Journal of Community Development
Not a member yet
415 research outputs found
Sort by
Collaborative Governance Model in Empowering Mountain Communities through Strengthening English Education and Religious Values: The Implementation of INASS Thematic Community Service Program (KKN) in Tombolo Pao District
The Thematic Community Service Program (KKN) of Institut ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan (INASS) in Tombolo Pao District represents the implementation of the university’s Tri Dharma of Higher Education in empowering mountain communities through a collaborative and participatory governance approach. The region boasts significant potential in horticulture, featuring strawberries, passion fruit, and other locally produced agricultural products, as well as strong religious and cultural values. However, the community still faces limited educational access, low social literacy, and insufficient English language competence. This study aims to develop a model of collaborative governance involving students, village governments, and local communities to strengthen their social, economic, and educational capacities. The program was implemented over one month, from October 13 to November 12, 2025, involving 40 students from various study programs, divided into six multidisciplinary groups (six to seven students each) and guided by six field supervisors. Data were collected through field observation and in-depth interviews with 20 village officials, 50 community members, 40 INASS students, and 6 field supervisors. The data were analyzed both descriptively and qualitatively, using a theoretical framework that incorporates social collaboration and community empowerment. The results show an increase in community participation in social activities, stronger religious engagement, and the advancement of community-based education, particularly in English language teaching facilitated by INASS students. The implementation of a collaborative governance model effectively enhanced inter-actor communication, strengthened social networks, and promoted the sustainability of community empowerment initiatives based on religious values and English literacy
Kolaborasi UMKM Buket Bunga dengan Petani Lokal sebagai Jalur Implementasi SDGs
Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan dua mitra utama yaitu UMKM The Bouquet Smg di Kota Semarang dan kelompok petani bunga lokal di Bandungan. UMKM florist memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui kontribusi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Namun, masih dihadapkan pada keterbatasan seperti akses pembiayaan, penggunaan kemasan plastik, dan manajemen limbah bunga. Kegiatan ini bertujuan untuk mengimplementasikan praktek usaha berkelanjutan melalui analisis praktek usaha buket bunga florist yang berpotensi terkait dengan berbagai indikator SDGs dan menganalisis peran kolaborasi UMKM buket bunga dengan petani lokal dalam mendukung pencapaian SDGs. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan studi kasus deskriptif, melibatkan wawancara, observasi langsung, serta pendampingan usaha bersama mitra. Hasil kegiatan ini memberdayakan perempuan sebagai pelaku utama florist dan pekerja kebun bunga, serta menciptakan kesempatan kerja baru dengan upah setara yang mendukung kesetaraan gender (SDG 5) dan pekerjaan layak (SDG 8). The Bouquet Smg berkontribusi pada dimensi ekonomi melalui peningkatan pendapatan dan akses pasar (SDG 1, 2, 8, 9), dan pada dimensi lingkungan melalui pengelolaan limbah bunga, diversifikasi tanaman, serta adaptasi terhadap perubahan iklim (SDG 12, 13, 15) dan kesehatan emosional masyarakat (SDG 11). Kolaborasi dengan petani lokal memperkuat jejaring kelembagaan dan efisiensi rantai pasok yang sejalan dengan semangat kemitraan global (SDG 17). Dengan demikian, kegiatan implementasi program ini menunjukkan bahwa kemitraan antara UMKM florist dan petani lokal mampu memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan secara langsung bagi masyarakat, dan memperkuat agenda pembangunan berkelanjutan
Penggunaan Artificial Intelligence dalam Penyusunan Kontrak Digital: Analisis Validitas dan Kepastian Hukum di Indonesia
Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) dalam penyusunan kontrak digital di Indonesia tidak mengurangi keabsahan kontrak secara substansial. Keabsahan kontrak secara esensial tetap ditentukan oleh terpenuhinya empat syarat sah perjanjian, yaitu kesepakatan, kapasitas pihak, objek tertentu, dan kausa yang halal, sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Dalam hal ini, AI hanya berfungsi sebagai alat teknologi untuk mempercepat dan menyederhanakan proses penyusunan draf, dan bukan merupakan subjek hukum. Kontrak digital yang dihasilkan AI juga tetap memiliki kedudukan hukum yang sah dan dapat ditegakkan selama mematuhi ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan menggunakan tanda tangan elektronik yang diakui. Meskipun AI menawarkan potensi besar untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi drafting, penerapannya menimbulkan tantangan hukum, termasuk isu tanggung jawab jika terjadi kesalahan — di mana tanggung jawab tetap berada pada pengguna atau penyedia teknologi, bukan pada AI itu sendiri — serta masalah perlindungan data pribadi sesuai UU PDP. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan adanya urgensi untuk membentuk regulasi yang lebih fleksibel dan komprehensif guna memberikan kepastian hukum dan mengantisipasi perkembangan teknologi AI dalam praktik hukum kontrak di Indonesia
Edukasi Pencegahan Stunting dan Malaria Tahun 2025
Stunting dan malaria merupakan tantangan kesehatan krusial yang mengancam tumbuh kembang anak balita, khususnya di wilayah Papua Tengah sebagai daerah endemis malaria dengan prevalensi stunting yang masih tinggi. Rendahnya pengetahuan dan sikap orang tua menjadi hambatan utama dalam upaya pencegahan kedua masalah kesehatan ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap orang tua balita terhadap pencegahan stunting dan malaria melalui edukasi kesehatan yang terstruktur. Kegiatan dilaksanakan pada Oktober 2025 di Gereja GPI Papua Buntu Maranu Kaliharapan Nabire dengan melibatkan 30 orang tua dan 25 balita. Metode pelaksanaan meliputi pemantauan status gizi menggunakan indikator antropometri, pemberian edukasi menggunakan media PowerPoint, diskusi interaktif, serta evaluasi pre-test dan post-test untuk mengukur pengetahuan dan sikap orang tua balita terhadap pencegahan stunting dan malaria. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi, persentase, mean, dan standar deviasi. Hasil pemantauan status gizi menunjukkan kejadian stunting (pendek) sekitar 2 anak (8%) dan sangat pendek 4 anak (16%). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang sangat bermakna sehingga seluruh peserta (100%) mencapai kategori sangat baik setelah edukasi, dibandingkan sebelumnya yang mayoritas (60%) berada pada kategori cukup. Skor sikap responden juga meningkat signifikan sebesar 15,8% dari 79,25±6,73 menjadi 91,75±3,72. Pendekatan edukasi yang integratif, kontekstual, dan partisipatif terbukti efektif meningkatkan kesadaran orang tua dalam pencegahan stunting dan malaria. Keberhasilan program ini menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan pendampingan berkelanjutan untuk memastikan keberlanjutan perubahan perilaku di wilayah endemis malaria
Strategi Pengelolaan Limbah Rumah Tangga melalui Pemilahan Sampah Terpadu: Evaluasi Program KKN Tematik di Desa Waworaha, Kecamatan Soropia, Sulawesi Tenggara
Program KKN Tematik di Desa Waworaha dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga dan pencemaran mikroplastik di kawasan pesisir. Kondisi awal menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat belum mempraktikkan pemilahan sampah, dengan banyaknya sampah yang dibakar atau dibuang langsung ke laut dan lahan kosong. Praktik ini berisiko besar terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Program ini terdiri dari tiga kegiatan utama: sosialisasi mengenai bahaya mikroplastik kepada siswa SMP untuk menumbuhkan kesadaran dini, bimbingan teknis mengenai pemilahan sampah rumah tangga untuk masyarakat dan aparat desa, serta pemasangan tempat sampah terpilah di lokasi strategis desa. Sosialisasi bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang dampak mikroplastik, sedangkan bimbingan teknis dilakukan untuk mengajarkan cara memilah sampah sesuai dengan kategori organik, anorganik, dan B3. Tempat sampah terpilah dipasang di lokasi-lokasi dengan tingkat aktivitas tinggi, seperti kawasan wisata dan fasilitas umum, untuk mendukung praktik pemilahan di tingkat pengguna. Evaluasi yang dilakukan melalui kuesioner dan wawancara menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terkait pengelolaan sampah dan mikroplastik. Program ini dinilai efektif, namun untuk menjaga keberlanjutan, diperlukan tindak lanjut berupa pemantauan, pelatihan lanjutan, serta penguatan kelembagaan agar pengelolaan sampah yang baik dapat terus berlanjut di Desa Waworaha
Penguatan Label dan Jaminan Halal pada Produk Pempek di Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Pondok Pesantren Al-Amalul Khair
