FADZAT: Jurnal Ekonomi Syariah
Not a member yet
72 research outputs found
Sort by
Teologi Islam Kontemporer dan Etika Lingkungan: Pendekatan Maqasid Dalam Mewujudkan Keberlanjutan
This study explores the integration of contemporary Islamic theology and the expanded framework of maq??id al-shar??ah to construct a holistic Islamic environmental ethics model, termed eco?maq??id. Drawing upon the metaphysical concepts of taw??d (Divine Oneness) and wahdat al-wuj?d (unity of existence) as articulated in Sufi cosmology, particularly by Seyyed Hossein Nasr, the research situates nature not merely as a physical entity but as a sacred manifestation of the Divine. Concurrently, the dynamic and multi-dimensional character of maq??id al-shar??ah, particularly through the works of contemporary scholars such as Jasser Auda, provides a normative foundation for ecological stewardship rooted in Islamic legal and ethical values. By synthesizing these two epistemological domains, the study proposes eco?maq??id as a transformative model that bridges spiritual consciousness with normative responsibility, responding to the complex challenges of global ecological crises.
Employing a qualitative-conceptual methodology through critical analysis of classical and contemporary Islamic literature, the findings demonstrate that eco?maq??id not only offers a spiritually grounded ethical response to environmental degradation but also possesses practical relevance for sustainability education, public policy, and religious ecological advocacy. This model repositions Islamic theology as a key contributor to interdisciplinary sustainability discourses while reaffirming Islam’s moral imperative to protect the environment as an extension of Divine trust (am?nah). The study concludes with the recommendation to operationalize eco?maq??id in environmental governance and to further empirical research on its application in Muslim societies
Akselerasi Baru Dalam Perkembangan Ekonomi Syariah di Indonesia
Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia menunjukkan tren yang positif namun masih memerlukan akselerasi untuk mencapai potensi optimal. Islamic finance in Indonesia has shown significant development. (Iswanto, 2023) The development of sharia finance will increase the growth of sharia banks that operate and will have a positive impact on Islamic banks. Penelitian ini menganalisis kondisi terkini, tantangan, dan peluang pengembangan ekonomi syariah di Indonesia dengan menggunakan pendekatan analisis literatur komprehensif. Indonesia is currently the country with the largest Muslim population in the world. (Khairunnisa, 2022) The total Muslim population of 80% makes an Islamic-based economy possible to expand widely related to fashion, culinary, tourism, cosmetics, and various topics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terjadi pertumbuhan signifikan dalam sektor keuangan syariah, namun masih terdapat kesenjangan antara potensi dan realisasi. In addition, the level of Islamic financial literacy (8.93%) and the Islamic financial inclusion index (9, 1%) which is still very low is also an obstacle in the development of sharia fintech in Indonesia. (Saputra, 2022) Penelitian ini merekomendasikan perlunya strategi akselerasi baru yang mencakup peningkatan literasi keuangan syariah, inovasi produk, penguatan regulasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengambil kebijakan dalam merumuskan strategi pengembangan ekonomi syariah yang lebih efektif dan berkelanjutan
Prinsip-prinsip Ekonomi Syariah dan Tujuan Utamanya
Ekonomi syariah merupakan sistem ekonomi yang didasarkan pada prinsip-prinsip hukum Islam (Shariah) dengan tujuan utama mencapai keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menganalisis prinsip-prinsip fundamental ekonomi syariah dan mengkaji tujuan utamanya melalui pendekatan Maqasid Shariah. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis literatur sistematis terhadap berbagai publikasi akademis yang terindeks Scopus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip utama ekonomi syariah meliputi larangan riba (interest), gharar (ketidakpastian berlebihan), dan maysir (spekulasi), serta kewajiban distribusi kekayaan melalui zakat dan wakaf. Tujuan utama ekonomi syariah adalah merealisasikan Maqasid Shariah yang terdiri dari perlindungan terhadap agama (hifz al-din), jiwa (hifz al-nafs), akal (hifz al-aql), keturunan (hifz al-nasl), dan harta (hifz al-mal). Implementasi prinsip-prinsip ini dalam praktik ekonomi modern menunjukkan potensi signifikan dalam menciptakan sistem ekonomi yang lebih adil, berkelanjutan, dan inklusif. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan ekonomi syariah sebagai alternatif sistem ekonomi yang berorientasi pada kesejahteraan sosial dan keadilan distributi
