Jurnal Edu Aksara
Not a member yet
    60 research outputs found

    Desain Pembelajaran PAI Berbasis Deep Learning: Membangun Pengalaman Belajar Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi

    Full text link
    Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, sikap, dan spiritualitas peserta didik namun, praktik pembelajaran yang masih dominan berfokus pada hafalan dan pemahaman permukaan (surface learning) membuat siswa kurang mampu menghayati serta menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam dan bermakna. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual desain pembelajaran PAI berbasis deep learning sebagai alternatif untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar. Metode yang digunakan adalah studi pustaka, yaitu dengan menelaah berbagai sumber literatur terkait teori deep learning dan praktik pembelajaran PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan deep learning menekankan pada pengalaman belajar yang utuh, mencakup tiga tahapan utama: memahami ajaran Islam secara mendalam, mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, serta merefleksi proses pembelajaran untuk menilai sejauh mana pemahaman dan penerapan yang telah dilakukan. Strategi yang mendukung pendekatan ini mencakup diskusi reflektif, studi kasus, pembelajaran kolaboratif dan Problem Based Learning (PBL). Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam membangun pemahaman bermakna dan internalisasi nilai yang mendalam pada peserta didik

    PENERAPAN METODE MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SANTRI TENTANG HADITS KITAB BULUGHUL MARAM DI PONDOK PESANTREN ROUDLOTUL MURTADLO PASREPAN PASURUAN

    Full text link
    Pemahaman santri tentang Hadits di Pondok Pesantren Roudlotul Murtadlo cenderung bersifat konvensional. Pengajaran yang berfokus pada hafalan dan pemahaman tekstual sering kali tidak mampu merangsang pemikiran kreatif dan pemahaman holistik. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode pembelajaran yang dapat merangsang kreativitas dan memudahkan pemahaman konsep Hadits. Metode Mind Mapping dipilih oleh peneliti karena dianggap paling cocok dalam meningkatkan pemahaman Hadits. Oleh karena itu, ada beberapa rumusan masalah dari hal tersebut yakni bagaimana penerapan metode Mind Mapping, respon santri terhadap metode tersebut, dan apa kelebihan dan kekurangan metode tersebut. Dan tujuan penelitian ini adalah agar mengetahui hasil dari penerapan metode Mind Mapping ini meningkatkan retensi atau tidak, agar mengetahui respon santri terhadap penggunaan metode Mind Mapping, dan agar mengetahui kelebihan dan kekurangan metode Mind Mapping. penelitian dan jenis pendekatan yang digunakan adalah Metode Kualitatif. Teknik pengumpulan data yang kami gunakan adalah wawancara dan observasi. Penelitian ini memiliki beberapa tahapan; tahap pendahuluan, tahap penelitian sebenarnya, dan tahap penulisan laporan penelitian. Hasil penelitian kami setelah diterapkannya metode Mind Mapping diantaranya para santri lebih mudah untuk memahami sebuah Hadits, sebagian besar santri memberikan respon positif terhadap penerapan metode Mind Mapping dalam pembelajaran hadits kitab Bulughul Maram, Metode Mind Mapping memiliki kelebihan diantaranya seperti dalam memudahkan santri memahami hadits secara keseluruhan. Dan metode ini juga memiliki kekurangan seperti harus didampingi dengan melihat materi dari sumber asli

    ANALISIS EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODUL AJAR DIGITAL INTERAKTIF DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR

    Full text link
    Pesatnya perkembangan revolusi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya peralihan dari metode pengajaran tradisional ke penggunaan teknologi digital yang lebih interaktif. Kurikulum Merdeka yang digagas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi bertujuan untuk memberikan keleluasaan dan kebebasan bagi guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. Salah satu inovasi utama dalam kurikulum ini adalah penerapan modul pengajaran digital interaktif yang tidak hanya menyajikan materi menarik tetapi juga memungkinkan interaksi langsung sehingga memudahkan siswa dalam memahami pembelajaran. Artikel ini disusun dengan menggunakan metode tinjauan literatur, yang meliputi pengumpulan dan analisis informasi dari berbagai sumber dokumen seperti buku, jurnal, artikel, dan dokumen terkait lainnya. Modul ini memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan kaya dibandingkan metode konvensional. Kurikulum Independen, yang menekankan pembelajaran pribadi dan mandiri, memungkinkan siswa untuk belajar sesuai kecepatan mereka, mengeksplorasi materi secara mendalam, dan menerima umpan balik segera. Penelitian juga menemukan bahwa modul digital interaktif meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Fitur interaktif seperti video, kuis, dan simulasi membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan memperkuat konsep yang diajarkan. Para guru melaporkan bahwa modul ini mempermudah pemantauan kemajuan siswa dan memberikan intervensi yang tepat waktu. Namun tantangan seperti keterbatasan infrastruktur teknologi dan perlunya pelatihan tambahan bagi guru masih perlu diatasi untuk memaksimalkan potensi modul ini dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka Belajar

