Journal of Community Development
Not a member yet
415 research outputs found
Sort by
Peningkatan Efisiensi Produksi UMKM Kacang Telur SAFIA Kabupaten Jember Dengan Penerapan Semi Automatic Filling Machine
UMKM Kacang Telur SAFIA is one of the MSME initiated by the Chamber of Commerce and Industry (KADIN) Jember Regency for the export market exploration program. UMKM Kacang Telur SAFIA has problem in filling egg-coated nut into packaging which is still done manually, where packaging time becomes less efficient and is prone to measurement errors and deviation of the total weight of the product. The patner hope to improve production efficiency through innovation in filling egg-coated nut into packaging. The solution provided to overcome the obstacles faced by the partner is by introducing and training in filling egg-coated nut using the Semi Automatic Filling Machine. The implementation methods of this community service program include: surveys, problem formulation, discussions, preparation of training materials, making semi-automatic filling machines,, counseling and introduction to semi-automatic filling machines, training in filling egg-coated nut in packaging using semi-automatic filling machines, counseling on packaging design that appropriates quality standards, and evaluation. The results of the implementation of the community service program for the partner are: 1) There is an increase in the partner knowledge about how to fill egg-coated nut in packaging using a semi-automatic filling machine, 2) The time efficiency during filling of packaging is up to 2 times faster than manual packaging and the consistency of the weight of egg nut products, 3) the labor load is reduced compared to manual packaging and weighing
Desiminasi Uji Unjuk Kerja Alat Penyuling Air Mawar (Rose Water) Kepada Mahasiswa MBKM dan Teknisi Laboratorium
The main obstacle for rose farmers is the inability to maintain the freshness of the flowers, which quickly wilt and are thrown away after 3-5 days of harvest. Because innovation is needed to process rose flower waste into products with high selling value and become essential oils. The main problem in the machine tool design process, especially distillation machine tools, is that the process efficiency of the machine tool is not yet known. This has a big influence on the yield of essential oils obtained and is inefficient in using fuel. The aim of this program is to provide knowledge and skills to participants, namely 7 MBKM student participants and technicians from laboratories (agricultural machine tools and energy laboratories). The results of calculating the efficiency of the rose water distiller are as follows: (a) the efficiency of the distilling kettle vessel is 22.91%; (b) condenser efficiency of 77.08% and (c) total distiller efficiency of 17.66%. The recommendation that needs to be made is to increase the efficiency of the distilled kettle by providing an insulator along the distilled kettle
Rehabilitasi Lahan di Tefa Pembibitan (Nursery) Polije Melalui Aplikasi Pupuk Blotong Untuk Meningkatkan Karbon Organik dan Total Bakteri Tanah
The TEFA Nursery under the Department of Agricultural Production at Polije was initiated in 2020. From 1990 to 2024, the practice land at the TEFA Nursery has been intensively used for the cultivation of food and plantation crops, leading to a decline in soil fertility and reduced crop yields. This community service activity aims to improve soil fertility by increasing organic carbon levels and total soil bacteria. The activities were carried out from July to August 2024, with the following stages: (i) Coordination and preparation; (ii) Material socialization at the TEFA Nursery; (iii) Application of blotong fertilizer; (iv) Technical guidance on the use of dry soil testing devices; and (v) Monitoring and evaluation. These activities assisted TEFA Nursery managers in planning and maintaining cultivated plants with higher yields and better quality
Upaya PSDKU MIK Ngawi Dalam Pendirian Pusat Layanan Kesehatan Kampus 5 Polije Sebagai Rintisan Teaching Factory (Tefa)
PSDKU MIK Ngawi Regency was established since the enactment of Decree of the Minister of Education, Culture, Research and Technology of the Republic of Indonesia No. 161/D/OT/2023 dated 10 July 2023. Industry-based vocational education. Competency-based vocational education must be equipped with a teaching factory. Efforts are being made to support the achievement of PSDKU competency. MIK Ngawi plans to establish a teaching factory in the form of a health service facility/health clinic which is expected to become a practicum facility for MIK students. Community service activities will be carried out in 4 stages, namely identification of needs, preparation stage, implementation of activities, monitoring and evaluation stages. Problem solutions offered to partners include socializing the requirements for establishing a clinic, preparing a management structure for clinical services, fulfilling basic clinical health service facilities, and preparing SOPs for using equipment. Socialization of the requirements for establishing a clinic was carried out through FGD with the Head of Health