Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa
Not a member yet
    218 research outputs found

    Implementasi Peraturan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor: DJ.II/542 Tahun 2013 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Kursus Pra Nikah di Kantor Urusan Agama Kecamatan Padang Timur

    Full text link
    Tujuan dari studi ini yaitu untuk menilai penyelenggaraan Peraturan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor DJ.II/542/2013 mengenai Kursus PreNikah di KUA Kecamatan Padang Timur. Metode dalam penelitian ialah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan informan seperti Kepala dan staff KUA Kecamatan Padang Timur, peserta kursus dan masyarakat. Hasilnya menunjukkan bahwa implementasi peraturan tersebut belum optimal: jam pembelajaran tidak sesuai standar, fokus hanya pada calon pengantin, tanpa melibatkan remaja, sumber daya dan alokasi dana terbatas, serta masih minim pemahaman masyarakat tentang pentingnya program ini. &nbsp

    Penerapan Penggunaan Aplikasi Siskeudes dalam Upaya Peningkatan Kualitas Akuntabilitas Keuangan Desa di Nagari Selayo

    Full text link
    Dalam upaya untuk mewujudkan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi dalam pengelolaan keuangan Desa sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014, Direktorat Jenderal Bina Pemerintah Desa Kemendagri bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah mengembangkan Aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) sebagai sarana bantu bagi Pemerintah Desa dalam mengelola keuangan mereka. Salah satu Nagari di Kabupaten Solok, yakni Nagari Selayo di Kecamatan Kubung, mengalami sejumlah masalah sejak diberlakukannya sistem kelembagaan di Kabupaten Solok pada tahun 2019. Masalah-masalah utama yang muncul terkait dengan pengelolaan keuangan, termasuk keterlambatan dalam pelaporan keuangan dari desa ke Kecamatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Aplikasi Siskeudes dalam meningkatkan akuntabilitas keuangan di Desa Nagari Selayo dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif (quasi kualitatif design). Hasil pengelolaan Aplikasi Sistem Keuangan Desa di Nagari Selayo menunjukkan bahwa proses pelimpahan dan pelaporan melibatkan pertanggungjawaban yang relevan dan aplikasi ini dijalankan dengan struktur yang baik. Namun, kendala yang dihadapi dalam penerapan Aplikasi Siskeudes di Nagari Selayo termasuk kurangnya sumber daya yang tersedia dan perubahan peraturan yang tiba-tiba, yang mengakibatkan perlunya perubahan data yang telah dimasukkan dan memakan waktu yang cukup panjang dalam prosesnya

    Tingkat Kesadaran Pelaku IKM Perikanan Dalam Sertifikasi Pirt dan Halal di Kabupaten Pesisir Selatan

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kesadaran pelaku IKM Perikanan dalam sertifikasi PIRT dan Halal di Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya pelaku IKM Perikanan yang belum memiliki legalitas makanan seperti sertifikasi PIRT dan Halal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif di Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan. Pemilihan informan dalam penelitian ini berdasarkan pada karakteristik tertentu, yaitu orang-orang yang terlibat langsung dengan permasalahan yang diteliti. Data yang diperoleh dan dikumpulkan melalui proses wawancara dan dokumentasi, selanjutnya dianalisis menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran pelaku IKM Perikanan terhadap sertifikasi PIRT dan Halal masih rendah, hal tersebut disebabkan karena kurangnya pemahaman dan pengetahuan pelaku IKM Perikanan terhadap legalitas produk, sehingga pelaku IKM belum mendapatkan dorongan yang kuat dalam mendapatkan legalitas. Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan telah melakukan pendampingan dan sosialisasi kepada pelaku IKM, namun pelaksanaannya belum berjalan dengan baik, karena minimnya anggaran sehingga pemberdayaan belum dapat dilakukan secara maksimal

    Efektivitas Implementasi Sistem Layanan Dan Rujukan Terpadu (SLRT) Sabiduk Sadayung di Kota Pariaman

