Journal Automation Computer Information System
Not a member yet
96 research outputs found
Sort by
Perbandingan Algoritma SVM dan RF pada Analisis Sentimen menggunakan Pendekatan Machine Learning
Analisis sentimen tentang kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia merupakan salah satu cara untuk mengetahui opini masyarakat tentang kelangkaan BBM. Analisis sentimen digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan oleh pihak berwenang sebagai upaya penyelesaian masalah, sehingga prediksi sentimen perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan perbandingan akurasi algoritma Support Vector Machine (SVM), dan Random Forest (RF) untuk analisis sentimen. Kontribusi pada penelitian ini adalah penentuan algoritma yang efektif dalam analisis sentimen Bahan Bakar Minyak di Indonesia. Adapun Tools olah data menggunakan Google Colab, dengan bahasa pemrograman Python dan pendekatan Machine Learning. Data eksperimen menggunakan data Twitter, diambil pada tanggal 1 -30 Juli 2022 dan terkumpul 6602 data dalam bahasa inggris. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa hasil uji SVM untuk nilai Pressision, F1-Score dan support sebesar 0.98 lalu 0,97, kemudian 0.98 dan 67, sehingga nilai akurasi secara keseluruhan SVM adalah 0.98. Sedangkan RF memiliki hasil uji nilai Pressision, Recall. F1-Score dan support sebesar 0,86 kemudian 0,99 lalu 0,92 dan 67. Sedangkan nilai akurasi secara keseluruhan RF adalah 0.90. sehingga secara keseluruhan model SVM lebih direkomendasikan untuk pemodelan prediksi khususnya analisis sentimen pada kasus kelangkaan BBM melalui data Twitter
Transformasi Digital Aset Desa dengan Sistem Informasi Geografis untuk Pemetaan Rumah dan Tanah Warga
Perkembangan teknologi informasi mendorong pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai solusi modern dalam pengelolaan aset desa yang selama ini masih dilakukan secara manual dan rawan kesalahan. Kondisi tersebut menimbulkan masalah keterlambatan verifikasi data, ketidaksesuaian arsip dengan kondisi lapangan, serta kurangnya transparansi informasi publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan research and development dengan model pengembangan perangkat lunak Waterfall, yang mencakup analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, dan pengujian fungsional. Populasi penelitian mencakup seluruh aset rumah dan tanah warga di Blok 014 Desa Panggangsari, dengan sampel dipilih secara purposive sampling berdasarkan kelengkapan data kepemilikan. Aplikasi SIG berbasis web yang dikembangkan mampu menampilkan dashboard ringkas, peta interaktif dengan marker koordinat, serta fitur pencarian berbasis nama pemilik. Proses digitalisasi arsip menghasilkan 96 entri valid yang terintegrasi ke dalam basis data spasial, dengan rata-rata luas tanah antar-RT bervariasi dari 133,6 m² hingga 205,9 m². Sistem terbukti mempercepat pencarian data, mempermudah verifikasi kepemilikan, serta meningkatkan transparansi dibandingkan metode manual. Adapun kontribusi utama penelitian ini adalah integrasi data spasial dan atribut kepemilikan dalam satu platform yang dapat dimanfaatkan perangkat desa untuk perencanaan pembangunan, distribusi bantuan, dan pengelolaan aset secara sistematis. Arah pengembangan ke depan meliputi pemutakhiran data melalui survei lapangan, penambahan fitur analisis spasial lanjutan, dan uji penerimaan pengguna guna meningkatkan kegunaan serta keberlanjutan sistem
Transformasi Digital Pengelolaan Akuntansi pada Tefa Nutrition Care Center: Pengembangan Sistem Informasi Terintegrasi Menggunakan Metode Waterfall
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi pengelolaan keuangan yang efektif, efisien, dan akuntabel pada unit layanan gizi suatu institusi. Saat ini, pencatatan keuangan masih dilakukan secara manual dan belum memiliki struktur yang baik, sehingga berpotensi menimbulkan risiko seperti kesalahan pencatatan, kesulitan dalam pelacakan transaksi, serta keterlambatan dalam penyusunan laporan keuangan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk merancang dan mengembangkan sistem informasi akuntansi guna mempermudah pencatatan transaksi, klasifikasi akun, serta penyusunan laporan keuangan secara otomatis dan terintegrasi. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi data, mempercepat proses pelaporan, serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan di Nutrition Care Center (NCC). Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan sistem Waterfall, yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan pengelola NCC, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi akuntansi yang dikembangkan mudah diakses, memiliki antarmuka yang familiar bagi pengguna, dan menyediakan fitur yang memadai untuk kebutuhan sistem akuntansi skala kecil hingga menengah. Selain itu, Sistem Informasi Pengelolaan Laporan Keuangan secara signifikan meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan laporan keuangan sampai dengan 97%
