Journal Online ISI Padangpanjang
Not a member yet
    1530 research outputs found

    Fenomena Pekerja Perempuan Pemecah Batu Kapur di Bukit Tui Kota Padangpanjang Sumatera Barat

    Get PDF
    Penelitian ini membahas Fenomena Pekerja Perempuan Pemecah Batu Kapur Bukit Tui di Kota Padangpanjang, Sumatera Barat. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan bentuk pekerjaan buruh perempuan pemecah batu kapur, menganalisis faktor-faktor yang melatarbelakangi keterlibatan mereka dalam pekerjaan tersebut, serta mengidentifikasi bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang dialami baik di lingkungan kerja maupun sosial. Kajian ini menggunakan teori fenomenologi Alfred Schutz dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan buruh perempuan pemecah batu kapur meliputi empat jenis aktivitas utama, yaitu mengeluarkan batu dari tungku pembakaran, melakukan penyiraman dan penyortiran, memecahkan batu kapur, serta melakukan pengemasan. Faktor-faktor yang mendorong perempuan bekerja di sektor ini meliputi faktor ekonomi, budaya, sosial, dan kondisi lingkungan alam. Selama bekerja, mereka menghadapi empat bentuk ketidakadilan gender, yaitu stereotipe, beban ganda, subordinasi, dan kekerasan, yang memperlihatkan masih kuatnya konstruksi sosial patriarkal terhadap peran perempuan di wilayah kerja informal

    BUNGA MELATI SEBAGAI IDE PENCIPTAAN PRODUK JAM DINDING BAHAN KAYU DAN LOGAM

    Get PDF
    Tugas Akhir Karya Seni yang berjudul ”Bunga Melati Sebagai Ide Penciptaan Produk Jam Dinding Bahan Kayu Dan Logam” dengan menggunakan kayu dan plat logam sebagai media utama, bertujuan menciptakan desain motif hias dari berbagai bentuk jam dinding, dan membuat karya kriya kayu dan logam jam dinding dengan menerapkan bunga melati sebagai motif hias. Proses penciptaan karya jam dinding bahan kayu dan logam ini menggunakan metode SP Gustami dengan 3 tahapan yaitu: ekplorasi, perancangan, dan perwujudan. Tahap ekplorasi dimulai dengan mencari ide gagasan, konsep, landasan penciptaan karya  dan eksperimen. Tahap perancangan meliputi pembuatan sketsa alternatif yang kemudian dipilih sketsa yang terbaik yang digunakan sebagai acuan dalam proses perwujudan. Tahap ketiga yaitu tahap perwujudan yang meliputi proses pembuatan  karya dari awal sampai hasil akhir. Proses  perancangan dengan membuat sket alternatif dan desain terpilih, serta proses perwujudan karya. Proses perwujudan karya dimulai dengan persiapan alat dan bahan, pembentukan karya meliputi penyekrolan, pembuatan dasaran ukiran dan dilanjutkan dengan mengukir. Teknik yang digunakan dalam proses pembuatan karya adalah teknik kerja sekrol, teknik kerja bangku, teknik mesin, dan teknik ukir. Hasil dari penciptaan karya kriya kayu jam dinding ini berjumlah 8 karya. Karya tersebut adalah jam dinding 1 Judul Primrose, jam dinding 2 Judul Jasminum Parkeri, jam dinding 3 Judul Love Jasminum, jam dinding 4 Judul Penopang, jam dinding 5 Judul Jasmine Bintang, jam dinding 6 Judul Puspa, jam dinding 7 Judul Beautiful Jasmine, dan jam dinding 8 Judul King Jasmine

    Cardigan Makrame Dengan Hiasan Bada Mudiak

    Get PDF
    Bada Mudiak is a Minangkabau pattern inspired by fish. Bada Mudiak means small fish facing upstream. This pattern contains the meaning of life that is harmonious, compact, one-sided, harmonious, one-way, and purposeful. The concept of the work created is the application of Bada Mudiak to macrame cardigan created in the size and placement of Bada Mudiak pattern. The method used is called Gustami SP's three-stage theory, started from exploring the process of searching or exploring to make direct observations to find out Bada Mudiak's pattern as well as looking for reference sources and images through literature study. Designing starts from sketching, designing and continuing with the embodiment process by preparing the materials and tools used. The work was created using 2 mm black, yellow, and red cotton rope. Macrame technique is used to create cardigans, and embroidery techniques is used to combine Bada Mudiak pattern on it.Each work created has a different meaning and title, namely: Ka Hulu, Indak Saliang Manyalo, Bairingan, Basamo Balapang-Lapang, Cilako Jikok Basilang, Saraso, and Tongga Babeleng. Keywords: Bada Mudiak, Cardigan, Macrame, Embroide

