Indonesian Health Issue
Not a member yet
    108 research outputs found

    Hubungan Kunjungan Pemeriksaan Kehamilan Dengan Kejadian Kelahiran Prematur

    Full text link
    Latar Belakang: Kelahiran prematur merupakan kelahiran bayi pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu. Prematuritas merupakan masalah multifaktor. WHO juga mencatat bahwa angka kejadian kelahiran prematur di Indonesia pada tahun 2010 adalah15,5 per 100 kelahiran hidup dan menempatkan Indonesia diposisi ke-9 tertinggi dari 184 negara. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kunjungan pemeriksaan kehamilan dengan kejadian kelahiran prematur di Klinik Pratama Lina di Kabupaten Langkat Tahun 2024. Metode: Jenis penelitian menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Klinik Pratama Lina Kabupaten Langkat  pada bulan Januari-Juni 2024  sebanyak  64 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dimana seluruh populasi dijadikan sampel penelitian berjumlah 64 orang. Hasil: Berdasarkan hasil uji tabulasi silang antara kunjungan pemeriksaan kehamilan dengan kejadian kelahiran prematur, dari hasil uji chi-square didapatkan nilai p value 0,002 atau kurang dari 0,05 artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Terdapat Hubungan Kunjungan Pemeriksaan Kehamilan dengan Kejadian Kelahiran Prematur di Klinik Pratama Lina. Diharapkan agar orang tua senantiasa meningkatkan pengetahuan, melaksanakan pemeriksaan kehamilan secara rutin dan mengembangkan wawasan sehingga tindakan Preventif lebih ditingkatkan daripada tindakan kuratif. ABSTRACTBackground: Premature birth is the birth of a baby at a gestational age of less than 37 weeks. Prematurity is a multifactorial problem. WHO also noted that the incidence of premature birth in Indonesia in 2010 was 15.5 per 100 live births and placed Indonesia in the 9th highest position out of 184 countries. Objective: To determine the relationship between pregnancy check-up visits and the incidence of premature birth at the Lina Pratama Clinic in Langkat Regency in 2024. Method: This type of research uses a cross-sectional design. The population in this study were all pregnant women at the Lina Pratama Clinic, Langkat Regency in January-June 2024, totaling 64 people. The sampling technique was total sampling where the entire population was used as a research sample totaling 64 people. Results: Based on the results of the cross-tabulation test between pregnancy check-up visits and the incidence of premature birth, the results of the chi-square test obtained a p value of 0.002 or less than 0.05, meaning Ho was rejected and Ha was accepted. Conclusion: There is a Relationship between Pregnancy Check-up Visits and the Incidence of Premature Birth at the Lina Pratama Clinic. It is hoped that parents will continue to increase their knowledge, carry out routine pregnancy check-ups and develop insight so that preventive measures are more effective than curative measures.

    Pengaruh Edukasi Menggunakan Media Kartu Kuartet Terhadap Pengetahuan Tentang Kehamilan Remaja

