Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa
Not a member yet
218 research outputs found
Sort by
Efektivitas Penggunaan Dana Desa dalam Meningkatkan Kesejateraan Masyarakat di Nagari Limo Kaum Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan Dana Desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Nagari Limo Kaum, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar. Di era desentralisasi, Dana Desa telah menjadi instrumen penting dalam pembangunan pedesaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencairan Dana Desa pada tahun 2024 di Nagari Limo Kaum sebesar Rp1.094.028.000; namun, optimalisasi pemanfaatannya masih menghadapi tantangan, terutama terkait dengan keterbatasan anggaran, kurangnya transparansi, dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara dan observasi langsung. Temuan menunjukkan bahwa alokasi anggaran direncanakan dengan baik, tetapi implementasinya di lapangan masih kurang efektif dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Kesimpulannya, strategi pengelolaan dana bertahap telah dilaksanakan, tetapi ada kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas aparatur, transparansi, dan keterlibatan masyarakat untuk memastikan bahwa Dana Desa benar-benar berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat
Dinamika Hubungan Antara Pedagang Sayur dan Pemerintah Nagari Padang Luar dalam Pengelolaan Pasar Tradisional
Penelitian ini mengkaji dinamika hubungan antara pedagang sayur dan Pemerintah Nagari Padang Luar dalam pengelolaan pasar tradisional. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya dualisme hubungan: efektif untuk operasional harian namun kaku dan non-partisipatif dalam perumusan kebijakan. Faktor utama yang memengaruhi adalah keterbatasan ruang fisik, fasilitas yang tidak memadai, dan persepsi ketidakadilan dalam penegakan aturan. Dampaknya adalah konflik perebutan ruang yang berulang, terkikisnya kepercayaan pedagang, dan kesenjangan persepsi mengenai efektivitas pengelolaan. Disimpulkan bahwa masalah struktural dan tata kelola yang tidak partisipatif menciptakan siklus konflik dan ketidakpercayaan, yang menghalangi terwujudnya pengelolaan pasar yang sinergis
Motivasi Orang Tua pada Pendidikan Anak ke Perguruan Tinggi : Studi pada Nelayan di Kepenghuluan Parit Aman Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir
Motivasi orang tua yang bekerja sebagai nelayan biasanya datang dari keinginan kuat dalam diri mereka untuk memberikan pendidikan yang baik bagi anaknya. Karena itu, orang tua berusaha memberikan bimbingan, arahan, dan semangat supaya anaknya bisa dengan baik belajar dan menyelesaikan pendidikannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana motivasi orang tua dalam mendorong anak melanjutkan pendidikan keperguruan tinggi serta bagaimana pemenuhan hierarki kebutuhan menurut teori maslow memengaruhi motivasi orang tua dalam mendukung pendidikan anak ke perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori motivasi dari Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow. Subjek penelitian terdiri dari tujuh orang informan yang dipilih menggunakan purposive sampling, terdiri dari informan utama sebagai nelayan sebanyak enam orang dan sudah memenuhi kriteria yang telah ditentukan, serta satu orang informan kunci yaitu anak dari nelayan yang sedang melanjutkan Pendidikan keperguruan tinggi. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan serta menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, (in-depth interview) wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa motivasi orang tua sebagian besar berasal dari dorongan, yakni keinginan kuat dalam memberikan kesuksesan masa depan anak melalui pendidikan. Orang tua secara aktif memberikan bimbingan, arahan, dan dukungan meskipun menghadapi berbagai kendala sosial ekonomi, seperti keterbatasan biaya dan tuntutan pekerjaan sebagai nelayan. Dukungan sosial dari keluarga dan lingkungan sekitar turut memperkuat motivasi anak dalam menempuh pendidikan tinggi
Ontologi Sosial dalam Administrasi Publik: Implikasi Terhadap Kualitas Pelayanan Publik
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana ontologi sosial dapat digunakan sebagai alat untuk mereformasi administrasi publik, sehingga pelayanan publik menjadi lebih inklusif dan berorientasi pada nilai-nilai sosial yang berkelanjutan. Metode dalam penelitian tersebut menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-kualitatif yang memungkinkan peneliti menggunakan fenomena secara komprehensif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari berbagai literatur ilmiah, seperti buku, artikel, hasil penelitian terdahulu, serta publikasi akademik lainnya yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ontologi sosial dengan administrasi publik berperan sebagai landasan, penerjemah konteks, dan penerjamah kebijakan untuk memastikan efektivitas pelayanan. Implikasi utama terhadap pelayanan publik bahwa ontologi sosial dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui reformasi institusional, pendidikan birokrat, dan partisipasi masyarakat, sehingga memperkuat legitimasi pemerintah dan kepercayaan publik
