Journal of Community Development
Not a member yet
415 research outputs found
Sort by
Strategi Peningkatan Regulasi Emosi Peserta Didik melalui Metode Experiential Learning di SD Negeri 20 Tanjung Lago
Regulasi emosi adalah kemampuan individu untuk mengenali, memahami, dan mengelola perasaan agar tidak mengganggu aktivitas belajar maupun interaksi sosial. Pada siswa sekolah dasar, keterampilan ini sangat penting karena berpengaruh terhadap fokus, kesiapan belajar, serta hubungan dengan teman sebaya dan guru. Observasi awal di SD Negeri 20 Tanjung Lago menunjukkan bahwa sebagian siswa mudah tersulut emosi, sulit menenangkan diri, dan kurang mampu mengekspresikan perasaan dengan tepat. Penelitian ini bertujuan meningkatkan regulasi emosi melalui metode experiential learning. Metode yang digunakan berupa edukasi berbasis pengalaman dengan tahapan perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Aktivitas meliputi penyampaian materi emosi, penayangan video, kegiatan mewarnai, serta permainan bertema emosi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V dan VI berusia 10–12 tahun. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan mengenali emosi, mengekspresikan perasaan secara tepat, serta menggunakan strategi sederhana untuk menenangkan diri. Kesimpulannya, experiential learning efektif mendukung regulasi emosi sekaligus memperkuat keterampilan sosial dan kesiapan belajar siswa
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Budidaya Jagung di Nagari Kudu Gantiang
Nagari Kudu Gantiang, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman memiliki potensi lahan untuk pengembangan produksi pangan. Pada tahun 2025, pemerintahan nagari menginisiasi program budidaya jagung sebagai strategi meningkatkan ketahanan pangan sekaligus mendorong pemanfaatan lahan tidur oleh masyarakat. Kedepannya pemerintahan nagari akan mengalokasikan 10% dana desa untuk menunjang keberlanjutan program ketahanan pangan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat oleh universitas bersama nagari dengan penyediaan lahan demplot percobaan. Kegiatan utama meliputi sosialisasi dan pelatihan teknis mulai dari pemilihan benih unggul, pengolahan tanah, penanaman, pemupukan, hingga pengendalian hama penyakit dan panen. Penerapan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta penggunaan pupuk yang berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas jagung. Melalui program ini, kampus bersama nagari saling berkontribusi dan berupaya memberdayakan petani, mengoptimalkan lahan potensial, serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat
Soya Aren Drink (Susu Kombinasi Kedelai dan Kolang-Kaling) Sebagai Susu Alternatif Sumber Tinggi Kalsium Pada Anak
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita. Kondisi ini disebabkan kekurangan asupan gizi, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari janin hingga 2 tahun. Gizi anak dipengaruhi sejak dalam kandungan, yaitu kualitas makanan, minuman dan gaya hidup sang ibu. Tujuan PkM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu terkait manfaat pangan fungsional yang diolah menjadi susu kombinasi kedelai dan kolang-kaling sebagai susu alternatif sumber tinggi kalsium pada anak, susu ini juga dapat menjadi alternatif pengganti susu sapi bagi anak yang alergi pada susu sapi. Metode kegiatan dilaksanakan dengan ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi pre-test dan post-test, dan pendampingan pembuatan susu kombinasi kedelai dan kolang-kaling. PkM ini dilakukan pada bulan Juni sampai September 2025 di Dusun VIII Desa Ria-Ria Sei Bamban dengan Mitra Kelompok Wanita Tani Mawar Ria Jaya, yang di hadiri oleh 25 peserta ibu-ibu yang memiliki anak usia 6bulan- 2tahun. Hasil diperoleh adanya peningkatan tingkat pengetahuan ibu terhadap manfaat pangan fungsional yang diolah menjadi susu kombinasi kedelai dan kolang-kaling sebagai susu alternatif sumber tinggi kalsium pada anak untuk pencegahan stunting dengan hasil pre-test mayoritas pengetahuan cukup sebanyak 13 orang (52%), dan setelah diberi edukasi penyuluhan hasil post-test mayoritas pengetahuan baik sebanyak 17 orang (68%). Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan baik dan lancar. Diharapkan kepada para ibu untuk dapat mempraktekkan ulang pembuatan susu kombinasi kedelai dan kolang-kaling di rumah, dengan penggunaan alat dan bahan sederhana, para ibu dapat menjadi perilaku hidup sehat untuk pencegahan stunting pada anak
