Journal of Community Development
Not a member yet
    415 research outputs found

    Peran Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dalam Pengelolaan Sumur BOR Sebagai Pendukung Perekonomian Kelompok Tani Saiyo Nagari Gaung Kabupaten Solok

    Full text link
    Kelompok Tani Saiyo di Nagari Gaung, Kabupaten Solok, menghadapi tantangan kekeringan akibat perubahan iklim dan ketergantungan pada sawah tadah hujan. Untuk mengatasi keterbatasan air, kelompok ini memperoleh bantuan sumur bor dari pemerintah melalui Dinas Pertanian. Penelitian ini menyoroti bagaimana Kelompok Tani Saiyo mampu mengelola sumur bor secara efektif melalui peran aktif Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Hasil temuan menunjukkan bahwa keberhasilan kelompok ini didukung oleh partisipasi anggota dalam menetapkan aturan penggunaan air, menyusun jadwal irigasi yang adil, serta mengorganisir iuran untuk pemeliharaan dan biaya operasional pompa. Meskipun masih menghadapi kendala teknis seperti keterbatasan jaringan pipa dan lahan sawah yang tidak sehamparan, sistem pengelolaan yang berbasis partisipasi membuat sumur bor dapat dimanfaatkan secara optimal. Dampaknya, petani dapat meningkatkan intensitas tanam, memperpendek jeda tanam, serta mengurangi risiko gagal panen pada musim kemarau. Pemanfaatan sumur bor oleh Kelompok Tani Saiyo terbukti berkontribusi pada peningkatan produktivitas pertanian, pendapatan petani, dan ketahanan ekonomi lokal. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan P3A agar pengelolaan sumber daya air berbasis sumur bor dapat berjalan lebih adaptif dan berkelanjutan

    A Literasi Keuangan UMKM Wanita Sejahtera

    No full text
    Topik ini penting untuk dibahas karena laporan keuangan berperan penting pada kemajuan bisnis. Laporan keuangan digunakan untuk menunjukkan akuntabilitas manajemen dan menyediakan informasi tentang posisi keuangan serta kinerja entitas bagi pengguna laporan dalam pengambilan keputusan ekonomik. Namun, masih banyak UMKM yang belum menyusun laporan keuangan sesuai standar keuangan yang berlaku. Mereka cenderung membuat catatan dengan format sendiri yang dianggap lebih mudah, tetapi hal ini bertentangan dengan prinsip akuntansi berterima umum yang memungkinkan timbulnya bias informasi.  Sesuai dengan arahan Ikatan Akuntan Indonesia, standar akuntansi keuangan untuk UMKM diatur dalam Standar Akuntansi Keuangan Indonesia untuk Entitas Mikro Kecil Menengah (SAK Indonesia untuk EMKM) yang isinya lebih sederhana dibandingkan standar keuangan lainnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman penyusunan laporan keuangan, pengendalian internal dan perpajakan. Metodenya adalah workshop focus discussion group. Akibatnya, peserta telah menerapkan pencatatan keuangan namun belum menyiapkan pelaporan keuangan sesuai standar EMKM. Peserta merespon kegiatan dengan sangat baik. Kemampuan pengelolaan dalam hal mengatur dan mengalokasikan uang yang dimiliki pada peserta sudah sangat baik. Mereka memiliki banyak ide kreatif dan pengelolaan uang yang beragam. Namun kesulitan yang dialami adalah konsistensi dalam mencatat dan format pencatatan yang belum sesuai dengan standar akuntansi keuangan

    Penguatan Kapasitas Masyarakat Desa Karuing melalui Penerapan Teknologi Diversifikasi Produk dan Inovasi Produk Gaharu

    Full text link
    Program penguatan kapasitas masyarakat Desa Karuing, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah melalui penerapan teknologi diversifikasi produk gaharu bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada penjualan bahan mentah. Penelitian ini menggunakan metodologi Participatory Action Research dengan pendekatan andragogy yang meliputi tahap sosialisasi, pelatihan teknologi destilasi dan pembuatan lilin aromaterapi, serta pendampingan dan evaluasi. Evaluasi menggunakan Model Kirkpatrick menunjukkan hasil positif pada keempat level: (1) tingkat reaksi dengan partisipasi 100% dan antusiasme tinggi; (2) tingkat pembelajaran dengan peningkatan pengetahuan faktual 26,7% untuk destilasi gaharu dan 76,2% untuk pembuatan lilin aromaterapi; (3) tingkat perilaku dengan 85% peserta berkomitmen mentransfer pengetahuan dan mengimplementasikan teknologi; dan (4) tingkat hasil dengan proyeksi peningkatan nilai jual produk 10-15 kali lipat. Program berhasil mentransformasi mindset masyarakat dari pengumpul bahan baku menjadi produsen dengan orientasi kewirausahaan, sekaligus mendukung konservasi ekosistem gambut. Model pemberdayaan ini dapat direplikasi untuk pengembangan ekonomi kreatif berbasis sumber daya alam lokal di wilayah serupa

