Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa
Not a member yet
218 research outputs found
Sort by
Strategi Perusahaan Umum Daerah Padang Sejahtera Mandiri (Perumda PSM) Dalam Pengelolaan Aspek Keselamatan Wisatawan Di Objek Wisata Pantai Air Manis Kota Padang
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang dilaksanakan Perumda PSM dalam mengatasi permasalahan keselamatan kunjungan wisatawan ke destinasi wisata Pantai Air Manis beserta kendala dalam pelaksanaannya. Penyebab penelitian ini adalah banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Pantai Air Manis, sehingga menyebabkan keputusan pengelola objek wisata untuk meningkatkan aspek keselamatan pariwisata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif di Pantai Air Manis Kota Padang, Sumatera Barat. Pemilihan informan dalam penelitian ini didasarkan pada keterlibatannya terhadap permasalahan yang diteliti. Data yang diperoleh melalui wawancara dan dokumen tertulis kemudian diolah dengan menggunakan metode triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan keselamatan wisatawan yang dilaksanakan oleh Perumda PSM masih kurang dalam pelaksanaannya. Kondisi ini terlihat dari kawasan pantai, tidak tersedianya rambu keselamatan sebagai peringatan bagi pengunjung, dan kurangnya pos kesehatan di dekat pantai serta kotak P3K di sekitar pantai menyebabkan beberapa wisatawan yang terluka tidak memiliki perbekalan yang diperlukan
Peran Dinas Perindustri Dan Tenaga Kerja Kabupaten Lima Puluh Kota Dalam Pemberdayaan Pelaku Industri Batik Gambir Di Kecamatan Harau
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh gambir yang menjadi komoditas unggulan di daerah ini dan menjadi sumber penghidupan banyak petani. Namun, fluktuasi harga gambir di pasaran mendorong diversifikasi produk untuk meningkatkan nilai jual gambir. Salah satu inovasi adalah kain batik dengan pewarna alami dari gambir, yang berpotensi meningkatkan nilai jual gambir. Oleh karena itu, pemberdayaan pengrajin batik gambir sangat penting untuk perkembangan industri ini. Penelitian ini bertujuan mengalisis peran Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Lima Puluh Kota dalam memberdayakan pengrajin batik gambir di Kecamatan Harau Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja telah berperan cukup baik, masih ada kekurangan dalam pelatihan, pembinaan pemasaran, peningkatan keterampilan pengrajin, dan manajemen pembukuan. Selain itu, bantuan peralatan industri modern dan informasi akses pembiayaan juga belum sepenuhnya tersedi
Penerapan Prinsip-Prinsip New Public Service Studi Kasus: Layanan SAMSAT Keliling Balaraja
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip-prinsip New Public Service pada layanan SAMSAT Keliling di Kantor SAMSAT Balaraja sebagai langkah inovatif yang dikembangkan oleh pemerintah setempat. Layanan SAMSAT Keliling bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor tanpa harus datang langsung ke Kantor SAMSAT, sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip New Public Service, Melayani Warga Negara, bukan Pelanggan (Serve Citizens, Not Customer), Mengutamakan Kepentingan Publik (Seeks the Public Interest), Kewarganegaraan lebih berharga daripada Kewirausahaan (Value Citizenship over Entrepreneurship), Berpikir Strategis, Bertindak Demokratis (Think Strategically, Act Democratically), Menyadari Akuntabilitas Bukan Hal Sederhana (Recognize that Accountability is not Simple), Melayani Ketimbang Mengarahkan (Serve Rather than Steer), Menghargai Manusia, Bukan Sekedar Produktivitas (Value People, Not Just Productivity). Namun, masih terdapat tantangan seperti kesalahan sistem yang mempengaruhi ketepatan waktu pelayanan. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa meskipun terdapat peningkatan aksesibilitas dan partisipasi masyarakat dalam layanan SAMSAT Keliling, masih terdapat isu terkait percaloan dan biaya tambahan yang perlu diperbaiki untuk mencapai kualitas pelayanan yang lebih baik
Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Program CSR PT INALUM di Wisata Sawah Raja