    IDENTIFIKASI MOTIVASI MASYARAKAT DALAM MEMPERBANYAK SEDEKAH SEBAGAI AMALAN RUTIN

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi motivasi masyarakat dalam memperbanyak sedekah sebagai amalan rutin di kelurahan Pisang kecamatan Pauh kota Padang. Melihat dan mengungkap bahwa sebenarnya kemampuan sedekah itu terletak pada kemauan dan kesempatan untuk bersedekah, bersedekah tidak harus menunggu kaya. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey terhadap masyarakat kelurahan Pisang, masing-masing variabel ini akan diuji dengan menggunakan kuesioner tertutup (closed-ended questionnaire). Populasinya seluruh masyarakat pisang, sampel diambil dengan metode purpobility sampling. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa secara garis besar masyarakat kelurahan Pisang hidup sederhana dan memiliki kemampuan untuk bersedekah. Kebiasaan untuk selalu menyisihkan rezeki yang didapat juga sudah dilakukan, meskipun belum dilakukan sebagai amalan rutin setiap harinya. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sebenarnya yang perlu diberikan kepada masyarakat pendidikan sedekah, dan indahnya berbagi. Tidak harus menunggu kaya, tetapi kayakan hati biar bisa berbagi

    Penerapan Media Presentasi ClassPoint untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Bahasa Inggris Peserta Didik di MTsN 9 Jombang

    Full text link
    Pelajaran Bahasa Inggris di ajarkan di kelas VII hingga kelas IX di MTsN 9 Jombang.  Proses pembelajaran selama ini dilakukan adalah menggunakan metode tatap muka dengan menggunakan buku paket sebagai sarana pembelajaran utama dan menjadi salah satu penyebab rendahnya hasil belajar peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan yang bertujuan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas dengan melaksanakan penerapan media presentasi ClassPoint. Pada dasarnya, ClassPoint adalah media presentasi powerpoint. Tetapi, hal yang menarik adalah, dengan aplikasi ClassPoint ini peneliti dapat menjadikan presentasi menjadi interaktif. Peneliti juga bisa melakukan tanya jawab secara langsung dan mendapatkan respons secara langsung. Berdasarkan analisis tes hasil belajar pada siklus I, ditemukan bahwa sebanyak 12 peserta didik atau sekitar 37,5% berhasil mencapai atau melampaui nilai kriteria ketuntasan Minimal KKM (75), sementara sisanya sebanyak 20 peserta didik (62,5%) belum mencapai KKM. Setelah analisis tes hasil belajar pada siklus II, ditemukan bahwa sebanyak 26 peserta didik atau sekitar 81,25% peserta didik telah mencapai nilai kriteria ketuntasan Minimal KKM (75), sementara sisanya, sebanyak 6 orang peserta didik (18,75%), belum mencapai KKM. Ini menunjukkan bahwa target hasil tindakan yang direncanakan dalam penelitian ini, yaitu mencapai ketuntasan klasikal sebesar 81%, telah tercapai. Berdasarkan hasil analisis data tes peserta didik, observasi, dan jurnal pembelajaran yang dilakukan, terdapat perubahan dalam nilai hasil belajar peserta didik setelah penggunaan media presentasi ClassPoint dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Hal ini menunjukkan bahwa ClassPoint mampu menarik perhatian peserta didik, memotivasi mereka untuk belajar dengan suasana yang menyenangkan, dan meningkatkan usaha belajar mereka

    Deskripsi Kesulitan Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPA Kelas Tinggi di Sekolah Dasar