Psikoedukasi Sebagai Upaya Pencegahan Bullying Sejak Dini Di UPT SDN 284 Gresik
Bullying merupakan fenomena yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah dasar, khusunya dalam bentuk bullying verbal yang masih kerap dianggap sebagai candaan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai definisi bullying, bentuk, dan dampak bullying melalui program psikoedukasi. Kegiatan dilaksanakan di SDN 284 Gresik dengan melibatkan 120 siswa kelas I-VI. Metode yang digunakan yaitu pemaparan materi interaktif, penayangan video kartun edukatif, diskusi, serta berbagai pengalaman. Evaluasi pada kegiatan ini melalui observasi terhadap respons siswa, keaktifan dalam diskusi, serta tanggapan siswa selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa mulai mampu mengenali berbagai bentuk bullying dan membedakan antara candaan dengan perilaku yang dapat menyakiti orang lain, serta mengaitkan materi yang telah disampaikan dengan pengalaman sosial yang pernah dialami. Secara umum, kegiatan psikoedukasi ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman awal siswa serta menciptakan kesempatan untuk berkomunikasi terkait isu bullying di lingkungan sekolah
Implementasi Teknologi Laser Pengukur Lemak Makanan untuk Edukasi Kesehatan dan Pemberdayaan Pola Makan Sehat di Posyandu Merpati Desa Pagelaran
Pola konsumsi makanan tinggi lemak merupakan salah satu faktor utama meningkatnya risiko penyakit degeneratif seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap kandungan lemak makanan menjadi tantangan dalam upaya promotif dan preventif kesehatan berbasis komunitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan teknologi laser dan mikrokontroler pada alat pengukur lemak makanan sebagai media edukasi kesehatan dan pemberdayaan pola makan sehat di Posyandu Merpati Desa Pagelaran. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan kader, penerapan teknologi, pendampingan, serta evaluasi menggunakan pendekatan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pola makan sehat serta peningkatan kapasitas kader dalam menggunakan teknologi edukasi berbasis alat. Implementasi alat pengukur lemak makanan memberikan pengalaman edukasi interaktif sehingga masyarakat dapat memahami secara langsung kandungan lemak makanan yang dikonsumsi. Program ini berkontribusi dalam meningkatkan literasi gizi masyarakat dan memperkuat peran Posyandu sebagai pusat edukasi kesehatan berbasis teknologi. Model pengabdian ini berpotensi direplikasi di wilayah lain sebagai inovasi edukasi kesehatan berbasis teknologi tepat guna
Pelatihan Instalasi Kelistrikan Kapal Tangkap Ikan Tradisional Pada Nelayan Pelabuhan Perikanan Pantai Bajomulyo Juwana Pati
Sebagai puncak kegiatan, tim pengabdian bersama peserta mempraktikkan pemasangan instalasi kelistrikan pada kapal percontohan milik nelayan setempat. Instalasi mencakup: Penerangan dek menggunakan LED hemat energi, Sistem pengisian aki dari mesin tempel, Panel distribusi dengan MCB dan stop kontak kedap air. Nelayan secara aktif terlibat dalam setiap tahap, mulai dari pengukuran, pemasangan kabel, hingga pengujian akhir. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan nelayan di Pelabuhan Perikanan Pantai Bajomulyo Juwana Pati dalam melakukan instalasi kelistrikan kapal tangkap ikan tradisional, sehingga dapat mendukung keberlanjutan dan efisiensi operasional kapal nelayan. Pelatihaan melaksanakan kegiatan tersebut digunakan beberapa metode pelatihan seperti: Metode ceramah dan tanya jawab, digunakan pada waktu menyampaikan materi kegiatan, Metode demonstrasi dan latihan praktik penerapan kelistrikan kapal tradisional. Lokasi kegiatan Pelabuhan Perikanan Pantai Rejomulyo Juwana atau pelabuhan perikanan setempat dan Kantor Dinas pelabuhan Perikanan Pantai. Sebelum pelatihan, survei awal menunjukkan bahwa 87,5% peserta tidak memahami prinsip dasar instalasi kelistrikan kapal, seperti grounding, pemilihan kabel tahan air, atau fungsi sekering. Bahkan, 62,5% masih menggunakan sambungan kabel terbuka yang dililit isolasi biasa sangat rentan korsleting di lingkungan laut yang lembap dan asin. Setelah pelatihan, hasil evaluasi post-test menunjukkan peningkatan signifikan: 93,8% peserta mampu menjelaskan bahaya listrik di kapal dan pentingnya grounding. 84,4% berhasil memasang konektor kedap air dan menyusun skema sederhana aki, lampu, mesin tempel.