Mayoritas penduduk di Indonesia beragama Islam. Agama Islam menjadi salah satu sumber hukum yang berlaku, salah satunya mengatur cara mengonsumsi makanan halal. Makanan halal saat ini diatur oleh Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Peraturan ini mengatur segala bentuk pembuatan produk makanan halal yang dapat dikonsumsi oleh umat Islam. Wilayah Indonesia sebagian besar berupa perairan dengan sumber makanan perikanan yang melimpah dan halal. Salah satu pangan yang berasal dari ikan adalah pempek. Pempek dibuat dari daging ikan giling yang dicampur dengan tepung tapioka dan rempah-rempah serta dipadukan dengan saus cuka pedas. Namun, meskipun bahan-bahan pembuat pempek pada umumnya halal, ada kemungkinan pempek yang dihasilkan tidak halal akibat adanya penambahan beberapa bahan non-halal maupun proses pengolahan menggunakan peralatan yang tercampur dengan proses pengolahan non halal. Penguatan label dan jaminan halal pada produk pempek di Pondok Pesantren Al-Amalul Khair dilakukan untuk memberikan informasi dan pengetahuan tentang cara memproduksi pempek yang halal dan dapat dipercaya oleh konsumen. Pengabdian kepada masyarakat di Pondok Pesantren Al-Amalul Khair, bekerja sama dengan Mahasiswa Politeknik Merlimau Malaka, dilakukan dengan survey pre-test dan post-test serta memberikan lokakarya pembuatan pempek halal dan seminar tentang proses pembuatan pempek hingga mendapatkan sertifikasi halal yang diakui oleh Republik Indonesia. Seminar dan workshop yang dilakukan memberikan peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang pempek halal berdasarkan hasil post-test yaitu pengetahuan tentang informasi makanan halal meningkat 86,2%, pemahaman tentang kewajiban label halal meningkat 89,7%, pengetahuan tentang pempek halal meningkat 84,2%, pengetahuan tentang alasan kehalalan pempek meningkat 82,8%, dan kesadaran tentang pengolahan pempek meningkat 86,2%
Penerapan K3 Untuk Meningkatkan Self-Efficacy Dalam Kesiapsiagaan Bencana pada Siswa di Sekolah Bahari
Peristiwa bencana alam bisa terjadi kapan saja, terutama daerah tertentu yang sudah diketahui memiliki risiko bencana alam. Sekolah SD Muhammadiyah 9 Bahari Surabaya terletak di wilayah pesisir yang rawan mengalami banjir dan tsunami. Selain itu rendahnya kesiapsiagaan siswa, dan belum optimalnya penerapan prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di sekolah menjadi masalah utama yang perlu diatasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan self-efficacy siswa terhadap kesiapsiagaan bencana melalui alat virtual reality (VR). Metodologi Kegiatan dilakukan pada bulan Juli–Agustus 2025 dengan melibatkan 30 siswa SD Muhammadiyah 9 Bahari Surabaya. Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, praktik simulasi menggunakan VR, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test terhadap tingkat pengetahuan dan self-efficacy siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan dan self-efficacy. Sebelum intervensi, mayoritas siswa berada pada kategori pengetahuan rendah (66,7%) dan self-efficacy rendah (70%). Setelah pelaksanaan kegiatan, pengetahuan siswa meningkat pada kategori tinggi (80%) dan self-efficacy tinggi mencapai (76,7%). Penggunaan media Virtual Reality dalam edukasi kebencanaan dan K3 terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan self-efficacy siswa, sekaligus membentuk sikap tanggap darurat dan budaya aman sejak dini
Program Visibilitas dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Promosi Wakaf Produktif Sawit Desa Bedengung
Wakaf produktif merupakan instrumen pemberdayaan ekonomi yang menjanjikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Bedengung. Program pengabdian masyaraka ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui promosi wakaf produktif sawit di desa Bedengung mengenai potensi ekonomi lahan wakaf serta memperluas jangkauan informasi terkait pengelolaan wakaf yang selama ini kurang dikenal publik. Aset wakaf berupa kebun sawit memiliki nilai strategis bagi kesejahteraan masyarakat, namun pemanfaatannya belum optimal karena rendahnnya dan minimnya media promosi yang inovatif. Oleh karena itu, pogram ini dirancang untuk meningkatkan daya tarik serta nilai guna dari aset wakaf melalui media digital. Metode pelaksanaan terdiri atas observasi lapangan, pengumpulan data mengenai pengelolaan kebun wakaf, kondisi fisik kebun, serta wawancara dengan pengurus wakaf produktif. Tahap berikutnya adalah perencanaan konsep video, pengambilan gambar, penyuntingan, dan publikasi di berbagai platfrom media sosial seperti instagram, TikTok, dan YouTobe. Penyebaran konten dilakukan secara terukur untuk menjangkau audiens yang lebih luas dengan memanfaatkan algoritma dan interaksi media digital. Program ini berhasil menunjukkan peningkatkan signifikan dalam visibilitas Desa Bedengung dan potensi wakaf produktif sawit, yang terlihat dari keterlibatan pengguna melalui jumlah tayang, komentar, dan sharing konten. Respon masyarakat menunjukkan bahwa promosi digital memudahkan akses informasi, meningkatkan kebanggaan lokal, dan membuka peluang kerja sama bagi pengembangan ekonomi berbasis wakaf. Selain itu, program ini meningkatkan keterampilan peserta KKN dalam produksi dan publikasi konten digital. Promosi melalui media digital terbukti efektif dalam memperkuat visibilitas aset wakaf produktif sawit,meningkatkan partisipasi masyarakat, serta memperluas peluang pengembangan ekonomi desa. Program ini dapat diterapkan secara berkelanjutan sebagai strategi pemberdayaan masyarakat berbasis wakaf
