi Goal-Directed Design (GDD) untuk menciptakan platform kesehatan digital yang komprehensif dan berorientasi pada pengguna. Melalui analisis sistematis terhadap kebutuhan, perilaku, dan interaksi pengguna melalui pengembangan persona dan tahapan riset yang mendalam, studi ini menghasilkan aplikasi mobile yang intuitif yang merevolusi konsultasi medis dan komunikasi pasien-dokter. Aplikasi yang dikembangkan mengintegrasikan fitur-fitur yang seamless, termasuk konsultasi online, sistem pembayaran digital, manajemen riwayat medis, dan profil pengguna yang dipersonalisasi, semuanya dirancang dengan antarmuka visual yang bersih dan menenangkan. Melalui penyempurnaan desain yang cermat dan optimasi pengalaman pengguna, penelitian ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat mengubah penyampaian layanan kesehatan, menjadikan layanan medis lebih mudah diakses, efisien, dan ramah pasien. Prototipe mockup berkualitas tinggi mewakili kemajuan signifikan dalam solusi kesehatan digital, menampilkan potensi desain yang berpusat pada pengguna dalam mengatasi tantangan kesehatan kontemporer dan menciptakan ekosistem layanan medis yang lebih inklusif dan modern
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DALAM MENENTUKAN PERINGKAT UNIVERSITAS SWASTA DI SUMATERA UTARA MENGGUNAKAN METODE TOPSIS
Universitas merupakan pendidikan perguruan tinggi yang memiliki beberapa fakultas dalam sejumlah disiplin ilmu tertentu. Banyaknya universitas swasta dalam program studi berbasis komputer, membuat calon mahasiswa kesulitan dalam memilih agar nantinya dapat menjadi lulusan yang terbaik. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan ditentukan peringkat Universitas Swasta dengan menggunakan metode sistem pendukung keputusan TOPSIS. Sistem pendukung keputusan adalah salah satu teknik yang digunakan untuk menentukan peringkat Universitas swasta dengan rumpun ilmu teknologi informasi di Sumatera Utara khususnya di Kota Medan berbasis web. Dalam penelitian ini menggunakan 10 data universitas dan 6 variabel kriteria yaitu akreditas program studi, ratio dosen, fasilitas, reputasi, bangunan, dan biaya kuliah. Dalam metode TOPSIS data alternating akan diubah menjadi matrik keputusan ternormalisasi dan terbobot, kemudian data tersebut akan dilakukan penentuan matriks solusi ideal positif dan negatif, selanjutnya dilakukan penentan jarak antara nilai alternatif matriks solusi ideal positif dan negatif, dan terakhir akan terdapat nilai preferensi untuk setiap alternatif. Hasil dari penelitian dengan menggunakan data sampel sebanyak 10 universitas dapat disimpulkan bahwa sistem pendukung keputusan menggunakan metode TOPSIS dapat membantu dalam menentukan peringkat universitas swasta di Kota Medan. Metode ini memungkinkan manajemen universitas untuk membandingkan kriteria dan alternatif dengan berdasarkan nilai ideal positif dan nilai ideal negatif, dimana dalam pengujian sistem berbasis web dengan data alternatif Universitas Harapan Medan mendapat peringkat 3
ANALISIS SENTIMEN PUBLIK DI MEDIA SOSIAL TERHADAP KENAIKAN PPN 12% DI INDONESIA MENGGUNAKAN INDOBERT
Penelitian ini menganalisis sentimen publik terkait rencana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12% di Indonesia menggunakan model transformer berbasis Bahasa Indonesia, IndoBERT. Dengan mengumpulkan 2.581 sampel data dari platform media sosial X, Instagram, dan TikTok, penelitian ini BERTujuan untuk memahami respons publik secara mendalam. Data melalui tahapan pra-pemrosesan, tokenisasi, dan label mapping sebelum dibagi 80/10/10 menjadi set pelatihan, validasi, dan pengujian. Model IndoBERT dasar yang di-fine-tuned selama tiga epoch menunjukkan kinerja yang signifikan pada set pengujian. Secara kuantitatif, model mencapai accuracy 84,94%, precision 85,60%, recall 84,94%, dan F1-score (weighted) 84,37%. Analisis distribusi sentimen lebih lanjut menunjukkan bahwa sentimen publik yang dominan adalah negatif. Tingginya nilai metrik evaluasi ini menegaskan efektivitas IndoBERT untuk tugas klasifikasi sentimen berbahasa Indonesia pada data media sosial. Kesimpulannya, temuan ini tidak hanya menunjukkan kapabilitas model, tetapi juga memberikan dasar analisis yang kuat mengenai tingkat penerimaan atau penolakan publik terhadap kebijakan kenaikan PPN 12%, menawarkan nilai tambah bagi pemahaman dampak kebijakan publik
BERT SENTIMENT ANALYSIS FOR DETECTING FRAUDULENT MESSAGES
With the increasing prevalence of digital communication, fraudulent SMS messages have become a growing concern. This study employs a BERT-based sentiment approach to classify SMS messages into four categories: fraud, gambling, Unsecured Credit (KTA – Kredit Tanpa Agunan), and others. These categories were determined based on content analysis and common patterns found in high-risk messages, such as suspicious transaction invitations (fraud), betting promotions (gambling), offers for unsecured loans (KTA), and other messages that do not fall into the three main categories. The dataset used consists of approximately 20,000 message records, which underwent data cleaning, tokenization, and manual labeling based on the aforementioned criteria. The model was trained using the AdamW optimizer with CrossEntropyLoss as the loss function for multi-class classification. Training was conducted over 3 epochs, a number chosen based on observations of evaluation metrics on the validation data, which showed that model accuracy began to plateau after the third epoch, while overfitting started to occur in subsequent epochs. After training, the model achieved an average accuracy of 92%. This result indicates that the BERT model is effective in understanding patterns in text messages and capable of classifying message categories with a high level of accuracy. These findings support the application of BERT technology in the efficient detection and identification of fraudulent messages
