352 research outputs found
Sort by
Perancangan Framework Sistem Rekan Jejak Alumni
Regulasi pemerintah yang mengukur perguruan tinggi terlihat dari daya serapnya Alumni didunia industry yang sesuai dengan kompetensi. Hal ini perlu adanya pengolahan data alumni. Metode penelitian ini dengan mengacu pada sasaran mutu menggunakan balanced score card dan UML (Unifield Markup Language) sebagai pemodelan dan konseptual manajemen konten yang digunakan sebagai framework perancang sistem jejak alumni.framework dapat digunakan sebagai kerangka perancangan system secara detail dari aspek data, model teknologi informasi, dan user interface. Keberhasilan system rekam jejek alumni dapat mencapai kurang lebih 70% apabila adanya kesadaran dari alumni dan pengguna dalam memberikan umpan balik kuesioner pada Almamater terkait
Gambaran Kesepian terhadap Komitmen Perkawinan dan Kesetiaan terhadap Profesi pada Tenaga Off & On Shore
Penelitian ini merupakan analisa deskripsi kesepian pada pasangan off dan on shore, yang salah satu pasangan yaitu suami bekerja sebagai tenaga off atau on shore. Mengacu pada hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh Le Gendre (2010) mengenai dampak psikososial tenaga off shore pada hubungan pria dan wanita, menunjukan hasil bahwa pria mengalami depresi yang berkaitan dengan peran emosional, fisik dan mental pada saat kembali bekerja. Hal ini dimungkinkan karena salah satu faktor penentu yaitu kehadiran atau ketidakhadiran dari pasangan hidup, dimana ketidakhadiran pasangan hidup atau kelekatan emosional yang erat akan memberikan dampak timbulnya kesepian emosional.\ud
Gambaran kesepian pada pasangan off dan on shore diukur berdasarkan kesepian emosional menurut Weiss (dalam Gierveld, 2006) dengan menggunakan metode wawancara mendalam menurut lund (1985). \ud
Pertisipandalam penelitian ini diambil dari dua pasangan off dan on shore dengan lama perkawinan lebih dari sepuluh tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor emosional yang mempengaruhi kesepian pada pasangan off dan on shore. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisa deskripsi makna hidup. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa setiap pasangan hidup mampu mengatasi kesepian emosional dengan melakukan berbagai kegiatan dan tidak mengalami kesulitan dalam bersosialisasi dengan masyarakat disekitar. Tergambar dalam penelitian ini bahwa istri lebih tangguh dan dapat berperan ganda dengan baik, yang terlihat pada kemampuan para istri dalam mengatasi setiap dinamika masalah yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga.\u
Evaluasi Pengungkapan Laporan Berkelanjutan (SR) pada Perusahaan LQ 45 Periode 2006-2011
Perusahaan sebagai entitas ekonomi selain bertujuan untuk mencetak laba yang optimal untuk peningkatan kekayaan para pemegang saham juga harus memperhatikan keberlanjutan bisnisnya dengan komitmen yang tinggi untuk menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Perusahaan yang menyadari pentingnya perkembangan berkelanjutan akan melaporkan kinerjanya dalam laporan berkelanjutan (SR). \ud
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perusahaan yang telah melaporkan CSR dalam laporan tahunan, yang telah menyusun SR, kesesuaian penyusunan SR dengan GRI Guidelines dan tingkat aplikasi GRI dalam penyusunan SR. Selama kurun waktu 2006 sampai dengan 2011 Perusahaan LQ45 yang telah melaporkan CSR dalam Laporan Tahunan adalah Energi Mega Persada Tbk, Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Indo Tambangraya Megah Tbk, Semen Gresik (Persero) Tbk, Kawasan Industri Jababeka Tbk dan Lippo Karawaci Tbk. Perusahaan yang telah menyusun Sustainability Report adalah Aneka Tambang (Persero) Tbk, International Nickel Ind Tbk, Medco Energi International Tbk, Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, Semen Cibinong Tbk, Tambang Batubara Bukit Asam Tbk, Timah Tbk, United Tractors Tbk dan Bakrieland Development Tbk. Kesesuaian penyusunan Sustainability Report dengan GRI Guidelines telah dilakukan oleh sembilan perusahaan sampel penelitian yaitu dimulai dari standar GRI, GRI-G3 hingga penerapan GRI-G3.1. Tingkat aplikasi GRI dalam penyusunan Sustainability Reporting menunjukkan hasil yang bervariasi di antara sembilan perusahaan, yaitu A+, A dan B.\u
