Indonesian Journal of Educational Development (IJED)
Not a member yet
    387 research outputs found

    Implementasi model pembelajaran kuantum berbasis quizizz untuk meningkatkan prestasi belajar PKN siswa kelas V semester II SD Negeri 2 Pangkung Karung

    Get PDF
    Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Pangkungkarung berlokasi di Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali. Subjek penelitian adalah siswa Kelas V Semester II tahun pelajaran 2020/2021. Sedangkan objek penelitian adalah prestasi belajar PKN. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kuantum berbasis quizizz dapat meningkatkan prestasi belajar PKN peserta didik. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus melalui tahapan-tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi/pengamatan, dan refleksi. Tes prestasi belajar merupakan alat yang digunakan dalam mengumpulkan data hasil penelitian yang selanjutnya dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Kriteria keberhasilan penelitian adalah: (a) nilai rata-rata prestasi belajar PKN minimal stara dengan KKM=76 dan (b) ketuntasan belajar secara klasikal minimal 85%. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta didik mengikuti proses pembelajaran dari rata-rata awal 64,82 meningkat menjadi 73,73 pada siklus I dan meningkat menjadi 81,91 pada siklus II. Sedangkan ketuntasan belajar awal 27% pada siklus I meningkat menjadi 73% dan pada siklus II meningkat menjadi 91%. Simpulan yang dapat diambil dari hasil tersebut adalah penerapan model pembelajaran kuantum berbasis quizizz dalam pelaksanaan proses pembelajaran mampu meningkatkan prestasi belajar PKN siswa Kelas V Semester II tahun pelajaran 2020/2021. This research was conducted at SD Negeri 2 Pangkungkarung located in Kerambitan District, Tabanan Regency, Bali. The research subjects were Class V Semester II students in the 2020/2021 academic year. While the object of research is PKN learning achievement. The purpose of this classroom action research is to find out whether the application of the quizizz-based quantum learning model can improve students' learning achievement in PKN. This classroom action research was conducted in two cycles through the stages of planning, implementing, observing, and reflecting. Learning achievement test is a tool used in collecting research data which is then analyzed using descriptive analysis. The criteria for research success are: (a) the average value of PKN learning achievement is at least strata with KKM = 76 and (b) classical learning completeness is at least 85%. The results obtained from this study indicate an increase in the ability of students to follow the learning process from the initial average of 64.82 increasing to 73.73 in the first cycle and increasing to 81.91 in the second cycle. While the initial learning completeness 27% in the first cycle increased to 73% and in the second cycle increased to 91%. The conclusion that can be drawn from these results is that the application of the quizizz-based quantum learning model in the implementation of the learning process is able to improve the learning achievement of PKN students in Class V Semester II for the 2020/2021 academic year

    Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar teknik dasar start jongkok lari sprint kelas XI SMA Negeri 1 Melaya

