Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa
Not a member yet
218 research outputs found
Sort by
Analisis Yuridis Penghentian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) di RSUD Padang Panjang dalam Perspektif Hukum Administrasi Negara
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji legalitas, kewenangan, serta penerapan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB) dalam tindakan administratif penghentian TPP oleh pemerintah daerah atau instansi terkait. Kebijakan penghentian TPP merupakan tindakan administrasi yang berdampak langsung pada hak kepegawaian dan tata kelola organisasi, sehingga perlu dianalisis secara komprehensif berdasarkan prinsip-prinsip Hukum Administrasi Negara. Penelitian ini menggunakan metode literatur review dengan menelaah berbagai sumber hukum, seperti undang-undang kepegawaian, peraturan tentang TPP, keputusan kepala daerah, literatur Hukum Administrasi Negara, jurnal ilmiah, serta penelitian terdahulu yang berkaitan dengan kebijakan kepegawaian dan tindakan administratif pemerintah. Hasil kajian menunjukkan bahwa penghentian TPP merupakan bagian dari kewenangan atributif pemerintah daerah, tetapi pelaksanaannya harus memenuhi unsur legalitas formal, prosedural, dan material. Berdasarkan analisis literatur, masih ditemukan potensi permasalahan administratif apabila penghentian TPP dilakukan tanpa dasar hukum yang jelas, tanpa sosialisasi yang memadai, atau tanpa memperhatikan asas kepastian hukum, keterbukaan, dan proporsionalitas
Kualitas Pelayanan Pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Rawat Jalan di Poliklinik Rumah Sakit Umum Madani Provinsi Sulawesi Tengah
The research method used was qualitative with a descriptive type. Data collection techniques consisted of observation, interviews, and documentation. Data analysis used an interactive model and SWOT analysis. The results of the study, namely the Madani Regional General Hospital (RSUD) according to the five SERVQUAL Aspects namely tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy, have been implemented in the services of Madani Regional General Hospital with varying levels. The reliability and assurance aspects are the most prominent aspects, because medical personnel have provided services in accordance with SOPs, upholding professionalism, and creating a sense of security and trust for patients. The empathy aspect is also seen strongly through the friendly attitude, patience, and willingness of medical personnel to listen to patient complaints. Meanwhile, tangibles and responsiveness still need improvement, especially in the completeness of facilities and efficiency of service time. showing quite good performance, although there are still some aspects that need to be improved. In addition, the Madani Regional General Hospital (RSUD) has been able to balance between technical aspects and humanistic aspects in services, by maintaining the competence of medical personnel while paying attention to the emotional needs of patients
Alternatif Kebijakan Revitalisasi Fisik Museum Ramah Disabilitas di Museum Balaputera Dewa Kota Palembang
Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi aksesibilitas bagi penyandang disabilitas di Museum Balaputera Dewa Palembang sebagai bagian dari pelayanan publik yang inklusif. Meskipun standar aksesibilitas telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 dan Peraturan Menteri PUPR Nomor 14 Tahun 2017, hasil observasi menunjukkan bahwa fasilitas museum belum sepenuhnya memenuhi ketentuan tersebut. Hambatan yang ditemukan meliputi Ramp yang terlalu curam, ketiadaan jalur landai di pintu masuk utama, permukaan Paving Block yang tidak rata, serta tidak tersedianya toilet ramah disabilitas dan media informasi inklusif seperti Braille, panduan audio, dan video BISINDO. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi langsung dan telaah regulasi. Hasil analisis mengidentifikasi dua alternatif kebijakan, yaitu revitalisasi fisik dan penguatan informasi inklusif. Berdasarkan kriteria evaluasi kebijakan Dunn, revitalisasi fisik direkomendasikan karena secara langsung mengatasi hambatan akses utama dan memberikan manfaat jangka panjang. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dan pengelola museum dalam meningkatkan aksesibilitas menuju layanan budaya yang lebih adaptif dan berkeadilan
Analisis Inovasi Program Putri Emas oleh DP3AKB dalam Menanggulangi Peningkatan Kasus Kekerasan pada Anak di Kota Pariaman