IMPLEMENTASI TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 5 PADA SALAH SATU BANK MILIK BUMN
Kemajuan teknologi informasi (TI) sudah menjadi suatu kebutuhan yang tidak terpisahkan bagi perusahaan, lembaga, atau organisasi dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja dengan tujuan mendukung rencana strategis perusahaan untuk mencapai visi, misi, serta tujuan yang diinginkan perusahaan. Pengaturan terhadap Teknologi Informasi perlu dilakukan agar dapat dimanfaatkan dengan baik. Tindakan untuk mengatur TI disebut sebagai tata kelola TI. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan tata kelola teknologi informasi pada salah satu perusahaan perbankan BUMN menggunakan Framework COBIT 5 yang menghasilkan Tingkat Kematangan, Kesenjangan, dan rekomendasi untuk tata kelola TI agar sesuai dengan tujuan perusahaan. Terdapat 5 domain pada COBIT-5 diantaranya Planning and Enterprise (OP), Acquisition and Implementation (AI), Delivery and Support (DSS) serta Monitoring and Evaluate (MEA), Evaluated, Direct and Monitor (EDM). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan metode analisis deskriptif, dan menggunakan 3 domain yaitu EDM, APO, dan MEA. Limitasi dalam penelitian ini ialah proses pengambilan data, dimana peneliti menargetkan hanya 8 pegawai yang akan menjadi pengisi kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi tata kelola TI menggunakan Framework COBIT-5 dari hasil perhitungan penyebaran kuisioner didapatkan nilai rata- rata 3,70 sampai dengan 4,2 pada proses EDM01, EDM03, EDM04, EDM05, APO02, APO04, APO05, APO06, APO07, APO08, APO09, APO10, APO11, APO12, APO13, MEA01, MEA02, MEA03 yang dikategorikan ke dalam level 4 pada Tingkat Kematangan. Salah satu perusahaan perbankan BUMN telah mencapai titik manage and measurable dalam tata kelola T
ANALISIS KEWENANGAN NOTARIS DALAM MEMBUAT AKTA OTENTIK DI BIDANG PERTANAHAN
Pengelolaan hak atas tanah memiliki peran strategis dalam mendukung kepastian hukum dan pembangunan nasional. Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) memegang peranan penting dalam pembuatan akta otentik yang berkaitan dengan transaksi pertanahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kewenangan notaris dalam pembuatan akta pertanahan, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta mengeksplorasi sinergi antara notaris dan PPAT dalam mendukung sistem hukum agraria yang berkeadilan. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa notaris berwenang membuat akta pendukung seperti Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) dan Akta Kuasa Menjual, tetapi akta yang menjadi dasar pendaftaran tanah, seperti akta jual beli, hanya dapat dibuat oleh PPAT.Sinergi antara notaris dan PPAT menjadi kunci untuk menciptakan kepastian hukum dalam transaksi pertanahan. Penelitian ini merekomendasikan harmonisasi regulasi untuk memperkuat kolaborasi kedua profesi, sehingga mendukung sistem hukum agraria yang lebih inklusif dan berkeadila
URGENSI PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI DALAM MENJAMIN PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PENJUAL DAN PEMBELI DALAM TRANSAKSI TANAH
Transaksi jual beli tanah memiliki implikasi hukum yang signifikan, sehingga membutuhkan instrumen hukum seperti Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) untuk menjamin keabsahan dan kepastian hukum. PPJB berfungsi sebagai perjanjian pendahuluan sebelum Akta Jual Beli (AJB) dapat dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Namun, dalam praktiknya, sering terjadi pelanggaran atau wanprestasi terhadap PPJB yang memicu sengketa hukum antara penjual dan pembeli. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada urgensi PPJB dalam transaksi tanah serta bagaimana instrumen ini dapat memberikan perlindungan hukum kepada para pihak yang terlibat.Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konsep. Data yang digunakan meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa PPJB yang dibuat dalam bentuk akta autentik oleh notaris memiliki tiga kekuatan pembuktian utama: lahiriah, formal, dan material. Hal ini menjadikan PPJB sebagai instrumen hukum yang efektif dalam memberikan perlindungan hukum kepada penjual dan pembeli, sekaligus memitigasi risiko sengketa. Akta autentik memberikan jaminan kepastian hukum yang lebih baik dibandingkan akta di bawah tangan, sehingga memperkuat posisi hukum para pihak dalam transaksi tanah.
 
ANALISIS YURIDIS MEDIASI KEMENTERIAN HUKUM DALAM PENYELESAIAN KONFLIK DUALISME KEPEMIMPINAN DI IKATAN NOTARIS INDONESIA
Dualisme kepemimpinan di dalam Organisasi Ikatan Notaris Indonesia (INI) mengganggu kestabilan dan profesionalisme notaris di Indonesia. Dalam menghadapi permasalahan tersebut, peran mediasi Kementerian Hukum dan HAM menjadi penting sebagai salah satu solusi penyelesaian sengketa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran mediasi Kementerian Hukum dalam penyelesaian konflik dualisme organisasi INI serta hambatan yang dihadapi dalam proses mediasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan studi literatur yang berkaitan dengan mediasi dan hukum organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mediasi Kementerian Hukum memiliki potensi besar dalam menyelesaikan konflik, meskipun terdapat beberapa hambatan terkait dengan perbedaan kepentingan antar pihak yang terlibat. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk memperkuat kapasitas mediasi agar lebih efektif dalam meredam konflik di masa depan