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya seorang guru memahami kesulitan belajar siswa pada pembelajaran IPA kelas tinggi di SD. Kesulitan belajar merupakan kemampuan seorang siswa untuk menguasai suatu materi pelajaran secara maksimal tetapi dalam kenyataannya siswa tidak dapat menguasainya dalam waktu yang telah ditentukan dikarenakan beberapa faktor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan lebih dalam terkait kesulitan belajar siswa pada pembelajaran IPA kelas tinggi dan membantu para literatur untuk mengungkapkan penyebab kesulitan belajar siswa kelas tinggi di SDN Bayur. Metodologi penelitian ini menggunakan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui 3 tahap yaitu observasi mengenai penyebab kesulitan belajar siswa pada pembelajaran IPA kelas tinggi, wawancara dilakukan kepada 4 subyek narasumber yaitu 1 guru wali kelas 5 dan 3 orang siswa kelas 5 dengan teknik pencatatan tuturan lisan dan perekaman audio dan dokumentasi di SDN Bayur Amuntai. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa pada pembelajaran IPA kelas tinggi di SDN Bayur adalah kendala dalam bahasa dan kosakata ilmiah pada pembelajaran IPA, keterbatasan dalam memahami konsep abstrak pada pembelajaran IPA, dan kesulitan dalam menghubungkan teori dengan realitas sehari-hari

    HARMONI AGAMA DAN BUDAYA DALAM PERAYAAN HARI-HARI BESAR ISLAM DI INDONESIA (Analisis Kultural Dan Religius)

    Full text link
    Hari besar keagamaan merupakan hari-hari yang diperingati secara khusus oleh para pemeluknya. Hari besar mempunyai arti dan makna penting bagi kehidupan manusia baik karena pengaruhnya maupun nilai-nilai spiritualnya. Ibadah bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Namun tidak semua umat Islam mengetahui dan mampu membedakan kegiatan hari besar keagamaan yang dikategorikan perayaan dan peringatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kegiatan hari besar Islam dalam kategori peringatan dan perayaan, serta mendeskriptifkan perintah agama dan budaya masyarakat dalam melaksanakan upacara-upacara hari besar keagamaan Islam di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan studi dokumen/literatur review berupa buku, jurnal dan dokumen lainnya yang terkait dengan topik penelitian. Data menunjukkan bahwa; 1) Upacara-upacara hari besar dalam agama Islam ada yang bersifat perayaan, yaitu hari-hari yang identik/ momentum dengan suasana kebahagiaan, dan ada yang bersifat peringatan yaitu momentum untuk mengingatkan sesuatu; 2) Hari-hari besar merupakan titik temu antara agama dan budaya. Peneliti menyimpulkan bahwa agama mempunyai makna yang komplek/ beragam dan mempunyai kegunaan bagi individu, sosial, psikologi dan pendidikan. Hari raya besar dalam Islam yang masuk kategori sebagai perayaan adalah Idul Fitri dan Idul Adha, sedangkan selain kedua hari raya tersebut masuk kategori peringatan. Perayaan dan peringatan hari besar Islam merupakan kegiatan percampuran antara agama dan budaya, karena agama tanpa budaya akan terasa kaku

    MENELAAH WACANA KURIKULUM DEEP LEARNING: URGENSI DAN PERANANNYA DALAM MENYIAPKAN GENERASI EMAS INDONESIA

    Full text link
    Kurikulum menjadi sebuah hal yang penting dalam pendidikan, sehingga harus menyesuaikan dengan kondisi zaman agar lulusan nantinya mampu menjawab dan memenuhi kebutuhan zaman yang ada. Namun, sisi lain pendidikan juga punya problem mulai dari sumber daya guru, sarana prasarana yang belum merata padahal secara kebijakan sistem sama dari pusat. Tujuan artikel ini ialah menelaah apakah tepat wacana perubahan atau pergantian kurikulum dari merdeka belajar (kurikulum merdeka) ke kurikulum Deep Learning, yang hasil akhirnya ialah memberikan rekomendasi apakah tepat atau tidak wacana tersebut. Metode penelitian yang digunakan ialah studi kepustakaan dengan teknik pengumpulan data dokumentasi (buku, artikel), teknik analisa data menggunakan induksi dan intepretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana perubahan kurikulum Deep Learning sebagai pengganti kurikulum merdeka tidaklah menjadi hal yang krusial atau skala prioritas. Mengingat, secara konsep, prinsip, tujuan dan paradigma pembelajaran sama tidak jauh beda, sehingga urgensi dan peranannya tidak jauh beda yang kurikulum sebelumnya yang memang mengusung pembelajaran sesuai minat, keterampilan, kontekstual, berbasis masalah, proyek dan berparadigma konstruktivistik. Kementerian pendidikan Nasional harusnya fokus pada masalah nyata yang ada di pendidikan Indonesia yakni terkait pemerataan pembangunan pendidikan Nasional yang hingga saat ini terjadi kesenjangan yang cukup tinggi antara swasta-negeri, perkotaan-pedesaan, belum lagi masih adanya daerah tertinggal, pelosok, pegunungan yang secara akses jalan, layanan internet juga masih lemah