    Full text link
    Latar Belakang: Kehamilan remaja merupakan fenomena internasional yang masih belum terselesaikan. Berdasarkan hasil Riskesdas (2018) proporsi remaja usia 10-19 tahun yang pernah hamil sejumlah 58,8 persen dan yang sedang hamil anak pertama 25,2 persen, usia rata-rata ibu yang hamil pertama kali adalah pada usia 18 tahun yakni 46 persen, dimana terjadi perbedaan angka didaerah pedesaan lebih tinggi (51 persen) dibandingkan dengan daerah perkotaan. Hasil SDKI (2017) menunjukkan 7 persen wanita umur 15-19 tahun sudah menjadi ibu, 5 persen sudah pernah melahirkan dan 2 persen sedang hamil anak pertama. Tujuan: Untuk mengevaluasi pengaruh edukasi menggunakan media kartu kuartet terhadap pengetahuan tentang kehamilan remaja di SMA Negeri 1 Bintang Bayu Kecamatan Bintang Bayu Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2024.  . Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan desain  Pretest-Post test with control group design. Populasi pada penelitian ini adalah semua remaja yang ada Di SMA Negeri 1 Bintang Bayu Kecamatan Bintang Bayu Kabupaten Serdang Bedagai kelas X dan kelas X1 berjumlah 157 orang. Besar sampel penelitian menggunakan rumus Lemeshow yaitu 30 orang. Lokasi Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Bintang Bayu Kecamatan Bintang Bayu Kabupaten Serdang Bedagai dilakukan pada bulan Mei- Juni 2024. Hasil: Hasil uji statistik dengan uji Mann-withney didapatkan hasil untuk P Value = 0,000 artinya p <  0,05. Kesimpulan: Terdapat Pengaruh Edukasi Menggunakan Media Kartu Kuartet Terhadap Pengetahuan Tentang Kehamilan Remaja Di SMA Negeri 1 Bintang Bayu Kecamatan Bintang Bayu Kabupaten Serdang Bedagai. Diharapkan kerjasama dengan  tenaga kesehatan dalam pemberian Edukasi Menggunakan Media Kartu Kuartet Terhadap Pengetahuan Kehamilan Remaja.   Background: Teenage pregnancy is an international phenomenon that has yet to be resolved. Based on the results of Riskesdas (2018), the proportion of teenagers aged 10-19 years who have ever been pregnant is 58.8 percent and those who are pregnant with their first child are 25.2 percent, the average age of mothers who are pregnant for the first time is 18 years, which is 46 percent, where there is a difference in figures in rural areas which is higher (51 percent) compared to urban areas. The results of the SDKI (2017) showed that 7 percent of women aged 15-19 years have become mothers, 5 percent have given birth and 2 percent are pregnant with their first child. Objective: To evaluate the effect of education using quartet card media on knowledge about teenage pregnancy at SMA Negeri 1 Bintang Bayu, Bintang Bayu District, Serdang Bedagai Regency in 2024. . Method: This study uses a quasi-experimental method with a Pretest-Post test with control group design. The population in this study were all adolescents at SMA Negeri 1 Bintang Bayu, Bintang Bayu District, Serdang Bedagai Regency, class X and class X1 totaling 157 people. The sample size of the study used the Lemeshow formula, which was 30 people. The location of the study was conducted at SMA Negeri 1 Bintang Bayu, Bintang Bayu District, Serdang Bedagai Regency in May-June 2024. Results: The results of the statistical test with the Mann-Whitney test obtained results for P Value = 0.000, meaning p <0.05. Conclusion: There is an Effect of Education Using Quartet Card Media on Knowledge of Adolescent Pregnancy at SMA Negeri 1 Bintang Bayu, Bintang Bayu District, Serdang Bedagai Regency. Cooperation with health workers is expected in providing Education Using Quartet Card Media on Knowledge of Adolescent Pregnancy

    Pengaruh Birth Ball Terhadap Lama Persalinan Kala I Fase Aktif Pada Primigravida

    Full text link
    Latar belakang: Lama persalinan kala I pada primigravida mempunyai durasi yang lebih lama daripada multigravida. Semakin lama proses persalinan, ibu bersalin akan merasakan kelelahan yang dapat mengakibatkan kontraksi uterus yang tidak adekuat, akibatnya akan terjadi persalinan yang memanjang, peningkatan distres maternal, dan peningkatan resiko perdarahan postpartum yang menyumbang angka kematian ibu. Upaya fisiologis yang bisa dilakukan selama persalinan kala I, yaitu salah satunya adalah dengan memberikan intervensi  birthing ball. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh birthing ball terhadap lama persalinan kala I fase aktif pada primigravida. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian  quasy  experiment. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 34 responden yang terdiri dari 17 responden kelompok intervensi dan 17 responden kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi dan partograf, kemudian data dianalisa menggunakan uji statistik Independent Samples T-test.  Hasil: Pada kelompok intervensi birthing ball didapatkan hasil rata-rata lama persalinan kala I fase aktif selama 204,18 menit (3 jam 24 menit), dan pada kelompok kontrol selama 252,35 menit ( 4 jam 12 menit). Hasil analisa data didapatkan nilai p value sebesar 0,019 < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata lama persalinan kala I fase aktif pada kelompok intervensi birthing ball dan kelompok control. Kesimpulan: Terdapat pengaruh birthing ball terhadap lama persalinan kala I fase aktif pada primigravida. Background: The duration of the first stage of labor in primigravidas is longer than in multigravidas. The longer the labor process, the more the mother in labor will feel tired which can result in inadequate uterine contractions, resulting in prolonged labour, increased maternal distress, and an increased risk of postpartum hemorrhage which contributes to maternal mortality. One of the physiological efforts that can be carried out during the first stage of labor is by providing birth ball intervention. Objective: To determine the effect of the birth ball on the length of labor in the active phase of first stage in primigravida. Purpose: To determine the effect of the birth ball on the length of labor in the active phase of first stage in primigravid. Methods: This research uses a quasi-experimental research method. The sampling technique used purposive sampling technique with a total sample of 34 respondents consisting of 17 intervention group respondents and 17 control group respondents. Data were collected using observation sheets and partographs, then the data were analyzed using the Independent Samples T-test statistical test. Results: The first stage of labor in the active phase was 204.18 minutes (3 hours 24 minutes), and in the control group it was 252.35 minutes (4 hours 12 minutes). The results of data analysis showed that the p value was 0.019 < 0.05, so H0 was rejected and Ha was accepted, meaning that there was a significant difference between the average length of labor during the first active phase in the birth ball intervention group and the control group. Conclusion: There is an effect of the birth ball on the length of labor in the first stage of the active phase in primigravida