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana program PUTRI EMAS telah diterima dan diadopsi oleh sasaran program, serta mengidentifikasi hambatan dan tantangan dalam pelaksanaannya. Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak di Kota Pariaman. Jenis dan sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder, dengan teknik pengumpulan data yang mencakup observasi, wawancara, serta dokumentasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif yang berlandaskan pada pendekatan teori Difusi Inovasi dari Everett M. Rogers (1964). yang mencakup empat elemen: inovasi, saluran komunikasi, jangka waktu, dan sistem sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program PUTRI EMAS yang diinisiasi oleh DP3AKB Kota Pariaman telah dilaksanakan melalui sosialisasi langsung ke sekolah dengan melibatkan berbagai pihak lintas sektor. Program ini mampu meningkatkan pemahaman siswa dan guru terhadap isu kekerasan pada anak. Namun, tantangan yang dihadapi mencakup perencanaan yang belum sistematis, keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia, serta kendala teknis di lapangan. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun program menunjukkan efektivitas awal, penguatan pada aspek implementasi dan dukungan sistemik masih dibutuhkan untuk memperluas dampaknya
Efektivitas Pelaksanaan Program Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Bidang Sandang di Nagari Sarik Alahan Tigo Kecamatan Hiliran Gumanti Kabupaten Solok
Penelitian ini bertitik tolak dari permasalahan dalam pelaksanaan program PKK dibidang sandang yaitu kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjalankan program pemberdayaan di bidang sandang. Tujuan penelitian ini guna untuk mengkaji efektivitas pelaksanaan program pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (PKK) di bidang sandang dinagari Sarik Alahan Tigo kecamatan hiliran gumanti kabupaten solok. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Sumber data utama diperoleh dari data primer serta data sekunder. Untuk menguji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program PKK di bidang sandang di Nagari Sarik Alahan Tigo Kecamatan Hiliran Gumanti Kabupaten Solok belum efektif. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi efektivitas pelaksanaan program PKK di bidang sandang yaitu faktor internal diantaranya SDM pada tim PKK yang belum memiliki pelatihan dan keterampilan yang memadai, sistem sosialisasi yang belum menyeluruh, serta keterbatasan sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan program seperti tempat pelatihan dan perlengkapan kegiatan. dan faktor eksternal diantaranya rendahnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mengikuti program PKK di bidang sandang
Efektivitas Tata Kelola Terminal Anak Air Untuk Optimalisasi Transportasi Publik di Kota Padang
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Terminal Anak Air di Kota Padang dibangun sebagai terminal tipe A yang diharapkan menjadi simpul integrasi antarmoda transportasi publik sesuai dengan Permenhub No. 32 Tahun 2015. Namun, dalam praktiknya, terminal ini belum mampu berfungsi secara optimal dalam mendukung kelancaran dan keterpaduan transportasi publik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas tata kelola Terminal Anak Air serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap pengelola terminal, operator transportasi, pengguna jasa, serta akademisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas tata kelola terminal terhambat oleh lemahnya koordinasi antar lembaga, minimnya partisipasi operator AKDP/AKAP, belum tersedianya moda lanjutan secara terintegrasi, serta keterbatasan sumber daya manusia dan manajemen operasional. Selain itu, pembangunan terminal yang tidak mempertimbangkan karakteristik sosial masyarakat dan ketidaksiapan infrastruktur akses juga menjadi kendala utama. Dengan demikian, diperlukan reformulasi strategi tata kelola yang lebih kolaboratif, berbasis perilaku pengguna, dan didukung sistem manajemen yang adaptif agar optimalisasi transportasi publik di Kota Padang dapat tercapai melalui peran aktif Terminal Anak Air
Efektivitas Pengelolaan Badan Usaha Nagari (BUMNag) Berbasis Kearifan Lokal di Nagari Painan Timur Kabupaten Pesisir Selatan
BUMNag merupakan instrumen pengelolaan ekonomi produktif yang dikelola secara kooperatif, partisipatif, transparan, dan profesional. Tujuan utamanya adalah memberdayakan potensi ekonomi nagari, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, pengelolaan BUMNag di Nagari Painan Timur masih menghadapi berbagai kendala. Berdasarkan wawancara dengan komisaris BUMNag, salah satu program yang mengalami kegagalan adalah ternak kambing. Hal ini disebabkan oleh kurangnya keahlian pengelola serta keterbatasan sarana dan prasarana, yang menyebabkan kambing mengalami stres dan akhirnya mati. Masalah serupa juga terjadi pada program penggemukan sapi yang didanai dari anggaran nagari sebesar Rp170 juta, di mana pengelolaannya masih menghadapi