Penelitian ini menjawab pertanyaan tentang bagaimana strategi pemberdayaan masyarakat dalam program CSR PT INALUM di Wisata Sawah Raja. Sebab, berbeda dengan konteks umum dimana strategi pemberdayaan masyarakat banyak diteliti, dalam konteks CSR strategi pemberdayaan masyarakat masih minim. Teori utama yang digunakan untuk menganalisis hal ini adalah strategi pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan oleh Civera, de Colle, & Casalegno (2019). Penelitian dilakukan dengan menggunakan desain studi kasus. Teknik pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara, dokumen, bahan digital, dan FGD. Selanjutnya peneliti melakukan analisis data secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama CSR PT INALUM terletak pada pendanaan dan kedekatan sosialnya. Hal ini tercermin dalam strateginya yang meliputi: 1) memenuhi kebutuhan dasar buruh tani dan ibu-Ibu PKK; 2) menjunjung tinggi HAM dengan tidak diskriminatif terhadap difabel; 3) merintis dan mempertahankan pendapatan Wisata Sawah Raja; 4) mengembangkan kemampuan penggerak Wisata Sawah Raja; 5) meningkatkan kesadaran dan keterampilan dalam pengambilan keputusan; 6) mendukung penciptaan bisnis tenun songket Melayu dan inovasi kuliner kolak cabe; 7) penguatan tata kelola dan struktur organisasi BUMDes; 8) mengembangkan kemitraan kolaboratif antar institusi sosial. Dengan demikian, upaya pemberdayaan masyarakat dalam konteks CSR untuk mengatasi sistem yang tidak adil menjadi lebih terstruktur dan sistematis. Meski begitu, ada catatan penting dalam program CSR PT INALUM, yakni tidak adanya fasilitator pemberdayaan masyarakat
Efektivitas Penyaluran Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) pada Masyarakat Pemukiman Kumuh di Aliran Sungai Deli Medan
Efektivitas merupakan salah satu indikator ataupun alat dalam mengukur tingkat keberhasilan dari suatu program yang telah dirancang oleh instansi maupun organisasi sebagai alternatif solusi dalam pemecahan masalah yang terjadi di lapangan, sehingga program yang diselenggarakan menjadi tepat guna dan bermanfaat bagi sasaran program. Hadirnya Program Bantuan Sosial Tunai bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta membantu perekonomian masyarakat terlebih masyarakat rentan, termasuk masyarakat yang tinggal di wilayah pemukiman kumuh. Masyarakat pemukiman kumuh adalah masyarakat yang tinggal di wilayah yang tidak layak huni seperti di sepanjang aliran sungai atau rel kereta api dengan komponen bangunan rumah yang tidak sesuai standar rumah sehat dikarenakan penghasilan rendah yang tak mampu membeli lahan serta mencukupi komponen rumah layak huni. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian bersumber dari wawancara yang dilakukan oleh lima narasumber, yakni masyarakat penerima Bantuan Sosial Tunai. Penelitian ini juga memberikan lima pertanyaan terhadap lima masyarakat penerima Bantuan Sosial Tunai di wilayah pemukiman kumuh aliran Sungai Deli Medan terkait efektivitas penyaluran dana Bantuan Sosial Tunai. Lewat pertanyaan yang telah dipaparkan dan ditanyakan kepada pihak sasaran, hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa efektivitas penyaluran dana Bantuan Sosial Tunai pada masyarakat pemukiman kumuh di aliran Sungai Deli Medan belum berjalan optimal dan efektif. Hal tersebut dikarenakan masih terdapat ketidakmerataan penyaluran bantuan, pendistribusian yang lama, hingga pengurusan administrasi yang sulit terkait data DTKS
Partisipasi Masyarakat Dalam Penggunaan Layanan Mandiri Pada Sistem Informasi Desa (SID) Di Desa Marunggi Kecamatan Pariaman Selatan