    ANALISIS SEMIOTIKA: PENANDA DAN PETANDA PADA LIRIK LAGU REALITAS KONSUMERISME KARYA GRUP BAND SUKATANI PUNK

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam makna dan kritik sosial dalam lagu "Realitas Konsumerisme" karya grup band Sukatani Punk. Dengan perpaduan antara lirik yang kritis dan gaya musik yang energik, menawarkan perspektif menarik terhadap isu-isu sosial.  Lagu tersebut mengangkat isu-isu yang erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat pedesaan serta fenomena sosial yang tengah berlangsung, terutama dalam konteks budaya konsumtif yang berkembang di kalangan generasi muda. Dengan menggunakan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure, penelitian ini menganalisis hubungan antara petanda (konsep) dan penanda (bentuk) dalam lirik lagu untuk mengungkap pesan sosial yang disampaikan. Hasil penelitian diharapkan mampu menunjukkan bagaimana elemen-elemen dalam lirik lagu mencerminkan realitas konsumerisme dan relevansinya sebagai kritik terhadap kondisi sosial saat ini

    PERAN ATALAKI (LEMBAGA ADAT) TERHADAP TARIAN MURE SEBAGAI WUJUD MENJAGA KETAHANAN SOSIAL BUDAYA DALAM WILAYAH HUKUM ADAT NGGELA DESA NGGELA KABUPATEN ENDE”

    Full text link
    Seni tari merupakan budaya bangsa, suatu bentuk refleksi dari siklus kehidupan bangsa yang telah lama ada. Peran Atalaki (Lembaga Adat)Terhadap Tarian Mure Sebagai Wujud Menjaga Ketahanan Sosial Budaya dalam Wilayah Hukum Adat Nggela sangat diperlukan. Hasil penelitian menemukan bahwa dalam menjaga dan melestarikan budaya sebagai warisan leluhur, Atalaki (Lembaga Adat) semakin pudar kepedulian terhadap tarian Mure, hal ini tercipta karena pihak Atalaki (Lembaga Adat) tidak mampu menjalankan perannya sebagai pihak yang Memegang Amanah, pihak yang Memberi Teladan, dan sebagai pihak yang Bertanggung Jawab atas eksistensi Tarian Mure dalam wilayah hukum adat Nggela. Hal ini disebabkan oleh berbagai kendala, yaitu: 1) Pemahaman tentang tarian Mure oleh Atalaki (Lembaga Adat) sangat minim; 2) Semakin maraknya budaya asing merambah masuk dalam kehidupan masyarakat adat Nggela, 3)Tidak adanya Peraturan dan sanksi yang tegas dari Atalaki (Lembaga Adat) yang melarang (Pire)/membatasi budaya asing masuk di dalam masyarakat adat Nggela; 4) tidak adanya keteladanan dari para Atalaki (Lembaga Adat); 5) Kurang adanya kemauan dari masyarakat dalam wilayah hukum adat Nggela khususnya generasi muda untuk menari tarian Mure,6) Mudahnya mengakses informasi melalui media masa. Upaya yang dilakukan yakni meningkatkan peran Atalaki (Lembaga Adat)yaitu: 1) Atalaki (Lembaga Adat); 2) Atalaki (Lembaga Adat) ; 3) Atalaki (Lembaga Adat); 4) Atalaki (Lembaga Adat), yang berimplikasi pada ketahanan sosial budaya di dalam wilayah hukum adat Nggela

    58

    full texts

    60

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Edu Aksara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