352 research outputs found
Sort by
ANALISIS EVALUASI KINERJA PT. CITRA AGUNG BUSANA DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD\ud
Penelitian ini dilakukan pada perusahaan garmen PT. Citra Agung Busana, Jakarta Utara, yang khusus memproduksi kemeja pria merek PLATINI, dengan melakukan pengukuran kinerja perusahaan menggunakan metode Balanced ScoreCard, dimana terdapat empat perspektif yang diukur yaitu : perspektif keuangan (laporan keuangan), perspektif pelanggan (kuesioner), perspektif proses bisnis internal (kuesioner) dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan (kuesioner). Produk Platini ini dipasarkan di 60 counter di Matahari dan Ramayana Departement Store disekitar Jakarta, dengan jumlah karyawan sekitar 221, dimana 200 orangnya adalah Sales Promotion Girl (SPG) dan sisanya 21 orang merupakan karyawan tetap perusahaan.\ud
\ud
Metode penelitian yang dipakai adalah metode deskriptif dengan jenis penelitiannya studi kasus. Teknik analisa data yang digunakan menggunakan pengolahan data primer, seperti : studi lapangan, wawancara, kuesioner dan juga data sekunder dengan pengumpulan data dari perusahaan yang berupa laporan keuangan.\ud
\ud
Dengan menggunakan metode penelitian tersebut diatas, diperoleh hasil penelitian bahwa, kinerja PT. Citra Agung Busana yang selama ini diukur dengan menggunakan pengukuran kinerja secara tradisional, manajemen tidak memperoleh informasi yang jelas dan terukur tentang aspek-aspek non finansial perusahaan. Dengan mencoba menerapkan sistem pengukuran kinerja dengan Balanced ScoreCard, didapat hasil yang lebih lengkap dan komprehensif tentang kondisi perusahaan yang sebenarnya.\ud
\ud
Berdasarkan hasil penelitian dari keseluruhan aspek, diperoleh skor total 31, yang menunjukan bahwa pengukuran kinerja PT. Citra Agung Busana berada dalam kriteria baik, untuk skor maksimum yang dapat diperoleh yaitu 40 sedangkan skor minimum yang dapat diperoleh yaitu 8, maka hasil tersebut bila kita kategorikan ke dalam 5 kelas interval berada dalam kategori Baik/Nilai 4 (empat).\u
PENGARUH PERUBAHAN MANAJEMEN TERHADAP BUDAYA ORGANISASI DALAM RANGKA MENINGKATKAN KINERJA MANAJER DI PT. ALFA RETAILINDO Tbk.
Pulihnya kondisi ekonomi makro Indonesia pasca krisis ekonomi tahun 1997 berdampak positif terhadap perkembangan bisnis ritel di dalam negeri, khususnya ritel modern. Kehadiran sejumlah peritel global kelas dunia seperti Makro, Lion Super Indo, Sogo, dan lainnya, semakin memperketat persaingan bisnis ritel modern. Persaingan bisnis ritel modern ini diramaikan dengan adanya perang harga (price war) yang dapat mengarah kepada perang toko (store war). Memang banyaknya gerai tercipta banyak sekali peluang pekerjaan untuk pengembangan karir pegawai. Namun juga mengakibatkan labor turn-over SDM yang tinggi pada perusahaan ritel, sehingga di sisi lain para peritel lokal yang memiliki sumber daya manusia potensial semakin merasa terancam dengan kondisi persaingan yang kurang sehat seperti ini
MENDETEKSI PENGARUH PASAR MINYAK BUMI DUNIA TERHADAP KRISIS HARGA\ud
The world oil market, as a result of the convergence of a number of factors, has experienced significant tightness. Some of the factors influencing the market might be temporary, some may be cyclical, and others may possible be permanent. While the high price that resulted from the tight balance between oil demand and supply caused increased energy expenditure for consumer, business, and industry, it also led to higher incomes for energy producer. Expectations concerning future market conditions are quickly embodied in oil price formed in futures market. The fear of geopolitical situations are reflected in price. Speculative buying and selling might also affect prices as financial traders adjust their investment portfolios to reflect expected market conditions. It is possible that the economy as a whole might experience macroeconomic effects, not only from the high oil prices themselves, but as a result of the monetary and fiscal policy responses that might be taken if the prices persist and are determined to constitute inflation
HUBUNGAN PARSIAL KURS USD DAN TINGKAT SUKU BUNGA JIBOR\ud DENGAN HARGA PASAR SAHAM\ud