    Full text link
    Salah satu bentuk perwujudan komitmen tersebut adalah dengan meningkatkan kecepatan dan ketepatan penjangkauan warga miskin untuk bisa mengakses lebih banyak program penanggulangan kemiskinan. Maka pada tahun 2016 dicetuskannya Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT). Dalam beberapa program yang ada, ditujukan kepada masyarakat miskin yang masuk dalam kriteria yang ditentukan. Masyarakat yang termasuk kriteria akan dimasukan dalam data yang biasanya disebut dengan BDT (Basis Data Terpadu). SLRT membantu untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat miskin kemudian menghubungkan mereka dengan program-program perlindungan sosial skala nasional yang mencakup masyarakat berpendapatan rendah. SLRT diterapkan di 16 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Salah satu Kota yang menerapkan sistem ini adalah Kota Pariaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan dari SLRT Sabiduk Sadayuang Sebagai Upaya Penanggulangan kemiskinan di kota pariaman. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif agar lebih mudah memahami dan mendeskripsikan Implementasi Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) Sabiduk Sadayuang sebagai upaya penanggulangan kemiskinan di Kota Pariaman. Hasil dari penelitian ini adalah Implementasi SLRT Sabiduak Sadayuang di Kota Pariaman menunjukkan pendekatan holistik dalam penanganan kemiskinan dengan membagi peran antara tingkat kota dan desa, dimana kota berfungsi sebagai pusat koordinasi dan desa terlibat langsung dalam identifikasi masalah. Keberhasilan program ini didukung oleh partisipasi aktif pemerintah desa, kelurahan, dan tenaga sosial, serta pemutakhiran data keluarga miskin yang memastikan bantuan sosial tepat sasaran. Selain itu, SLRT juga berkomitmen pada keberlanjutan lingkungan, menjaga agar upaya penanggulangan kemiskinan tidak merusak ekosistem setempat. Secara keseluruhan, SLRT Sabiduak Sadayuang di Kota Pariaman mencerminkan komitmen dalam mengatasi kemiskinan dengan pendekatan terkoordinasi, inklusif, dan berkelanjutan

    Effectiveness Of Land and Building Tax Collection by Villages in Sukaraja Sub-District

    Full text link
    Sukaraja Sub-district is still less effective in carrying out the collection of PBB, this is in accordance with what is conveyed by Duncan who explains that, effectiveness comes from the word effective, namely a job is said to be effective if the job can achieve the goals or objectives that have been determined and can be completed on time in accordance with the plan that has been set. The research method used in this research is qualitative research method, which aims to reveal qualitative information so that it emphasises more on process and meaning issues by describing a problem. The achievement of taxpayer goals is measured by the achievement of tax assessment, the obedience of the community to pay taxes and the timeliness of the community to pay taxes. Both according to the agency and the community, the achievement of taxpayer goals by the Village in Sukaraja Sub-district, Sukabumi District is still less effective. Adaptation in Sukaraja Sub-district is still not effective because adaptation by developing strategies is just in process

    Implementasi Program Nagari Bersekolah Di Kabupaten Pesisir Selatan (Studi Komparatif Nagari Painan dan Nagari Pancung Taba)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Nagari Bersekolah (Pronasa) di Kabupaten Pesisir Selatan dengan membandingkan implementasi di Nagari Painan dan Nagari Pancung Taba. Latar belakang penelitian ini adalah perbedaan hasil implementasi Pronasa antara nagari yang terletak di ibu kota kabupaten yaitu Nagari Painan dan nagari yang jauh dari ibu kota kabupaten yaitu Nagari Pancung Taba. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui studi komparatif. Data-data yang diperoleh dikumpulkan melalui proses wawancara dan observasi serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Pronasa di nagari yang berada di ibu kota kabupaten dan nagari yang jauh dari ibu kota kabupaten sama-sama belum berjalan dengan optimal karena komunikasi dari pembuat kebijakan belum menjangkau semua pihak yang terlibat dalam implementasi Pronasa yang berakibat pada tidak adanya kolaborasi antara sekolah dengan pemerintah nagari

    Menggali Manfaat dan Kekurangan JKN: Peningkatan Layanan Kesehatan di Padang Bulan, Medan