Penelitian ini berdasarkan pada masalah minimnya partisipasi masyarakat dalam penggunaan layanan mandiri, pemahaman masyarakat yang masih terbatas, lambatnya respons terhadap masyarakat terkait penggunaan layanan mandiri, serta kendala jaringan dan sistem saat mengaksesnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan partisipasi masyarakat dalam penggunaan layanan mandiri serta faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam penggunaan layanan mandiri pada Sistem Informasi Desa (SID) di Desa Marunggi Kecamatan Pariaman Selatan. Jenis penelitian ini kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi dokumentasi. Untuk menguji keabsahan data, diterapkan teknik triangulasi sumber. Teknik analisis menggunakan model interaktif yang melibatkan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa partisipasi masyarakat dalam penggunaan layanan mandiri pada Sistem Informasi Desa (SID) sudah berjalan mulai dari tahun 2017 masih tergolong rendah. Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan jumlah masyarakat yang menggunakan atau memanfaatkan layanan mandiri pada Sistem Informasi Desa sangat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah masyarakat yang mengurus permohonan dan mencari informasi kegiatan desa langsung ke kantor desa bahkan langsung bertanya kepada kepala dusun. Minimnya minat masyarakat dalam penggunaan layanan mandiri pada SID dipengaruhi oleh ketidaktahuan masyarakat dengan kehadiran layanan mandiri dan kurangnya pemahaman masyarakat mengenai teknologi, serta kebiasaan masyarakat yang sulit dirubah agar terbiasa dengan digitalisasi. Adapun kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dalam penggunaan layanan mandiriini juga disebabkan oleh budaya literasi masyarakat masih sangat kurang, saat penggunaannya jika terjadi kesulitan masyarakat cenderung langsung menyerah dan menganggap pelayanan secara online ini sulit. Faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam penggunaan layanan mandiri pada Sistem Informasi Desa di Desa Marunggi Kecamatan Pariaman Selatan yakni karena adanya kurangnya sosialisasi kepada masyarakat, kurangnya pemahaman masyarakat terhadap layanan mandiri, lambatnya respon dalam pelayanan, jaringan internet yang kurang stabil
Implementasi Kebijakan SK Rektor No. 695/2020 Tentang Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang Pada Masa Pandemi Covid-19 Periode 2021-2022
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program KKN UNP pada masa Pandemi Covid-19 dilihat dari aspek program, aspek sosialisasi kepada masyarakat dan aspek iptek, untuk menganalisis dampak pelaksanaan program KKN UNP pada masa Covid -19 pandemi, dan mengevaluasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan KKN UNP pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang menggunakan metode deskriptif. Sedangkan metode dan alat pengumpulan datanya adalah wawancara dan observasi. Selanjutnya untuk mengecek keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi. Dalam penelitian ini metode analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian adalah 1. Implementasi program KKN UNP pada masa pandemi Covid-19 dilihat dari a. Tidak semua program KKN dapat dilaksanakan, b. Pelaksanaan sosialisasi Covid-19 dan penerapan 3M yang tidak dilakukan secara rutin, c. Pelaksanaan pelatihan teknologi yang tidak berjalan lancar. 2. Dampak pelaksanaan program KKN UNP pada masa Pandemi Covid-19 yaitu a. dampak positifnya seperti 1) pemahaman masyarakat terhadap penyebaran virus Covid-19 cukup baik, 2) masyarakat cukup terbantu dengan hadirnya mahasiswa KKN. B. dampak negatif seperti 1) terbatasnya mahasiswa KKN yang berinteraksi langsung dengan masyarakat dan 2) tidak semua program KKN terlaksana. 3. faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan program KKN UNP pada masa pandemi Covid-19 yaitu a. faktor pendukung seperti 1) masyarakat peka dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat dan 2) memudahkan mahasiswa dalam berinteraksi dan beradaptasi karena tempat pelaksanaan KKN adalah di daerah asalnya sendiri sedangkan b. faktor penghambat seperti 1) keterbatasan sarana dan prasarana dalam melaksanakan program kerja dan 2) keterbatasan anggaran
