Journal of Community Development
Not a member yet
415 research outputs found
Sort by
Bank Sampah sebagai Media Edukasi Lingkungan Laut untuk Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Sungsang
Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab permasalahan pencemaran sampah di wilayah pesisir Sungsang, Banyuasin, yang selama ini belum memiliki sistem pengelolaan sampah yang terorganisir. Rendahnya kesadaran masyarakat, tingginya sampah anorganik yang masuk ke laut, serta belum adanya lembaga pengelola sampah menjadi isu utama yang perlu diatasi. Kegiatan dilakukan melalui pendekatan edukasi, pembentukan kelembagaan bank sampah, pelatihan daur ulang, dan digitalisasi pencatatan sampah. Program ini melibatkan 31 orang peserta yang terdiri dari perangkat desa, kelompok ibu rumah tangga, pemuda, dan komunitas nelayan. Hasil analisis SWOT menunjukkan potensi besar bagi pertumbuhan program melalui penguatan kesadaran lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Solusi utama yang diterapkan meliputi: Edukasi lingkungan laut, untuk meningkatkan literasi dan perubahan perilaku masyarakat yang ditunjukkan oleh peningkatan tingkat pemahaman peserta hingga ≥80% berdasarkan hasil pre-test dan post-test; pembentukan Bank Sampah Sungsang, lengkap dengan SOP, alat pendukung, dan tim pengelola lokal; pelatihan pengolahan sampah, seperti pembuatan ecobrick dan kerajinan bernilai ekonomi; sistem dokumentasi digital, menggunakan spreadsheet untuk transparansi dan pelaporan. Target luaran meliputi modul edukasi, bank sampah aktif, pelatihan daur ulang, produk hasil olahan sampah, sistem pencatatan digital, serta peningkatan volume sampah terpilah. Seluruh kegiatan dirancang melalui metode partisipatif, workshop, pendampingan lapangan, dan evaluasi berkala selama enam bulan. Manfaat program bagi masyarakat antara lain meningkatnya kesadaran lingkungan, peluang ekonomi baru dari penjualan sampah dan produk kreatif, serta lingkungan pesisir yang lebih bersih. Bagi institusi desa, program ini menjadi model pengelolaan sampah berbasis komunitas. Secara keseluruhan, program ini diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya untuk memperkuat keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat
Edukasi Interaktif untuk Meningkatkan Literasi Kesehatan Reproduksi Remaja
Literasi kesehatan reproduksi remaja merupakan komponen penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat karena berkaitan langsung dengan kemampuan remaja memahami perubahan biologis, psikososial, serta mengambil keputusan yang aman dan bertanggung jawab. Namun demikian, di banyak lingkungan sekolah, topik kesehatan reproduksi masih dipengaruhi oleh mitos, norma tabu, serta keterbatasan akses terhadap informasi yang tervalidasi secara ilmiah. Kondisi ini berpotensi memperkuat miskonsepsi, ketimpangan pengetahuan berbasis gender, serta meningkatkan kerentanan remaja terhadap berbagai risiko kesehatan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja melalui pendekatan edukasi yang holistik, ilmiah, dan interaktif, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) dan SDG 5 (Gender Equality). Kegiatan PKM dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2025 dengan sasaran 60 siswa sekolah menengah pertama. Intervensi dilakukan melalui sesi edukasi interaktif yang mencakup pemahaman dasar anatomi dan fisiologi sistem reproduksi, kesehatan pubertas dan menstruasi, penguatan konsep kesehatan reproduksi yang setara gender, serta pelurusan mitos kesehatan reproduksi berbasis bukti ilmiah. Evaluasi kegiatan menggunakan desain pra–pasca dengan pre-test dan post-test masing- masing terdiri atas 10 soal pilihan ganda yang mencakup domain materi sepadan. Hasil evaluasi dianalisis dan disajikan secara deskriptif menggunakan kategori tingkat pemahaman. Sebelum intervensi, tingkat pemahaman siswa secara umum berada pada kategori rendah–sedang, terutama pada isu-isu yang berkaitan dengan pubertas, menstruasi, dan persepsi peran gender dalam kesehatan reproduksi. Setelah kegiatan edukasi, terjadi pergeseran kecenderungan tingkat pemahaman menjadi sedang–tinggi, disertai peningkatan kemampuan siswa dalam membedakan mitos dan fakta kesehatan reproduksi serta meningkatnya sikap saling menghormati antara siswa laki-laki dan perempuan. Kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan reproduksi yang dirancang secara holistik dan interaktif tidak hanya berpotensi meningkatkan literasi kesehatan remaja, tetapi juga berkontribusi pada upaya pengurangan kesenjangan gender dalam akses pengetahuan kesehatan. Dengan demikian, program ini relevan sebagai strategi penguatan peran sekolah dalam mendukung pencapaian SDG 3 dan SDG 5 secara berkelanjutan