    Get PDF
    Berdasarkan hasil observasi yang telah di lakukan oleh peneliti pada salah satu sekolah menengah atas yang berada di Kabupaten Jembrana yaitu SMA Negeri 1 Melaya, pada pembelajaran olahraga salah satu kelas XI MIPA 1 mengalami penurunan hasil belajar olahraga khusunya pada nilai ketrampilan. Hal ini diketahui berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh salah satu guru olahraga di SMA Negeri 1 Melaya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 1 Melaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (classroom action research. Dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam penelitian ini yang dilaksanakan dengan dua siklus di mana tiap siklus terdiri dari tiga kali pertemuan. Untuk pertemuan pertama dan kedua dilakukan pemberian materi dan pertemuan ketiga dilakukan tes hasil belajar sesuai dengan format assesmen. Subjek dalam penelitian ini adalah kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 1 Melaya yang berjumlah 35 siswa. Data awal siswa sebelum mengambil tindakan siklus I dan silklus II yaitu, jumlah siswa yang tidak tuntas sebanyak 14 siswa. Hasil belajar siswa pada siklus I dengan nilai rata-rata 73,1; daya serap 73,1% dan ketuntasan klasikalnya 84% dimana jumlah siswa yang tuntas adalah 15 siswa (42,5%). Hasil belajar siswa pada siklus II dengan nilai rata-rata 84, daya serap 84% dan ketuntasan klasikalnya 94,2% di mana jumlah siswa yang tuntas sebanyak 33 orang siswa (94,2%). Based on the results of observations that have been made by researchers at one of the high schools in Jembrana Regency, namely SMA Negeri 1 Melaya, in sports learning, one of the class XI mipa 1 has decreased the results of learning sports, especially in skill scores. This is known based on the results of an interview conducted by one of the sports teachers at SMA Negeri 1 Melaya. This study aims to improve the learning outcomes of class XI MIPA 1 students of SMA Negeri 1 Melaya. This research uses classroom action research methods. Using a jigsaw-type cooperative learning model in this study which was carried out with two cycles where each cycle consisted of three meetings. For the first and second meetings, material was given and the third meeting was carried out a learning outcomes test was carried out in accordance with the assessment format. The subjects in this study were class XI MIPA 1 SMA Negeri 1 Melaya which totaled 35 students. The initial data of students before taking action on cycle I and silklus II is that the number of students who are not completed is 14 students. Student learning outcomes in the first cycle with an average score of 73.1, absorption of 73.1% and classical completion of 84% where the number of completed students was 15 students (42.5%). Student learning outcomes in the second cycle with an average score of 84, absorption of 84% and classical completion of 94.2% where the number of completed students was 33 students (94.2%)

    Model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) untuk meningkatkan prestasi belajar IPA siswa SD Negeri 3 Lemukih Singaraja

    Get PDF
    Pelaksanaan penelitian ini berlokasi di SD Negeri 3 Lemukih Singaraja yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkan model Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas VI semester II tahun pelajaran 2019/2020 setelah diterapkan model contextual teaching and learning dalam kegiatan belajar dan mengajar. Permasalahan awal yang terjadi adalah belum maksimalnya proses pembelajaran yang dilakukan guru dalam meningkatkan prestasi belajar IPA siswa. Setelah data dikumpulkan menggunakan instrumen berupa tes prestasi belajar IPA siswa dari nilai rata-rata awal 59,27 naik menjadi 68,73 pada siklus I dan naik menjadi 84,65 pada siklus II. Hasil pada siklus II sudah sesuai harapan indikator keberhasilan penelitian oleh karenanya penelitian ini tidak dilanjutkan ke siklus berikutnya. Dengan perolehan data tersebut dapat dipastikan bahwa penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pelaksanaan proses pembelajaran mampu meningkatkan prestasi belajar siswa sehingga hipotesis yang diajukan dapat diterima. The implementation of this research is located at SD Negeri 3 Lemukih Singarajawhich aims to determine the increase in student achievement after applying the Contextual Teaching and Learning (CTL) model in the learning process. The purpose of this research is to improve the science learning achievement of class VI students in semester II of the 2019/2020 academic year after applying the contextual teaching and learning model in teaching and learning activities. The initial problem that occurs is that the teacher's learning process has not been maximized in improving students' science learning achievement. After the data was collected using an instrument in the form of a science learning achievement test, the students' initial average score was 59.27, rising to 68.73 in cycle I and rising to 84.65 in cycle II. The results in cycle II were in accordance with the expectations of indicators of research success, therefore this research was not continued to the next cycle.  With the acquisition of these data it can be ascertained that the application of the Contextual Teaching and Learning (CTL) model in the implementation of the learning process is able to improve student achievement so that the hypothesis proposed can be accepted

    Implementasi pendekatan SAVI untuk peningkatan prestasi belajar PJOK siswa kelas V SD Negeri 7 Peguyangan semester I tahun pelajaran 2019/2020

