Indonesian Health Issue
Not a member yet
108 research outputs found
Sort by
Pengaruh Peer Group Education Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Tentang Status Gizi Selama Kehamilan
Latar Belakang: Status gizi ibu hamil pada waktu pertumbuhan dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin. Berdasarkan data Riskesdas beberapa masalah kesehatan yang dialami ibu hamil terkait masalah gizi, 48,9 % ibu hamil di Indonesia mengalami anemia dalam kehamilan, terdapat 17,3 % ibu hamil mengalami kekurangan energi kronis (KEK) dan terdapat 28 % persen ibu hamil yang beresiko mengalami komplikasi dalam persalinan. Kasus diatas merupakan akibat yang terjadi karena status gizi yang buruk yang dialami ibu hamil selama kehamilan Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh peer group education terhadap pengetahuan dan sikap tentang status gizi selama kehamilan di PMB T Hutapea Kota Pematang Siantar Tahun 2024.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan desain Pretest-Post test with control group design. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu hamil yang melakukan kunjungan Ante Natal Care di PMB T. Hutapea. Cara pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penilitian ini berjumlah 42 responden ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatal care. 21 responden menjadi kelompok intervensi dan 21 responden menjadi kelompok kontrol. Penelitian dilakukan bulan Mei-Juni 2024. Hasil: Dilakukan uji Mann-withney pada variabel pengetahuan didapatkan P Value = 0,009 artinya p < 0,05, dan dilakukan uji Mann-withney pada variabel sikap didapatkan hasil P Value = 0,015 artinya p < 0,05.
Kesimpulan: Terdapat Pengaruh Peer Group Education Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Status Gizi Selama Kehamilan dan terdapat Pengaruh Peer Group Education Terhadap Sikap Ibu Tentang Status Gizi Selama Kehamilan. Diharapkan bagi responden tetap meningkatkan Pengetahuan dan sikap tentang status gizi selama kehamilan.
Background: The nutritional status of pregnant women during growth and during pregnancy can affect the growth and development of the fetus. Based on Riskesdas data, several health problems experienced by pregnant women are related to nutritional problems, 48.9% of pregnant women in Indonesia experience anemia during pregnancy, 17.3% of pregnant women experience chronic energy deficiency (CED) and 28% of pregnant women are at risk of complications in childbirth. The above case is a result of poor nutritional status experienced by pregnant women during pregnancy. Objective: To determine the effect of peer group education on knowledge and attitudes about nutritional status during pregnancy at PMB T Hutapea, Pematang Siantar City in 2024. Method: This study used a quasi-experimental method with a Pretest-Post test with control group design. The population in this study were all pregnant women who visited Ante Natal Care at PMB T. Hutapea. The sampling method used purposive sampling. The sample in this study was 42 pregnant women who visited antenatal care. 21 respondents became the intervention group and 21 respondents became the control group. The study was conducted in May-June 2024. Results: The Mann-Whitney test was carried out on the knowledge variable, obtained a P Value = 0.009, meaning p <0.05, and the Mann-Whitney test was carried out on the attitude variable, obtained a P Value = 0.015, meaning p <0.05. Conclusion: There is an Influence of Peer Group Education on Mothers' Knowledge of Nutritional Status During Pregnancy and there is an Influence of Peer Group Education on Mothers' Attitudes About Nutritional Status During Pregnancy. It is hoped that respondents will continue to improve their Knowledge and attitudes about nutritional status during pregnancy.
Hubungan Penggunaan Media Sosial Terhadap Motivasi Belajar dan Hasil Evaluasi Akademik pada Mahasiswa Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mataram
Latar Belakang : Penggunaan media sosial banyak digunakan oleh para remaja yang berusia antara 18 dan 25 tahun sebesar (96,25%) diantaranya adalah mahasiswa, sebagian besar menggunakan media sosial sebagai rutinitas sehari-hari untuk sarana komunikasi dan digunakan untuk kebutuhan akademik sebagai media informasi pembelajaran sehingga dapat lebih mudah memahami materi pembelajaran atau obyek yang abstrak menjadi konkret nyata sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan media sosial terhadap motivasi belajar dan hasil evaluasi akademik Metode : Jenis penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan menggunakan metode penelitian korelasi. Rancangan penelitian ini bertujuan untuk mencapai tujuan khusus. Populasi penelitian ini, mahasiswa jurusan kebidanan Poltekkes Kemenkes Mataram sebanyak 505 orang dan sampel sebanyak 84 orang. Teknik sampel menggunakan stratified random sampling. Analisis data menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil : Media sosial yang paling banyak digunakan yaitu whatsapp sebanyak 100%. Responden yang menggunakan media sosial dengan durasi 3-4 jam sebanyak 28,6%. Sebagian besar responden memiliki tingkat motivasi belajar tinggi sebanyak 61,9%. Sebagian besar hasil evaluasi akademik responden mendapatkan predikat memuaskan sebanyak 56%. Hasil uji Spearman’s rho motivasi belajar didapatkan ρ value 0,823 > α = 0,05, evaluasi akademik didapatkan ρ value 0,390 > α = 0,05. Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara penggunaan media sosial terhadap motivasi belajar dan hasil evaluasi akademik pada mahasiswa jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mataram
Background: The use of social media is widely used by teenagers aged between 18 and 25 years (96.25%) of whom are students, most of whom use social media as a daily routine for communication and are used for academic needs as information media. learning so that it is easier to understand learning material or abstract objects into real concrete ones so that it can increase learning motivation. Purpose: This research aims to determine the relationship between the use of social media on learning motivation and academic evaluation results. Method: This type of research is analytical survey research using correlation research methods. This research design aims to achieve specific objectives. The population of this study was 505 students majoring in midwifery at the Mataram Ministry of Health Polytechnic and a sample of 84 people. The sampling technique uses stratified random sampling. Data analysis used Spearman's rho test. Results: The most widely used social media is WhatsApp, 100%. Respondents who used social media for a duration of 3-4 hours were 28.6%. Most respondents had a high level of learning motivation, 61.9%. Most of the respondents' academic evaluation results received a satisfactory rating of 56%. The results of the Spearman's rho test for learning motivation obtained ρ value 0.823 > α = 0.05, academic evaluation obtained ρ value 0.390 > α = 0.05. Conclusion: There is no relationship between the use of social media on learning motivation and the results of academic evaluations for students majoring in Midwifery, Poltekkes Kemenkes Mataram
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut Pada Anak Usia 1-5 Tahun
Latar belakang: Penyakit ISPA menepati urutan tertinggi dari 10 besar jenis penyakit di provinsi Banten. Faktor resiko kesakitan hingga resiko kematian pada balita penderita ISPA, diantaranya faktor BBLR, status gizi, imunisasi, dan jenis kelamin. Tujuan: untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada anak usia 1-5 tahun di Puskesmas Jambe, Tangerang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional.Populasinya yaitu seluruh anak usia 1-5 tahun yang tercatat dalam rekam medis Puskesmas Jambe tahun 2016 dengan besar sampel 120 balita (rumusan besaran sampel uji hipotesis beda dua proporsi), melalui tehnik sytematic random sampling. Analisa Data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil: jenis kelamin (p-value 0,019) dan riwayat BBLR (p-value 0,000) berhubungan dengan kejadian ISPA pada anak usia 1-5 tahun. Tidak ada hubungan imuniasi (p-value 0,855), dan status gizi (p-value 0,092)dengan kejadian ISPA. Namun, terdapat kecenderungan anak dengan dalam kelompok status gizi kurus mengalami kejadian ISPA. Kesimpulan: Pentingnya pemberian konseling tentang ISPA pada balita guna menurunkan morbiditas dan mortalitas akibat ISPA pada balita
Background: ARI has the highest rank in Banten province. Risk factors for morbidity to the risk of death in children with ARI, including LBW, nutritional status, immunization, and gender. Purpose: determine the factors associated with the incidence of ARI in children aged 1-5 years in Puskesmas Jambe, Tangerang. Methods: The design was cross sectional design. The population was all children aged 1-5 years recorded in the medical record at the Jambe Health Center in 2016 with a sample size of 120 children under five years old (by the formulation of a two-proportion different hypothesis test sample), using a systematic random sampling technique. Data analysis uses univariate and bivariate analysis with chi-square test. Results: gender (p-value 0.019) and LBW history (p-value 0,000) were associated with ARI events in children aged 1-5 years. There is no relationship of immunization (p-value 0.855), and nutritional status (p-value 0.092) with the incidence of ARI. However, there is a tendency for children with a thin nutritional status group to experience ARI. Conclusion: The importance of providing counseling about ARI to toddlers to reduce morbidity and mortality due to ARI to toddlers
Pengaruh Training Foot Care Terhadap Kejadian Ulkus Kaki Diabetik Pada Pasien Diabetes Melitus
Diabetes melitus turut dipengaruhi berbagai komplikasi, salah satunya ulkus kaki diabetik. Kondisi ini jika berlangsung lama dan tidak dilakukan penatalaksanaan dengan baik, akan terinfeksi bahkan mengakibatkan amputasi. Penanganan sebelum terjadinya ulkus kaki diabetik adalah training foot care, mencakup mengetahui cara mencuci kaki, memotong kuku, dan cara pemakaian lotion yang benar. Hal tersebut efektif dalam mencegah terjadinya ulkus kaki pada pasien diabetes melitus. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh training foot care terhadap kejadian ulkus kaki diabetik pada pasien diabetes melitus.Metode penelitian ini menggunakan metode rancangan pre eksperimen (pre- experimental design) one group pretest-posttest. Populasinya adalah pasien diabetes melitus yang berkunjung di Puskesmas Gunungsari dengan sampel berjumlah 34 orang, dengan metode purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisoner, skrining inlow’s 60-second diabetic foot screen tool, dianalisa menggunakan Uj Wilxocon Singed Rank Test.Hasil penelitian menunjukkan terjadi perubahan skor skrining diabetic foot terhadap kejadian ulkus kaki diabetik setelah diberikan training foot care dengan hasil uji statistik nilai ρ value = 0.00 < α = 0,05 yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima dan dapat disimpulkan da Pengaruh Training Foot Care Terhadap Kejadian Ulkus Kaki Diabetik Pada Pasien Diabetes Melitus.Disarankan menjadikan tiga elemen foot care yang diteliti sebagai rutinitas harian.
Diabetes mellitus is also affected by various complications, one of which is diabetic foot ulcers. If this condition lasts for a long time and is not managed correctly, it will become infected and even lead to amputation. Handling diabetic foot ulcers is foot care training, which includes knowing how to wash feet, cut nails, and use lotion correctly. It is effective in preventing foot ulcers in patients with diabetes mellitus. The purpose of this study was to determine the effect of foot care training on the incidence of diabetic foot ulcers in patients with diabetes mellitus. This research method uses a pre-experimental (pre-experimental design), one-group pretest-posttest. The population is diabetes mellitus patients who visited the Gunungsari Health Center with a sample of 34 people using a purposive sampling method. Collecting data using a questionnaire, screening inlaw's 60-second diabetic foot screen tool, analyzed using the Wilxocon Signed Rank Test.
The results of the study show there is a change in the diabetic foot screening score on the incidence of diabetic foot ulcers after being given foot care training with statistical test results value = 0.00 < = 0.05, which means H0 is rejected. Ha is accepted, and it can be concluded that the Effect of Foot Care Training on the Incidence of Foot Ulcers Diabetics in Diabetes Mellitus Patients. It is recommended to make the three elements of foot care studied as a daily routine
Pengaruh Yoga Terhadap Perkembangan Motorik Halus Dan Motorik Kasar Pada Balita
Latar Belakang: Penelitian di Amerika menunjukkan 9,514,5% anak mulai lahir sampai usia - tahun di Amerika mengalami masalah psikososial yang berdampak negatif terhadap mereka (Cooper, 2009 dalam penelitian Subandi 2012). Angka kejadian gangguan motorik halus pada anak prasekolah di Amerika Serikat berkisar 12-16%, Thailand 24%, Argentina 22%, dan di Indonesia antara 13%-18%. Tujuan: Untuk mengevaluasi pengaruh yoga terhadap perkembangan motorik halus dan motorik kasar pada balita di UPTD Puskesmas Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2024.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan desain Pretest-Post test with control group. Populasi pada penelitian ini adalah semua balita yang dibawa ibunya untuk melakukan kunjungan pemeriksaan tumbuh kembang di UPTD Puskesmas Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling berjumlah 44 balita 22 responden menjadi kelompok intervensi dan 22 responden menjadi kelompok kontrol. Lokasi Penelitian dilakukan di UPTD Puskesmas Sipispis Jalan Dusun II Desa Serbananti Kecamatan Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara. Penelitian dilakukan pada bulan Mei- Juni 2024. Hasil: Dilakukan uji Mann-Whitney pada kedua kelompok didapatkan hasil untuk P Value = 0,010 artinya p < 0,05, artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yoga Terhadap Perkembangan Motorik Halus dan Motorik Kasar pada Balita di UPTD Puskesmas Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara Tahun 2024. Diharapkan agar tenaga kesehatan melakukan sosialisasi keefektifan metode Yoga untuk meningkatkan Perkembangan Motorik Halus dan Motorik Kasar Balita.
Background: Research in America shows that 9,514.5% of children from birth to - years old in America experience psychosocial problems that have a negative impact on them (Cooper, 2009 in Subandi's 2012 study). The incidence of fine motor disorders in preschool children in the United States ranges from 12-16%, Thailand 24%, Argentina 22%, and in Indonesia between 13% -18%. Objective: To evaluate the effect of yoga on the development of fine and gross motor skills in toddlers at the UPTD Sipispis Health Center, Serdang Bedagai Regency in 2024. Method: This study used a quasi-experimental method with a Pretest-Post test with control group design. The population in this study were all toddlers brought by their mothers to visit for growth and development checks at the UPTD Sipispis Health Center, Serdang Bedagai Regency. Sampling using purposive sampling totaled 44 toddlers, 22 respondents became the intervention group and 22 respondents became the control group. The research location was conducted at the UPTD Sipispis Health Center, Jalan Dusun II, Serbananti Village, Sipispis District, Serdang Bedagai Regency, North Sumatra Province. The study was conducted in May-June 2024. Results: The Mann-Whitney test was carried out on both groups, the results for P Value = 0.010, meaning p <0.05, meaning H0 was rejected and Ha was accepted. Conclusion: There is an effect of yoga on the Development of Fine Motor and Gross Motor Skills in Toddlers at the UPTD Sipispis Health Center, Serdang Bedagai Regency, North Sumatra Province in 2024. It is hoped that health workers will socialize the effectiveness of the Yoga method to improve the Development of Fine Motor and Gross Motor Skills in Toddlers
Pengaruh Pendampingan Ibu Melalui Permainan Playmate Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Pada Balita Usia 4-5 Tahun Dengan Stunting
Latar belakang: Stunting merupakan suatu kondisi dimana panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur pada anak balita yang dapat menyebabkan berbagai gangguan perkembangan pada balita salah satunya gangguan pada perkembangan motorik kasar dikarenakan kurang optimalnya pencapaian peran ibu. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pendampingan ibu melalui permainan playmate terhadap perkembangan motorik kasar pada balita usia 4-5 tahun dengan stunting di Wilayah kerja Puskesmas Kediri Tahun 2024. Metode : Desain penelitian menggunakan pre eksperimental (One Group Pretest-Posttest design). Populasi penelitian yaitu ibu balita yang bersedia mendampingi dan balita berusia 4-5 tahun dengan stunting di wilayah kerja Puskesmas Kediri. Dengan jumlah sampel 27 orang, teknik sampling yaitu sampling jenuh. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian didapatkan sebagian besar perkembangan motorik kasar pada balita termasuk dalam kategori mulai berkembang sebanyak 22 orang (81%). Setelah diberikan pendampingan ibu melalui permainan playmate sebagian besar meningkat menjadi berkembang sesuai harapan sebanyak 23 orang (85%). Hasil uji Wilcoxon didapatkan p = 0,000. Kesimpulan : Ada pengaruh pendampingan ibu melalui permainan playmate terhadap perkembangan motorik kasar pada balita usia 4-5 tahun dengan stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kediri.
Background: Stunting is a condition where the length or height is less than the age of a toddler which can cause various developmental disorders in toddlers, one of which is disorders in gross motor development due to the less than optimal achievement of the mother's role. Objective: To determine the effect of maternal assistance through playmate games on gross motor development in toddlers aged 4-5 years with stunting in the Kediri Health Center work area in 2024. Method: The research design used pre-experimental (One Group Pretest-Posttest design). The study population was mothers of toddlers who were willing to accompany and toddlers aged 4-5 years with stunting in the Kediri Health Center work area. With a sample size of 27 people, the sampling technique was saturated sampling. Data analysis used the Wilcoxon Sign Rank Test. Results: Based on the results of the study, it was found that most of the gross motor development in toddlers was included in the category of starting to develop as many as 22 people (81%). After being given maternal assistance through playmate games, most of them increased to develop according to expectations as many as 23 people (85%). The results of the Wilcoxon test obtained p = 0.000. Conclusion: There is an influence of maternal guidance through playmate games on gross motor development in toddlers aged 4-5 years with stunting in the Kediri Health Center Work Are
Pengaruh Kompres Daun Kubis Terhadap Pembengkakan Payudara Pada Ibu Nifas
Latar Belakang: Berdasarkan informasi United Nations International Children’s Education Found (UNICEF) terdapat 17.230.142 ibu mengalami masalah menyusui didunia. Masalah-masalah yang terjadi ketika ibu menyusui disebabkan oleh beberapa hal ibu menderita rasa nyeri di bagian puting susunya, lecet pada puting susu dan payudara bengkak serta abses pada payudara (Novianti, 2016 ). Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2020 terdapat 1,5 juta bayi baru lahir meninggal disebabkan karena tidak mendapatkan ASI Tujuan: Untuk mengevaluasi Pengaruh Kompres Daun Kubis Terhadap Pembengkakan Payudara Pada Ibu Nifas di Rumah Sakit Regina Maris Kota Medan Tahun 2024.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan desain Post test with control group design. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu nifas di Rumah Sakit Regina Maris yang mengalami pembengkakan payudara dimana rata-rata ibu nifas berjumlah antara 60-90 pada bulan April 2024. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok control yang tidak mendapatkan intervensi dan kelompok intervensi yang mendapatkan intervensi kompres daun kubis. Pada kedua kelompok akan dilakukan observasi pembengkakan payudara ibu. Lokasi Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Regina Maris Kota Medan. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Mei- Juni 2024. Hasil: Analisis Bivariat dengan Mann-Whitney didapatkan hasil dari 60 responden dengan p value = 0,000 dimana p value < dari 0.05. Kesimpulan: Terdapat Pengaruh Kompres Daun Kubis Terhadap Pembengkakan Payudara Pada Ibu Nifas di Rumah Sakit Regina Maris Kota Medan Tahun 2024. Diharapkan kerjasama tenaga kesehatan dalam pemberian informasi manfaat Kompres Daun Kubis Terhadap Pembengkakan Payudara Pada Ibu Nifas.
Background: Research in America shows that 9,514.5% of Background: Based on information from the United Nations International Children's Education Found (UNICEF), there are 17,230,142 mothers experiencing breastfeeding problems in the world. Problems that occur when mothers breastfeed are caused by several things, mothers suffer from pain in the nipples, sore nipples and swollen breasts and breast abscesses (Novianti, 2016). Based on data from the World Health Organization (WHO) in 2020 there were 1.5 million newborns who died due to not getting breast milk. Objective: To evaluate the Effect of Cabbage Leaf Compresses on Breast Swelling in Postpartum Mothers at Regina Maris Hospital, Medan City in 2024. Method: This study used a quasi-experimental method with a Post-test with control group design. The population in this study were all postpartum mothers at Regina Maris Hospital who experienced breast swelling where the average number of postpartum mothers was between 60-90 in April 2024. Sampling using purposive sampling was divided into 2 groups, namely the control group that did not receive intervention and the intervention group that received cabbage leaf compress intervention. In both groups, observations of breast swelling will be carried out. The location of the study was at Regina Maris Hospital, Medan City. The study was conducted in May-June 2024. Results: Bivariate analysis with Mann-Whitney obtained results from 60 respondents with a p value = 0.000 where the p value <0.05. Conclusion: There is an Effect of Cabbage Leaf Compress on Breast Swelling in Postpartum Mothers at Regina Maris Hospital, Medan City in 2024. Cooperation of health workers is expected in providing information on the benefits of Cabbage Leaf Compress on Breast Swelling in Postpartum Mothers.
Analisis Perbedaan Asupan Zat Gizi dan Kadar Glukosa Darah Puasa Pasien Diabetes Melitus Tipe II: Analisis Perbedaan Asupan Zat Gizi dan Kadar Glukosa Darah Puasa Pasien Diabetes Melitus Tipe II
Latar Belakang : Diabetes Melitus masih menjadi salah satu penyakit yang angka kejadian pertahun semakin meningkat. Salah satu penyebab penyakit DM adalah pengaturan pola makan yang kurang tepat, yakni pemilihan karbohidrat dengan porsi yang banyak, jenis karbohidrat yang digunakan lebih banyak menggunakan karbohidrat sederhana. Pengaturan makan pada penderita diabetes mellitus dianjurkan untuk memperhatikan asupan makanan seperti karbohidrat dan serat karena penting dalam pengendalian glukosa darah sebagai salah satu pilar penatalaksanaan diabetes melitus pada terapi gizi medis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 26 orang. Pengukuran kadar glukosa darah puasa dilakukan 1 kali dengan metode GOD-PAP (glukosa oxidase perokxidase aminoantipyrine phenol) dan melakukan recall 1x24jam selama 2 kali. Analisis data yang digunakan adalah Uji T 1 sampel (one sampel T-test). Hasil Penelitian: Rerata kadar glukosa darah puasa pasien sebesar 176,15 g/dL. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dari asupan karbohidrat, protein, natrium dan serat tidak memiliki perbedaan yang signifikan terhadap kadar glukosa darah puasa dengan nilai p-value >0,05. Sedangkan asupan lemak memiliki perbedaan yang signifikan terhadap kadar glukosa darah puasa dengan nilai p-value 0,036 (p<0,05). Kesimpulan: Tidak ada perbedaan asupan karbohidrat, protein, natrium dan serat yang signifikan terhadap kadar glukosa darah, dan terdapat perbedaan pada asupan lemak yang signifikan terhadap kadar glukosa darah puasa (p=0,036).
Background: Diabetes Mellitus is still a disease whose incidence rate is increasing every year. One of the causes of DM is improper diet management, namely choosing large portions of carbohydrates, the types of carbohydrates used are mostly simple carbohydrates. Dieting for diabetes mellitus sufferers is recommended to pay attention to food intake such as carbohydrates and fiber because it is important in controlling blood glucose as one of the pillars of managing diabetes mellitus using medical nutrition therapy. Method: This study used a cross sectional design. The subjects in this research were 26 people. Fasting blood glucose levels were measured once using the GOD-PAP (glucose oxidase peroxidase aminoantipyrine phenol) method and recalled 1 x 24 hours for 2 times. The data analysis used is the 1 sample T test (one sample T-test). Research Results: The average fasting blood glucose level of patients was 176.15 g/dL. The research results show that carbohydrate, protein, sodium and fiber intake does not have a significant difference in fasting blood glucose levels with a p-value >0.05. Meanwhile, fat intake had a significant difference in fasting blood glucose levels with a p-value of 0.036 (p<0.05). Conclusion: There is no significant difference in carbohydrate, protein, sodium and fiber intake on blood glucose levels, and there is a significant difference in fat intake on fasting blood glucose levels (p=0.036)
Studi Kasus : Asuhan Kebidanan Persalinan Pada Ny. R dengan Pre Eklamsia Berat
Latar Belakang: Tahun 2021, ada 114 kasus kematian ibu di Provinsi NTB. Angka kematian ibu terdiri dari 27 kasus perdarahan, 26 kasus hipertensi kehamilan, 4 kasus infeksi, 20 kasus COVID-19, sisanya menrupakan gabungan beberapa kasus .Berdasarkan laporan tahunan RSUD Dr.R. Soedjono Selong tahun 2021 menunjukkan 293 kasus persalinan disebakn oleh preeklamsia berat. Tujuan: Untuk mengetahui asuhan kebidanan pada ibu bersalin Dengan Pre Eklamsia Berat. Mode Penelitian: Subyek studi kasus ini adalah "Ny.R" dengan pre-eklamsia berat, penggumpulan data menggunakan data primer mulai dari anamnesa, pemeriksaan fisik, penentuan diagnose, rekam medis, dan data sekunder melalui register, dan buku KIA. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif.Hasil: terdapat perubahan kondisi ibu yang menjadi lebih baik setelah diberikan asuhan Pada awal kunjungan tekanan darah 150/100 mmHg dan di akhir kunjungan menurun menjadi 130/80 mmHg. Intervensi pemberian KIE selama 2 hari.Kesimpulan:Terjadi penurunan tekanan darah ibu setelah diberikan asuhan
Background: In 2021, there were 114 cases of maternal death in NTB Province. The maternal mortality rate consists of 27 cases of bleeding, 26 cases of pregnancy hypertension, 4 cases of infection, 20 cases of COVID-19, the rest is a combination of several cases. Based on the annual report of RSUD Dr.R. Soedjono Selong in 2021 showed 293 cases of childbirth caused by severe preeclampsia Objective: To determine midwifery care for mothers giving birth with severe pre-eclampsia Method : The subject of this case study is "Mrs. The type of research used was descriptive. Results: there was a change in the mother's condition which became better after being given care. At the beginning of the visit the blood pressure was 150/100 mmHg and at the end of the visit it had decreased to 130/80 mmHg. The intervention was providing IEC for 2 days. Conclusion : There was a decrease in maternal blood pressure after being given care
Studi Kasus: Asuhan Kebidanan Persalinan Pada Ny.H Dengan Kala II Lama
Latar Belakang: AKI masih menjadi permasalahan dunia. Target yang akan dicapai menurut SDGs 70/10.000 Kelahiran hidup. Akan tetapi target tersebut masih belum dapat terpenuhi. Di Indonesia AKI masih tergolong tinggi yaitu 173/100.000 Kelahiran hidup sementara di Nusa Tenggara Barat 124/100.000 kelahiran hidup. Penyebab kematian ibu salah satunya disebabkan oleh persalinan salah satunya komplikasi kala 2 lama yang dapat menyebabkan kematian bagi ibu. Oleh karena itu upaya yang dapat di lakukan untuk menangani kala II lama yaitu dengan asuhan kebidanan komperhensif dari penangana awal sampai penangan akhir.Tujuan: mengetahui asuhan kebidanan pada ibu bersalin dengan kala II lama. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yang Deskriftif dengan mengunakan data primer, data sekunder dari anamnesa, pemeriksaan fisik, penentuan diangnosa, rekam medik, registrasi dan buku KIA. Subyek dalam studi kasus ini dengan Ny.H dengan Kala II Lama Hasil : Awal kunjungan dipimpin mengendan 30 menit tidak ada kemajuan persalinan, kemudian kolaborasi dengan dr SPoG di advice SC. Selama kunjungan tidak ada komplikasi ibu dan di akhir kunjungan involusio ibu baik dan mobilisasi aktif. Kesimpulan: tidak ada komplikasi maternal lanjutan dari inpartu kala II Lama
ABSTRACT
Background: MMR is still a world problem. The target to be achieved according to SDGs is 70/10,000 live births. However, this target has still not been met. In Indonesia, the MMR is still relatively high, namely 173/100,000 live births, while in West Nusa Tenggara it is 124/100,000 live births. One of the causes of maternal death is due to childbirth, one of which is complications in the second stage which can cause death for the mother. Therefore, efforts that can be made to treat the long second stage are with comprehensive midwifery care from initial treatment to final treatment. Purpose: knowing midwifery care for mothers who give birth in the long second stage. Methods: The type of research used is descriptive research using primary data, secondary data from anamnesis, physical examination, diagnosis determination, medical records, registration and KIA books. The subject in this case study is Mrs. H from the Old II Period. Results: The initial visit was led by 30 minutes of labor without any progress in labor, then collaboration with Dr. SPoG on SC advice. During the visit there were no maternal complications and at the end of the visit maternal involution was good and mobilization was active. Conclusion: There were no further maternal complications from the second stage of labor. .