    Aplikasi Teknik Pizzicato Dalam Repertoar Spain Dan Donna Lee “Performance Of Bass”

    Get PDF
    Pizzicato is a technique of playing a stringed instrument by plucking, which is playing the tone by plucking the strings using your fingers. This technique is generally played with the right hand, but can also be played with the left hand depending on the user. This technique is played in the presentation of Spanish and Donna Lee songs. Spain is an instrumental song by Jazz genre by Chik Corea. This work was made in 1971 in Spain. The title of this work is in accordance with the place of manufacture, namely Spain and in Indonesian is called Spanish. Donna Lee is a bebop Jazz instrumental song popularized by Charlie Parker. This composition was born in New York City, USA. In the beginning, this song was recorded by Charli Parker Quintet on May 8, 1947. Performance of Bass was the title of the performance. This show presents several repertoires, namely: Spain, Donna Lee, and several complementary repertoires of the show. The purpose of this show is to present a different musical performance to the audience with the aim of presenting something new through different repertoires. The methods used in this performance include the preparation stages, the training process, and the techniques used.Keywords: Pizzicato; Spain; Donna Lee; Performance of BassPizzicato adalah teknik memainkan alat musik dawai dengan cara di petik, yaitu memainkan nada dengan cara memetik senar dengan menggunakan jari.  Teknik ini umumnya dimainkan dengan tangan kanan, akan tetapi dapat juga dimainkan tangan kiri tergantung penggunanya. Teknik ini dimainkan dalam penyajian lagu Spain dan Donna Lee. Spain adalah lagu instrumental bergenre Jazz karya Chik Corea. Karya ini dibuat pada tahun 1971 di Spanyol. Judul dari karya ini sesuai dengan tempat pembuatannya yaitu Spain dan dalam bahasa Indonesia disebut Spanyol. Donna Lee adalah lagu instrumental bergenre bebop Jazz yang dipopulerkan oleh Charlie Parker. Komposi ini lahir di New York City, Amerika. Pada awlanya, lagu ini di rekam oleh Charli Parker Kuintet tanggal 8 Mei 1947. Performance of Bass adalah judul pertunjukan yang dilaksanakan. Pertunjukan ini menyajikan beberapa repertoar, yaitu: Spain, Donna Lee, dan beberapa repertoar pelengkap pertunjukan. Tujuan dari pertunjukan ini adalah menyajikan sebuah pertunjukan musik  yang berbeda kepada audiens dengan tujuan menampilkan sesuatu hal yang baru melalui repertoar yang berbeda-beda. Metoda yang dilakukan dalam pertunjukan ini diantaranya adalah tahapan persiapan, proses latihan, dan teknik yang digunakan.Kata Kunci: Pizzicato; Spain; Donna Lee; Performance of Bas

    CAMERA ANGLE UNTUK MEMPERLIHATKAN KARAKTER PROTAGONIS ANTAGONIS DAN TRITAGONIS PADA FILM KALIYA

    Get PDF
    Camera angle merupakan penempatan kamera dari sudut atau ketinggian tertentu untuk mendapatkan pesan dan momen yang ingin disampaikan dalam gambar. Camera angle sangat bermanfaat dalam menciptakan persepsi orang yang dilihat di dalam fotografi, sinematografi bahkan ilustrasi sekalipun. Pemilihan camera angle yang seksama dapat mempertinggi visual dramatik dari cerita dalam sebuah film. Pengkarya sebagai Director of Photography (D.O.P) yang bertugas memimpin dan mengarahkan perekaman unsur visual dengan kamera menggunakan camera angle untuk memperlihatan serta menonjolkan karakter tokoh dalam film Kaliya. Film yang berjudul Kaliya merupakan sebuah film fiksi dengan genre drama berdurasi ±15 menit yang menceritakan tentang seorang perempuan bernama Kaliya yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan selalu mendapatkan perlakuan yang tidak senonoh dari majikannya, Irwan. Untuk mewujudkan karakter tokoh dalam film Kaliya, pengkarya menggunakan angle kamera high angle, eye level angle, low angle. Pengkarya juga menerapkan beberapa tipe shot , yaitu long shot, extreme close up, close up dan medium close up. Hal ini bertujuan agar ekspresi para pemain dalam film terlihat lebih jelas dan detail, sehingga karakter yang dihadirkan oleh pemain dapat tersampaikan kepada penonton. Pengkarya juga menerapkan teknik pergerakan kamera untuk memvisualisasikan karakter tokoh dengan baik dan jelas, yang bertujuan untuk mendukung konsep pengkarya. Adapun pergerakan kamera yang digunakan adalah follow camera, dolly, pedestal, panning dan tilt atau tilting. Penerapan pergerakan kamera ini berfungsi untuk menciptakan efek dramatis dalam film dan mampu membangkitkan serangkaian karakter yang berbeda