    Tafsir Qs. An-Nisa Ayat 58: Pendekatan Ijmali, Tahlili, Dan Muqarin Serta Implikasi Hadis Rasulullah SAW Dalam Mengelola Sumber Daya Manusia di Lembaga Pendidikan Islam Melalui Nilai Amanah, Keadilan, dan Kerja Keras

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji tafsir QS. An-Nisa' ayat 58 dengan pendekatan ijmali, tahlili, dan muqarin untuk memahami nilai amanah, keadilan, dan kerja keras dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di lembaga pendidikan Islam, khususnya di madrasah dan pesantren di Riau. Melalui metode penelitian pustaka (library research), penulis menganalisis ayat tersebut secara mendalam, membandingkannya dengan tafsir klasik dan modern, serta hadis Rasulullah ﷺ yang menekankan etos kerja dan kesempurnaan amal. Penelitian ini menemukan bahwa nilai-nilai dalam Al-Qur’an dan hadis bukan hanya menjadi landasan moral, tetapi juga kerangka strategis untuk memperkuat profesionalisme dan harmoni kerja di lingkungan pendidikan Islam. Dengan memandang amanah sebagai tanggung jawab yang harus dijaga, keadilan sebagai dasar pengambilan keputusan, dan kerja keras sebagai pendorong utama, pengelolaan SDM dapat menciptakan kualitas pendidikan yang berkelanjutan dan membentuk karakter sumber daya manusia yang berkualitas. Relevansi kajian ini sangat penting dalam konteks sosial budaya dan pendidikan di Riau, yang memiliki tradisi Islam yang kuat, untuk menerapkan nilai-nilai tersebut dalam praktik sehari-hari demi kemajuan institusi pendidikan Islam

    Pemberdayaan Komunitas Film melalui Pengembangan LMS Bee-Scinemas untuk Pembelajaran Pembuatan Film Lokal di Banyumas Raya

    Full text link
    Makalah ini menjelaskan pengembangan dan implementasi Sistem Manajemen Pembelajaran/Learning Management System (LMS) berbasis web untuk mendukung pendidikan film yang inklusif dan berkelanjutan bagi siswa di pedesaan Banyumas Raya, Indonesia. Inisiatif ini muncul sebagai tanggapan atas tantangan yang dihadapi oleh komunitas film lokal, termasuk akses terbatas ke pendidikan formal, kurangnya infrastruktur digital, dan sumber daya pelatihan yang tidak memadai. Program ini bertujuan untuk memberdayakan siswa dan fasilitator dengan mengintegrasikan modul film yang dikembangkan secara lokal, desain partisipatif, dan pengembangan kapasitas ke dalam satu platform digital. Pendekatan Pengembangan Masyarakat Berbasis Aset memandu semua tahap, mulai dari pemetaan aset dan keterlibatan pemangku kepentingan hingga desain kolaboratif dan pengujian percontohan LMS. Sistem yang dibangun di atas platform MOODLE ini disesuaikan dengan kebutuhan dan keterampilan digital anggota komunitas dan dirancang untuk menampung konten modular, mendukung pembelajaran kelompok, dan memungkinkan pelacakan kemajuan waktu nyata. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterlibatan siswa, partisipasi digital, dan jumlah kelompok produksi film yang dipimpin oleh pemuda. Data survei menunjukkan minat yang kuat dalam pendidikan film di kalangan pemuda pedesaan dan preferensi untuk pilihan pembelajaran jangka pendek, fleksibel, dan dapat diakses. LMS juga berkontribusi untuk memperkuat jaringan pengetahuan lokal dan mempromosikan pelestarian warisan budaya dan linguistik melalui film. Hasil survei terhadap 239 pelajar di 4 (empat Kabupaten) menunjukkan bahwa 54,8% pelajar menyatakan setuju bahwa LMS Bee-Scinemas.ID bermanfaat bagi pelajar untuk mempelajari pembuatan film komunitas. Temuan ini menunjukan efektivitas platform pembelajaran daring tersebut bagi perfilman pelajar. Meskipun tantangan tetap ada dalam infrastruktur dan literasi digital, program ini menunjukkan bahwa model partisipatif, berbasis aset, dan didukung teknologi dapat secara efektif mendorong pendidikan berbasis masyarakat dan pemberdayaan budaya di daerah pedesaan. Rekomendasi ditawarkan untuk inisiatif masa depan yang bertujuan untuk memperluas pendidikan kreatif digital dalam konteks yang sama