    Get PDF
    Penelitian tindakan kelas yang dilakukan di SD Negeri 7 Peguyangan di Kelas V pada semester I tahun pelajaran 2019/2020 bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar pada mata pelajaran PJOK menggunakan pendekatan SAVI (Somatis, Auditori, Visual, dan Intelektual). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 7 Peguyangan yang berjumlah 35 siswa, sedangkat objek penelitian ini prestasi belajar PJOK. Data hasil penelitian ini dikumpulkan dengan cara pemberian tes prestasi belajar. Dalam menganalisis data yang diperoleh digunakan metode analisis deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tes prestasi belajar peserta didik setelah diberikan tindakan. Data yang dihasilkan dari penelitian ini terdiri dari data awal, data siklus I dan data Siklus II. Dari data awal diperoleh rata-rata kelas baru mencapai nilai 66,11 dan ketuntasan belajarnya hanya mencapai 51%. Data ini jauh di bawah harapan mengingat KKM mata pelajaran PJOK di sekolah ini adalah 70 Pada siklus I sudah terjadi peningkatan yaitu rata-rata kelasnya mencapai 72,29 dan presentase ketuntasan belajar mencapai 74% Pada siklus II perolehan rata-rata kelas sudah mencapai 81,17 dan persentase ketuntasan belajarnya sudah mencapai 100%. Data pada Siklus II ini sudah sesuai harapan akibat penggunaan pendekatan pembelajaran yang sifatnya konstruktivis. Simpulan yang diperoleh adalah pendekatan SAVI dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Classroom action research conducted at SD Negeri 7 Peguyangan in Class V in the first semester of the 2019/2020 school year aims to improve learning achievement in PJOK subjects using the SAVI (Somatis, Auditori, Visual, dan Intelektual) approach. The subjects of this study were the fifthgrade students of SD Negeri 7 Peguyangan, totaling 35 students, while the object of this research was PJOK learning achievement. The data from this research were collected by giving a learning achievement test. In analyzing the data obtained, descriptive analysis method was used. The data collection method used in this study used a student achievement test after being given an action. The data generated from this study consisted of initial data, cycle I data and data from Cycle II. From the initial data, the average grade for the new class reached 66.11 and the learning completeness only reached 51%. This data is far below expectations considering the KKM for PJOK subjects in this school is 70. In the first cycle there has been an increase, namely the class average reaches 72.29 and the percentage of learning completeness reaches 74%. In the second cycle the average class gain has reached 81, 17 and the percentage of complete learning has reached 100%. The data in Cycle II is in line with expectations due to the use of a constructivist learning approach. The conclusion obtained is that the SAVI approach can improve student achievement

    Implementasi strategi pembelajaran aktif tipe quiz team berbantuan aplikasi zoom cloud meeting untuk meningkatkan prestasi belajar pendidikan agama Hindu dan budi pekerti