    Pengaruh Akupresure LI4 Pada Ibu Hamil Trimester III Untuk Memperlancar Proses Persalinan

    Full text link
    Latar Belakang: Kehamilan dan persalinan merupakan siklus yang alami bagi perempuan, namun tetap memiliki resiko untuk terjadi komplikasi. Melakukan tindakan pencegahan tertentu di TM III dapat membantu untuk menghindari komplikasi, salah satunya dengan akupresur yang bertujuan memperlancar proses persalinan. Kejadian partus lama rata-rata di dunia menyebabkan kematian ibu sebesar 8%, di Indonesia sebesar 9%. Setiap kehamilan memiliki resiko dalam menhadapi persalinan, agar meminimalisir komplikasi partus lama maka intervensi akupresur untuk ibu hamil TM III diharapkan bisa menjadi solusi. Tujuan: Pemijatan pada akupoin LI-4 diharapkan mampu mempengaruhi peningkatan kontraksi, sehingga dapat mempercepat proses persalinan dan tanpa efek samping yang membahayakan. Metode: Tiga puluh enam ibu hamil TM III terbagi dalam 2 kelompok (18 perlakuan dan 18 kontrol) dengan rancang randomized control trial. Pada kelompok perlakuan dilakukan akupresure titik LI-4 sebanyak 2 kali sehari 30 pijatan selama 60 detik. Sedangkan kelompok kontrol tidak mendapatkan perlakuan. Diikuti proses kehamilannya hingga persalianan menggunakan lembar observasi dan partograf sebagai alat mengukur lamanya proses persalinan. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara efektifitas pemberian akupersure titik LI-4 dengan percepatan proses persalinan pada kelompok perlakuan dengan hasil uji Pearson Chi Square nilai Asymp. Sid(2-sided) 0,001 <0,05. Kesimpulan: Akupresure pada titik LI-4 efektif untuk memperlancar proses persalinan dibandingkan kelompok kontrol. Background: Pregnancy and childbirth are natural cycles for women, but there is still a risk of complications. Taking certain precautions in TM III can help to avoid complications, one of which is with acupressure which aims to expedite the delivery process. The incidence of prolonged labor in the world averages 8% causing maternal death and in Indonesia by 9%. Every pregnancy has risks in dealing with childbirth, in order to minimize complications of prolonged labor, acupressure intervention for TM III pregnant women is expected to be a solution. Purpose: Massage on the LI-4 acupoints is expected to be able to influence the onset and increase in contractions so that it is more effective in accelerating the delivery process without harmful side effects. Methods: Thirty-six TM III pregnant women were divided into 2 groups (18 treatments and 18 controls) with a randomized control trial design. In the treatment group, LI-4 point acupressure was performed 2 times a day, 30 massages for 60 seconds. While the control group did not receive treatment. Followed by the process of pregnancy until delivery using the observation sheet and partograph as a tool to measure the length of the labor process .Results: There is a significant relationship between the effectiveness of giving LI-4 point acupersure and the acceleration of the delivery process in the treatment group with the Pearson Chi Square test results of the Asymp value. Sid(2-sided) 0.001 <0.05. Conclusion: Acupressure at the LI-4 point is effective in facilitating the delivery process compared to the control group