Pendampingan Komunitas Belajar Guru SMP Sektor Sukaraja Dalam Pemanfaatan Teknologi Digital
The success of curriculum implementation depends on the policies implemented and the effectiveness of teachers in carrying out their duties and responsibilities as educators. Teachers have an important role in facilitating and guiding the student learning process at school by utilizing digitalization. The rapid and rapid development of technology provides a lot of room for teachers to continue to improve their competence. The results of observations obtained that the competence of junior high school teachers in the Sukraja sector, especially in the field of digitalization technology, is still not optimal in utilizing learning media in the classroom. The community service program answers this challenge with the aim that junior high school teachers in the Sukaraja sector can maximize their abilities in carrying out their obligations in the learning process so that they can improve student learning outcomes. Mentoring activities are carried out for two months every Saturday by optimizing the role of the Sukaraja sector junior high school teacher learning community. Based on the results of the feedback (Pre-test and Post-test) that have been carried out, it can be concluded that there is an increase in aspects of participant abilities in utilizing technology and using learning media in the learning process in the classroom which is significant from the results of the Pre-test and Post-test reliability analysis with a correlation value reaching 0.961. This also indicates that there is an influence of increasing partner skills related to the mentoring that has been given and based on the results of validation of the resulting learning media products, the quality of the products produced is better
Evaluasi Aplikasi Pupuk Hayati oleh Gapoktan Tani Abadi untuk Menguatkan Motivasi Penggunaan Pupuk Hayati
Pupuk hayati, sebagai alternatif pupuk kimia, belum banyak digunakan di kalangan petani. Pada tahun 2023, para petani di Kedungpring, Lamongan, telah menerima pupuk hayati dari Universitas Airlangga (Unair). Namun, pupuk hayati tersebut belum digunakan secara luas oleh petani. Banyak petani yang masih ragu dalam menggunakan pupuk hayati. Oleh sebab itu, diperlukan penguatan motivasi petani Desa Kedungpring Lamongan dalam pengaplikasian pupuk hayati untuk meningkatkan kepercayaan petani dalam menggunakan pupuk hayati yang ramah lingkungan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengevaluasi penggunaan pupuk hayati oleh anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Abadi di Kedungpring sebagai upaya untuk memperkuat motivasi petani dalam menggunakan pupuk hayati. Kegiatan dilakukan dengan menggunakan metode diskusi, dan dibagi dalam 4 sesi, yaitu evaluasi penggunaan pupuk hayati, testimoni penggunaan pupuk hayati, sesi tanya jawab, dan evaluasi kegiatan. Hasil evaluasi penggunaan pupuk hayati Unair menunjukkan bahwa 27% petani telah menggunakan pupuk hayati, penggunaan pupuk hayati oleh sebagian besar petani dikombinasikan dengan pupuk kimia, serta sebagian besar hasil panen petani meningkat setelah menggunakan pupuk hayati. Berdasarkan testimoni, petani mengungkapkan bahwa mereka mendapatkan manfaat setelah menggunakan pupuk hayati. Pada sesi tanya jawab, para petani dengan antusias menanyakan keraguan mereka dalam menggunakan pupuk hayati yang kemudian dijawab oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat untuk meningkatkan motivasi petani. Motivasi petani dalam menggunakan pupuk hayati semakin kuat setelah mengikuti kegiatan ini
Model Desa Sehat Berbasis Sungai: Intervensi Terpadu Air Bersih, Sanitasi, dan Lingkungan di Pelabuhan Rambang, Kelurahan Pahandut, Kota Palangka Raya