Perancangan Aplikasi Untuk Mendeteksi Keamanan Sistem Komputer Berbasis ISO 27001
Keamanan komputer untuk jaringan internet penting karena tidak dapat dipisahkan dari bentuk serangan kejahatan siber yang bisa membahayakan data olehnya itu perlu berbagai upaya pengamanan dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan sistem keamanan IT berbasis website. Adanya kejahatan siber dapat membahayakan data penting yang tersimpan pada perangkat seperti pencurian kartu kredit, menyadap transmisi data, pemalsuan identitas, pemalsuan data, cyberstalking, penipuan, cyber spionase dan serangan siber lainnya. Karena itu perlu ada jaminan sistem keamanan aplikasi untuk memperbaiki sistem keamanan. Salah satu cara memperbaiki manajemen keamanan IT yakni mengikut standarisasi manajemen keamanan ISO 27001:2005. Pada metode ini menggunakan model yang diterapkan yakni PDAC (plan, do, act, check) 4 model inilah yang akan digunakan untuk menilai sistem keamanan suatu sistem, sehingga perlu mendektesi aplikasi tersebut apakah memiliki sistem keamanan atau belum, karenanya tools untuk bisa mendeteksi suatu sistem / aplikasi sangat penting yang pada akhirnya memberikan rekomendasi arahan agar sesuai dengan standarisasi tersebu
Aplikasi Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Ayam Berbasis Web dengan Teknik Forward Chaining dan Certainty Factor
Penelitian ini mengembangkan aplikasi sistem pakar berbasis web untuk mendiagnosis penyakit ayam menggunakan metode forward chaining yang dilengkapi Certainty Factor (CF). Sistem membantu peternak mengenali penyakit berdasarkan gejala yang sulit dibedakan, dengan aturan IF-THEN menghubungkan gejala ke penyakit spesifik. Pengujian menunjukkan akurasi 100% dalam mencocokkan diagnosis sistem dengan diagnosis manual ahli, membuktikan keandalan basis pengetahuan. Certainty Factor memberikan tingkat keyakinan diagnosis yang bervariasi berdasarkan nilai CF, seperti "Cukup Yakin" (CF 0.85 untuk Newcastle Disease) hingga "Sangat Yakin" (CF 0.90 untuk Flu Burung). Sistem ini mendukung keputusan cepat dan akurat, serta diharapkan terus diperbarui untuk meningkatkan relevansi dan efektivitasnya
Evaluasi Keberhasilan Aplikasi SISKEUDES Dengan Menggunakan Model TAM dan DeLone & McLean Di Kabupaten Gorontalo
Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES) merupakan aplikasi perangkat lunak yang dikembangkan untuk membantu pengelolaan keuangan desa di Indonesia. Pemerintah Indonesia telah mengalokasikan anggaran dalam jumlah besar, mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah, untuk mendukung pengembangan dan penerapan aplikasi ini. Namun, hasil observasi awal melalui wawancara dengan perangkat desa di Kabupaten Gorontalo di antaranya Desa Pentadio Timur, Isimu Selatan, Ulapato A, dan Desa Ombulo menunjukkan bahwa implementasi SISKEUDES masih menghadapi berbagai kendala. Permasalahan yang umum terjadi meliputi gangguan sistem (error), ketiadaan layanan informasi internal aplikasi, kurangnya panduan bagi pengguna baru, serta tidak tersedianya fitur bantuan atau solusi atas masalah yang sering dihadapi pengguna. Selain itu, hingga saat ini belum pernah dilakukan evaluasi formal terhadap tingkat keberhasilan implementasi SISKEUDES di Kabupaten Gorontalo, sehingga belum tersedia informasi yang dapat dijadikan dasar untuk peningkatan sistem tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengukur Tingkat Capaian Responden (TCR) serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi SISKEUDES dengan menggunakan model Technology Acceptance Model (TAM) dan model DeLone & McLean. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sebagian besar variabel memiliki nilai TCR yang tergolong baik; (2) faktor-faktor utama yang memengaruhi keberhasilan implementasi SISKEUDES meliputi persepsi kegunaan, kemudahan penggunaan, dan penerimaan teknologi informasi; (3) rekomendasi utama yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Gorontalo adalah peningkatan infrastruktur, khususnya jaringan internet yang stabil dan merata di seluruh wilayah kabupate
Evaluasi Kompleksitas, Kualitas, dan Efisiensi dalam Desain Perangkat Lunak Berbasis Obyek
