Journal of Community Development
Not a member yet
415 research outputs found
Sort by
PKM Pendampingan Kader Posyandu melalui Aplikasi POSDEM untuk Meningkatkan Fasilitas, Pelayanan, dan Kesehatan pada Masyarakat Desa Sentol Daya
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader posyandu melalui penerapan teknologi digital dalam bentuk aplikasi POSDEM (Posyandu Sehat Diabetes Melitus) di Desa Sentol Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep. Program ini dilaksanakan dengan latar belakang permasalahan yang dihadapi kader posyandu, yaitu masih digunakannya sistem pencatatan manual, rendahnya kedisiplinan pasien dalam mengonsumsi obat, serta kurangnya media edukasi digital untuk penyakit kronis seperti Diabetes Melitus. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi lima tahap utama, yaitu: (1) tahap persiapan dan pertemuan awal, (2) tahap sosialisasi dan pelatihan penggunaan aplikasi, (3) tahap implementasi lapangan, (4) tahap monitoring dan evaluasi, serta (5) tahap keberlanjutan program. Aplikasi POSDEM dirancang dengan fitur pencatatan kadar gula darah (GDA) dan tekanan darah (tensi), pengingat minum obat, serta e-modul video senam dan artikel kesehatan seputar DM. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan terhadap kemampuan kader posyandu dalam mengoperasikan teknologi digital. Sebanyak 80% kader mampu menggunakan aplikasi POSDEM secara mandiri dalam kegiatan pelayanan kesehatan rutin. Fitur pengingat obat dan edukasi digital terbukti meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan dan mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup sehat. Program ini juga berdampak positif terhadap produktivitas kader, efektivitas pelayanan, dan kemandirian masyarakat dalam pengelolaan kesehatan. Dengan demikian, penerapan aplikasi POSDEM dinilai relevan, bermanfaat, dan berpotensi untuk direplikasi di posyandu lain. Ke depan, kegiatan ini akan dilanjutkan melalui pelatihan kader baru, pengembangan fitur aplikasi, serta integrasi data dengan puskesmas sebagai bentuk keberlanjutan program
Sosialisasi Perancangan Sistem Monitoring Data Automatic Meter Reading (AMR) Berbasis Website Pelaporan Secara Terintegrasi Pada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan Jambi dan Bengkulu (UID S2JB)
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di PT PLN (Persero) UID S2JB, sebagai respons terhadap kebutuhan mitra dalam meningkatkan efisiensi pengolahan data yang sebelumnya dilakukan secara manual menggunakan perangkat lokal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dikembangkan sebuah aplikasi informasi dan pengolahan data berbasis website. Tujuan Sosialisasi Pengembangan Perancangan ini adalah untuk mengembangkan dan mengenalkan Sistem Monitoring Data Automatic Meter Reading (AMR) Berbasis Website untuk Mendukung Pelaporan Secara Terintegrasi pada PT PLN (Persero) UID S2JB, dengan tujuan untuk memahami proses kerja pemantauan jaringan serta merancang sebuah Sistem Monitoring Data Automatic Meter Reading (AMR) berbasis website yang mendukung efisiensi pengumpulan, pemantauan, dan pelaporan data secara terintegrasi melalui teknologi berbasis website yang memastikan aksesibilitas data cepat dan akurat, hingga menghasilkan sistem real-time yang mampu menampilkan data AMR secara terstruktur guna membantu pemantauan perangkat meteran listrik pelanggan, dan laporan ini mencakup seluruh proses mulai dari analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi awal, hingga tantangan teknis yang dihadapi selama pelaksanaannya
Pelatihan Manajemen Inklusif dan Pengelolaan Merek bagi Anggota Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia
Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kota Bekasi memiliki sekitar 24 anggota aktif dengan latar belakang dan ragam disabilitas, menghadapi berbagai kendala dalam upaya pemberdayaan ekonomi anggotanya. Salah satu masalah utama adalah keterbatasan akses terhadap pelatihan kewirausahaan dan keterampilan yang inklusif, sehingga banyak anggota kesulitan mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan untuk berbisnis. Stigma dan diskriminasi sosial juga turut memperparah situasi, mengurangi kepercayaan diri dan peluang bisnis mereka. Di sisi lain, kurangnya pendampingan bisnis yang berkelanjutan menyebabkan kesulitan dalam pengelolaan usaha, pemasaran, dan pengembangan jejaring. Masalah lain yang tak kalah penting adalah lemahnya branding produk, seperti ketiadaan logo yang konsisten, kemasan yang kurang menarik, dan strategi promosi yang tidak terencana, sehingga produk mereka sulit bersaing di pasar. Permasalahan tersebut mengarahkan tim pengabdian untuk memberikan solusi terpadu berupa pelatihan dan pendampingan manajemen inklusif dan pengelolaan merek selama 3 bulan. Tahapan awal yaitu dilakukan sosialisasi, kemudian pelatihan, penerapan teknologi, tahapan pendampingan sampai dengan evaluasi kegiatan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas 15 anggota HWDI yang bersedia berpartisipasi dalam dua bidang utama, yaitu manajemen usaha dan branding produk. Hasil kegiatan menunjukkan seluruh indikator utama tercapai 100%, seperti peserta memiliki pembagian tugas yang jelas, mampu memcatat keuangan secara rutin, mampu membuat desain dan logo usaha secara mandiri, dan mampu menyampaikan pesain inklusi melalui desain. Program ini mendapat respon positif dari anggota HDWI dan mereka berharap ada pendampingan berkelanjutan
Peningkatan Kemandirian Petani Padi Melalui Pelatihan Pengelolaan Hasil Panen dan Keuangan Keluarga
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga petani padi di Desa Engkersik melalui pelatihan manajemen keuangan keluarga berbasis kewirausahaan. Sebagian besar petani di desa ini masih menerapkan pola pertanian subsisten dan belum memiliki kebiasaan menyusun perencanaan keuangan rumah tangga. Pelatihan dilakukan satu hari dengan metode ceramah, diskusi, dan praktik langsung. Peserta belajar membuat pencatatan keuangan sederhana, mengelompokkan pengeluaran, serta menyusun rencana keuangan keluarga. Kegiatan juga menanamkan nilai kewirausahaan agar peserta mampu melihat peluang ekonomi dari aktivitas pertanian yang selama ini hanya untuk konsumsi. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai literasi keuangan dan kemampuan menyusun buku kas sederhana. Peserta mulai mampu mengenali potensi ekonomi dari hasil pertanian serta memahami pentingnya tabungan, dana darurat, dan pengeluaran produktif. Kegiatan ini memberikan dampak awal berupa meningkatnya kesadaran finansial dan kemampuan mengelola pendapatan rumah tangga secara lebih terarah sebagai fondasi kemandirian ekonomi keluarga petani
Promosi Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak TK Kemala Bhayangkari 41 Kota Kediri
Kesehatan gigi dan mulut pada anak usia dini, yaitu 4-6 tahun di Indonesia, khususnya Jawa Timur, masih menjadi masalah utama dengan prevalensi karies gigi mencapai 77,7% pada usia 3-4 tahun berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, yang dipengaruhi pola makan tinggi gula dan kebiasaan menyikat gigi yang salah. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi efektivitas penyuluhan kesehatan gigi dan mulut di TK Kemala Bhayangkari 41 Kota Kediri. Metode penyuluhan meliputi ceramah interaktif menggunakan poster, demonstrasi menyikat gigi dengan model phantom, permainan edukatif, skrining gigi, praktik menyikat gigi bersama, serta pre-test dan post-test. Sebanyak 20 anak yang mengikuti kegiatan penyuluhan ini. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator pengetahuan, ditandai dengan meningkatnya persentase jawaban benar pada post-test dan peningkatan nilai rata-rata. Anak menunjukkan antusiasme tinggi, mampu menirukan teknik menyikat gigi secara berurutan, dan memahami waktu menyikat gigi yang tepat serta pilihan makanan sehat. Temuan ini sejalan dengan kegiatan sebelumnya yang menunjukkan bahwa metode demonstratif dan interaktif mampu meningkatkan perilaku kebersihan gigi pada anak usia dini. Secara keseluruhan, pendekatan multi-metode terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan perilaku kesehatan gigi, dan direkomendasikan diterapkan secara rutin sebagai upaya promotif-preventif untuk mengurangi prevalensi karies sejak dini
Penyuluhan Kesehatan Gigi Berbasis Media Digital: Dampak Terhadap Skor OHI-S dan DMFT Anak TK The Naff School Kota Kediri
Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada anak usia dini sangat penting untuk mengurangi prevalensi karies gigi yang semakin meningkat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak penyuluhan berbasis media digital terhadap skor OHI-S (Oral Hygiene Index – Simplified) dan indeks DMFT (Decayed, Missing, Filled Teeth) pada anak-anak TK The Naff School Kota Kediri. Metode yang digunakan adalah penyuluhan menggunakan media video animasi dan e-saku gigi yang disampaikan melalui ceramah, demonstrasi, dan evaluasi interaktif. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada Selasa, 28 Oktober 2025, dengan melibatkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Kadiri, guru, dan dosen sekaligus dokter gigi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan dan kemampuan anak setelah intervensi, tercermin dari perbaikan nilai post-test serta meningkatnya kemampuan anak dalam meniru teknik menyikat gigi dengan benar. Selain itu, analisis statistik menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara skor OHI-S dan DMFT (ρ = 0.42; p < 0.001), yang berarti semakin buruk kebersihan gigi, semakin tinggi tingkat keparahan karies. Temuan ini memperkuat bahwa pendekatan edukasi interaktif berbasis media digital efektif dalam membentuk perilaku menjaga kebersihan gigi pada anak usia dini. Selain itu, skor OHI-S dan DMFT menunjukkan perbaikan, yang menunjukkan keberhasilan metode penyuluhan dalam meningkatkan kesadaran dan kebiasaan merawat gigi anak-anak
Implementasi Strategi Distribusi Informasi Publik Dalam Website Kementerian Kesehatan RI
Implementasi strategi distribusi informasi publik merupakan elemen penting dalam mendukung keterbukaan, transparansi, dan efektivitas layanan pemerintah digital. Kemenkes RI memanfaatkan website resmi sebagai media utama untuk menyampaikan kebijakan, program, edukasi, dan layanan kesehatan. Penelitian ini menganalisis tahapan perencanaan, produksi, verifikasi, publikasi, dan evaluasi informasi melalui metode deskriptif kualitatif berbasis observasi PKL, pendekatan fenomenologis, serta analisis data primer dan sekunder.Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi informasi masih berorientasi pada komunikasi satu arah dengan penekanan pada akurasi dan verifikasi konten. Website berfungsi sebagai instrumen e-government yang meningkatkan aksesibilitas dan transparansi, meskipun ruang interaksi publik masih terbatas. Timker Strakom KIE berperan penting dalam menjaga kredibilitas dan mencegah disinformasi. Secara keseluruhan, implementasi strategi distribusi informasi pada website pemerintah
Program Revitalisasi Karakter Anak Usia Dini melalui Inovasi Digital ICE dan Pembelajaran Berbasis Kearifan Budaya di KB–TK Talenta Semarang
Program Revitalisasi Karakter Anak Usia Dini melalui Inovasi Digital ICE dan Pembelajaran Berbasis Kearifan Budaya di KB–TK Talenta Semarang bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dalam proses pembelajaran karakter anak usia dini. Dengan memanfaatkan teknologi digital, program ini mengedepankan pendekatan Inovasi Cerdas dan Edukatif (ICE) yang menggabungkan metode pembelajaran berbasis media digital dan kearifan budaya lokal, seperti cerita rakyat, adat istiadat, dan tradisi setempat. Pendekatan ini diharapkan dapat mengembangkan karakter anak yang lebih kuat, berintegritas, dan menghargai nilai-nilai budaya yang ada di masyarakat. Melalui penerapan pembelajaran berbasis digital, anak-anak di KB–TK Talenta Semarang diberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan materi ajar yang interaktif dan menarik, yang dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap pentingnya karakter dan budaya lokal dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, program ini tidak hanya berfokus pada pengembangan kognitif anak, tetapi juga pada pembentukan karakter yang berbasis pada nilai-nilai yang luhur dan relevan dengan kehidupan sosial budaya mereka. Evaluasi dari program ini menunjukkan dampak positif dalam peningkatan karakter anak dan pemahaman budaya local
Scale Up UMKM melalui Pendampingan Pemasaran Digital Berbasis Media Sosial dan E-Commerce
Keterbatasan literasi digital merupakan hambatan utama peningkatan skala usaha (scale-up) UMKM di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model pendampingan pemasaran digital berbasis media sosial dan e-commerce pada 20 UMKM kuliner dan kriya di Bekasi melalui pendekatan handholding intensif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan literasi digital peserta sebesar 78% dan kenaikan rata-rata omzet penjualan sebesar 42% selama tiga bulan masa intervensi. Seluruh mitra (100%) berhasil mengintegrasikan Instagram, TikTok, Shopee, dan Tokopedia sebagai kanal pemasaran dan transaksi utama. Disimpulkan bahwa pendampingan langsung secara berkelanjutan jauh lebih efektif dibandingkan pelatihan teoretis singkat dalam menjamin keberlanjutan transformasi digital UMKM. Program ini merekomendasikan replikasi model pendampingan serupa guna mengakselerasi ekonomi mikro di tingkat lokal
Pemberdayaan UMKM Melalui Pemanfaatan Oven Listrik untuk Peningkatan Kualitas dan Kapasitas Produksi
UMKM Jayasampurna merupakan usaha mikro yang bergerak di bidang produksi kue dan roti rumahan dengan kendala utama berupa keterbatasan kapasitas produksi dan inkonsistensi mutu akibat penggunaan oven gas konvensional. Suhu yang tidak stabil menyebabkan produk sering gosong atau kurang matang, waktu produksi lama, dan pesanan dalam jumlah besar sulit dipenuhi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi, konsistensi kualitas produk, serta kinerja manajerial UMKM melalui penerapan teknologi tepat guna berupa oven listrik 600 W yang disertai pelatihan manajemen usaha dan pemasaran digital. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis dan manajerial, penerapan teknologi, serta pendampingan dan evaluasi selama enam bulan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi sebesar 62%, penurunan tingkat kegagalan produk dari 18% menjadi 5%, serta peningkatan omzet sebesar 27%. Mitra juga mulai menerapkan pencatatan keuangan sederhana dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran. Penerapan teknologi oven listrik terbukti meningkatkan efisiensi produksi, konsistensi mutu, serta daya saing UMKM