    Get PDF
    Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SD Negeri 3 Suwug Singaraja. Tujuan penulisan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui apakah implementasi strategi pembelajaran Aktif Tipe Quiz Team berbantuan aplikasi Zoom Cloud Meeting dapat meningkatkan prestasi belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti siswa. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI semester II tahun pelajaran 2020/2021, sedangkan objek penelitian ini adalah prestasi belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti. Instrumen pengumpulan data adalah tes prestasi belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Kriteria keberhasilan yakni nilai rata-rata kelas minimal setara dengan nilai KKM=75 dan ketuntasan klasikal minimal 85%. Hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian ini adalah penerapan pembelajaran Aktif Tipe Quiz Team berbantuan aplikasi Zoom Cloud Meeting dapat meningkatkan prestasi belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti siswa hal ini terbukti dari hasil prestasi belajar siswa yang diperoleh pada nilai rata-rata awal yaitu 64,74 dengan ketuntasan klasikal 53%. Pada siklus I menjadi 76,00 dengan ketuntasan secara klasikal 74%. Pada siklus II menjadi nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 84,37 dan dengan ketuntasan klasikal mencapai 89%. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah penerapan pembelajaran Aktif Tipe Quiz Team berbantuan aplikasi Zoom Cloud Meeting dapat meningkatkan prestasi belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti siswa. This research is a classroom action research conducted at SD Negeri 3 Suwug Singaraja. The purpose of writing this classroom action research is to find out whether the implementation of the Quiz Team Type Active learning strategy with the help of the Zoom Cloud Meeting application can improve students' learning achievement in Hindu Religion and Moral Education. The subjects of the research were students of class VI in the second semester of the 2020/2021 academic year, while the object of this research was the learning achievement of the subjects of Hindu Religious Education and Budi Pekerti. The data collection instrument was a learning achievement test for Hindu Religion and Budi Pekerti. The data analysis technique in this research is descriptive qualitative. The criteria for success are the minimum grade point average equivalent to the KKM = 75 and classical completeness of at least 85%. The results obtained from this study are that the application of Active Learning Type Quiz Team assisted by the Zoom Cloud Meeting application can improve students' learning achievement of Hindu Religious Education and Budi Pekerti this is evident from the results of student achievement obtained at the initial average value of 64.74 with a classical completeness of 53%. In the first cycle to 76.00 with classical completeness 74%. In the second cycle, the average value of the class increased to 84.37 and with classical completeness it reached 89%. The conclusion obtained from this research is that the application of Quiz Team Type Active learning assisted by the Zoom Cloud Meeting application can improve students' learning achievement of Hindu Religion and Moral Education

    Penerapan model creative prolem solving sebagai upaya meningkatkan prestasi belajar bahasa Indonesia siswa kelas VI SD Negeri 3 Lemungkih

    Get PDF
    Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VI semester I SD Negeri 3 Lemukih. Objek penelitian hasil belajar bahasa Indonesia pada tema 1, 2, dan 3. Tujuan penelitian agar prestasi belajar yang dicapai siswa dapat ditingkatkan sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Belajar yang diharapkan. Metode pengumpulan data dilakukan menggunakan tes prestasi belajar. Metode analisis data penelitian menggunakan analisis secara deskriptif kualitatif. Kriteria keberhasilan yang ditetapkan dalam penelitian ini secara klasikal mencapai ketuntasan minimal 85% dan motivasi dari siswa minimal baik. Hasil Penelitian menunjukkan data awal sampai siklus II yaitu: data awal menunjukkan ketuntasan belajar hanya 59%, siklus I meningkat menjadi 71%, siklus II meningkat menjadi 100%. Kesimpulan, model pembelajaran creative problem solving yang diterapkan guru dalam proses pembelajaran telah mampu meningkatkan prestasi belajar siswa dengan baik, serta metode pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran bahasa Indonesia yang dapat dilakukan guru. This research is classroom action research. The subjects of this study were sixth grade students in the first semester of SD Negeri 3 Lemukih. The object of research on Indonesian language learning outcomes is on themes 1, 2, and 3. The aim of the research is to improve student achievement in accordance with the expected Learning Completeness Criteria. The method of data collection was carried out using a learning achievement test. The research data analysis method used descriptive qualitative analysis. The success criteria set out in this study classically reached at least 85% completeness and the motivation of the students was at least good. The results showed that the initial data for the second cycle were: the initial data showed that learning completeness was only 59%, the first cycle increased to 71%, the second cycle increased to 100%. In conclusion, the creative problem solving learning model applied by the teacher in the learning process has been able to improve student learning achievement well, and this learning method can be used as an alternative Indonesian language learning that can be done by the teacher

    Penerapan metode pemberian tugas untuk meningkatkan prestasi belajar bahasa Indonesia siswa kelas I semestar I SD Negeri 3 Jagaraga