    PEMBELAJARAN JAHIT PERCA DI KELAS XI JURUSAN KRIYA KREATIF BATIK DAN TEKSTIL DI SMK N 4 PADANG

    No full text
    The research entitled the patchworck sewing lessons at the XI students in the department of creative craft batik and textile of SMK N 4 Padang. The purpose of this research was to determine: (1) the causes of the low of students' ability in patchwork sewing techniques using a sewing machine. (2) How to improve students' ability to make patchwork sewing techniques using a sewing machine. This research used a descriptive qualitative approach with the subject of students from XI students in the department of creative craft batik and textile of smk n 4 padang totaling 20 people, consisting of 19 female students and 1 male student. This research used observation, interviews, literature study and documentation in collecting the data. The results of this research indicated that the causes of the low of students' ability in patchwork sewing techniques using sewing machines were the presence of students who pay less attention to the teacher when explaining theoretical and practical material, limited learning time and constraints on the sewing machine. How to improve it by doing training outside of class hours, namely making patchwork sewing techniques using a sewing machine

    ANALISIS TULISAN KAWAT DALAM ESTETIKA DAN SIMBOL

    Get PDF
    This study aims to present metal wires as visual objects in creating works as well as providing articulation, interaction with the audience of the work, as well as providing awareness to observe carefully. The analysis of wire writing in aesthetics and symbols became the inspiration in this research. The method used in this creation is the making of craft art, namely exploration, design, and embodiment using brainstorming, improvisation and imaginary methods, as well as media and technique exploration. Wire writing that is assembled and connected as a whole is a beauty that gives unity values to the signs that surround us, with a series of words arranged randomly and regularly. Using techniques, twisting, bending, connecting and wire using pliers manually. Wire is part of the extraordinary power that becomes an inspiration when people see and observe the uniqueness in aesthetics and symbols.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengemukakan kawat logam sebagai objek visual dalam penciptaan karya serta memberikan artikulasi, interaksi terhadap si penikmat dengan karya, juga memberikan kesadaran penikmat untuk  mengamati dengan seksama. Analisis tulisan kawat dalam estetika dan simbol menjadi inspirasi dalam penelitian ini. Metode yang digunakan dalam penciptaan ini adalah penciptaan seni kriya yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan dengan metode brainstorming, improvisasi dan imajiner, serta ekplorasi media dan teknik. Tulisan kawat yang dirangkai dan disambung secara keseluruhan merupakan keindahan yang memberikan nilai kesatuan terhadap tanda-tanda yang ada di sekeliling kita, dengan rangkaian kata yang disusun secara acak dan teratur. Menggunakan teknik, melilit, menekuk, menyambung dan memotong kawat memakai tang secara manual. Kawat menjadi bagian dari kekuatan tulisan sehingga menjadi inspirasi ketika orang melihat dan mengamati keunikan dalam estetika dan simbol