Kawasan Pelabuhan Rambang di Kelurahan Pahandut merupakan permukiman padat penduduk di tepi Sungai Kahayan yang menghadapi permasalahan kompleks terkait kesehatan lingkungan, akses air bersih, dan sanitasi. Kondisi ini diperparah oleh budaya hidup di pinggiran sungai yang menciptakan kawasan kumuh dan meningkatkan risiko kesehatan masyarakat. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya air bersih, sanitasi, dan lingkungan sehat melalui pendekatan berbasis sungai. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui penyuluhan kesehatan, Focus Group Discussion (FGD), dan paparan materi tentang pembentukan Kelompok Desa Sehat Sungai (KDS-S). Kegiatan diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari masyarakat, aparatur RT, perwakilan pemerintah kelurahan, dan kader Posyandu. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 68% berdasarkan perbandingan pre-test dan post-test, teridentifikasinya permasalahan utama sanitasi dan air bersih di kawasan pelabuhan, serta kesepakatan pembentukan KDS-S sebagai motor penggerak perubahan perilaku hidup bersih dan sehat. Program ini berkontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat tepian sungai sekaligus menjadi model replikasi untuk kawasan serupa di Kalimantan Tengah
Efektivitas TikTok dalam Memperkenalkan Pacu Jalur kepada Generasi Z sebagai Budaya Riau
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas TikTok dalam menyampaikan pesan budaya Pacu Jalur kepada Generasi Z di Provinsi Riau, mengidentifikasi fitur konten yang menarik, serta menjelaskan unsur-unsur yang memengaruhi ketertarikan audiens terhadap budaya tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk menjembatani kesenjangan antara pola konsumsi media generasi digital dengan nilai-nilai budaya lokal, yang kini lebih tertarik pada konten singkat dan visual yang mudah diakses melalui media sosial, seperti TikTok. TikTok, platform berbasis video pendek yang sangat disukai oleh Generasi Z, mungkin dapat menjadi media yang membantu mengidentifikasi dan mempertahankan budaya tradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi seberapa baik TikTok menyampaikan pesan budaya Pacu Jalur kepada Generasi Z di Provinsi Riau, menemukan bentuk dan fitur konten yang menarik dan relevan, dan menjelaskan unsur- unsur yang memengaruhi ketertarikan dan pemahaman audiens terhadap budaya. TikTok efektif sebagai media komunikasi dan edukasi budaya bagi Generasi Z dalam memperkenalkan budaya Pacu Jalur di Riau, ditunjukkan oleh peningkatan pemahaman hingga 70%. Efektivitas tersebut dipengaruhi oleh strategi konten yang selaras dengan karakteristik generasi muda, seperti visual menarik, narasi singkat, penggunaan musik populer, dan keterlibatan kreator lokal. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kajian lanjutan lintas platform dan jangka panjang, serta pemanfaatan TikTok secara strategis oleh pemangku kepentingan sebagai sarana promosi dan pelestarian budaya lokal
Peran Advokasi FORLIKA sebagai Mediator Jaringan Multi-stakeholder dalam Implementasi SDGs 8, 14, dan 17 di Sigending, Teluk Sulaiman
Kawasan wisata Sigending Teluk Sulaiman menghadapi paradoks pembangunan. Pertumbuhan pariwisata mempercepat degradasi ekosistem laut dan belum memberi manfaat optimal bagi masyarakat lokal akibat lemahnya koordinasi antar pemangku kepentingan. Pengabdian ini bertujuan menganalisis peran advokasi Forlika sebagai mediator jaringan multi pemangku kepentingan dalam mendukung implementasi SDGs 8, 14, dan 17 di kawasan ekowisata Sigending Teluk Sulaiman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil observasi menunjukkan bahwa kolaborasi antar pemangku kepentingan masih bersifat terbatas dan transaksional. Forlika berperan sebagai mediator melalui strategi advokasi enabling, networking, framing, dan representasi kepentingan komunitas. Enabling dilakukan melalui fasilitasi penerapan SK Bupati yang memberi legal standing pengelolaan kawasan lindung seluas 1.461,85 ha. Networking diwujudkan melalui kolaborasi vertikal dan horizontal dengan pemerintah serta lembaga donor. Framing dilakukan dengan menerjemahkan isu konservasi ke dalam pendekatan ekonomi berbasis realitas lokal. Representasi diwujudkan dengan memperjuangkan kepentingan komunitas pesisir. Intervensi konkret meliputi penanaman 250.000 pohon mangrove, pemberdayaan ekonomi produktif bagi 75 persen kelompok perempuan, pelatihan keterampilan pariwisata, dan pembentukan patroli kawasan berbasis masyarakat. Forlika berkontribusi pada penguatan ekonomi lokal melalui diversifikasi mata pencaharian, konservasi ekosistem pesisir melalui penetapan zona lindung dan rehabilitasi mangrove, serta penguatan kemitraan multi pemangku kepentingan. Namun, keberlanjutan model ini terhambat oleh ketiadaan forum koordinasi yang terlembaga, ketergantungan pada pendanaan eksternal, dan keterbatasan data kuantitatif. Menegaskan perlunya penguatan koordinasi, diversifikasi pendanaan, sistem pemantauan berbasis data, dan manajemen daya dukung kawasan
Eco-Friendy Project di Desa Kemuning Lor, Kabupaten Jember
