Jurnal Edu Aksara
Not a member yet
60 research outputs found
Sort by
PUBLIC SPEAKING SKILLS IN EDUCATION IN THE 21ST CENTURY: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW
The ability to clearly articulate ideas and engage an audience is not only essential for academic success, but also for future professional endeavors. Therefore, the development of public speaking skills is an integral part of the educational landscape. This study aims to evaluate the importance of public speaking skills in the context of 21st century education by conducting a systematic review of relevant literature. Using a Systematic Literature Review (SLR) approach, this research analyzes various studies that address public speaking from the perspective of educators and learners. The database used for this review was Google Scholar, which provides access to a wide range of scholarly articles. A total of 9 articles published between 2020 and 2024 were included in this analysis, based on specific inclusion criteria. The search strategy used keywords such as “educators‘ public speaking skills” and “learners’ public speaking skills.” Thematic data analysis techniques were used to identify key themes in the selected literature. The results showed that public speaking skills play an important role in improving the quality of learning. Educators with strong public speaking skills can foster a more interactive learning environment, motivate students and deliver materials effectively. For learners, public speaking contributes to the development of self-confidence, critical thinking and communication skills. However, there is a noticeable gap in research regarding the development of public speaking skills among educators. This research underscores the need for sustainable and integrated training programs to meet the needs of educators in improving their communication competencies. The new findings in this study resulted in 3 important points, namely the need to be an important point in public speaking for educators, namely as a Motivator, Catalyst, Facilitator
INDUSTRIALISASI KESENIAN JARANAN SEBAGAI PRODUK KEARIFAN LOKAL INDONESIA
Kesenian saat ini tampak semakin memudar dan terpinggirkan. Meskipun kesenian sering diadakan, tanpa adanya banyak kesempatan atau dukungan, serta semangat dari kelompok kesenian ini, maka lambat laun akan memudar. Fenomena ini terjadi pada berbagai jenis kesenian di seluruh Indonesia. Hingga kini, kesenian dianggap mampu menyesuaikan perkembangan zaman. Menghadapi kenyataan tersebut, kesenian harus banyak berbenah agar tidak terjebak dan tunduk pada arus globalisasi. Di era teknologi informasi, seniman jaranan menghadapi tantangan dan peluang dalam hal regenerasi, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi karena ekspektasi masyarakat yang semakin modern. Penelitian ini merupakan suatu Upaya untuk meningkatkan preferensi Masyarakat terhadap kesenian jaranan melalui sosial media, khususnya kesenian jaranan di Desa Kedamean Gresik. Melalui penelitian ini yang bertujuan tidak hanya mengembangkan minat para tim kesenian saja, tetapi juga untuk menyadarkan Masyarakat terhadap pentingnya melestarikan dan menghargai kesenian jaranan sebagai bagian dari identitas budaya lokal Indonesia. Metode yang digunakan peneliti ialah metode deskriptif kualitatif dengan menguraikan dan menggambarkan aspek yang diteliti. Data yang dikumpulkan dapat berupa naskah wawancara, catatan lapangan, foto, video tape, dokumentasi pribadi, catatan atau memo. Hasil dan pembahasan yang didapat untuk meningkatkan preferensi Masyarakat terhadap kesenian jaranan melalui sosial media serta menyadarkan Masyarakat terhadap pentingnya melestarikan dan menghargai kesenian jaranan sebagai bagian dari identitas budaya lokal Indonesia. Kesimpulan dan saran dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media sosial sebagai bentuk kreasi dan ekspresi meskipun pada penelitian ini masih perlu dikembangkan serta ditingkatkan lagi dan diharapkan untuk kedepannya mampu dan ditingkatkan lagi dalam mengembangkan kesenian jaranan yang ada di desa Kedamean Gresik
TANGGUNG JAWAB HUMAS DALAM PEMBERIAN PELAYANAN DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN GRESIK
