Journal of Community Development
Not a member yet
415 research outputs found
Sort by
Perbaikan Teknologi Proses dan Manajemen di UKM Smish Cake Kabupaten Jember
Small micro and enterprises (SMEs) are an important part of improving the people's economy, one of the SMEs that produces various types of cakes or snacks including sweet bread, banana bread and cakes is SME SMISH Sempolan Village, Silo District, Jember Regency. In the production process, SMISH SME had problems regarding the production capacity and quality of sweet bread and banana bread products which are still low, and they do not yet have P-IRT. Based on this, community empowerment service (PPM) was carried out with the following objectives: (1). Improving process technology to increase production capacity and bread quality. (2) improve production management. The method of community service activities includes the stages of observation, coordination, counseling on improving processing technology; improving production management with counseling and training on GMP and SSOP in implementation during production. After carrying out the dedication process, it can be shown that SME SMISH CAKE has made improvements in the quality of sweet bread and banana bread to be better, production capacity has increased by around 30-35%, increased knowledge of GMP, SSOP and production management, increased marketing reach and can sell online and get P-IRT production permit
Sosialisasi Perlindungan Hukum Hak Kekayaan Intelektual Pada UMKM Desa Balo Bone
The purpose of this community service activity is to facilitate a comprehensive understanding of the legal protection of Intellectual Property Rights (IPR) among Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Balo Bone Village. This socialization was motivated by the lack of awareness and understanding of MSME actors of the importance of IPR protection in protecting their products, trademarks, and innovations from the threat of infringement. The method used consisted of interactive counseling, group discussions, and simulations of IPR registration through official government platforms. The results of this activity show that participants' understanding of the concept of intellectual property rights (IPR), the benefits of legal protection, and the technical procedures associated with IPR registration has increased. The increase in participants' understanding of Intellectual Property Rights (IPR) reached an average of 43%. Indicators of improvement include an understanding of the concept of IPR which increased by 30%, the benefits of IPR protection increased by 45%, and the technical procedures for IPR registration increased by 55%. Evaluation was carried out through pre-test, post-test, and interactive simulation. These results demonstrate the effectiveness of the socialization in increasing participants' awareness and understanding, supporting them to protect their innovations and business brands independently. It is expected that this activity will enable MSMEs in Balo Bone Village to effectively utilize intellectual property rights (IPR) protection to ensure the sustainability and competitiveness of their enterprises in local and global markets
Penguatan Literasi Digital Orang Tua Berbasis Nilai Islam: Model Pengasuhan Inklusif di Era Society 5.0 (Studi Kasus LKSA Ar-Ridlo Peterongan Jombang)
Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital orang tua di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Ar-Ridlo Peterongan Jombang melalui pendekatan intervensi hibrida berbasis nilai Islam. Program ini dirancang sebagai respons terhadap tantangan pengasuhan di era Society 5.0, di mana integrasi teknologi dan kehidupan manusia menuntut kompetensi baru dari para orang tua. Banyak orang tua, terutama yang tergolong digital immigrant, mengalami kesulitan dalam memahami dan mengelola perangkat digital yang digunakan anak-anak mereka. Untuk mengatasi tantangan tersebut, diterapkan model intervensi hibrida berbasis Community-Based Participatory Action Research (CBPAR) yang menggabungkan pelatihan tatap muka dan pendampingan komunitas daring. Intervensi mencakup lokakarya literasi digital, pendampingan psikoedukatif, serta penggunaan modul Parenting Digital Islami. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman orang tua terkait fitur kontrol perangkat, pengaturan waktu layar, dan kesadaran terhadap risiko digital. Orang tua juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam mendampingi anak di dunia digital, yang mendorong pergeseran pola pengasuhan ke arah yang lebih proaktif dan komunikatif. Observasi kualitatif menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan relevan dan bermanfaat, khususnya karena integrasi nilai-nilai Islam seperti tauhid, kasih sayang, dan tanggung jawab. Program ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif berbasis nilai dapat secara efektif memberdayakan keluarga dalam menghadapi kompleksitas era digital dan layak direplikasi di komunitas dengan karakteristik serupa
Peningkatan Keterampilan UMKM Rahmad Handycraft melalui Implementasi Aplikasi Keuangan Berbasis Mobile dan Pengolahan Limbah
Pada kegiatan pengabdian ini memiliki mitra sasaran yakni Rahmad Handycraft yang berlokasi di Balung Kulon, Jember. Rahmad Handycraft bergerak dalam bidang produksi kerajinan kayu. Probelmatikan yang dihadapi oleh mitra adalaha terkait manajemen usaha dan pengolahan limbah. Mitra belum memiliki pencatatan keuangan sehinggga kesulitan dalam mengetahui posisi keuangan di UMKM Rahmad Handycraft. Di sisi lain, setiap kali produksi UMKM tersebut juga menghasilkan limbah yakni limbah kulit sapi. Limbah ini berpotensi menimbukan polusi lingkungan. Oleh karena itu, dari kegiatan pengabdian ini akan dilakukan beberapa tahapan untuk menyelesaikan permasalahan mitra yakni dimulai dengan survei, pembuatan aplikasi keuangan, pelatihan aplikasi keuangan dan pengolahan limbah, serta diskusi. Target dari kegiatan ini adalah mitra mampu mengoperasikan aplikasi keuangan berbasis android dalam mencatat keuangan dan mengolah limbah kulit menjadi kerupuk rambak. Hal ini dapat meningkatkan penerimaan dari UMKM Rahmad Handycraft
Edukasi Pelaporan SPT Tahunan Berbasis Core Tax Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada wajib pajak orang pribadi, untuk meningkatkan pemahaman mengenai sistem perpajakan Core Tax yang baru diimplementasikan serta untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak orang pribadi akan kewajiban untuk menyampaikan SPT tahunannya. Kegiatan ini dilangsungkan melalui webinar dengan menggunakan pendekatan ceramah dan diskusi. Efektivitas kegiatan pengabdian masyarakat ini diukur menggunakan pre-test dan post-test untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan persepsi partisipan sebelum dan sesudah mengikuti webinar. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan dan persepsi partisipan mengenai sistem pelaporan pajak dan Core Tax. Dengan demikian, kegiatan PKM ini dinilai telah memberikan manfaat nyata dalam mendukung tujuan modernisasi administrasi perpajakan melalui implementasi Core Tax, sekaligus mendorong peningkatan kepatuhan wajib pajak orang pribadi dalam menyampaikan SPT Tahunan
Program Penguatan Kesejahteraan melalui Peningkatan Pengetahuan Pencegahan Bullying dan NAPZA
Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa MTs Kebunrejo Genteng, Banyuwangi mengenai pencegahan perilaku bullying dan bahaya NAPZA melalui intervensi psikoedukasi. Remaja di lingkungan pesantren rentan terhadap permasalahan psikososial seperti perundungan dan penyalahgunaan NAPZA. Metode pelaksanaan meliputi presentasi materi, diskusi, studi kasus, dan praktik pembuatan poster edukasi yang diikuti oleh 56 siswa. Efektivitas program diukur menggunakan instrumen pretes-postes yang dianalisis dengan uji statistik paired sample t-test dan Wilcoxon signed-rank test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan keseluruhan yang signifikan (t(55) = -2,46; p < 0,01; d = -0,32), meskipun dengan efek yang tergolong kecil (d = -0,32). Program ini menyimpulkan bahwa pendekatan psikoedukasi efektif untuk materi faktual seperti NAPZA, namun membutuhkan strategi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan untuk mengatasi kompleksitas pencegahan perilaku bullying. Respon peserta terhadap program secara keseluruhan berada pada kategori puas. Rekomendasi untuk intervensi serupa di masa depan adalah pengembangan program yang lebih diferensiatif sesuai dengan karakteristik masing-masing permasalahan
Partisipasi Kelompok Wanita Tani (KWT) “Bukit Mawar” Terhadap Ketahanan Pangan Rumah Tangga: Studi Di Desa Bukit Lembah Subur Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk partisipasi KWT “Bukit Mawar” dalam mewujudkan ketahanan pangan rumah tangga serta faktor yang memengaruhi partisipasi tersebut di Desa Bukit Lembah Subur Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan, menggunakan teori pilihan rasional Coleman dan teori tindakan sosial Weber. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan teknik sensus, dimana seluruh kepengurusan KWT “Bukit Mawar” sebanyak 30 orang dijadikan responden penelitian, melalui observasi, kuesioner, serta dokumentasi, dan diolah menggunakan SPSS 25. Hasilnya menunjukkan bahwa anggota KWT “Bukit Mawar” di Desa Bukit Lembah Subur, aktif berpartisipasi dalam berbagai tahap kegiatan kelompok. Partisipasi anggota KWT dalam tahap perencanaan berada pada kategori sedang dengan skor (436). Pada tahap pelaksanaan mendapat skor (464), tahap menikmati hasil menunjukkan skor (494), dan pada tahap evaluasi menghasilkan skor (464) dengan kategori tinggi. Faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi meliputi pengetahuan dengan skor (487), penghasilan pada skor (467), dan lama menetap pada skor (479), berada pada kategori tinggi. Pada faktor pendidikan dan pekerjaan berada pada kategori sedang dengan skor (446) dan (434). Secara keseluruhan, penelitian menggarisbawahi pentingnya pemberdayaan anggota melalui peningkatan pada pengetahuan, pengelolaan waktu, dan pemberdayaan ekonomi untuk memperkuat partisipasi KWT “Bukit Mawar” dalam mewujudkan ketahanan pangan rumah tangga melalui pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan lokal yang cukup, layak, bebas dari bahan atau zat berbahaya, dan terjangkau sebagaimana konsep ketahanan pangan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 tentang pangan. Kesimpulannya, keterlibatan anggta KWT “Bukit Mawar” sangat signifikan dalam meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga melalui pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan lokal. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan sosialisasi dan pembinaan agar peran KWT lebih optimal dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan strategi pemberdayaan Kelompok Wanita Tani untuk mewujudkan ketahanan pangan rumah tangga yang lebih baik
Penguatan Literasi Hukum Syari’ah terhadap Bahaya Narkoba bagi Generasi Z di Desa Bedengung, Kecamatan Payung
Penyalahgunaan narkoba di kalangan Generasi Z di Desa Bedengung, Kecamatan Payung, telah menjadi masalah serius yang mempengaruhi kesehatan mental, sosial, dan stabilitas hukum mereka. Minimnya tingkat literasi hukum syari’ah mengenai narkoba dan larangan serta ancaman hukum yang terkait menyebabkan kurang kesadaran akan bahaya dari sudut pandang hukum dan agama. Program pengabdian pada masyarakat ini bertujuan membantu mengurangi permasalahan ini dengan cara meningkatkan literasi hukum syari’ah melalui metode edukasi, partisipasi, dan nilai-nilai Islam yang baik. Metode pelaksanaan program ini antara lain ceramah interaktif, pendampingan kelompok dan penyuluhan digital. Hasil dari program ini menunjukkan pemahaman materi mengenai hukum syari’ah yang signifikan meningkat. Semula pada saat pre-test, 80% peserta hanya mengetahui sanksi pidana positif (penjara), namun setelah post-test dilakukan, hasil menunjukkan 75% peserta mampu menjelaskan minimal dua jenis sanksi syari'ah dengan tepat. Adapun dampak program PKM ini tidak terbatas pada transfer pengetahuan saja, tetapi secara nyata mengubah keyakinan dan praktik sehari-hari. Selain itu, program ini dapat diadopsi menjadi program unggulan Desa Bedengung dan peserta dapat dibentuk menjadi tim inti sebagai pelopor untuk melakukan edukasi rutin melalui akun media sosial desa
Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Media Pembelajaran Berbasis Assemblr Edu di Era Digital
Era digital menuntut guru menguasai media pembelajaran berbasis teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang inovatif dan efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru SMA Negeri 28 Batam dalam menggunakan media pembelajaran berbasis Assemblr Edu, sebuah platform Augmented Reality (AR) untuk pembelajaran interaktif. Metode pelaksanaan meliputi Empat tahapan: perencanaan (analisis kebutuhan dan pre-test), pelaksanaan (ceramah, demonstrasi, dan praktik), pendampingan (bimbingan pembuatan media), dan evaluasi (Post-Test dan analisis dampak). Kegiatan diikuti oleh 25 orang guru dengan menggunakan instrumen angket yang mengukur enam indikator kompetensi melalui Tingkat Capaian Responden (TCR). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dengan rata-rata TCR meningkat dari 73,47% (kategori Baik) menjadi 87,67% (kategori Sangat Baik), mencapai peningkatan 19,33%. Analisis efektivitas menggunakan metode N-Gain menghasilkan nilai 0,535 (kategori Sedang), menunjukkan pelatihan memberikan efektivitas yang cukup baik dalam meningkatkan kompetensi guru. Peningkatan tertinggi terjadi pada indikator Pemahaman Aplikasi Assemblr Edu sebesar 36,97%. Dampak positif terlihat pada kualitas pembelajaran di kelas dengan meningkatnya antusiasme dan pemahaman siswa terhadap materi. Disimpulkan bahwa pelatihan berbasis Assemblr Edu berhasil meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi AR ke dalam pembelajaran di era digital
Nilai Kepemimpinan Edukatif Ki Hajar Dewantara Dalam Perspektif Tafsir Ibn Kathir atas Surat Ali Imran:159
Ki Hajar Dewantara, as the Father of Indonesian Education, inherited the philosophy of educational leadership known as "Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani". In the Qur'an, Surah Ali Imran verse 159, interpreted by Ibn Kathir, a leader must have a gentle attitude, consult, forgive and not be hard-hearted. Educators in this context are teachers, leaders in the learning process in the classroom who will lead their students to achieve the National Education Goals. These two values are interrelated and need to be actualized in education in Indonesia. Using a qualitative research method with a content analysis approach to analyze and interpret texts from two different sources. Previous research only focused on one theme, there has been no research that integrates the 3 pillars of Ki Hajar Dewantara's Education with Ibn Kathir's interpretation of QS. Ali Imran verse 159. The purpose of this study is to synthesize the educational leadership values of Ki Hajar Dewantara in relation to QS. Ali Imran verse 159 using the interpretation of Ibn Kathir. The theoretical and practical benefits of this study are to provide new knowledge for teachers on how to correlate Ki Hajar Dewantara's philosophy with the characteristics contained in QS. Ali Imran verse 159 when becoming a learning leader in the classroom. The synthesis of the two sources is Ing Ngarso Sung Tuladha with a gentle and non-violent attitude, Ing Madya Mangun Karsa with deliberation or discussion, and Tut Wuri Handayani with a forgiving attitude. The Indonesian education system needs to strengthen aspects of character and ethical values in addressing social problems and violence. This is important to support the formation of an empathetic and responsible young generatio