tantangan dalam keberlanjutan dan efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena bertujuan untuk memahami fenomena secara mendalam dan menginterpretasikan data yang ditemukan di lapangan. Hasil penelitian menunjukan Pengelolaan BUMNag di Nagari Painan Timur masih belum optimal meskipun pemerintah nagari telah berupaya meningkatkan pendapatan melalui program ini. Efektivitas BUMNag sangat bergantung pada tata kelola, manajemen keuangan, inovasi, kemampuan adaptasi, serta pengembangan organisasi. Tata kelola yang masih terpusat dan kurang transparan menghambat partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan, sementara sistem keuangan yang kurang terdokumentasi dengan baik dapat menghambat perencanaan jangka panjang
Strategi Kebijakan Terhadap Penanggulangan Kebakaran Hutan di Kalimantan Tengah
Penelitian ini untuk menganalisis dan mendeskripsikan strategi kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah dalam penanggulangan kebakaran hutan di Kalimantan Tengah. Selain itu, penelitian ini berupaya mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam implementasi kebijakan tersebut, termasuk aspek kelembagaan, teknis, sumber daya, dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data melalui dokumentasi, studi literatur, dan observasi langsung, yang kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak NVivo 12 Plus untuk mengidentifikasi tema-tema penting dan hubungan antar data terkait. Temuan studi ini menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menerapkan strategi kebijakan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang komprehensif, meliputi pencegahan, pengelolaan, dan pemberdayaan masyarakat melalui peraturan seperti Peraturan Gubernur Nomor 49 Tahun 2015 dan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2020, serta penguatan pengawasan dan pemberian sanksi. Namun, tantangan yang dihadapi mencakup kurangnya koordinasi antar sektor terkait, keterbatasan teknologi dan infrastruktur pemadam kebakaran, serta dampak perubahan iklim yang memperburuk kebakaran. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan penguatan koordinasi sektor, peningkatan investasi dalam teknologi, dan adopsi kebijakan mitigasi perubahan iklim yang lebih komprehensif
Implementasi Strategi Pemerintah Daerah dalam Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Solok Selatan
Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Solok Selatan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi pada Bappeda, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta Balai Latihan Kerja (BLK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemerintah telah berjalan cukup efektif melalui tiga sektor utama, yaitu pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan. Program pendidikan difokuskan pada pembangunan dan peningkatan mutu guru, sektor kesehatan diarahkan pada pengendalian stunting serta layanan kesehatan, sedangkan sektor ketenagakerjaan melalui pelatihan vokasi meningkatkan keterampilan masyarakat. IPM Kabupaten Solok Selatan meningkat dari 69,04 (2020) menjadi 72,24 (2024), meskipun masih di bawah rata-rata Provinsi Sumatera Barat dan nasional. Diperlukan pemerataan program, optimalisasi anggaran, dan penguatan evaluasi agar strategi peningkatan IPM lebih efektif dan berkelanjutan
Analisis Proses Rekrutmen Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu Tahun 2024 Di Kecamatan Dolok Kabupaten Padang Lawas Utara
Penelitian ini dilatarbelakangi banyaknya ditemukan anggota KPPS yang tidak mengerti dengan tugasnya ,tidak melaksanakan sesuai tupoksi dan banyak juga ditemukan anggota KPPS yang tidak melek teknologi sehingga banyak terjadi kesalahan pada saat pelaksanaan pemilu 2024 dikecamatan Dolol. Penelitian ini bertujuan menganalisis terkait permasalahan proses rekrutmen anggota KPPS yang dilakukan oleh PPS pada pemilu 2024 di Kecamatan Dolok Kabupaten Padang Lawas Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, di mana data diperoleh melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data digunakan tehnik triangualasi. Data penelitian dianalisis dengan model tradisi analisis kualitatif yaitu tradisi Manual Data Analysis Procedure (MDAP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Proses Rekrutmen Anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) menggunakan tiga tahapan yaitu tahap sourcing process, tahap selection process, dan tahap user process. Terdapat beberapa permasalahan dalam proses rekrutmen angggota kpps yaitu distribusi informasi rekrutmen belum merata, Pelatihan dan simulasi yang diberikan kepada anggota KPPS di Kabupaten Padang Lawas Utara belum optimal, dan Proses seleksi dan pelatihan kurang transparan, terutama dalam hal pemantauan oleh pihak independen