An Analysis Of Questioning-Level: A Classroom Research
Classroom interactions can be seen as a good approach in order to deliver the lesson in more effective way. The two-way interaction also could raise students’ awareness in thinking out loud on every idea or new information that comes to their mind during the learning process. Delivering questions is one among several ways on enhancing a classroom interaction. Furthermore looking at how do teachers and students construct their questions can be categorized into three types such as referential questions, display questions, and interactions (Long and Sato: 1983). On the other hand, types of questions can also be evaluated based on its cognitive level which was proposed by Benjamin S. Bloom (1956). He listed 6 (six) stages of learning cognitive levels; those are knowledge, comprehension, application, analysis, synthesis, and finally evaluation. Therefore the following study is aimed to find out the type of teacher-students interaction especially when they communicate each other through questions and at which cognitive level is their questioning competence. The data would be collected from the classroom observations and analyzed based on its category level of questioning. The research outcome hopefully could provide some data in order to evaluate either the teachers of students’ ability in delivering questions furthermore to increase the cognitive level among students through interaction
APPLICATION OF BLOCKING IN FACTORIAL DESIGN METHOD FOR \ud KNOWING EFFECT OF PROVIDER AND MODEM TYPE TO INTERNET \ud SPEED \ud
Modulator-Demodulator atau sering dikenal dengan modem merupakan perangkat yang memodulasi sinyal pembawa untuk memberikan sandi berupa informasi digital. Teknologi sekarang ini telah menyediakan modem yang dapat dibawa kemana mana yang juga memodulasi sinyal pembawa untuk memberikan sandi berupa informasi. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari jenis penyedia layanan Kartu telepon dengan beberapa jenis modem terhadap kecepatan internet. Pada penelitian ini, 3 jenis penyedia layanan kartu digunakan, katakan yaitu X, Y, dan Z. Masing-masing penyedia layanan menggunakan 2 jenis modem, yaitu 3.6 HSDPA dan 7.2 HSDPA secara berurutan. Metode bloking faktorial dipilih karena sumber variasi yang disebabkan oleh waktu merupakan faktor penganggu. Bloking digunakan pada pemilihan waktu dalam 3 periode (pagi pukul 9, siang pukul 12, dan sore pukul 5). Hasil menunjukkan bahwa modem dan penyedia layanan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kecepatan internet, dan tidak ada interaksi diantaranya, meskipun terdapat sedikit bukti bahwa jenis penyedia layanan memiliki sedikit efek terhadap kecepatan internet. Sedangkan variasi waktu sebagai bloking memiliki efek yang signifikan terhadap kecepatan internet. Kombinasi terbaik untuk kecepatan internet tercepat ada penyedia layanan jenis Y dengan modem 3.6 HSDPA. \ud
\ud
\u
DAMPAK PERTUMBUHAN EKONOMI DAN UPAH RIIL TERHADAP PERMINTAAN TENAGA KERJA DKI JAKARTA 2005 – 2010
This research studies the impact of economic growth and real wages through the demand of labor in DKI province from the 2005 to 2010. Problems of the research is formulated into two primary aspect. First, What is the impact of the DKI’s economic growth 2005 to 2010 through the demand of labor. Second, what is the impact of real wages through the demand of labor in DKI from 2005 to 2010. The secondary data from BPS Jakarta are use in this study with time series format from 2005 – 2010. The result are showing that economic growth and the real wage simultaneously affect to the demand of labor in DKI from period 2005 to 2010 which determinant coeficient is 0,83. It’s mean that the model which is proposed can explained 83% the variation of dependent variable. Economic growth have a positive impact meanwhile the real wages has the opposite impact to the demand of labor
Reviews of Virtual Reality and Virtual Environment and Its Applications Particularly in Education