Perkembangan teknologi menuntut desain perangkat lunak yang lebih terstruktur, namun penerapan Desain Berorientasi Objek (OOD) menghadapi tantangan kompleksitas yang memengaruhi kualitas dan efisiensi, terutama pada proyek skala kecil dengan keterbatasan sumber daya. Penelitian ini mengusulkan model evaluasi kuantitatif untuk desain OOD dengan mengkaji hubungan antara kompleksitas, kualitas, dan efisiensi menggunakan metrik Chidamber & Kemerer (CK): Weighted Methods per Class (WMC), Depth of Inheritance Tree (DIT), Number of Children (NOC), dan Coupling Between Objects (CBO). Empat aplikasi Java skala kecil dianalisis secara manual. Hasil menunjukkan bahwa desain berkualitas tinggi dapat mengkompensasi kompleksitas tinggi dan meningkatkan efisiensi, sementara kualitas rendah menurunkan efisiensi meskipun kompleksitasnya sedang. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan menawarkan model evaluasi yang dapat digunakan sebagai panduan dalam pengelolaan desain perangkat lunak di tahap awal, khususnya dalam pengembangan sistem skala keci
Metode Item-Based Collaborative Filtering untuk Rekomendasi Produk Skincare
Pemilihan produk skincare yang sesuai sering kali menjadi tantangan bagi konsumen karena banyaknya variasi produk dan perbedaan jenis kulit individu. Konsumen membutuhkan rekomendasi produk dengan memberikan kedekatan keseuaian item skincare yang dibutuhkan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pada penelitian ini dibuat sistem rekomendasi untuk produk skincare dengan menggunakan metode Item-Based Collaborative Filtering(IBCF). Metode ini merekomendasikan produk dengan menganalisis kesamaan antar item berdasarkan riwayat interaksi pengguna, seperti ulasan, rating, atau pembelian. Dengan menghitung tingkat kemiripan antar produk menggunakan metrik cosine similarity, sistem dapat menyarankan produk skincare yang mirip dengan produk-produk yang sebelumnya disukai oleh pengguna lain dengan preferensi serupa. Dataset yang digunakan bersumber dari dataset publik yaitu kaggle. Data kategori produk yang dilibatkan pada penelitian ini yaitu Pembersih Wajah, Masker, Penutup, Sunscreen, dan Perawatan serta total data produk sebanyak 2.453. Berdasarkan pengujian yang dilakukan dengan memilih kategori produk "Masker", brand/merek yang dipilih "Asama", dan produk spesifik "Purifying Deep Cleansing Clay Mask" telah berhasil memberikan hasil rekomendasi teratas yaitu produk Mediheal - Teatree Care Solution Essential Mask EX dengan detail skor yang transparan: Rating score 81.2%, Review score 100%, menghasilkan Total Skor 90.6%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sistem rekomendasi yang telah dibuat dapat memberikan hasil rekomendasi dengan persentase sangat baik yaitu mendekati 100
Penerapan Metode Analytical Hierarchy Process Dalam Pemilihan Tas Fashion Wanita
Tas fashion merupakan sebuah kebutuhan tambahan yang melekat pada generasi muda saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pendukung keputusan (SPK) dalam pemilihan tas fashion wanita menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). AHP digunakan untuk membantu konsumen dalam memilih tas berdasarkan kriteria harga, kualitas, desain, kapasitas, dan kenyamanan. Data diperoleh melalui kuesioner yang diisi oleh mahasiswi STIEPAN Balikpapan. Hasil analisis menunjukkan bahwa model tas slingbag memiliki nilai prioritas tertinggi (0.547) sehingga direkomendasikan sebagai pilihan utama. Sistem SPK yang dikembangkan diharapkan dapat membantu pengguna dalam proses pengambilan keputusan pembelian produk fashion secara objektif dan teruku
Pengaruh Kebijakan Replenishment Lokal vs Centralized Replenishment terhadap Fill Rate dan Total Logistic Cost pada Manajemen Sumber Daya di Jasa Penulisan dan Karya Ilmiah
Perkembangan teknologi informasi telah mendorong perubahan besar dalam cara sumber daya dikelola pada sektor jasa, termasuk layanan penulisan dan produksi karya ilmiah. Efisiensi serta ketepatan dalam pemenuhan kebutuhan operasional menjadi aspek krusial yang menuntut penggunaan sistem yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan efektivitas antara kebijakan replenishment lokal dan terpusat terhadap fill rate (FR) dan total logistic cost (TLC) melalui simulasi Enterprise Resource Planning (ERP) berbasis spreadsheet. Metode penelitian bersifat kuantitatif dengan penyusunan dua skenario eksperimen yang menggunakan parameter operasional yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan terpusat menghasilkan FR lebih tinggi (100%) dibandingkan kebijakan lokal (rata-rata 87%), sementara kebijakan lokal memberikan biaya logistik yang lebih rendah dibandingkan skenario terpusat. Temuan ini menunjukkan adanya trade-off antara efektivitas pemenuhan dan efisiensi biaya. Penelitian ini menegaskan bahwa model ERP sederhana dapat berfungsi sebagai alat pendukung keputusan yang efektif bagi organisasi jasa berskala kecil dan menengah dalam merumuskan strategi replenishment yang optimal