    Full text link
    Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan program penting yang bertujuan untuk memberikan perlindungan kesehatan yang merata kepada seluruh rakyat Indonesia. Studi ini menyelidiki manfaat dan kelemahan penerapan JKN di wilayah Padang Bulan, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan. Melalui observasi dan wawancara dengan masyarakat, ditemukan bahwa program JKN meningkatkan akses kesehatan, tetapi ada beberapa masalah dalam pelaksanaannya, terutama terkait kualitas pelayanan dan pemahaman masyarakat. Studi ini menyoroti pentingnya meningkatkan efektivitas program agar manfaat JKN dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat

    Strategi Komunikasi Publik di Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik dalam Peningkatan Citra Pemerintahan Kabupaten Bangka

    Full text link
    Penelitian ini membahas peran dinas dalam meningkatkan citra sebuah pemerintahan yang bertujuan untuk mendapatkan kepercayaan dan partisipasi masyarakat. Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) sebagai Humas Pemerintah memiliki strtegi internal dan strategi eksternal untuk membangun komunikasi, koordinasi yang baik antar sesama pegawai, menjalankan fungsi kehumasan dan menjalin kerjasama atau hubungan yang baik dengan media di luar pemerintahan. Dengan metode kualitatif, teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Ada dua kelompok informan yang digunakan yakni informan dari pihak Dinas Kominfotik dan informan dari pihak elemen masyarakat. Hasil penelitian ini menjelaskan tentang strategi-strategi yang memanfaatkan media internal dan media eksternal yang bertujuan agar informasi kegiatan pemerintahan dapat tersebar dengan luas serta pandangan masyarakat sebagai dampak dari informasi tersebut. Citra pemerintahan Kabupaten Bangka sudah meningkat terlihat dari dukungan yang positif dari masyarakat walaupun ada beberapa pelayanan yang harus diperbaiki. Peningkatan anggaran yang mencukupi serta sumberdaya yang kompeten sangat dibutuhkan untuk memaksimalkan upaya penyebarluasan informasi

    Fungsi Badan Permusyawaratan Desa dalam Pengawasan Pembangunan Infrastruktur Jembatan di Desa Keban Agung Kecamatan Kisam Ilir Kabupaten OKU Selatan

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Keban Agung, Kecamatan Kisam Ilir, Kabupaten Oku Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan Teknik pengumpulan data gabungan kemudian analisis data bersifat induktif sehingga menjadikan hasil generalisasi. Hasil pembahasan yang peneliti dapatkan yaitu Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Keban Agung belum sepenuhnya mampu menjalankan fungsinya dalam pengawasan pembangunan infrastruktur jembatan. Kurangnya keaktifan anggota BPD dan pemahaman masyarakat terhadap peran BPD menjadi hambatan utama. Saran yang diberikan adalah perlu peningkatan pemahaman anggota BPD terhadap tugas dan fungsinya sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan PERDA No. 03 Tahun 2015 tentang Badan Permusyawaratan Desa. Saran tambahan untuk peningkatan kinerja BPD adalah memaksimalkan pelatihan yang diberikan kepada Ketua BPD dan anggotanya agar mereka lebih memahami tugas pokok dan fungsinya. Pelatihan ini dapat mencakup berbagai aspek, seperti pengawasan pembangunan, manajemen aspirasi masyarakat, serta peran BPD dalam pembangunan desa secara keseluruhan. Dengan demikian, diharapkan BPD dapat lebih efektif dalam menjalankan perannya sebagai perwakilan masyarakat dalam mengawasi pembangunan dan menyalurkan aspirasi

    Development Strategy of Village-Owned Enterprises Jaya Makmur Village Jenggawah Sub-District Jenggawah District Jember District

    Full text link
    Many village governments have established BUMDES, but some have succeeded and some have failed. The purpose of this study was to determine the development strategy of BUMDES Jaya Makmur in Jenggawah Village. This research uses qualitative research methods, with interviews with several trusted sources involved in the development of BUMDES. The results of this study, namely: First; placing the best Human Resources in managing BUMDES. Second; community involvement in developing business units. Third; marketing innovation of business units, such as: cafe, restaurant. This research further explores the challenges in community involvement in developing BUMDES.

    217

    full texts

    218

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