Tulisan ini membahas tentang teknologi realitas maya (virtual reality) atau lingkungan maya (virtual environment) serta penggunaannya terutama dalam bidang pendidikan. Realitas maya menjadi teknologi yang berkembang pesat dan terjangkau dengan potensi luas dalam berbagai aplikasi termasuk pendidikan, kedokteran dan industri. Realitas maya memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan lingkungan yang disimulasikan oleh komputer. Peneliti yang dikutip dalam tulisan ini menyimpulkan bahwa teknologi realitas dan lingkungan maya dapat diaplikasikan dalam pendidikan dengan memperhatikan 3 hal sebelum menjalankannya, yaitu biaya yang dikeluarkan dan keahlian pengajar dan responden dalam hal ini siswa terkait pengoperasian teknologi tersebut, kedua, aksesibilitas yang memudahkan pengajar dan responden untuk mengakses teknologi ini dimanapun berada dan terakhir yang paling penting adalah dalam menyiapkan lingkungan maya (virtual environment) agar responden mendapatkan pengalaman belajar yang efektif
Pengaruh Restaurant Atmosphere dan Brand Awareness Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen di SKYE Bar & Restaurant
This research was conducted to determine the effect of the restaurant atmosphere and brand awareness on consumer purchasing decisions in SKYE Bar & Restaurant by analyzing the elements of the restaurant atmosphere and brand awareness. The purpose of this research is to determine whether there is a significant influence of elements restaurant atmosphere and brand awareness on consumer purchasing decisions in SKYE Bar & Restaurant with testing simultaneously or partially. \ud
Subject in this study is SKYE Bar & Restaurant, Jakarta. While this research objects are the element restaurant atmosphere consisting of vision, touch, sound, smell, taste, temperature and motion as well as brand awareness on consumer purchasing decisions in SKYE Bar & Restaurant\ud
The results of this research are simultaneously variable vision, touch, sound, smell, taste, temperature and motion as well as brand awareness significantly influence consumer buyinh decisions in SKYE Bar & Restauran. Partially that influence consumer purchase decisions in SKYE Bar & Restaurant are a variable sound, smell, taste, and brand awareness.\u
Pengaruh Kepuasan Pelanggan dan Loyalitas Terhadap Keputusan Konsumen Memilih Minimarket
Bentuk usaha ritel yang mengalami perkembangan cukup pesat di Indonesia adalah minimarket, terbukti dengan banyaknya bermunculan minimarket dengan berbagai fasilitas dan pelayanan yang semakin lengkap. Minimarket menyediakan berbagai macam barang kebutuhan konsumen sehari-hari secara lengkap. Pada dasarnya keberhasilan usaha pada bidang ritel berada pada pengadaan barang, baik secara kualitas maupun kuantitas, harga yang terjangkau, dan memberikan kenyamanan dalam berbelanja guna meningkatkan jumlah konsumen yang berkunjung pada ritel tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui adakah perbedaan kepuasan konsumen minimarket di suatu lokasi perumahan di daerah Jabodetabek; 2) Untuk mengetahui faktor-faktor apa yang menentukan kepuasan konsumen minimarket. Sebagai obyek penelitian dipilih jaringan minimarket Alfamart, dan sebagai pembandingnya satu jaringan minimarket lain kompetitor utama dari Alfamart. Dalam penelitian ini digunakan data primer yang diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan compare means independent samples t test, chi square, statistik deskriptif dengan program SPSS versi 15.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dari minimarket Alfamart dinilai baik oleh sebagian besar pelanggannya. Sedangkan hasil uji perbandingan kualitas pelayanan antara minimarket lain dengan Alfamart berdasarkan dimensi kehandalan, keresponsifan, assurance, empathy dan tangible serta kualitas pelayanan keseluruhan ada perbedaan yang signifikan. Berdasarkan diagram kartesius importance performance analysis of service quality dimension dari minimarket Alfamart, bahwa dimensi keresponsifan, merupakan dimensi yang dianggap penting oleh para pelanggan minimarket Alfamart, tetapi performance dari dimensi keresponsifan belum sesuai dengan yang diharapkan, baik oleh para pelanggan minimarket Indomaret maupun para pelanggan minimarket Alfamart. Hal tersebut mengindikasikan perlu adanya perbaikkan kualitas pelayanan, utamanya dalam dimensi keresponsifan