Tanggung jawab humas di dinas pendidikan Gresik sangat penting dalam memastikan pelayanan yang efektif dan efisien kepada masyarakat, terutama dalam konteks pendidikan. Tulisan ini membahas peran Humas dalam membangun citra positif, menyediakan informasi yang jelas dan akurat, serta memfasilitasi komunikasi antara pihak dinas dengan masyarakat luar. Penekanan juga diberikan pada pentingnya transparansi, responsibilitas, dan keterbukaan dalam menjalankan tugas-tugasnya. Dengan menjalankan tanggung jawab ini dengan baik, Humas dapat memperkuat hubungan antara dinas pendidikan dan masyarakat, serta meningkatkan kepercayaan dan kepuasan publik terhadap layanan yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui responsibilitas humas dalam pemberian pelayanan di Dinas Pendidikan kabupaten Gresik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan analisis terhadap landasan teori. Penelitian ini dilakukan di Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, pengisian kuesioner, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil dari penelitian ini adalah jenis media yang digunakan saat ini dalam kegiatan humas di Dinas Pendidikan kabupaten Gresik terdiri dari Gresik AKAS 112, Instagram dan SPAN LAPOR
TANGGUNG JAWAB HUMAS DALAM PEMBERIAN PELAYANAN DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN GRESIK
Tanggung jawab humas di dinas pendidikan Gresik sangat penting dalam memastikan pelayanan yang efektif dan efisien kepada masyarakat, terutama dalam konteks pendidikan. Tulisan ini membahas peran Humas dalam membangun citra positif, menyediakan informasi yang jelas dan akurat, serta memfasilitasi komunikasi antara pihak dinas dengan masyarakat luar. Penekanan juga diberikan pada pentingnya transparansi, responsibilitas, dan keterbukaan dalam menjalankan tugas-tugasnya. Dengan menjalankan tanggung jawab ini dengan baik, Humas dapat memperkuat hubungan antara dinas pendidikan dan masyarakat, serta meningkatkan kepercayaan dan kepuasan publik terhadap layanan yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui responsibility humas dalam pemberian pelayanan di Dinas Pendidikan kabupaten Gresik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan analisis terhadap landasan teori. Penelitian ini dilakukan di Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, pengisian kuisioner, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil dari penelitian ini adalah jenis media yang digunakan saat ini dalam kegiatan humas di Dinas Pendidikan kabupaten Gresik terdiri dari Gresik AKAS 112, instagram dan SPAN LAPOR
LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI SOLUSI PENCEGAHAN KENAKALAN REMAJA DI PERKOTAAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran lembaga pendidikan islam sebagai solusi pencegahan kenalan remaja di perkotaan. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis berupa studi kasus. Peneliti mencari solusi dari masalah atau peristiwa yang terjadi dengan memahami bagaimana permasalahan tersebut bisa terjadi dengan mengumpulkan banyak informosi kemudian dikaji. Kenakalan remaja yang dikenal dengan istilah juvenile delinquent merupakan perbuatan atau perilaku negatif yang berlawanan dengan hukum dan aturan masyarakat. Perbuatan tersebut akan diberikan sanksi jika diketahui oleh petugas hukum. Bentuk kenakalan remaja yang ada di daerah perkotaan, salah satunya di kota surabaya, misalnya tawuran, pencurian, gengster, balapan liar, bolos dan narkoba. Dengan hal ini, lembaga pendidikan islam memiliki solusi untuk menanggulangi masalah tersebut, karena lembaga pendidikan islam adalah tempat yang memiliki peran untuk mengubah tingkah laku individu menjadi lebih baik. Solusi lembaga pendidikan islam untuk mengatasi terjadinya kenakalan remaja, diantaranya; memberikan pengajaran bukan dari aspek pengetahuan dan keterampilan saja, melainkan juga melalui agama, budi pekerti dan etika, menguatkan mental remaja agar bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi, memperbaiki hubungan dan keadaan sosialnya dan tempat yang bisa menimbulkan terjadinya kenakalan remaja, dan lain sebagainya
ANALISIS KOMUNIKASI MATEMATIS MAHASISWA DALAM GEOMETRI DASAR
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis mahasiswa dalam matakuliah geoemtri dasar. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa tingkat 1 tahun akademik 2023/2024. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dan wawancara. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Teknik analisis data dilakukan dengan mereduksi, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesimpulan dari penelitian ini adalah 33 % mahasiswa pada mata kuliah geometri dasar mempunyai kemampuan komunikasi matematis sangat baik, 50 % mahasiswa pada mata kuliah geometri dasar mempunyai kemampuan komunikasi matematis baik dan 17 % mahasiswa dengan kategori kemampuan komunikasi matematis cukup dan tidak ada mahasiswa dengan kategori kemampuan komunikasi matematis kurang.