    Transformasi Kompetensi Guru melalui Kolaborasi Pengabdian Masyarakat Berbasis Kecerdasan Buatan di Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung

    Full text link
    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengatasi rendahnya pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) oleh guru dalam pembelajaran dan pengembangan materi digital. Program dilaksanakan di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, melalui kolaborasi universitas dan sekolah mitra dengan pendekatan pelatihan terstruktur. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, pelatihan inti berbasis praktik penggunaan AI (termasuk ChatGPT), pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kompetensi guru yang signifikan dengan nilai N-Gain rata-rata sebesar 0,70 (kategori tinggi), mencakup pemahaman konseptual, keterampilan teknis, dan kepercayaan diri dalam pemanfaatan AI untuk pembelajaran. Kontribusi utama kegiatan ini adalah tersusunnya model pelatihan AI bagi guru yang aplikatif dan dapat direplikasi, serta peningkatan kapasitas sekolah dalam menghasilkan konten pembelajaran digital secara mandiri. Temuan ini menegaskan bahwa program PKM berbasis AI efektif sebagai strategi percepatan transformasi pembelajaran menuju pendidikan yang adaptif dan inovatif

    Tingkat Kepuasan Pengguna Terhadap Program Pemberdayaan Pondok Paliatif di Posyandu Lansia Nirmala Wage - Sidoarjo

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini untuk Mengetahui tingkat kepuasan lansia dan kader posyandu lansia pada program pemberdayaan Pondok Paliatif di Posyandu Lansia Nirmala, Wage, Sidoarjo. Metode dari penelitian ini Mengevaluasi tingkat kepuasan pengguna pada beberapa metode pemberdayaan, antara lain 1) pelatihan perawatan paliatif pada kader, 2) pembentukan kelompok lansia peduli lingkungan dengan budidaya toga dan seni musik angklung 3) penatalaksanaan nutrisi tambahan 4) edukasi gaya hidup sehat pada lansia, 5) skrining kanker pada lansia 6) pemeriksaan kesehatan secara umum 7) pencatatan dan pelaporan data Posbindu. Angket evaluasi kepuasan dikirimkan melalui Google Form kepada seluruh kader dan melalui angket langsung sebanyak 50 lembar kepada lansia pada saat berlangsungnya posyandu lansia. Hasil nya yaitu mengetahui Tingkat kepuasan pengguna dalam hal ini adalah para lansia dan kader posyandu lansia secara keseluruhan berkisar antara 56.3% – 87.5% yang mengaku sangat senang/puas terhadap program pemberdayaan pondok paliatif di Posyandu Lansia Nirmala Wage. Tidak ada (0%) yang menyatakan kurang/tidak senang/puas. Pelatihan perawatan palatif untuk para kader Posyandu Lansia Nirmala sangat berguna untuk meningkatkan kompetensi kader dalam melayani masyarakat. Kesimpulannya Oleh karena tingginya tingkat kepuasan lansia dan kader terhadap program-program pemberdayaan di Posyandu Lansia Nirmala maka Posyandu Lansia merupakan tempat yang efektif untuk melakukan skrining deteksi masalah kesehatan di masyarakat, termasuk penyakit kanker

    Penerapan Pendidikan Kesehatan dengan Video Animasi untuk Meningkatkan Pengetahuan Remaja tentang Menstruasi dalam Mencegah Kegawatdaruratan Anemia pada Remaja Putri