    SYMBOLIC MEANING OF COSTUMES AND PROPERTY GONG DANCE OF THE DAWAN TRIBE NANSEAN VILLAGE

    Get PDF
    Gong Dance is a profane dance of the Dawan Tribe community in Insana District, North Central Timor (TTU) Regency, East Nusa Tenggara Province which is usually danced in various events, both traditional events and as a reception dance.a symbol of authority, toughness, courage and masculinity of a Dawan tribe man. In particular, the symbolic meaning of Gong Dance is analyzed in terms of the costumes and properties used which are divided into three parts, namely the head which consists of pilu and pet no’o, body part consists of foke, molo, kain beti, pasu, sbeta and aluk. The leg consists of poentuf, bukhaef and giring-giring. While the properties of the gong dance are sumi and selendang. To analyze the symbolic meaning of the costumes and properties of the gong dance using qualitative descriptive analytical methods. Data obtained through observation and interviews as well as documentation.Keywords: Gong Dance; Symbolic Meaning; Costume and PropertyMAKNA SIMBOLIK PADA KOSTUM DAN PROPERTITARI GONG SUKU DAWAN DESA NANSEAN AbstrakTari  Gong merupakan sebuah tari profan masyarakat Suku Dawan yang ada di Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Provinsi Nusa Tenggara Timur yang biasanya ditarikan dalam berbagai acara baik acara adat maupun sebagai tarian penerimaan tamu. Tari Gong secara umum dimaknai oleh masyarakat Suku Dawan sebagai simbol kewibawaan, ketangguhan, keberanian dan kejantanan seorang laki-laki Suku Dawan. Secara khusus, makna simbolik Tari Gong dianalisis dari segi kostum dan properti yang digunakan yang terbagi menjadi tiga bagian yakni bagian kepala yang terdiri dari pilu dan pet no’o, bagian badan terdiri dari foke, molo, kain beti, pasu, sbeta dan aluk. Bagian kaki terdiri dari poentuf, bukhaef dan giring-giring. Sedangkan properti tari gong adalah sumi dan selendang. Untuk menganalisis makna simbolik kostum dan properti tari gong menggunakan metode kualitatif deskriptif analitikal. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara serta dokumentasi.Kata Kunci: Tari Gong, Makna Simbolik, Kostum dan Propert

    Interpretasi dan Penerapan Teknik Vokal Pada Repertoar Ach Ich Fühl’s, Regnava Nel Silenzio, Selayang Pandang, dan Stand Up For Love

    Get PDF
    Artikel ini memuat tulisan tentang pertunjukan solis vokal dalam membawakan repertoar dan interpretasi terhadap repertoar yang disajikan. Repertoar yang disajikan dalam pertunjukan diantaranya Ach Ich Fühl’s, Regnava Nel Silenzio, Selayang Pandang, dan Stand Up For Love. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang penerapan teknik dan interpretasi solis vokal dalam setiap repertoar yang dibawakan. Adapun teknik-teknik yang digunakan seperti; headvoice, chest voice, falsetto, vibrato, staccato, coloratura, riff and runs, phrasering, dan cengkok melayu. Setiap repertoar memiliki zaman, genre, teknik, dan tingkat kesulitan yang berbeda-beda, sehingga penting untuk melakukan tinjauan terhadap repertoar sebelum melakukan pertunjukan

    Mewujudkan Pemeranan Tokoh Baga Dalam Lakon Prabu Maha Anu Karya Robert Pinget Terjemahan Saini

    Get PDF
    cast figure Baga in drama script King Maha Anu work Robert Pingget translation Saini KM, from creation art role played by cast For project become the above behavior stage. According with interpretation script dramas that have made. Results from review And analysis carried out cast to figure the, made guidelines And material creation cast, which rests on on acting presentation version Eka D Sitorus And Stanislavsky's theory. acting presentation version Eka D Sitorus And use Stanislavsky's theory is the formal object of the cast For realize character figure in drama script so merges in condition inner cast. acting presentation version Eka D Sitorus the And Stanislavsky's theory applied through something method creation role on understanding cast to the formal object .  Yes something method For unite figure in self cast so that reach form become.AbstrakPemeranan tokoh Baga dalam naskah drama Prabu Maha Anu karya Robert Pinget terjemahan Saini KM ini, bentuk dari penciptaan seni peran yang dilakukan oleh pemeran untuk memproyeksikan menjadi lakuan di atas panggung. Sesuai dengan penafsiran naskah drama yang telah dibuat. Hasil dari telaah dan analisa yang dilakukan pemeran terhadap tokoh tersebut, dijadikan pedoman dan bahan penciptaan pemeranan, yang bertumpu pada akting presentasi versi Eka D Sitorus dan teori Stanislavsky. Akting presentasi versi Eka D Sitorus dan menggunakan teori Stanislavsky adalah objek formal pemeran untuk mewujudkan karakter tokoh dalam naskah drama sehingga menyatu dalam kondisi batiniah pemeran. Akting presentasi versi Eka D Sitorus tersebut dan teori Stanislavsky diaplikasikan melalui suatu metode penciptaan peran atas pemahaman pemeran terhadap objek formal tersebut.  Yakni suatu metode untuk menyatukan tokoh dalam diri pemeran sehingga mencapai bentuk menjadi

    1,195

    full texts

    1,530

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Online ISI Padangpanjang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