Penguatan Literasi Mitigasi Bencana bagi Anak Tunagrahita melalui Virtual Reality Berbasis Narasi Bilingual di SLB B-C Optimal Kenjeran
Anak-anak dengan disabilitas intelektual sangat rentan terhadap risiko kekerasan, pelecehan, dan bencana karena keterbatasan kemampuan dalam melindungi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi efektivitas SafeQuest-VR, sebuah media pembelajaran Virtual Reality (VR) berbasis narasi bilingual yang dirancang untuk memperkuat literasi kebencanaan inklusif di SLB B-C Optimal Kenjeran, Surabaya. Penelitian dilaksanakan melalui tahapan partisipatif, meliputi asesmen kebutuhan, pengembangan modul narasi bilingual, perancangan dan implementasi VR, pelatihan guru dan orang tua, penerapan di kelas, simulasi bencana, serta evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan disabilitas intelektual memiliki keterlibatan yang lebih tinggi, pemahaman yang lebih baik mengenai konsep perlindungan diri, serta kesiapsiagaan yang meningkat dalam menghadapi keadaan darurat. Guru memperoleh kompetensi baru dalam mengintegrasikan VR ke dalam praktik pembelajaran, sementara sekolah berhasil menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) evakuasi bencana yang inklusif. SafeQuest-VR terbukti efektif sebagai media pendidikan adaptif dan inklusif yang mampu menjembatani kesenjangan literasi kebencanaan bagi peserta didik yang rentan. Program ini memiliki prospek untuk diintegrasikan secara berkelanjutan dalam kurikulum sekolah dan dapat direplikasi di lingkungan pendidikan inklusif lainnya
Pendampingan Mitigasi Bencana Berbasis Meja Blok Bangunan berbantuan Augmented Reality (Gamb-AR) di TK ‘Aisyiyah 04 Pondok Modern Paciran Lamongan
Program Pendampingan Mitigasi Bencana Berbasis Meja Blok Bangunan berbantuan Augmented Reality (Gamb-AR) merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan literasi mitigasi bencana, kesiapan psikososial, serta motivasi belajar anak usia dini di TK ‘Aisyiyah 04 Pondok Modern Paciran, Lamongan, wilayah pesisir yang rentan terhadap tsunami, abrasi, dan banjir. Program ini dirancang untuk menjawab permasalahan rendahnya pemahaman kebencanaan pada guru dan siswa serta keterbatasan metode pembelajaran konvensional yang kurang menarik dan kontekstual. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi mitigasi bencana kepada warga sekolah, pelatihan guru dalam pemanfaatan media Gamb-AR, simulasi kebencanaan berbasis permainan edukatif, pendampingan pembelajaran tematik, serta pembentukan duta kebencanaan tingkat TK. Media Gamb-AR dikembangkan dalam bentuk meja blok bangunan yang dipadukan dengan teknologi Augmented Reality, sehingga memungkinkan anak belajar melalui pengalaman visual, kinestetik, dan interaktif yang sesuai dengan tahap perkembangan usia dini. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dasar mitigasi bencana pada siswa, meningkatnya kesiapan guru dalam mengintegrasikan pembelajaran kebencanaan ke dalam kurikulum tematik, serta tumbuhnya minat dan antusiasme belajar anak. Selain itu, keterlibatan mahasiswa melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memperkuat proses pendampingan dan transfer pengetahuan di sekolah. Simpulan dari program ini adalah bahwa media pembelajaran Gamb-AR efektif sebagai model pembelajaran mitigasi bencana yang kontekstual, menyenangkan, dan adaptif terhadap lingkungan pesisir, serta berpotensi direplikasi sebagai upaya membangun ketangguhan masyarakat sekolah secara holistik, berkelanjutan, dan berbasis teknologi edukatif
Implementasi Program Pengolahan Sampah Berbasis Ecobrick dan Ekoenzim di Jorong Atas Laban
Abstrak