Alih Media Arsip: Implementasi Dan Hambatan Dalam Meningkatkan Manajemen Kearsipan Di Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat
Alih media arsip mengacu pada transformasi data arsip dari format cetak menjadi digital sebagai bagian dari upaya modernisasi dalam sistem pengelolaan informasi yang lebih efisien dan praktis. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi alih media arsip dalam meningkatkan manajemen kearsipan pada instansi kearsipan tingkat provinsi di Sumatera Barat. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teori implementasi Van Meter & Van Horn serta teori hambatan dari Hendrawati (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih media arsip di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat telah berlangsung sejak tahun 2012, namun masih menghadapi hambatan, seperti kurangnya SDM yang berkompeten, keterbatasan sarana pendukung, dan rendahnya pemanfaatan arsip digital. Meski begitu, alih media telah membantu pelestarian arsip dan akses informasi. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas SDM, perbaikan infrastruktur digital, dan optimalisasi implementasi kebijakan agar manajemen kearsipan menjadi lebih efektif dan berkelanjutan
Menggagas Wisata Kreatif Lewat Festival Lokal: Studi Efektivitas Rang Solok Baralek Gadang
Festival Rang Solok Baralek Gadang merupakan strategi Pemerintah Kota Solok dalam mengembangkan pariwisata berbasis ekonomi kreatif melalui pelestarian budaya lokal. Festival ini tidak hanya menjadi media promosi wisata, tetapi juga wadah pemberdayaan pelaku UMKM. Namun dalam praktiknya, pelaksanaan festival masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan fasilitas, anggaran, dan partisipasi pelaku usaha yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendorong peningkatan efektivitas program festival dalam mendukung pengembangan pariwisata dan sektor ekonomi kreatif di Kota Solok. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa festival ini cukup efektif dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan memperkuat identitas budaya lokal. Selain itu, festival juga memberikan ruang promosi dan peluang pasar bagi UMKM. Namun, partisipasi UMKM cenderung menurun karena keterbatasan fasilitas pendukung, kurangnya pelatihan, serta kendala pembiayaan. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada evaluasi efektivitas program festival daerah dengan menitikberatkan pada sinergi antar pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif lokal. Kontribusi penelitian ini memberikan pemahaman bahwa tata kelola festival yang kolaboratif serta dukungan regulasi dan pembiayaan yang memadai menjadi kunci keinginan program. Implikasi praktisnya adalah pentingnya diversifikasi sumber pembiayaan, peningkatan infrastruktur, dan penguatan kapasitas UMKM agar festival dapat memberikan dampak jangka panjang bagi pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah
Strategi Preventif dalam Manajemen Risiko Kebakaran di Wilayah Permukiman Kota Padang
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Strategi Preventif dalam Manajemen Risiko Kebakaran di Wilayah Permukiman Kota Padang berdasarkan tujuh indikator ISO 31000:2018 (penetapan konsep, identifikasi risiko, analisis risiko, menilai dan evaluasi risiko, mengurangi risiko, pemantauan risiko, serta komunikasi dan konsultasi) dan tiga dimensi literasi bencana yaitu pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Fokus penelitian diarahkan pada strategi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang dalam pencegahan kebakaran, khususnya di Kecamatan Koto Tangah sebagai wilayah dengan kasus kebakaran tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen risiko kebakaran oleh Damkar Kota Padang belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip ISO 31000:2018. Tahapan peta konteks, identifikasi, dan pengurangan risiko masih menghadapi kendala, seperti belum tersusunnya SOP pencegahan kebakaran, belum adanya sistem klasifikasi risiko, dan lemahnya koordinasi lintas sektor. Di sisi lain, tingkat literasi bencana masyarakat masih rendah; Pengetahuan dan kesadaran mulai tumbuh namun keterampilan teknis seperti penggunaan APAR dan prosedur evakuasi masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem manajemen risiko melalui penyusunan SOP pencegahan kebakaran, pengembangan peta risiko berbasis GIS, pembentukan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), serta peningkatan kapasitas literasi bencana masyarakat secara berkelanjutan
Pernikahan Dini di Desa Bagan Jawa Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir
Pernikahan dini di Desa Bagan Jawa terdapat anak remaja yang menikah yang dilakukan oleh individu yang masih sangat muda dalam usianya. Pernikahan ini juga sering kali melibatkan keterbatasan pemahaman, kedewasaan emosional, serta kesiapan fisik dan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang melatar belakangi pernikahan dini serta mengetahui dampak posiif beserta dampak negatif pernikahan dini pada desa Bagan Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kualitatif dengan pendekatan teori tindakan sosial Max Weber. Subjek penelitian terdiri dari sembilan orang yang dipilih menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data primer dan sekunder dilakukan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa anak yang menikah dini di Desa Bagan Jawa dikarenakan terdapat faktor-faktor yang membuat subjek melakukan pernikahan dini, yaitu 1. faktor tindakan rasional intrumental yang dimana terdapat karena untuk menstabilkan ekonomi dan menghindari pengaruh dari lingkungan, terdapat juga karna 2. faktor sosial rasional yaitu membangun keluarga sejak dini dan pendidikan yang terbatas. 3. Tindakan tradisional yaitu karena tradisi keluarga dan untuk menghindari sial, serta faktor yang terakhir adalah karena 4. tindakan afektif atas dasar cinta dan mencari kebahagiaan. Terdapat dampak postif yaitu menjalankan fungsi keluarga yang dimana mereka menjalankan fungsi sosialisasi, bekerja sama dalam stabilitas ekonomi, pemeliharaan emosional, menjaga reproduksi. Dampak negatif yang dirasakan adalah keterbatasan dalam berkarya dan tanggung jawab yang berlebihan
Pelaksanaan Program Kampung Pengawasan Partisipatif pada Pemilihan Umum Tahun 2024 di Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pelaksanaan Program Kampung Pengawasan Partisipatif pada Pemilihan Umum Tahun 2024 di Kecamatan Sitiung dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan Program Kampung Pengawasan Partisipatif di Kecamatan Sitiung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara (dengan pihak Bawaslu/KPU, pemerintah daerah, petugas TPS, partai politik, dan masyarakat), serta dokumentasi, yang didukung oleh triangulasi sumber dan teknik analisis data. Pelaksanaan Program Kampung Pengawasan Partisipatif pada Pemilihan Umum tahun 2024 di Kecamatan Sitiung telah berjalan dengan efektif, namun masih menyisakan beberapa kendala yang perlu diperbaiki, terutama pada aspek sumber daya, struktur birokrasi dan optimalisasi dukungan dari tingkat pemerintahan nagari. Meskipun koordinasi antar lembaga sudah terjalin dengan cukup baik dan komitmen pelaksanaan program ditngkat kabupaten cukup tinggi, tetapi jumlah pelaksana, minimnya fasilitas serta belum adanya struktur khusus yang menangani Program Kampung Pengawasan Partisipatif menjadi hambatan dalam mencapai hasil yang lebih maksimal. Oleh karena itu, penguatan kapasitas pelaksana, ketersediaan anggaran, serta pembentukan struktur pelaksana yang lebih jelas dan terorganisir menjadi langkah penting agar program ini dapat berjalan lebih optimal di masa mendatang. Kemudian faktor-faktor yang mempengaruhi secara internal adalah keterbatasan anggaran, keterbatasan struktur birokrasi dalam Pelaksanaan Program Kampung Pengawasan Partisipatif, adanya dorongan sosialisasi, dan komunikasi internal antar instansi. Sedangkan faktor eksternal dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya manusia,dan peran pemerintah kecamatan dan pemerintah nagari
Implementasi Kebijakan Program Jaminan Kesehatan (JKN) dalam Meningkatkan Akses Pelayanan Kesehatan
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Indonesia. Program JKN, yang diluncurkan pada tahun 2014, merupakan salah satu upaya strategis pemerintah dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC). Studi ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan menganalisis delapan artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2021 hingga 2025 dan relevan dengan pelaksanaan JKN. Hasil kajian menunjukkan bahwa JKN telah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan cakupan kepesertaan dan frekuensi kunjungan masyarakat ke fasilitas kesehatan, baik tingkat pertama maupun rujukan. Namun demikian, pelaksanaan program ini masih menghadapi sejumlah tantangan struktural dan operasional. Beberapa kendala utama yang teridentifikasi meliputi ketimpangan distribusi fasilitas kesehatan antarwilayah, keterbatasan tenaga medis dan paramedis, rendahnya tingkat keaktifan peserta mandiri, serta kompleksitas prosedur administratif dan teknis dalam pelayanan. Selain itu, masih terdapat kesenjangan dalam kualitas layanan antara daerah perkotaan dan pedesaan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan inovasi dalam sistem pelayanan, termasuk pemanfaatan teknologi digital seperti sistem informasi kesehatan terintegrasi dan telemedicine. Di samping itu, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, daerah, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci dalam memperkuat efektivitas implementasi JKN. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya evaluasi berkelanjutan, penguatan regulasi, serta peningkatan mutu layanan kesehatan sebagai langkah strategis dalam mendukung pencapaian UHC yang merata, inklusif, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia