Journal of Community Development
Not a member yet
415 research outputs found
Sort by
Efektivitas Edukasi Kesehatan Gigi dalam Meningkatkan Pengetahuan Anak Usia Dini di Ra Kusuma Mulya VII Kediri
Kesehatan gigi dan mulut merupakan aspek penting dari kesehatan umum, terutama bagi anak usia dini yang sedang berada pada tahap pertumbuhan dan perkembangan kebiasaan hidup sehat. Penyuluhan di lingkungan sekolah menjadi salah satu strategi efektif untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan anak dalam menjaga kebersihan gigi. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan meningkatkan pemahaman anak tentang kesehatan gigi dan mulut. Penyuluhan menggunakan media poster, alat peraga phantom gigi, serta kegiatan menyikat gigi bersama. Kegiatan dilaksanakan di RA Kusuma Mulya VII pada tanggal 28 Oktober 2025 dengan metode ceramah interaktif, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi melalui pretest dan post test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada anak-anak terkait waktu yang tepat untuk menyikat gigi, jenis makanan yang perlu dihindari, serta teknik menyikat gigi yang benar. Anak-anak mampu menirukan langkah penyikatan sesuai demonstrasi dengan lebih tepat pada tahap post-test. Pemeriksaan skrining sederhana juga mengidentifikasi beberapa anak dengan plak dan karies awal, sehingga kegiatan ini menjadi langkah preventif sekaligus deteksi dini. Penggunaan penguatan positif berupa hadiah terbukti meningkatkan motivasi anak selama proses pembelajaran. Secara keseluruhan, penyuluhan kesehatan gigi dan mulut di RA Kusuma Mulya VII terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak melalui kombinasi edukasi visual, demonstrasi, dan praktik langsung. Kolaborasi antara tim mahasiswa, guru, dan puskesmas merupakan elemen kunci untuk keberlanjutan perilaku sehat di lingkungan sekolah
Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak KB Cahaya GS Kota Kediri
Kesehatan gigi dan mulut merupakan aspek penting yang berpengaruh terhadap kualitas hidup, kemampuan bersosialisasi, serta perkembangan anak usia dini. Pada anak usia 4–6 tahun, kurangnya pemahaman mengenai kesehatan gigi dan kebiasaan menyikat gigi yang benar sering kali menyebabkan meningkatnya kasus karies, terutama dipengaruhi oleh pola makan tinggi gula dan minimnya pengawasan orang tua. Kegiatan penyuluhan kesehatan gigi di KB Cahaya GS Kota Kediri dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan anak dalam menjaga kebersihan gigi sejak dini. Metode penyuluhan mencakup ceramah interaktif menggunakan poster, demonstrasi teknik menyikat gigi yang benar dengan alat peraga model gigi dan sikat gigi besar, serta permainan edukatif yang disesuaikan dengan karakteristik anak usia prasekolah. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test yang menilai pemahaman anak terkait fungsi gigi, makanan yang memengaruhi kesehatan gigi, serta langkah menyikat gigi yang benar. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditunjukkan oleh kemampuan anak menjawab pertanyaan dengan lebih tepat dan antusias pada post-test. Anak juga mampu meniru teknik menyikat gigi secara urut dan terkontrol menggunakan model gigi. Kegiatan permainan dan kegiatan bernyanyi terbukti meningkatkan keterlibatan dan motivasi anak selama proses edukasi. Secara keseluruhan, penyuluhan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan perilaku anak terkait kebersihan gigi dan mulut. Intervensi edukatif yang interaktif dan sesuai usia direkomendasikan untuk diterapkan secara rutin sebagai upaya preventif menjaga kesehatan gigi anak sejak usia din
Penguatan Literasi Kelautan Melalui Edukasi Oseanografi dan Instrumentasi Kelautan pada Siswa Sekolah Menengah Atas
Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi sumber daya laut yang besar dan strategis, sehingga memerlukan sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki pemahaman memadai tentang sistem kelautan. Oseanografi dan instrumentasi kelautan berperan penting dalam memahami dinamika laut, pemantauan kualitas perairan, serta pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan. Namun, pemahaman dan minat generasi muda, khususnya siswa sekolah menengah atas (SMA), terhadap bidang tersebut masih tergolong rendah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, membentuk persepsi positif, serta menumbuhkan minat siswa terhadap oseanografi dan instrumentasi kelautan. Kegiatan dilaksanakan pada Mei 2025 di SMA Nurul Yakin Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, dengan melibatkan dosen dan mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Sriwijaya. Metode yang digunakan meliputi edukasi melalui presentasi dan diskusi interaktif, demonstrasi alat kelautan sederhana, serta evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Evaluasi difokuskan pada tiga dimensi, yaitu tingkat pengetahuan, persepsi terhadap urgensi dan daya tarik bidang oseanografi, serta minat siswa dalam kegiatan lanjutan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh dimensi yang diukur. Tingkat pengetahuan siswa pada kategori Sangat Mengetahui meningkat dari 2% menjadi 71%, sementara kategori Tidak Mengetahui menurun dari 87% menjadi 7%. Persepsi siswa terhadap urgensi bidang oseanografi menunjukkan peningkatan kategori Sangat Perlu dari 11% menjadi 73%. Selain itu, minat siswa pada kategori Sangat Tertarik meningkat dari 9% menjadi 69%. Hasil ini menegaskan bahwa pendekatan edukatif berbasis interaksi dan praktik sederhana efektif dalam meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan motivasi siswa terhadap bidang kelautan, serta berpotensi menjadi model pengenalan ilmu dan karier kelautan di tingkat sekolah menengah
Implementasi Teknologi Produksi dan Digitalisasi Pemasaran Dalam Upaya Meningkatkan Daya Saing Produk Krupuk Rambak Sapi Pada Studi Kasus UMKM UD. IKABA di Pasar Global
Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a crucial role in boosting Indonesia’s GDP, contributing 61.97%. In addition to generating employment, MSMEs promote economic equity and support national growth. Mojokerto Regency, with 474,346 MSME units contributing IDR 63.498 trillion to the GDP, demonstrates significant potential. However, many MSMEs in this region struggle with low competitiveness. This community engagement program focuses on empowering MSMEs in the food processing sector, particularly the production of kerupuk rambak (fried cowhide crackers) at UD. IKABA. Key challenges identified include limited technology, such as using a modified washing machine to remove excess oil, as well as conventional marketing methods and unappealing packaging. The intervention involved introducing an automatic oil spinner and providing digital marketing training, including the development of a website application for online orders and promotion. The results show improved production efficiency, with processing time reduced by 25%, production capacity increased by 50%, and higher product quality in terms of hygiene and shelf life. Digital marketing also expanded the market reach from local to national levels, resulting in a 70% increase in sales. The implementation of production technology and digital marketing has proven effective in enhancing MSME competitiveness, contributing to both local and national economic growth
Penerapan Platform Daya Dukung Dan Manajemen Pengunjung Dengan Pembuatan Papan Informasi Berbasis Ecobrick
In understanding the sustainability of Blimbingsari Beach, community service activities are carried out at Blimbingsari Beach. Blimbingsari Beach is famous for its grilled fish culinary and has a very strategic location close to Blimbingsari Banyuwangi Airport. The problem at Blimbingsari Beach is the lack of optimal management in arranging the number of tourist visits which is not balanced with the capacity of the beach area, environmental factors and management factors. The second problem is related to beach cleanliness which contradicts the culinary of grilled fish which is a characteristic of Blimbingsari Beach. The purpose of this service activity is to provide understanding to the Tourism Awareness Group (POKDARWIS) in managing visitors and provide ecobrick making training to POKDARWIS and the surrounding community which can be a solution in overcoming both existing problems. The methods used in this activity start from coordination, socialization, training implementation to evaluation. The result of the first problem is in the form of understanding and applying the tourist attraction carrying capacity platform to find out the maximum number of tourist visits at Blimbingsari Beach so that visitors still get satisfaction and continue to pay attention to environmental factors. This is in accordance with the concept of sustainable tourism. The result of the second problem is the ability of POKDARWIS and the surrounding community to make ecobricks and the existence of an ecobrick-based tourist information board placed on Blimbingsari Beach
Pengaruh Puding Labu Kuning Dengan Terapi Meditasi Untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Pada Penderita Hipertensi
Hipertensi terjadi ketika tekanan sistolik mencapai lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik melampaui ambang 90 mmHg, mengakibatkan tekanan darah yang tinggi secara berkelanjutan dalam pembuluh darah. Di wilayah Provinsi Sumatera Selatan, jumlah lansia yang teridentifikasi menderita hipertensi pada tahun 2022 tercatat sebanyak 217.052 jiwa, menjadikannya sebagai salah satu provinsi dengan prevalensi hipertensi tertinggi di Indonesia. Penelitian ini mengungkap bahwa terdapat penurunan tekanan darah yang signifikan setelah intervensi yang memadukan konsumsi puding berbahan dasar labu kuning dengan praktik meditasi. Pada kelompok perlakuan, rerata tekanan sistolik menurun dari 169,80 mmHg menjadi 156,10 mmHg, sedangkan tekanan diastolik turun dari 96,90 mmHg menjadi 87,80 mmHg (p = 0,000). Di sisi lain, kelompok kontrol juga menunjukkan penurunan, yakni dari 166,40 mmHg menjadi 153,10 mmHg untuk tekanan sistolik dan dari 97,60 mmHg menjadi 87,20 mmHg untuk tekanan diastolik (p = 0,000). Temuan ini memberikan bukti bahwa kombinasi antara konsumsi puding labu dan meditasi berkontribusi secara efektif dalam menurunkan tekanan darah, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai strategi nonfarmakologis yang sederhana dan aplikatif dalam upaya pengendalian hipertensi di masyarakat
Pembuatan Pelet Ikan Mandiri Dalam Upaya Menyejahterakan Kelompok Pembudidaya Ikan Konsumsi Air Tawar Sawangan-Parung
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu kelompok pembudidaya ikan konsumsi air tawar di Sawangan-Parung dalam memproduksi pakan ikan secara mandiri guna mengurangi biaya operasional. Biaya pakan ikan diketahui mencapai 70-80% dari total biaya produksi, sehingga pengurangan biaya ini menjadi penting untuk keberlanjutan usaha mereka. Solusi yang diberikan adalah pembuatan mesin pelet dengan kapasitas produksi 20 kg per jam, yang memanfaatkan bahan baku lokal seperti tepung ikan, dedak, tepung jagung, serta bahan tambahan lainnya. Pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari tiga tahap. Tahap pertama adalah survei lapangan untuk memahami kondisi dan kebutuhan pembudidaya. Tahap kedua melibatkan perancangan dan pembuatan mesin pelet yang mudah digunakan oleh pembudidaya setempat, serta efisien dalam memanfaatkan bahan baku lokal. Tahap terakhir berupa sosialisasi dan pendampingan kepada pembudidaya dalam menggunakan mesin tersebut.Hasil dari kegiatan ini menunjukkan keberhasilan mesin pelet dalam menurunkan biaya produksi pakan, dari Rp13.000 menjadi Rp8.000 per kilogram. Penurunan ini secara signifikan membantu mengurangi biaya operasional pembudidaya, sehingga meningkatkan efisiensi dan profitabilitas usaha budidaya ikan air tawar mereka
Pemberdayaan Kelompok Ibu-Ibu Posyandu Peduli ASI (KIPAS) Dalam Optimalisai Pengolahan Katuk SUM (Snack Ibu Menyusu) Untuk Mencegah Stunting Di Desa Sekip Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang Tahun 2025
Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian Kelompok Ibu-Ibu Posyandu Peduli ASI (KIPAS) dalam mengoptimalkan pengolahan daun katuk menjadi Katuk SUM (Snack Ibu Menyusu) sebagai upaya peningkatan kualitas ASI dan pencegahan stunting pada balita. Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Deli Serdang. Upaya pencegahan stunting dapat dilakukan sejak dini melalui pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif dan dukungan gizi seimbang bagi ibu menyusui. Daun katuk dikenal sebagai salah satu tanaman lokal yang berkhasiat dalam meningkatkan produksi ASI, namun pemanfaatannya dalam bentuk olahan pangan masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Ibu-Ibu Posyandu Peduli ASI (KIPAS) dalam mengoptimalkan pengolahan katuk menjadi produk inovatif bernama SUM (Snack Ibu Menyusu) sebagai alternatif camilan sehat dan bergizi untuk mendukung kelancaran laktasi. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan keterampilan pengolahan pangan, pendampingan produksi, serta evaluasi tingkat pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu-ibu Posyandu mengenai pentingnya ASI eksklusif dan gizi ibu menyusui, serta keterampilan dalam mengolah daun katuk menjadi produk pangan yang bernilai tambah. Program ini diharapkan mampu mendukung kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal, meningkatkan kualitas gizi ibu menyusui, serta berkontribusi dalam pencegahan stunting di Desa Sekip Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdan
Implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya pada Rezti’s Batik Guna Mendukung Green Industry
Industri kerajinan batik telah lama ada di Kabupaten Jember. Salah satu batik ikon Jember adalah Batik Labako. Batik Labako merupakan batik yang memiliki corak daun tembakau. Salah satu UMKM yang memproduksi batik Labako yakni Rezti’s Batik. UMKM Rezti’s Batik beroperasi sejak akhir tahun 2012 dan sudah mendaftarkan merk ke Dirjen HKI pada tahun 2014. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah belum diterapkannya green industry dalam memproduksi produk, terutama jika dilakukan penambahan kapasitas produksi. Metode yang dilakukan adalah sosialisasi, perancangan dan pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), implementasi teknologi dan pelatihan, dan diskusi. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama delapan bulan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa PLTS telah terpasang dan telah dapat digunakan. Selain itu, mitra juga telah dapat mengoperasikan PLTS untuk kegiatan produksinya sehingga telah tercapai penerapan energi hijau pada lokasi mitra. Teknologi dryer room dapat meningkatkan produktifitas kain batik karena proses pengeringan kain batik dapat dilakukan kapan saja tanpa terhambat oleh kondisi cuaca. Dengan adanya dryer room ini jumlah peningkatan proses pengeringan batik mencapai 8 lembar kain per hari. Selain itu, mitra dapat menghemat pengeluaran untuk biaya listrik sekitar Rp 80.000,- per bulan.
Implementasi Smart Roaster Berbasis IoT dan Sistem Pencatatan Keuangan Digital pada UMKM Kopi Supri
Tujuan dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah menghadirkan solusi inovatif bagi UMKM Kopi Jempol Supri melalui penerapan Smart Roaster berbasis Internet of Things (IoT) dengan web monitoring serta Web Pencatatan Stok dan Laporan Keuangan. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah risiko kegosongan biji kopi akibat pengendalian suhu manual serta pencatatan stok dan keuangan yang masih dilakukan secara konvensional sehingga sering menimbulkan kesalahan. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kepada mitra, serta pengujian sistem dengan pendekatan partisipatif. Uji coba dilakukan pada sensor termokopel, sensor MQ-135, website Smart Roaster, dan Web Pencatatan Stok dan Laporan Keuangan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman mitra melalui perbandingan pretest dan posttest. Sensor termokopel membuktikan bahwa kopi mencapai kematangan optimal pada suhu 223–232 °C dengan durasi 80–110 menit, sedangkan sensor MQ-135 menghasilkan data asap yang progresif sesuai tahap roasting. Website Smart Roaster berjalan baik sesuai skenario blackbox testing, mampu menampilkan suhu dan asap secara real-time serta mengendalikan mesin dari jarak jauh. Web Pencatatan Stok dan Laporan Keuangan juga berfungsi optimal, terbukti melalui uji blackbox dan memperoleh skor 90,52% (sangat baik) berdasarkan ISO/IEC 25010 pada aspek functional suitability, performance efficiency, dan usability. Kesimpulannya, penerapan Smart Roaster IoT dan Web Pencatatan Stok dan Laporan Keuangan berhasil meningkatkan konsistensi mutu kopi, mengurangi kerugian produksi, serta mempercepat dan mengefisienkan pengelolaan administrasi pada UMKM Kopi Jempol Supri