Pengaruh Pelatihan Kuliner dan Souvenir Eceng Gondok Terhadap Pemberdayaan Masyarakat Nagari Koto Kaciak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang optimalnya keterampilan dan minat masyarakat Nagari Koto Kaciak dalam mengolah potensi di sekitar Danau Maninjau. Hal ini disebabkan oleh pelatihan pemberdayaan masyarakat yang belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi dan data tentang bagaimana pelatihan kuliner dan oleh-oleh eceng gondok berdampak pada pemberdayaan masyarakat Nagari Koto Kaciak. Penelitian ini bersifat kuantitatif. Penelitian ini menggunakan 30 populasi. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data. Sebelum penelitian dilakukan terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitasnya dengan menggunakan program SPSS versi 23. Analisis data dilakukan dengan menggunakan rumus regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan kuliner dan oleh-oleh eceng gondok memberikan dampak terhadap tingkat keberdayaan masyarakat Nagari Koto Kaciak
Implementasi Program SIAP QRIS Pada Sektor UMKM Kuliner di Pasar Raya Kota Padang
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi Program SIAP QRIS pada sektor UMKM kuliner di Pasar Raya Kota Padang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya pelaku UMKM kuliner di Pasar Raya Kota Padang yang belum menyediakan QRIS dalam transaksi jual beli. Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi qualitative dengan menggunakan metode penelitian simple reserarch desain (SRD). Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti melalui metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program SIAP QRIS pada sektor UMKM kuliner di Pasar Raya Kota Padang menggunakan teori implementasi program David C. Korten telah berjalan dengan cukup baik, meskipun belum sepenuhnya berhasil. Hal ini tercermin dari pencapaian sebagian besar tujuan program SIAP QRIS, yang terlihat dari peningkatan volume transaksi QRIS sejak implementasi pasar SIAP QRIS di Pasar Raya Kota Padang. Selain itu, organisasi pelaksana yaitu Dinas Perdagangan Kota Padang, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang, dan Perbankan telah menunjukkan pemahaman, pengetahuan dan kontribusi yang cukup baik, meskipun dalam pelaksanaanya belum maksimal. Oleh karena itu, masih ditemukan kendala dalam implementasi program SIAP QRIS pada sektor UMKM kuliner di Pasar Raya Kota Padang, terutama dalam hal pemahaman dalam penggunaan QRIS, belum meratanya sosialisasi dari organisasi pelaksana, infrastruktur digital yang kurang memadai, serta adanya kesalahan teknik dalam pengalihan dana pada multiple QRIS
Strategi Pemerintah dalam Mengatasi Abrasi di Pantai Pasir Jambak Kelurahan Pasia Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Kota Padang
Tujuan penelitian ini ialah untuk memahami Strategi Pemerintah Dalam Mengatasi Abrasi Di Pantai Pasir Jambak Kelurahan Pasia Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Latar belakang penelitian ini adalah abrasi yang terus terjadi di Pantai Pasir Jambak belum adanya upaya yang cukup serius dari pemerintah dalam mengatasi abrasi ini. Dalam studi ini, peneliti menerapkan pendekatan kualitatif yang diikuti dengan metode deskriptif kualitatif. Untuk penentuan informan, penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Dalam proses pengumpulan data, digunakan instrumen penelitian berupa observasi di lapangan yang kemudian diikuti dengan wawancara kepada informan yaitu Kepala Seksi Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera V, Pejabat Pembuat Komitmen Sungai dan Pantai I Balai Wilayah Sungai Sumatera V, Kepala Seksi Rehalibitasi BPBD Kota Padang, Lurah Pasia Nan Tigo, Pedagang disekitar Pantai Pasir Jambak, serta Pengunjung disekitar Pantai Pasir Jambak. Selanjutnya, Dokumentasi digunakan sebagai alat untuk mengumpulkan dokumen dalam penelitian ini, dan teknik verifikasi data dilakukan melalui metode triangulasi. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data dan menarik kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Strategi Pemerintah Dalam Mengatasi Abrasi Di Pantai Pasir Jambak belum cukup optimal. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan anggaran yang disediakan oleh pemerintah. yang menyebabkan program pembangunan bangunan pengaman pantai tidak dibangun secara menyeluruh, kemudian kurangnya kolaborasi antar instansi terkait mengenai strategi mengatasi abrasi ini