Services, Ngawi Health Office. The results of the FGD include legal health services for an agency, at least in the form of a clinic, provided that the person in charge is a doctor who has a practice license and is supported by other health workers (nurses and midwives). The availability of health human resources at PSDKU MIK Ngawi includes nursing, midwifery and public health personnel, so there is a need for doctors to meet the requirements for establishing a clinic. After the clinic's organizational structure is formed, the next step is to register with DPMPTSP (Department of Investment and One-Stop Integrated Services) via online single submission (OSS). Suggestions for the need for medical personnel (doctors) to fulfill the requirements for establishing a clinic and fulfilling the clinic requirements documents refer to Minister of Health Regulation No. 14 of 2021 concerning Standards for Business Activities and Products in the Implementation of Risk-Based Business Licensing in the Health Sector
Meningkatkan Daya Saing Produk Kembang Ronce Melalui Pelatihan Penentuan Harga Jual dan Strategi Pemasaran Digital Bagi Ibu-Ibu di Kampung Pengambangan Banjarmasin
Kampung Pengambangan di Kota Banjarmasin dikenal sebagai salah satu sentral kerajinan tradisional, khususnya pembuatan kembang ronce. Produk ini memiliki nilai budaya dan potensi ekonomi tinggi, namun masih menghadapi beberapa kendala mendasar. Salah satunya adalah penetapan harga jual yang belum berbasis pada perhitungan biaya produksi (costing) yang tepat, serta keterbatasan dalam pemasaran yang masih dilakukan secara konvensional. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan kepada ibu-ibu pengrajin kembang ronce dalam menetapkan harga pokok produksi (HPP) yang sesuai, serta membekali mereka dengan strategi pemasaran digital agar mampu meningkatkan daya saing produk di pasar lokal maupun regional. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif. Hasil pelatihan menunjukkan sebanyak 80% peserta mampu menghitung HPP dengan benar menggunakan worksheet sederhana. Semua peserta berhasil membuat akun bisnis online dengan pendampingan, mampu mengunggah foto produk dengan teknik sederhana, dan sebagian besar berhasil menulis caption promosi yang menarik. Edukasi pemasaran digital juga memberikan keterampilan baru dalam penggunaan media sosial dan marketplace. Evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan, keterampilan, serta kepercayaan diri peserta dalam memasarkan produk secara online
Pembelajaran Psikoedukasi Persiapan Pernikahan: Merencanakan Pernikahan yang Bahagia
Psikoedukasi adalah proses pendidikan terstruktur yang menggabungkan penyampaian pengetahuan, pelatihan keterampilan, dan penguatan sikap untuk mencegah masalah sebelum berkembang ke arah yang tidak diinginkan atau meminimalisasi risiko. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta didik (taruni) mengenai kesiapan pernikahan, baik dari segi psikologis, finansial maupin fisik untuk merencanakan pernikahan yang bahagia. Psikoedukasi persiapan pernikahan: merencanakan pernikahan yang bahagia ini dilaksanakan penulis di Akademi Kepolisian Semarang dengan tujuan meningkatkan pemahaman peserta didik tentang persiapan pernikahan, baik dari segi psikologis, finansial maupun fisik. Metode yang digunakan adalah penyampaian materi secara interaktif dan diskusi aktif. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta didik terkait kesiapan menikah, terutama dalam mengidentifikasikan faktor yang perlu disiapkan sebelum menikah. Hal ini penting untuk meminimalisir dampak negatif yaitu perceraian yang makin marak terjadi. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam upaya memberikan pemahaman merencanakan pernikahan bahagia di Indonesia
Pemberdayaan Petani Dalam Memanfaatkan Limbah Organik Menjadi Pupuk Kompos
Sampah rumah tangga merupakan salah satu persoalan lingkungan serius di Indonesia yang belum tertangani secara optimal. Permasalahan ini diperburuk oleh kurangnya pengetahuan masyarakat dalam memilih dan mengelola sampah, khususnya sampah organik yang sebenarnya dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos. Di Desa Wangunjaya, Kabupaten Cianjur, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri mengingat mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani, namun penggunaan pupuk organik masih sangat minim dan petani masih ketergantungan terhadap pupuk kimia secara berlebih. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani dalam mengelola sampah rumah tangga atau sampah organik menjadi pupuk kompos melalu program pemberdayaan berbasis sosialisasi dan demonstrasi pembuatan alat komposter sederhana. Kegiatan ini berlangsung selama 3 minggu dan melibatkan 30 petani. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara dan observasi. Proses pembuatan komposter dilakukan menggunakan bahan-bahan sederhana seperti ember bekas, ban dalam bekas, dan goni kasar, serta bahan-bahan organik. Hasil dari kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman petani terhadap pentingnya pengelolaan sampah organik dan manfaat penggunaan pupuk kompos. Selain dapat mengurangi volume sampah, program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen, meningkatkan nilai jual petani, kualitas tanah, dan mengurangi biaya pertanian. Dengan demikian, program ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan pelestarian lingkungan di Desa Wangunjay
Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Kecamatan Tlogowungu dengan Diversifikasi Olahan Belimbing Wuluh “Kurma Analog”
Wilayah Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati memiliki potensi pada sektor Perkebunan yang tinggi. Salah satu hasil kebun yang melimpah yakni Belimbing Wuluh. Saat ini masyarakat hanya memanfaatkan belimbing wuluh sebagai campuran bahan masakan. Hal ini menyebabkan banyaknya belimbing wuluh yang tidak termanfaatkan sehingga membusuk. Pelaksanaan program pemberdayaan Ibu Rumah Tangga dilakukan dengan menerapkan teknik Training of Trainer (TOT). pada pelaksanaan kegiatan diikuti oleh 10 orang Ibu Rumah Tangga yang terdiri dari 5 Desa dari Kecamatan Tlogowungu. Teknik pelaksanaan kegiatan pemberdayaan meliputi ceramah, tanya jawab, diskusi, praktek oleh peserta, dan kegiatan pendampingan. Melalui kegiatan pemberdayaan ini Ibu Rumah Tangga mampu mempraktekkan cara membuat kurma analog belimbing wuluh. Selain itu, juga mampu membuat brand dan kemasan menarik serta promosi pada media sosial seperti Whatshapp, Instagram dan Tiktok. Kegiatan pemberdayaan ini dibutuhkan keberlanjutan program agar potensi kurma analog dapat lebih luas pada aspek produksi, keuangan, dan pemasaran
Penguatan Kapasitas Sosial dan Pendampingan Kewirausahaan Anggota Koperasi Merah Putih Kota Palangka Raya melalui Pelatihan Pengolahan Abon Ikan Gabus
Koperasi Merah Putih merupakan program strategis nasional yang diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya kapasitas organisasi dan kepemimpinan sosial pengurus, terbatasnya keterampilan pengolahan produk ikan, serta belum adanya produk unggulan bernilai tambah yang dapat dikembangkan sebagai usaha koperasi. Kegiatan pengabdian ini merespons masalah tersebut melalui pelatihan terpadu pengolahan abon ikan gabus yang dikombinasikan dengan penguatan kapasitas sosial, pelatihan desain logo dan kemasan, pemasaran digital berbasis media sosial, serta sosialisasi sertifikasi halal. Intervensi dilaksanakan bersama 40 peserta yang terdiri atas 15 anggota koperasi, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Output utama kegiatan meliputi terbentuknya kelompok belajar usaha abon, produk abon ikan gabus siap jual sebanyak [N_kemasan] kemasan (@ [berat_gram] gram), serta peningkatan rata-rata skor pemahaman teknis dari [skor_pre] menjadi [skor_post]. Secara substantif, kegiatan ini berdampak pada penguatan kapasitas sosial anggota koperasi, meningkatnya kepercayaan diri untuk memulai usaha rumah tangga, serta posisi koperasi sebagai pusat pembelajaran kewirausahaan lokal. Program ini sekaligus mendukung pencapaian SDG 2 (Zero Hunger) melalui pemanfaatan sumber daya pangan lokal, dan SDG 5 (Gender Equality) melalui keterlibatan aktif perempuan dalam rantai produksi dan pengelolaan usaha koperasi
Dari Pekarangan ke Pasar: Pemberdayaan Ibu PKK Kalampangan melalui Inovasi Jamu Serbuk Berbasis Tanaman Obat Keluarga
Program pengabdian ini merupakan sarana untuk memajukan ibu-ibu PKK di Desa Kalampangan khususnya pada Pelatihan tentang ekstraksi tanaman obat keluarga bubuk herbal (TOGA). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kembali nilai budaya lokal dengan menggunakan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai live pharmacy yang tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan keluarga namun juga memiliki nilai ekonomi. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dengan pendekatan partisipatif dan berbasis pemberdayaan, melalui pelibatan ibu-ibu PKK Desa Kalampangan sebagai subjek utama. Metode ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, kemandirian ekonomi, dan ketrampilan. Rangkaian kegiatan dalam pengabdian ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu Pemberian edukasi manfaat TOGA (Tanaman Obat Keluarga), serta praktik pengolahan jamu. Kegiatan ini melibatkan Dosen, Pelatih profesional (Fasilitator), Mahasiswa, dan Pemangku Kepentingan Desa yang berpartisipasi dengan hasil yang diwujudkan dalam video kegiatan, publikasi online, dan pendaftaran kekayaan intelektual. Program kegiatan pemberdayaan ini mendukung SDGS 2 (Tanpa Kelaparan) dan SDGS 5 (Kesetaraan Gender). Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap IKU 3 yaitu keikutsertaan Dosen dalam kegiatan di luar kampus bersama masyarakat. Pelatihan ini juga dilandasi oleh lintas keilmuan, yaitu: antropologi kesehatan untuk mengetahui budaya TOGA yang dipraktikkan, komunikasi sosiologi untuk menyusun strategi penyuluhan yang lebih efektif dan efisien, manajemen pemasaran untuk mengembangkan strategi pendistribusian dan promosi produk; administrasi dalam proses legalitas dan penerapan sertifikasi halal. Melalui pendekatan holistik ini, Ibu PKK Kalampangan diharapkan mampu mendapatkan kapabilitas dalam mempelajari hal-hal baru dan pemberdayaan ekonomi, juga membuka peluang usaha yang berkelanjutan dengan menghasilkan produk yang berkualitas (bersih dan higienis) dan mudah dijual di pasaran