The increasing population is followed by a rise in waste production, both organic and inorganic. A preliminary survey showed that households generate a large amount of organic waste that has not been properly processed. The community tends to dispose of waste at landfills and then burn it. The aim of this activity is to implement the Eco-Friendly Project by converting organic waste into eco-enzyme in Kemuning Lor Village, Jember Regency. The target participants of this community service activity are members of the PKK, health cadres, youth groups, and village officials. The results showed an increase in participants' understanding, and they were able to independently produce eco-enzyme from organic waste. It is recommended that continuous activities be conducted to provide health education to the community, and that the results of this community service activity be disseminated widely to the public
Edukasi dan Penguatan Kapasitas Remaja dalam Pengendalian dan Pencegahan Dini Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) di SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya
Penyakit nfeksi menular seksual (PIMS) merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Prevalensi PIMS tertinggi terjadi pada kelompok remaja dan dewasa muda akibat perilaku seksual berisiko. Perilaku seksual berisiko seperti berganti-ganti pasangan tanpa proteksi merupakan penyebab utama meningkatnya kasus PIMS di kalangan remaja dan dewasa muda di Indonesia. Upaya pencegahan dan pengendalian melalui peningkatan edukasi dan akses layanan kesehatan reproduksi penting untuk dilakukan guna memutus rantai penularan IMS di kalangan remaja. Metode kegiatan dilakukan dengan memberikan edukasi terkait PIMS dan memberikan pelatihan kepada siswa SMA 1 Muhammadiyah Palangkaraya untuk membuat promosi kesehatan terkait PIMS dengan memanfaatkan platform media social. Pada kegiatan ini juga dilakukan pengukuran tingkat pengetahuan siswa terhadap PIMS dengan melakukan evaluasi melalui pemberian pretest dan postest. Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan siswa tentang PIMS khususnya pada remaja setelah dilakukannya edukasi. Selain itu kegiatan ini menghasikan produk media sosial sebagai bentuk promosi kesehatan terkait PIMS yaitu platform media sosial TikTok dan Instagram. Kegiatan edukasi dan penguatan kapasitas remaja tentang pengendalian dan pencegahan dini PIMS di SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya telah berhasil dilaksanakan dengan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa mengenai risiko, cara penularan, pencegahan, dan dampak PIMS
Synergy in Building an Islamic Generation: Strengthening Arabic Language Proficiency through the Gombak Utara Learning Center, Kuala Lumpur, Malaysia
The purpose of this community service program is to improve Arabic language skills while strengthening Islamic values among Indonesian migrant children at Sanggar Bimbingan Gombak Utara, Kuala Lumpur, Malaysia. This program was designed to address the problems of low Arabic literacy, limited teaching methods, and weak understanding of Al-Islam and Kemuhammadiyahan (AIK) among diaspora children. Through this initiative, it is expected to foster a young generation with basic Arabic proficiency, strong religious understanding, and confidence in maintaining their Islamic identity within a multicultural environment. The implementation method applied a participatory approach consisting of identification, planning, implementation, evaluation, and reflection stages. Several learning strategies were employed, including Joyful Learning Arabic, Al-Lughah wa Al-Hayah, Pelita Hikmah, Quiz Cahaya Iman, and Sanggar Qur’an. The activities were conducted interactively, involving lecturers, students, local teachers, and PRIM Malaysia to ensure program sustainability. The results show significant improvements both academically and socio-spiritually. Academically, children’s vocabulary mastery, simple conversation skills, and Qur’anic recitation with tajwid improved based on pre-test and post-test results. Socially, the program fostered greater self-confidence, active participation, and a stronger sense of community. Spiritually, the internalization of Islamic values was reflected in children’s daily attitudes and behavior. The program also produced simple teaching modules, online mentoring, and collaborative networks to support sustainability. Thus, this initiative not only addressed short-term needs but also built a relevant, sustainable learning ecosystem that can be replicated in other diaspora communities.