Tinjauan Prinsip dan Praktik Kontemporer: Menuju Paradigma Manajemen Bisnis Islam yang Berkelanjutan
This paper aims to critically review the principles and contemporary practices of Islamic business management (IBM) in the context of global challenges and sustainability imperatives. It highlights the relevance of core Islamic values—such as tawhid, justice (?adl), maslahah, and amanah—as the foundation for developing a sustainable business paradigm. Through a literature-based conceptual approach, the study identifies both the potential and constraints of IBM in adapting to dynamic global market structures, the ESG movement, and digital disruption. Findings suggest that while the normative framework of Islamic management offers ethical and sustainable solutions, its implementation requires structural, institutional, and intellectual reform. This paper proposes a renewed paradigm that integrates Islamic moral economy with sustainability science and ethical governanc
Peluang dan Tantangan Perkembangan Ekonomi Syariah di Indonesia
Penelitian ini menganalisis peluang dan tantangan perkembangan ekonomi syariah di Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Dengan populasi Muslim terbesar di dunia, dukungan pemerintah yang kuat, pertumbuhan industri keuangan Islam, dan potensi pasar global, ekonomi berbasis prinsip syariah memiliki peluang tinggi untuk terus tumbuh dan berkontribusi pada pendapatan negara. (Shiddiqy, 2025) Melalui pendekatan kualitatif dengan studi literatur sistematis, penelitian ini mengidentifikasi berbagai peluang signifikan seperti pertumbuhan sektor perbankan syariah, perkembangan fintech syariah, industri halal, dan dukungan regulasi pemerintah. Namun selain itu, pembangunan ekonomi dengan prinsip syariah juga memiliki beberapa tantangan yang perlu dihadapi, seperti kurangnya pemahaman masyarakat dan pengembangan infrastruktur yang masih perlu ditingkatkan. (Shiddiqy, 2025) Tantangan utama meliputi keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten, rendahnya literasi keuangan syariah, serta kompleksitas regulasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dengan strategi yang tepat dan kolaborasi internasional, ekonomi syariah Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin global dalam sektor ekonomi Islam dan memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjuta
Revitalisasi Ekonomi Islam: Mengembangkan Model Ekonomi Hijau Berbasis Keadilan dan Etika Islam
Green economy, which emphasizes sustainability and efficient management of natural resources, is now a major concern amidst the global environmental crisis. This concept is in line with the principles of Islamic economics, which emphasize social justice, fair distribution, and wise management of natural resources. This article aims to explore the potential of Islamic economics in developing a green economic model based on Islamic justice and ethics. Through a literature review and in-depth analysis, this study identifies how Islamic economic principles can be integrated into green economic development. The results show that the Islamic economic approach can support the implementation of a green economy by emphasizing the balance between economic interests and environmental sustainability. This article also provides policy recommendations that can be implemented to advance a green economy within the framework of Islamic economics
Integration of Maqasid al-Shari'ah Principles in Sustainable Consumption: An Innovative Solution Toward Achieving the SDGs
This study explores how the Maq??id al-Shar?'ah principle can be a relevant ethical foundation to promote sustainable consumption in line with the Sustainable Development Goals (SDGs). Utilizing rich secondary data from various global sources, this study shows that the halal energy, transportation and supply chain sectors have a major contribution to make in reducing environmental impacts. Key results reveal that green sukuk can reduce carbon emissions by 40% in the energy sector and 20% in the transportation sector, while halal literacy programs have successfully increased consumer preference for sustainable products from 60% to 85%. The findings also highlight challenges, such as lack of public awareness and mismatches between global and local standards, which can be addressed through green technology innovation and the development of halal products that support sustainability. By integrating Islamic values and global needs, this research offers strategic guidance to create a balance between economic development and environmental preservation