    Studi Kasus: Asuhan Kebidanan Kehamilan Pada Ny.A Dengan Mola Hidatidosa

    Full text link
    Latar Belakang: Angka kematian ibu (AKI) masih sangat tinggi, sekitar 295.000 wanita meninggal selama dan setelah kehamilan dan persalinan. Menurut kemenkes RI Tahun 2020, jumlah kematian ibu pada tahun 2020 menunjukan 4.627 kematian di Indonesia. Berdasarkan penyebab, sebagian besar kematian ibu pada tahun 2020 disebabkan oleh pendarahan (termasuk mola hidatidosa). Prevalensi mola hidatidosa di Asia menunjukan 1:120 kehamilan. Di Inonesia sendiri didapatkan kejadian mola hidatidosa pada 1:85 kehamilan. Berdasarkan laporan tahunan RSUD PATUT PATUH PATJU Gerung tahun 2020 ditemukan kasus Mola Hidatidosa sebanyak 12 kasus. Pada tahun 2021 bulan Januari sampai dengan September tercatat sebanyak 7 kasus.Tujuan: Menerapkan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan Mola Hidatidosa, menggunakan pendekatan manajemen kebidanan secara komprehensip. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam studi kasus ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan data primer dan sekunder dari anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, dan rekam medik. Hasil: Pengeluaran jaringan Mola Hidatidosa dilakukan dengan Aspirasi Vaccum Manual. Kesimpulan: Pemberian penatalaksanaan sudah sesuai dengan teori dan prosedur   Background: The maternal mortality rate (MMR) is still very high, around 295,000 women die during and after pregnancy and childbirth. According to the Indonesian Ministry of Health in 2020, the number of maternal deaths in 2020 showed 4,627 deaths in Indonesia. Based on causes, the majority of maternal deaths in 2020 were caused by bleeding (including hydatidiform mole). The prevalence of hydatidiform mole in Asia is 1:120 pregnancies. In Indonesia, the incidence of hydatidiform mole is 1:85 pregnancy. Based on the annual report of the PATUT PATUH PATJU Gerung Hospital in 2020, 12 cases of Mola Hidatidosa were found. In 2021 from January to September there were 7 cases. Objective: Applying midwifery care to pregnant women with Mola Hidatidosa, using a comprehensive midwifery management approach. Method: The type of research used in this case study is descriptive research using primary and secondary data from anamnesi s, physical examination, laboratory examination, and medical records. Results: Hydatidiform mole tissue was removed by manual vacuum aspiration. Conclusion: Provision of management is in accordance with theory and procedures

    Gambaran Proses Asuhan Gizi Terstandar pada Pasien Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2

    Full text link
    Latar Belakang: Indonesia merupakan negara dengan penderita Diabetes Mellitus (DM) terbanyak ke 6 di dunia dimana jumlah penderita DM mencapai 10,3 juta jiwa. Penatalaksanaan DM meliputi edukasi, farmakologi, terapi gizi medis (TGM). Penerapan TGM dilakukan melalui langkah-langkah terstandar yaitu Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT). Tujuan : untuk mengetahui gambaran penatalaksanaan proses asuhan gizi terstandar pada pasien DM tipe 2. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan observasional deskriptif dengan desain case study yang menggambarkan pelaksanaan proses asuhan gizi terstandar oleh rumah sakit terhadap pasien DM tipe 2. Hasil Penelitian: Dilihat dari proses pengkajian gizi, diperoleh hasil bahwa pasien sering mengkomsumsi kopi dengan tambahan gula yaitu sebanyak 2 kali dalam sehari, ditunjang dengan hasil laboratorium menunjukkan kadar gula darah puasa dan glukosa sewaktu tinggi, berdasarkan fisik/klinis menunjukkan tekanan darah dan suhu pasien tinggi. Hasil diagnosis gizi menunjukkan asupan oral tidak adekuat dan terdapat perubahan hasil nilai laboratorium terkait nilai gizi berkaitan dengan penyakit hiperglikemia DM tipe 2. Intervensi yang diberikan yaitu pemberian Diet DM dengan prinsip 3 J (tepat jadual, jenis dan jumlah), serta pemberian konseling gizi. Hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan selama 3 hari menunjukkan asupan meningkat dan hasil pengukuran tekanan darah dan suhu normal. Kesimpulan: Pasien DM Tipe 2 telah dilakukan proses asuhan gizi terstandar sesuai dengan empat langkah yakni pengkajian, diagnosis gizi, intervensi dan monitoring evaluasi gizi