Kemampuan Financial Technology dan Financial Literacy Dalam Financial Sustainability Dengan Mediasi Inovasi Bisnis Pada Ekraf di Kabupaten Bangkalan
Kemajuan teknologi keuangan (financial technology) dan peningkatan pemahaman keuangan membuka peluang besar bagi pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) untuk memperkuat keberlanjutan keuangan. Namun, di subsektor kuliner industri kreatif di Kabupaten Bangkalan, penggunaan fintech dan tingkat literasi keuangan masih relatif rendah, sementara inovasi bisnis belum dimaksimalkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh teknologi keuangan dan literasi keuangan terhadap keberlanjutan keuangan dengan inovasi bisnis sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang dilakukan dengan cara survei, yaitu dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 pelaku Ekraf di sektor kuliner, termasuk produsen dan penjual petis serta produk olahan kerupuk ikan. Purposive sampling digunakan sebagai teknik sampling untuk memilih responden, dan 29 indikator yang mewakili setiap variabel yang diteliti digunakan untuk menyusun instrumen penelitian. Metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) digunakan untuk mengolah data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi keuangan memiliki dampak yang signifikan dan positif terhadap inovasi usaha dan keberlanjutan keuangan. Selain itu, keberlanjutan keuangan dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh literasi keuangan, namun inovasi bisnis dipengaruhi secara negatif dan tidak signifikan. Sementara itu, inovasi bisnis tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap keberlanjutan keuangan, sehingga tidak terdapat peran mediasi inovasi bisnis dalam hubungan antara fintech dan literasi keuangan terhadap keberlanjutan keuangan. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan penggunaan fintech dan pemahaman literasi keuangan dapat memperkuat ketahanan finansial pelaku Ekraf, sementara inovasi bisnis meskipun penting untuk daya saing belum terbukti secara langsung meningkatkan keberlanjutan finansial pada sampel ini. Rekomendasi yang diajukan mencakup penguatan program edukasi keuangan, penyediaan akses fintech yang lebih mudah digunakan, serta dukungan pendanaan agar inovasi dapat memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan keuangan usaha
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Berbasis Zeolit dan Fermentasi untuk Kelompok Wanita Tani Lahan Kering
Produksi sayuran organik tidak hanya mendukung keberlanjutan lingkungan, tetapi juga meningkatkan nilai tambah produk pertanian. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Amenia yang menghadapi masalah utama berupa keterbatasan ketersediaan pupuk organik bermutu, ketergantungan pada pupuk kimia, serta rendahnya pengetahuan dan keterampilan anggota dalam memproduksi pupuk organik secara mandiri. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi pelatihan pembuatan pupuk organik padat dan cair, pendampingan penyusunan standar operasional prosedur (SOP) produksi, serta praktik langsung aplikasi pupuk organik pada lahan percontohan sayuran organik. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT Amenia tentang pembuatan pupuk organik sebesar 80%, dan sekitar 100% anggota telah mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri sesuai SOP yang disepakati. Aplikasi pupuk organik pada lahan percontohan juga meningkatkan produktivitas sayuran organik sebesar 80% dibanding sebelum kegiatan pengabdian. Manfaat dari kegiatan pengabdian ini adalah KWT Amenia mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri dan menggunakannya untuk usaha tani organik yang sedang dilakukan. Dengan jumlah dan kualitas pupuk organik yang lebih baik, produktivitas sayuran organik meningkat dan pendapatan para wanita tani ikut naik. Pada gilirannya, kondisi sosial ekonomi keluarga tani mengalami perbaikan seiring peningkatan pendapatan dari sektor pertanian di pedesaan, yang secara agregat berkontribusi pada penguatan perekonomian nasional