Analisis Dampak Literasi Zakat dan Wakaf terhadap Keputusan Investasi pada UMKM Syariah: Pendekatan Regresi Logistik
Penelitian ini menganalisis dampak literasi zakat dan wakaf terhadap keputusan investasi pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) syariah di Indonesia menggunakan pendekatan regresi logistik. Literasi keuangan syariah mencakup pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip keuangan yang sesuai dengan hukum Islam, termasuk zakat, riba, dan prinsip keadilan dalam transaksi keuangan (Selasi, 2024) . Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 350 responden pemilik UMKM syariah di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Analisis regresi logistik biner digunakan untuk menguji hipotesis penelitian (Yusup, 2024) (Sari, 2025) . Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi zakat dan wakaf berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi UMKM syariah dengan nilai odds rasio 2,847 (p<0,05). Tingkat literasi keuangan syariah yang lebih tinggi menyimpan positif dengan minat yang lebih besar untuk berinvestasi pada instrumen pasar modal syariah seperti sukuk dan reksa dana syariah (Selasi, 2024) . Temuan ini mengindikasikan pentingnya program edukasi literasi keuangan syariah yang komprehensif untuk meningkatkan partisipasi UMKM dalam ekosistem keuangan syariah. Implikasi kebijakan mencakup perlunya sinergi antara lembaga pendidikan, regulator, dan pelaku industri dalam mengembangkan program literasi yang berkelanjutan
Peran Modernisasi Zakat dan Wakaf dalam Ekonomi Pembangunan Syariah: Kajian Literatur
Zakat and waqf, as pillars of Islamic philanthropy, play a strategic role in the sharia development economy to address poverty, inequality, and environmental crises. This article examines the modernization of zakat and waqf through digital technology, corporate waqf, and green investment, based on a systematic literature review of the journal Zakat and Waqf: Developmental Role of Modern Approaches to Islamic Philanthropy and Endowments by Abdulquadri and Quadri (2025). The findings show that digital platforms such as MyZakat in Malaysia increase zakat collection by 19.8% (MYR 7.92 billion in 2024), while Indonesia's green waqf reduces carbon emissions by 1.92 million tons of CO2 through reforestation of 9,215 hectares by 2023. Sukuk waqf in Qatar and the UAE fund education and health infrastructure, serving millions of beneficiaries. However, challenges such as low digital literacy (22.3% internet access in Sub-Saharan Africa), regulatory inconsistencies, and cyber risks (five data breach incidents by 2024) hinder its full potential. This article recommends global regulatory harmonization, increased digital literacy, and integration of artificial intelligence to optimize zakat and waqf, support maqasid shariah (hifz al-mal, hifz al-aql, hifz al-nafs) and build an inclusive civil society
KONDISI EKONOMI PERADABAN ISLAM DARI PERSPEKTIF KEBUDAYAAN DINASTI ABBASIYAH
Artikel ini membahas tentang kondisi perekonomian peradaban Islam pada masa Dinasti Abbasiyah dari sudut pandang budaya. Dinasti Abbasiyah dikenal sebagai salah satu masa keemasan peradaban Islam yang ditandai dengan kemajuan pesat di bidang ekonomi, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Stabilitas perekonomian dicapai melalui pengembangan perdagangan, pertanian dan industri, didukung oleh inovasi seperti sistem irigasi, teknik rotasi tanaman dan pengenalan sistem perbankan. Bagdad sebagai pusat pemerintahan menjadi pusat perdagangan internasional yang menghubungkan berbagai wilayah di dunia sehingga memperkuat posisi ekonomi Bani Abbasiyah. Selain itu, kemajuan seni, arsitektur, dan sastra mencerminkan eratnya hubungan antara budaya dan ekonomi, dimana aspek budaya tidak hanya melambangkan identitas tetapi juga menciptakan peluang ekonomi. Namun Dinasti Abbasiyah juga menghadapi tantangan berupa ketidakstabilan politik, krisis pertanian, dan persaingan ekonomi dunia yang berdampak pada stabilitas ekonomi mereka. Artikel ini menyoroti bahwa keberhasilan Dinasti Abbasiyah dalam meraih peluang dan menghadapi tantangan memberikan pembelajaran berharga bagi pembangunan ekonomi. Warisan intelektual dan budaya yang ditinggalkan dinasti tersebut memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan peradaban dunia, menjadikannya salah satu periode penting dalam sejarah Islam.