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa SD Negeri 3 Jagaraga Kecamatan Sawan dengan menerapkan metode pemberian tugas. Rendahnya penguasaan anak dalam pembelajaran dikarenakan kurang tepatnya metode pembelajaran dan media yang digunakannya, sehingga anak menjadi tidak aktif, mudah bosan, dan kurang memperhatikan penjelasan guru. Subjek penelitian ini adalah siswa SD Negeri 3 Jagaraga Kecamatan Sawan dengan jumlah anak 23 orang siswa, sedangkan objek penelitian adalah hasil belajar Bahasa Indonesia. Metode pengumpulan data menggunakan tes prestasi belajar yang kemudian dilakukan analisis secara deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus dilakukan berdasar tahapan: (1) menyusun rencana kegiatan, (2) melaksanakan tindakan,(3) observasi, dan (4) analisis yang dilanjutkan dengan refleksi. Teknik analis data dalam penelitian ini yakni kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut hasil observasi awal pembelajaran anak kurang aktif, mudah jenuh, dan perhatian anak pada penjelasan guru sangat kecil sehingga nilai rata-rata anak hanya sebesar 63,08. Setelah tindakan siklus I penguasaan materi pembelajaran meningkat menjadi rata-rata 70,04 dengan anak tuntas 19 anak dan belum tuntas 6 anak. Hasil tindakan pada siklus II penguasan materi setelah diberikan tes prestasi belajar meningkat menjadi rata-rata 84,44 dengan 25 anak. Kesimpulan pemanfaatan metode pembelajaran pemberian tugas telah mampu dengan baik untuk dijadikan alternatif dalam meningkatkan prestasi belajar anak. This study aims to improve student achievement of SD Negeri 3 Jagaraga, Sawan District by applying the assignment method. The low mastery of children in learning is due to the lack of precise learning methods and the media they use, so that children become inactive, easily bored, and pay less attention to teacher explanations. The subjects of this study were students of SD Negeri 3 Jagaraga, Sawan District with 23 students, while the object of research was the result of learning Indonesian. The data collection method used a learning achievement test which was then analyzed using a qualitative descriptive analysis. This research was conducted in two cycles. Each cycle is carried out based on the stages: (1) formulating an activity plan, (2) implementing actions, (3) observing, and (4) analyzing followed by reflection. Data analysis techniques in this study are qualitative and quantitative. The results showed that according to the results of initial observations, children's learning was less active, easily bored, and children's attention to teacher explanations was very small so that the average score of children was only 63.08. After the first cycle of action, the mastery of learning material increased to an average of 70.04 with 19 children completing and 6 students not completing. The results of the action in the second cycle of material mastery after being given a learning achievement test increased to an average of 84.44 with 25 children. Conclusion that the use of the assignment-giving learning method has been able to be used as an alternative in improving children's learning achievement

    Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share untuk meningkatkan prestasi belajar PJOK