    Hubungan Pemakaian Kb Suntik 3 Bulan dengan Kenaikan Berat Badan pada Akseptor : Studi Literatur

    Full text link
    KB suntik dan pil merupakan alat kontrasepsi yang banyak digunakan memiliki efek samping utama kenaikan berat badan sebanyak 2,6% pada akseptor suntik, dengan yang paling banyak digunakan KB suntik 3 bulan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemakaian KB suntik 3 bulan dengan kenaikan berat badan akseptor dengan menggunakan metode literature review dengan sumber data yaitu data skunder yang di akses dalam Google Schoolar dan PubMed. Analisis penelitian ini didapatkan dari 10 jurnal dengan tahun terbit 2015-2020 dengan hasil penelitian yang didapatkan pada penelitian ini yaitu mengetahui penyebab kenaikan berat badan pada akseptor KB suntik 3 bulan. Kenaikan berat badan yang dialami ini tidak selalu terjadi karena pemakaian KB suntik 3 bulan, tergantung reaksi metabolisme tubuh akseptor terhadap hormon progesterone. Apabila berat badan naik terus dan tidak mengganggu, akseptor dapat melakukan diet rendah kalori serta melakukan olah raga yang proporsional untuk menjaga berat badan. Apabila dengan cara tersebut berat badan terus naik, pemakaian dihentikan dan ganti dengan kontrasepsi non-hormonal

    Efektivitas Jus Buah Bit Dan Kurma Untuk Mengatasi Anemia Pada Kehamilan

    Full text link
    Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu penyebab tidak langsung dari kasus kematian ibu, dimana anemia merupakan keadaan yang timbul sebelum atau selama hamil yang di perburuk oleh kehamilan yang fisiologis. Berdasarkan data Profil Kesehatan Indonesia tahun 2021 kejadian anemia pada ibu hamil di Indonesia masih tergolong tinggi, yaitu sebanyak 48,9 % pada tahun 2019. Tujuan: Untuk mengetahui Efektivitas Jus Buah Bit dan Kurma Untuk Mengatasi Anemia Pada Kehamilan di Puskesmas Namu Trasi Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat  Tahun 2023. Metode: Jenis penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif design dengan penelitian quasi eksperimen kuantitatif dengan rancangan pretest posttest nonequivalent with control group yaitu suatu penelitian yang dilakukan dengan memberikan sebuah perlakuan untuk mengetahui gejala atau pengaruh yang timbul akibat perlakuan yang diberikan untuk membandingkan hasil pemberian jus buah bit dan kurma pada kelompok perlakuan dibandingkan  dengan suatu kelompok kontrol yang diberikan intervensi konvensional dalam mengurangi anemia pada kehamilan. Hasil: Berdasarkan hasil analisis bivariat dengan uji Mann-Whitney pada kedua kelompok  didapatkan hasil untuk P Value = 0,000 artinya p <  0,05, menyatakan bahwa Jus Buah Bit dan Kurma efektiv Untuk Mengatasi Anemia Pada Kehamilan di Puskesmas Namu Trasi Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat  Tahun 2023. Kesimpulan: Jus Buah Bit dan Kurma efektiv Untuk Mengatasi Anemia Pada Kehamilan di Puskesmas Namu Trasi Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat  Tahun 2023. Diharapkan bagi Pimpinan Puskesmas Namu Trasi agar bekerjasama dengan  tenaga kesehatan dalam melakukan sosialisasi manfaat buah bit dan kurma untuk mencegah terjadinya anemia khususnya pada ibu hamil. Background: Anemia is an indirect cause of maternal death, where anemia is a condition that occurs before or during pregnancy which is exacerbated by a physiological pregnancy. Based on data from the Indonesian Health Profile for 2021, the incidence of anemia in pregnant women in Indonesia is still relatively high, namely 48.9% in 2019. Purpose: To determine the effectiveness of beet juice and dates to treat anemia in pregnancy at the Namu Trasi Health Center, Sei Bingai District Langkat Regency in 2023. Method: This type of research uses a quantitative research type design with quasi-experimental quantitative research with a nonequivalent pretest posttest control group design, namely a study conducted by giving treatment to find out the symptoms or effects that arise as a result of the treatment given to compare the results of giving beet juice and dates in the treatment group compared to the control group which provided conventional interventions in reducing anemia in pregnancy. Results: Based on the results of bivariate analysis with the Mann-Whitney test in both groups, the results obtained for P-Value = 0.000, meaning p <0.05, stated that beet juice and dates are effective for treating anemia in pregnancy at the Namu Trasi Health Center, Sei Bingai District, Langkat Regency 2023. Conclusion: Beetroot and Dates Juice is Effective for Overcoming Anemia in Pregnancy at the Namu Trasi Health Center, Sei Bingai District, Langkat Regency in 2023. It is hoped that the Namu Trasi Health Center Leaders will work together with health workers in socializing the benefits of beets and dates to prevent incidents anemia, especially in pregnant women

    Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Ibu Hamil Dalam Mengkonsumsi Tablet Fe

    Full text link
    Latar Belakang: Upaya mencegah anemia pada ibu hamil dengan mengkonsumsi tablet Fe.Data Kemenkes Tahun 2019, cakupan ibu hamil mendapat tablet Fe 64,0 %.Tujuan: Analisis Faktor Mempengaruhi Ketidakpatuhan Ibu Hamil Mengkonsumsi Tablet Fe. Metode: Jenis penelitian ini observasional analitik, desain penelitian Cross Sectional. Sampel penelitian berjumlah 56 orang, tehnik pengambilan sampel total sampling.  Hasil: Mayoritas ibu hamil yang tidak patuh mengkonsumsi Tablet Fe adalah pengetahuan kurang sebanyak 9 orang (16,1 %). Diperoleh p value 0,000 < 0,05 terdapat hubungan Pengetahuan dengan Ketidakpatuhan Ibu Hamil Dalam Mengkonsumsi Tablet Fe. Mayoritas ibu hamil yang tidak patuh mengkonsumsi Tablet Fe yaitu tidak bekerja sebanyak 10 orang (17,9 %), p value 0,011 < 0,05 artinya terdapat hubungan Pekerjaan dengan Ketidakpatuhan Ibu Hamil Mengkonsumsi Tablet Fe. Mayoritas ibu yang tidak patuh mengkonsumsi Tablet Fe adalah ibu dengan sikap kurang baik sebanyak 14 orang (25,0 %), p value 0,000 < 0,05 artinya terdapat hubungan Sikap dengan Ketidakpatuhan Ibu Mengkonsumsi Tablet Fe. Mayoritas ibu hamil yang tidak patuh mengkonsumsi Tablet Fe adalah yang kurang mendapatkan dukungan suami sebanyak 12 orang (21,4 %), p value 0,002 < 0,05 artinya terdapat Hubungan Dukungan Suami dengan Ketidakpatuhan Ibu Mengkonsumsi Tablet Fe. Mayoritas ibu hamil yang tidak patuh mengkonsumsi Tablet Fe yaitu yang kurang mendapat peran dari petugas kesehatan sebanyak 13 orang (23,2 %), p value 0,001 < 0,05 artinya terdapat hubungan Peran Petugas Kesehatan dengan Ketidakpatuhan Ibu Hamil Mengkonsumsi Tablet Fe. Kesimpulan: Diharapkan bagi Pimpinan Puskesmas untuk memperhatikan ketidakpatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe menggunakan data hasil penelitian ini sebagai acuan. Background: Efforts to prevent anemia in pregnant women by taking iron tablets According to data from the Ministry of Health for 2019, the number of pregnant women taking iron tablets was 64.0%. Purpose: Analysis of the factors that influence non-adherence of pregnant women in consuming Fe tablets. Methods: This type of research is an observational and cross-sectional analytic research design. The research sample was 56 people, the sampling technique was total sampling. Results: The majority of pregnant women who did not adhere to taking Fe tablets had insufficient knowledge, namely as many as 9 people (16.1%) and there was a relationship between knowledge and non-adherence of pregnant women about taking Fe pills, the majority of pregnant women were not adherent to taking Fe pills, namely they would not work less than 10 people (17.9%), there was a relationship between work and non-compliance of pregnant women in consuming Fe tablets. The majority of mothers who do not adhere to taking Fe tablets are mothers with bad attitudes as many as 14 people (25.0%), there is a relationship between attitude and non-adherence in taking Fe pills. The majority of mothers who do not adhere to taking Fe pills are mothers who do not receive support from their husbands as many as 12 people (21.4%). There is a relationship between the husband's support and non-compliance in taking Fe pills. According to the opinion of medical staff, 13 people (23.2%), there is a relationship between the role of health workers and non-adherence of pregnant women in consuming Fe tablets. Suggestion: It is hoped that the health center will pay attention to the disobedience of pregnant women in consuming Fe tablets using the data from this study as a reference