Mahasiswa KKN di Jorong Atas Laban, Nagari Halaban, Kecamatan Lareh Sago Halaban, melaksanakan salah satu program kerja pengelolaan sampah berbasis ecobrick dan ekoenzim. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat serta ramah lingkungan. Sampah plastik diolah menjadi ecobrick, yaitu botol plastik bekas yang diisi padat dengan sampah plastik lainnya, dan kemudian dirangkai menjadi sebuah ikon berbentuk nanas. Pemilihan bentuk nanas sebagai simbol program didasarkan pada potensi lokal, mengingat Jorong Atas Laban dikenal sebagai salah satu sentra penghasil nanas.. Sedangkan sampah organik seperti kulit buah dan sayuran difermentasi menjadi ekoenzim, yakni cairan serbaguna yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga dan pertanian. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung bersama warga. Peserta kegiatan terdiri dari ibu rumah tangga dan remaja yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap tahapan. Hasil dari program ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai mampu memilah dan mengolah sampah secara mandiri, serta memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih sehat dan bersih serta memberikan dampak positif terhadap kebiasaan hidup masyarakat di Jorong Atas Laban.
Abstract
The Community Service Program (KKN) held in Jorong Atas Laban, Nagari Halaban, Lareh Sago Halaban District, raised the theme of household waste management based on ecobricks and ecoenzymes. This program aims to increase community awareness and skills in processing waste into something useful and environmentally friendly. Plastic waste is processed into ecobricks, which are used plastic bottles filled tightly with other plastic waste so that it can be reused as a simple building material. Meanwhile, organic waste such as fruit and vegetable peels is fermented into ecoenzymes, a multipurpose liquid that can be used for household and agricultural purposes. The method of implementation of the activity is carried out through socialization, training, and direct practice with residents. The participants consisted of housewives and teenagers who showed high enthusiasm in following each stage. The results of this program show that the community is starting to be able to sort and process waste independently, and understand the importance of maintaining a clean environment. With this activity, it is hoped that a healthier and cleaner environment will be created and have a positive impact on the lifestyle of the community in Jorong Atas Laban.
 
Terapi Akupreseur dan Kunyit Asam Untuk Menurunkan Disminorea Pada Remaja Putri di Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Situbondo
Ketidaknyamanan saat menstruasi, yang sering disebut dismenore, merupakan salah satu dari sekian banyak masalah yang biasanya menyertai menstruasi. Saat menstruasi, nyeri haid sering kali berlangsung selama satu hingga beberapa hari. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa dismenore sangat umum terjadi di seluruh dunia. Wanita muda mengalami dismenore dengan rata-rata 16,8% hingga 81%. Di negara-negara Eropa, rata-rata 45–97% wanita mengalami dismenore. Secara khusus, Organisasi Ikatan Santri yang berkedudukan di Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Kabupaten Situbondo menjadi salah satu mitra dalam proyek pengabdian masyarakat ini. Salah satu permasalahan yang muncul dari analisis situasi dan perbincangan dengan para santri di Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah adalah kurangnya pengetahuan tentang teknik pijat akupresur untuk mengatasi dismenore. Permasalahan lainnya adalah kurangnya pengetahuan tentang cara penanganan dismenore yang tepat. Para remaja yang tergabung dalam tim kesehatan di pondok pesantren dapat memperoleh manfaat dari pelatihan pijat akupresur dan pemberian kunyit dan asam jawa; mereka kemudian dapat menggunakan pengobatan tersebut untuk membantu remaja lain yang menderita dismenore. Tingkat pengetahuan remaja putri meningkat dari 11,9% menjadi 95,3% setelah diberikan edukasi tentang penanganan disminorea