    Full text link
    Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja dalam menghadapi menstruasi sehingga remaja dapat mencegah terjadinya anemia saat menstruasi. Responden yang didapat sebanyak 29 siswi Kesehatan reproduksi merupakan hal yang sangat penting baik individu juga masyarakat karena berpengaruh   pada siklus   kehidupan   serta keberlangsungan kehidupan manusia.  Cairo, ICPD (International Conference for Population and Development) menjelaskan bahwa kesehatan reproduksi adalah keadaan sejahtera fisik, mental dan   sosial secara utuh, yang tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan, pada seluruh hal   yang berkaitan menggunakan sistem reproduksi, dan fungsi serta prosesnya. Salah satu fase awal dalam kehidupan seorang remaja adalah masa pubertas. Pubertas remaja diartikan sebagai masa transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa dengan batasan usia 10-19 tahun yang ditandai dengan adanya perubahan fisik dan psikis. Pada fase remaja peran orang tua sangatlah penting. Awal masa pubertas seorang wanita adalah menstruasi pertama yang merupakan keluarnya darah dari dinding rahim pertama kali bagi seorang wanita dengan rentang usia 10-14 tahun yang menandakan bahwa dirinya telah memasuki masa dewasa secara religius dan sudah matang untuk mulai bereproduksi. Minimnya informasi dan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi khususnya menstruasi mempengaruhi persepsi remaja terhadap menstruasi. Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan. Salah satu pendidikan kesehatan yang diberikan dapat menggunakan video animasi. Data diolah untuk mengetahui distribusi frekuensi sebelum dan sesudah dilakukan edukasi. Kesimpulan: didapatkan hasil bahwa peningkatan pengetahuan siswi setelah dilakukan edukasi tentang pencegahan kegawatdaruratan anemia

    Pengembangan Budidaya Pertanian Terpadu dengan Sistem Budidaya Intercropping dan Akuaponik di Desa Wonopringgo Kabupaten Pekalongan

    Full text link
    Pertanian merupakan sektor penting dalam menopang ketahanan pangan, namun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan lahan, degradasi lingkungan, rendahnya adopsi teknologi modern, dan produktivitas yang rendah. Kondisi ini juga dialami masyarakat Desa Wonopringgo Kabupaten Pekalongan yang masih bergantung pada sistem monokultur. Untuk mengatasi masalah tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas petani dalam mengelola sumber daya secara efisien dan memperluas diversifikasi produk pertanian melalui pengenalan sistem budidaya terpadu yaitu intercropping dan akuaponik. Kegiatan dilaksanakan pada 14 Agustus 2025 dengan melibatkan 23 peserta dari Kelompok Wanita Tani, PKK, Kelompok Tani, dan Kepala Desa Wonopringgo. Metode pelaksanaan meliputi investigasi, persiapan, pembuatan demplot intercropping dan instalasi akuaponik, penyuluhan, pelatihan, refleksi melalui pre-test dan post-test, serta pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran peserta mengenai sistem pertanian terpadu. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus menjadi model pemberdayaan yang berpotensi direplikasi di wilayah lai

    Rancang Bangun Creative Belt Desa Sidan Berbasis Web dengan Konsep Community Based Tourism

    Full text link
    Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk mendukung pengembangan Desa Sidan, Kecamatan Gianyar, Bali, sebagai desa wisata berbasis komunitas melalui pemanfaatan teknologi digital. Desa Sidan memiliki potensi wisata alam, budaya, seni, kerajinan, serta UMKM yang beragam, namun pengelolaannya masih terkendala rendahnya adaptasi teknologi, minimnya partisipasi masyarakat, dan lemahnya integrasi antar-stakeholder. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Sidan dalam memanfaatkan teknologi digital guna mendukung pengelolaan pariwisata berbasis komunitas, memperluas promosi potensi lokal, serta membangun ekosistem kolaboratif antara pemerintah desa, Pokdarwis, dan UMKM agar tercipta keberlanjutan ekonomi kreatif. Oleh karena itu, dirancang sebuah platform Creative Belt Desa Sidan berbasis web sebagai media promosi terpadu sekaligus sarana pemberdayaan masyarakat dalam mengelola potensi lokal. Metode yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan partisipatif berbasis Community Based Tourism (CBT), di mana masyarakat terlibat aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Proses pelaksanaan terdiri dari audiensi awal, analisis kebutuhan, perancangan dan pengembangan platform, sosialisasi serta pelatihan perangkat desa dan Pokdarwis, implementasi teknologi, hingga evaluasi berkelanjutan. Platform yang dikembangkan menyajikan fitur peta interaktif, filterisasi kategori wisata, pop-up informasi detail, rekomendasi paket wisata, serta katalog produk UMKM. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa platform berbasis web ini berhasil meningkatkan akses informasi wisata, memperluas promosi produk lokal, serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan desa wisata. Dampak awal yang dirasakan adalah tumbuhnya literasi digital, meningkatnya kolaborasi antar-stakeholder, serta terbukanya peluang pengembangan ekonomi kreatif. Ke depan, keberlanjutan program ini memerlukan penguatan kapasitas pengelola, pengembangan fitur tambahan, serta strategi promosi yang lebih intensif. Dengan demikian, Creative Belt Desa Sidan dapat menjadi model inspiratif desa wisata digital berbasis komunitas yang berdaya saing dan berkelanjutan

    414

    full texts

    415

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of Community Development
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