    Studi Kasus : Asuhan Kebidanan Keluarga Berencana Pada Ny. A Akseptor KB MOW

    Full text link
    ABSTRAK  Latar Belakang: Di provinsi NTB penggunaan alat kontrasepsi MOW 19,41%. Jumlah ibu yang menggunakan alat kontrasepsi MOW di provinsi NTB pada tahun 2021 yakni 8.452 kasus per 661.089 jumlah kelahiran hidup, sedangkan jumlah ibu yang menggunakan alat kontrasepsi MOW tahun 2020 sebanyak 10.722 kasus. Jadi, terdapat penurunan angka penggunaan kontrasepsi MOW pada tahun 2021 . TFR di NTB pada tahun 2018-2021 yaitu 2018 (2,8%), 2019 (2,5%) dan 2021 (2,5%).  Tujuan: Untuk mengetahui asuhan kebidanan keluarga berencana dengan Akseptor KB MOW. Metode: Metode deskriptif dengan jenis studi penelaahan kasus (case study) yang menggunakan data primer dan data sekunder dari anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan kadar hemoglobin, dan buku KIA. Subyek dalam studi kasus ini adalah Ny “A”, dengan Akseptor KB MOW. Hasil: Penanganan pada MOW dilakukan Tindakan SC.Setelah pemberian asuhan selama 4 hari, pada kunjungan akhir keadaan ibu membaik. Kesimpulan: Setelah dilakukan operasi tidak terjadi perdarahan dan dilakukan transfusi darah, diberikan therapy oral serta nutrisi yang dapat memulihkan luka operasi pada ibu. Sehingga tidak terjadi infeksi pada luka operasi. Background: In the province of NTB the use of MOW contraception was 19.41%. The number of mothers using MOW contraception in the province of NTB. In 2021, there were 8,452 cases per 661,089 live births, while the number of mothers using MOW contraception in 2020 was 10,722 cases. So, there is a decrease in the number of MOW contraceptive use in 2021. TFR in NTB in 2018-2021 namely 2018 (2.8%), 2019 (2.5%) and 2021 (2.5%). Objective: To find out about family planning midwifery care with MOW KB acceptors. Methods: Descriptive method with the type of case study using primary data and secondary data from anamnesis, physical examination, examination of hemoglobin levels, and the MCH handbook. The subject in this case study is Mrs "A", with MOW KB acceptor. Result: Treatment for MOW was carried out by SC action. After providing care for 4 days, at the final visit the mother's condition improved. Conclusion: After the operation there was no bleeding and a blood transfusion was performed, oral therapy and nutrition were given to restore the surgical wound to the mother. So that there is no infection in the surgical wound.  &nbsp

    104

    full texts

    108

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Indonesian Health Issue
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