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran PJOK siswa kelas VI Semester I SD Negeri 3 Bontihing Singaraja. Terpacu oleh rendahnya prestasi belajar siswa kelas VI Semester I SD Negeri 3 Bontihing Singaraja pada mata pelajaran PJOK yang baru mencapai rata-rata 72,14 dengan ketuntasan belajar hanya mencapai 48% itu artinya mash banyak siswa yang belum memperoleh nilai sesuai dengan KKM. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI semester I Tahun Pelajaran 2020/2021 berjumlah 21 yang terdiri dari 10 orang siswa laki-laki dan 11 orang siswa perempuan. Objek Penelitian motivasi dan hasil belajar PJOK. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua tahap yakni siklus I dan siklus II. Metode pengumpulan data menggunakan tes prestasi belajar. Metode analisis data berupa analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatife tipe TPS (Thing-Pair-Share) dalam mata PJOK telah membuat prestasi siswa menjadi meningkat. Kriteria keberhasian dapat dilihat dengan adanya peningkatan prestasi belajar dari data awal nilai rata-rata sebesar 72,14 pada siklus I rata-rata meningkat menjadi 78,53 atau mengalami peningkatan. Pada siklus II prestasi belajar siswa juga mengalami peningkatan menjadi 85,58. Ketuntasan belajar siswa juga mengalami peningkatan dari 48% pada data awal menjadi 71% pada siklus I dan pada siklus II ketuntasan juga mengalami peningkatan menjadi 100%. Disimpulkan bahwa model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan hasil belajar PJOK. The purpose of this study was to improve learning outcomes of PJOK subjects for sixth grade students in the first semester of SD Negeri 3 Bontihing Singaraja. Spurred on by the low learning achievement of Grade VI students in Semester I of SD Negeri 3 Bontihing Singaraja in PJOK subjects, which only reached an average of 72.14 with learning completeness only reaching 48%, it means that there are still many students who have not obtained grades in accordance with the KKM. The research subjects were 21st semester VI students in the 2020/2021 academic year, consisting of 10 male students and 11 female students. Research object motivation and learning outcomes of PJOK. This classroom action research was conducted in two stages, namely cycle I and cycle II. Methods of data collection using a learning achievement test. The method of data analysis is in the form of quantitative descriptive analysis. The results showed that the application of the TPS (Thing-Pair-Share) cooperative learning model in PJOK's eyes had increased student achievement. The criteria for success can be seen by an increase in learning achievement from the initial data the average value of 72.14 in the first cycle the average increased to 78.53 or experienced an increase. In the second cycle, student learning achievement also increased to 85.58. Student learning mastery also increased from 48% in the initial data to 71% in cycle I and in cycle II, completeness also increased to 100%. It is concluded that the Think Pair Share (TPS) learning model can improve PJOK learning outcomes

    Peningkatan kemampuan kognitif anak kelompok anak kelompok B1 pada semester II dengan metode bercerita di TK Widya Kumara Pura

    No full text
    Penelitian Tindakan Kelas pada anak kelompok B1 yang dilatarbelakangi observasi awal yang menunjukan rendahnya kemampuan kognitif anak, dapat dilihat berdasarkan nilai rata-rata kemampuan kognitif anak yaitu 66,00. Rata-rata nilai tersebut masih di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah yaitu 75. Hal ini menunjukkan masih rendahnya kemampuan kognitif anak. Oleh karena itu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak adalah metode bercerita. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan kognitif melalui penerapan metode bercerita pada anak kelompok B1 semester II di TK Widya Kumara Pura tahun pelajaran 2018/2019. Motode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus, tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak kelompok B1 yang berjumlah 18 anak. Data hasil penelitian ini dikumpulkan dengan cara pemberian tes kemampuan kognitif. Dalam menganalisis data yang diperoleh digunakan metode analisis deskriptif. Data yang dihasilkan dari penelitian ini terdiri dari data awal, data siklus I dan data Siklus II. Dari data awal diperoleh rata-rata kelas baru mencapai nilai 66,00 dan ketuntasan belajarnya baru mencapai 56%. Data ini jauh di bawah harapan mengingat KKM di sekolah ini adalah 75. Pada siklus I sudah terjadi peningkatan yaitu rata-rata kelasnya mencapai 73,83 dan persentase ketuntasan belajar mencapai 72%. Pada siklus II perolehan rata-rata kelas sudah mencapai 83,00 dan persentase ketuntasan belajarnya sudah mencapai 94%. Data pada Siklus II ini sudah sesuai harapan akibat penggunaan metode pembelajaran. Simpulan yang diperoleh adalah kemampuan kognitif anak kelompok B1 pada semester II dapat meningkat dengan metode bercerita di TK Widya Kumara Pura tahun pelajaran 2018/2019. Classroom Action Research on group B1 children with a background of initial observations showing low cognitive abilities of children, can be seen based on the average value of children's cognitive abilities, which is 66.00. The average value is still below the minimum completeness criteria (KKM) set by the school, which is 75. This shows that the child's cognitive ability is still low. Therefore a learning method that can improve children's cognitive abilities is the storytelling method. The purpose of this study was to improve cognitive abilities through the application of the storytelling method to children in the second semester of B1 group at Widya Kumara Pura Kindergarten in the 2018/2019 academic year. The research method used is Classroom Action Research (CAR). The research was conducted in 2 cycles, each cycle consisting of planning, action, observation and reflection. The subject of this study was carried out in group B1 children, totaling 18 children. Data from this study were collected by administering cognitive ability tests. In analyzing the data obtained used descriptive analysis method. The data generated from this study consisted of initial data, cycle I data and cycle II data. From the initial data, it was obtained that the average grade for new classes reached 66.00 and the learning completeness only reached 56%. This data is far below expectations considering the KKM in this school is 75. In cycle I there has been an increase, namely the class average reached 73.83 and the percentage of learning completeness reached 72%. In cycle II, the class average acquisition has reached 83.00 and the percentage of learning completeness has reached 94%. The data in Cycle II are as expected due to the use of learning methods. The conclusion obtained is that the cognitive abilities of group B1 children in semester II can be increased by the storytelling method at Widya Kumara Pura Kindergarten in the 2018/2019 academic year

    Usaha maksimal penerapan model pembelajaran kuantum untuk meningkatkan kemampuan kognitif siswa kelompok B1 semester II tahun pelajaran 2018/2019 di TK Kumarasari VII Denpasar

    Get PDF
    Penelitian ini dilaksanakan di TK Kumarasari VII Denpasar Kelas B1 Semester II yang kemampuan siswanya untuk tingkat kemampuan kognitif  siswa masih sangat rendah. Tujuan penulisan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran Kuantum dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa TK Kumarasari VII Denpasar di Kelas B1 Semester  II  Tahun Pelajaran 2018/2019. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes prestasi belajar siswa. Metode analisis data adalah deskriptif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah model pembelajaran Kuantum dapat meningkatkan kemampuan kognitif  siswa kelas B1 semester II yang dibuktikan dari hasil yang sebelumnya diperoleh dengan rata-rata kelas 71,6 dan persentase ketuntasan belajar adalah 42,8%, pada siklus I meningkat menjadi 75,7 dengan prosentase sebesar 78,5% dan pada siklus II meningkat kembali dengan rata-rata kelas 77,6 dengan prosentase sebesar 100%. Hasil tersebut setelah dilakukan analisis menggunakan analisis deskriptif diperoleh kesimpulan bahwa menggunakan Model pembelajaran Kuantum dapat meningkatkan kreativitas dan kemampuan kognitif siswa kelas B1 semester II TK Kumarasari VII Denpasar. This research was conducted in TK Kumarasari VII Denpasar Class B1 Semester II where the students' ability to cognitive ability level is still very low. The purpose of writing this classroom action research is to find out whether the Quantum learning model can improve the cognitive abilities of Kumarasari VII Denpasar Kindergarten students in Class B1 Semester II 2018/2019 Academic Year. The method of data collection in this study is the student's Quantum learning achievement test. The data analysis method is descriptive. The results obtained from this study are the Quantum learning model can improve the cognitive abilities of class B1 students in the second semester as evidenced by the results previously obtained with a class average of 71.6 and the percentage of learning completeness is 42.8%, in the first cycle it increased to 75 .7 with a percentage of 78.5% and in the second cycle it increased again with a class average of 77.6 with a percentage of 100%. After analyzing the results using descriptive analysis, it was concluded that using the Quantum learning model could increase the creativity and cognitive abilities of the second semester B1 graders of TK Kumarasari VII Denpasar.

    377

    full texts

    387

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Indonesian Journal of Educational Development (IJED)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