Negara Indonesia merupakan suatu negara yang memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak. Dengan banyaknya jumlah penduduk yang ada maka beragam pula tingkat ekonomi di negara Indonesia ini. Sekitar tahun 1997-1999 negara Indonesia yang merupakan bagian dari negara-negara berkembang di kawasan Asia Tenggara ikut mengalami krisis ekonomi. Hal ini dimulai dengan timbulnya krisis moneter dan akhirnya menjadi krisis ekonomi. Pada masa-masa tersebut, tingkat suku bunga yang berlaku meningkat tajam dan diikuti dengan melemahnya nilai tukar mata uang Rupiah terhadap mata uang negara lain. Hal tersebut membawa dampak negatif terhadap kinerja pasar modal, yaitu dengan menurunnya harga saham-saham yang diperjualbelikan pada waktu itu
\ud PERAN KELOMPOK ACUAN DAN KELUARGA TERHADAP PROSES KEPUTUSAN UNTUK MEMBELI \ud
Dewasa ini seperti yang kita ketahui, pembangunan dan perkembangan pusat perbelanjaan atau yang sering kita sebut shopping centre (mall) sedang marak-maraknya. Tentu saja hal tersebut sangat berhubungan dengan tingkat konsumsi individu. Sebelum seseorang memutuskan untuk membeli atau tidak maka harus diperhatikan terlebih dahulu ada tidaknya peranan orang lain dalam mempengaruhi keputusan pembelian tersebut. Seseorang/individu berpotensi dipengaruhi oleh berbagai tipe orang maupun kelompok yang melakukan kontak dengan mereka atau yang mereka amati. Atas dasar inilah maka sangat perlu untuk memperhatikan kelompok acuan dan pengaruh keluarga terhadap keputusan konsumen untuk membeli
ANALISIS PENGARUH BRAND EQUITY PLATINI TERHADAP PENJUALAN PRODUK PADA PT. CITRA AGUNG BUSANA
PT. Citra Agung Busana merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang garmen khususnya kemeja pria, yang memasarkan hasil produksinya ke Departemen Store sekitar Jakarta dan Jawa Barat, dengan merek yang dipakai adalah “Platini”. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar peranan ekuitas merek (Brand Equity) terhadap total penjualan dari perusahaan dan ekuitas merek juga merupakan salah satu strategi pemasaran untuk mendongkrak angka penjualan, atas dasar tersebut diatas penelitian ini diadakan yaitu untuk menentukan bagaimana tingkat dari elemen-elemen pada ekuitas merek, yaitu : kesadaran merek (brand awareness), penerimaan merek (brand acceptability), preferensi kualitas (perceived preferences) dan loyalitas merek (brand loyalty)\ud
\ud
Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada para pelanggan PT. Citra Agung Busana. Data pertanyaan dan penyebaran kuesioner diolah dengan menggunakan analisa uji Reliability dan Validitas, sedangkan untuk tingkat loyalitas merek pengolahan datanya menggunakan Skala Likert.\ud
\ud
Berdasarkan hasil kuesioner untuk rata-rata tanggapan konsumen mengenai Brand awareness sebesar 3,67 berarti konsumen setuju akan kesadaran merek kemeja pria “Platini”, untuk penerimaan merek (Brand Acceptability) sebesar 3,68 yang berarti konsumen setuju bahwa merek kemeja pria “Platini” adalah merek kemeja pria yang bisa diterima dipasaran. Untuk Brand Preference ada 5 (lima) asosiasi yang melekat pada “Platini” dan saling berhubungan, yaitu : harga yang terjangkau, kualitas bahan produk tahan lama, kualitas warna produk yang tahan lama, pelayanan penjualan yang relatif cepat, dan merek Platini banyak dipasaran, sedangkan untuk Brand Loyalty, dari 80 responden 71 (88,75%) menyatakan benar-benar suka dengan produk Platin\u
PENILAIAN KUALITAS PELAYANAN PENDIDIKAN TERHADAP TINGKAT KEPENTINGAN DAN KEPUASAN MAHASISWA/I DI UNIVERSITAS TARUMANAGARA FAKULTAS EKONOMI PROGRAM SARJANA DI JAKARTA TAHUN 2006
Dengan semakin berkembangnya dunia bisnis menyebabkan kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang kompetitif semakin tinggi. Hal ini menyebabkan pesatnya perkembangan sektor pendidikan khususnya dalam hal ini universitas-universitas. Seiring dengan semakin tingginya kebutuhan akan pendidikan, jumlah penyedia jasa pendidikan juga semakin banyak dan saling bersaing dalam memperoleh konsumen melalui beragam materi pendidikan yang ditawarkan, fasilitas-fasilitas pendidikan yang menyertai, pelayanan dari staf-staf pendidik ataupun karyawan, dan sebagainya. Komitmen akan kualitas pelayanan yang berorientasi pada konsumen merupakan prasyarat utama dalam menunjang keberhasilan usaha, terutama pada usaha di bidang jasa.\ud
\ud
Alasan inilah yang menjadi penyebab penulis tertarik untuk mengadakan penelitian mengenai kepuasan dari mahasiswa/i yang menjadi konsumen sektor pendidikan khususnya universitas. \ud
\ud
Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang memberikan kontribusi terbesar dan memberikan pengaruh terhadap kepuasan mahasiswa/i dalam memperoleh pendidikan di Fakultas Ekonomi Program Sarjana Universitas Tarumanagara dan untuk mengetahui seberapa penting atribut-atribut tersebut bagi mereka dalam memutuskan untuk memilih universitas (pendidikan).\ud
\ud
Hasil penelitian yang dilakukan terhadap atribut-atribut pendidikan di Universitas Tarumanagara dan Universitas Bina Nusantara, secara umum diperoleh bahwa yang menjadi pertimbangan utama mahasiswa/i dalam memilih universitas/pendidikan adalah penguasaan materi kuliah oleh dosen (bagi mahasiswa Universitas Tarumanagara) dan jawaban yang jelas atas pertanyaan mahasiswa oleh dosen (bagi mahasiswa Universitas Bina Nusantara) dengan hasil indeks kepuasan mahasiswa terhadap masing-masing universitas secara keseluruhan jelek yang mana indeks kepuasan mahasiswa Untar sebesar 65,3527% dan Binus sebesar 65,9845%. Indeks kepuasan mahasiswa Untar lebih rendah daripada Binus secara keseluruhan.\u
KECEPATAN TINGKAT PENERIMAAN DAN PERILAKU KONSUMEN TERHADAP PRODUK LAMA YANG MENGALAMI PERUBAHAN DAN PRODUK INOVASI BARU DALAM UPAYA MEMASUKI DAN MEREBUT PASAR
Effectivities of the promotions have always become a hot issue in marketing field. Several marketers don’t measures the effectiveness of the campaign result. Experiences proved for the decreased of using some traditional method in the campaign activity such as commercial advertisement in electronic media. Marketers prefer to choose the application of other promotion methods. Integrated Media Communication (IMC) is the application of the total campaign tools as an integrated method that has been chosen nowadays. The goal of the IMC is to strengthen the company position in every part of the Product Life Cycle (PLC). Begin with the product development, introduction, growth, maturity and decline. How to understand customer in order they will become a loyal to a product, is a very complex situation. This Journal focus on the study to understand the period of the acceptance from customers in term of a new product development or a product improvement. The effort of the marketer to build the relations with the customer is the key to maintain and learn about the future needs from customer, maintains the market share, increased the growth of a company and returns the scale of profitability
BRAND SEBAGAI KEKUATAN PERUSAHAAN DALAM PERSAINGAN GLOBAL
Many industries grow fast before and after globalization. In this period, the company must think about production, financing, operation, human resource management, and marketing. It is important to market their products or services unto customers. Marketing mix includes product, price, place, and promotion. One aspect of product mix is brand. Brand is one aspect for company strength in global competitivenes. In this time,brand explains about : Positioning-Differentiate-Brand Theory, Brand Communication, Brand Equity, Strategy Brand Management
PENGARUH IKLIM ORGANISASI DAN KEDEWASAAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT GRAHA TUNGKI ARSITEKTIKA JAKARTA\ud
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi begitu pesat telah menjadi era informasi. Hal ini dapat dilihat dari derasnya arus informasi dari segala penjuru dunia yang dapat diakses oleh siapapun tanpa batas ruang dan waktu.\ud
\ud
Keberhasilan pembangunan teknologi informasi telah mempengaruhi semua aspek kehidupan manusia: seperti aspek ekonomi, sosial, budaya dan sebagainya sehingga terjadilah arena kompetisi untuk memperebutkan semua kepentingan manusia. Bagi masyarakat negara maju, hal ini mempunyai keuntungan yang optimal, karena mereka memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas tinggi mampu bersaing pada pasar global. Namun sebaliknya merupakan masalah bagi masyarakat di negara-negara yang memiliki sumber daya manusia (SDM) rendah. Bukan hanya masalah ekonomi yang semakin terpuruk, namun juga budaya dan aspek kehidupan lainnya.\u