 
Literasi Media: Media Pembelajaran Siswa Sekolah Menengah Atas di Era Digital
Penelitian ini merupakan bagian dari kegiatan yang turut menyukseskan kurikulum merdeka di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kajian pustaka dan penelitian lapangan langsung. Hasil yang ditemukan oleh peneliti yaitu banyak siswa-siswi Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan sudah mengenal beragam media, namun kurang edukasi dalam menggunakan media tersebut. Untuk itu, peneliti memberikan pelatihan sambil mengkaji salah satu bentuk softskill bagi peserta untuk mengetahui tentang Literasi Digital mereka. Untuk anak SMK khusus bidang Multimedia, mereka bisa juga diarahkan ke lembaga penyiaran untuk magang singkat terkait hal-hal teknis serta pengoperasian perangkat yang ada di lembaga penyiaran agar aplikasi terkait teori literasi media bisa diterapkan langsung di beberapa lembaga penyiaran yang ada di Bangka Belitung
Upaya Meningkatkan Penanaman Agama dan Moral dengan Metode Berbicara Tentang Kisah Nabi dan Rasul di PAUD Rahva
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan suatu upaya pembinaan yang ditunjukkan kepada anak sejak lahir sampai usia 6 tahun yang dilakukan melalui rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan belajar dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Pendidikan nilai-nilai agama dan moral pada program PAUD merupakan fondasi yang kokoh dan sangat penting keberadaannya, dan jika hal itu telah tertanam dengan baik dalam setiap insan sejak dini, hal tersebut merupakan awal yang baik bagi pendidikan anak bangsa untuk menjalani pendidikan selanjutnya. Dalam meningkatkan penanaman nilai agama dan moral pada anak usia dini perlu adanya beberapa metode. Tujuan dari penelitian in adalah untuk meningkatkan penanaman nilai agama dan moral pada anak usia dini di PAUD Rahva melalui metode bercerita. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang melibatkan dua orang guru di kelas B. Data dianalisis dengan menggunakan cara reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bercerita tentang kisah Nabi dan Rasul di PAUD Rahva dapat meningkatkan penanaman nilai agama dan moral anak usia din
Respons Anak Usia Dini dan Anak Sekolah Dasar Beserta Orang Tua Mereka pada Kegiatan Melukis di Eco-Canvas sebagai Alternatif Kanvas Styrofoam
Kanvas merupakan media utama yang diperlukan sebagai media dalam seni lukis. Selain kanvas dari kain, banyak pula beredar kanvas yang terbuat dari stryrofoam. Kanvas styrofoam ini digunakan sebagai media lukis anak-anak di tempat bermain, pasar malam, maupun alun-alun kota. Styrofoam termasuk dalam kelompok plastik dan mengandung berbagai zat kimia yang berbahaya bagi manusia, di antaranya benzene dan styrene. Apabila manusia terpapar zat tersebut, dapat meningkatkan risiko terkena kanker. Salah satu alternatif penggunaan styrofoam sebagai media lukis yaitu dengan menggunakan eco-canvas. Eco-canvas merupakan media lukis yang ramah lingkungan yang terbuat dari ampas tebu, jerami, dan kulit jagung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respons anak usia dini dan anak pada jenjang sekolah dasar beserta orang tua mereka pada kegiatan melukis di eco-canvas. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan teknik pengambilan sampel secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% anak merasa senang melukis di eco-canvas. Melukis di eco-canvas dapat melatih kreativitas dan imajinasi anak, lebih menarik dari pada melukis pada kanvas styrofoam dan lebih mudah. Mereka juga berpendapat bahwa melukis di eco-canvas melatih ketekunan anak, melatih anak untuk percaya diri, melatih kemampuan mencermati lingkungan sekitar anak, melatih kemampuan konsentrasi anak, dan eco-canvas merupakan media lukis yang lebih aman bagi lingkungan. Oleh karena itu Eco-canvas merupakan salah satu alternatif media lukis yang sangat tepat untuk digunakan sebagai media lukis bagi anak baik di lingkungan masyarakat maupun di sekolah
Konstruksi Pembelajaran Ekonomi Ideal di SMA/MA: Menuju Model Pembelajaran Integratif
Konstruksi pembelajaran sebagai solusi atas problematika di dunia pendidikan. Mengingat, pembelajaran selama ini dipraktikkan secara disintegrasi sehingga tidak bisa menjawab kebutuhan dan tuntutan zaman. Kemudian, problem lain juga menjadikan siswa tidak bisa mendapatkan pengalaman belajar yang maksimal. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian pustaka (kajian pustaka) yang semua datanya berasal dari buku, jurnal, dokumen dan internat serta pendukung lainnya, teknik analisa datanya menggunakan interpretasi dengan penguatan teori dan data terbaru yang sesuai dengan tema kajian. Hasil menunjukkan bahwa konstruksi pembelajaran ekonomi di level SMA/MA/SMK didesain dengan integrasi berbagai pendekatan (konstruktivistik dan behavioristik), metode pembelajaran (diskusi, tanya jawab, observasi, eksperimen, penugasan, problem solving), sumber belajar (internet, buku, jurnal, data lapangan), teknik evaluasi (tulis, laporan, produk, karya), sehingga dihasilkan model pembelajaran yang holistik-integratif yang menjadi akhirnya dapat meningkatkan motivasi, prestasi dan hasil belajar siswa. Dengan demikian, proses pembelajaran bisa berjalan secara efektif dan menjadi model pembelajaran yang ideal