Journal Online ISI Padangpanjang
Not a member yet
1530 research outputs found
Sort by
Rancangan City Branding Kota Padangpanjang
City Branding adalah strategi yang digunakan dalam pemecahan masalah untuk pencapaian tujuan penciptaan Rancangan Kota Padang Panjang yang membangun opini public dengan citra positif dan nilai baru sebagai identitas baru dalam pengembangan kota Padang Panjang sehingga menanamkan Visual Identitas “the city of gathering” di benak target sasaran. Metode dalam penggarapan visualisasi yang seimbang dengan objek formal adalah metode kualitatif spasial sebagai pengumpulan hasil riset dan metode Kotak Kaca (Glass Box Method) sebagai metode desain penarik perhatian khalayak sasaran. Sasaran tersebut yaitu pelancong dan investor, dengan mengadakan event-event secara berkelanjutan agar target akan sampai pada tujuan rancangan yaitu banyaknya yang datang mengunjungi Kota Padang Panjang dengan diadakannya event tersebut.
Analisis Struktur dan Bentuk Lagu Amintaza Dalam Pertunjukan Zikir Berdah Group Sako Batuah Kelurahan Jambi Kecil Kecamatan Maro Sebo Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi
Zikir berdah adalah kesenian yang berasal dari Kabupaten Muaro Jambi. Syair zikir berdah diambil dari dalam Kitab Al-Barzanji. Adapun syair zikir berdah ini di antaranya: Amintaza, Manlibiro, Muhammadun dan lain-lain. zikir berdah berasal dari dua kata zikir yang berarti “mengingat” suatu perbuatan yang dilakukan umat Islam kepada Allah SWT dan kepada Nabi Muhammad Saw secara berulang-ulang. Berdah berasal dari kata “Burdah” yang berarti benda Kain “Jubah”. zikir berdah dimainkan oleh 8 orang laki-laki berusia 35 hingga 65 tahun. Alat Musik pengiring zikir berdah ialah rebano berdah dan tetawak an (gong). Penelitian ini bertujuan untuk “Menganalisis Struktur dan Bentuk lagu Amintaza pada pertunjukan zikir berdah oleh Grup Sako Batuah dari Kelurahan Jambi Kecil Kecamatan Maro Sebo Kabupaten Muaro Jambi”. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, menggunakan teori Sedyawati tentang seni pertunjukan dan teori Leon Stein tentang struktur dan bentuk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, menggunakan metode Kualitatif yang bersifat Deskriptif. Hasil penelitian ini diketahuilah bahwa penyajian pertunjukan zikir berdah ini mempunyai tata cara sebelum, sesaat, dan sesudah pertunjukkan. Untuk satu lagu yang ditampilkan mempunyai durasi pertunjukan selama 20 menit. Lagu Amintaza ini mempunyai struktur musik berupa motif, tema, frase dan lain sebagainya. Bentuk lagu Amintaza yaitu bentuk lagu dengan dua tema A dan tema B, dengan tiga kali perubahan angkatan.
REDESIGN USER INTERFACE/ USER EXPERIENCE WEBSITE MUSEUM PUSAKA NIAS SEBAGAI MEDIA INFORMASI
AbstrakPerancangan Redesign User interface/ User experience website Museum Pusaka Nias sebagai media informasi bertujuan untuk menjadikan websiteMuseum Pusaka Nias sebagai media yang efektif, fleksibel dan modern serta dapat memberikan pengalaman lebih bagi setiap pengunjung websitedengan beberapa fitur – fitur tambahan hingga penerapan kaidah keilmuan UI/UX yang baik dalam penggarapannya. Museum Pusaka Nias adalah Museum yang dikelola oleh yayasan Museum Pusaka Nias bersifat sosial dan nirlaba. Dengan adanya rancangan ini, diharapkan mampu menarik daya minat pengunjung wisatawan tentang Museum Pusaka Nias baik berbasis website maupun datang secara langsung. Kemudahan akses, informasi yang update hingga responsibilitas web saat digunakan diberbagai platform yang berbeda menjadi hal yang begitu diperhatikan dalam redesign ini. Perancangan ini dimulai dengan pengumpulan data yang bersifat verbal dan visual yang dilakukan secara langsung ke Museum Pusaka Nias. Memetakan dan memahami permasalahan pengguna hingga merumuskan dan menentukan solusi dari permasalahan yang ada hingga dilanjutkan dengan sketsa adalah setiap rangkaian proses penciptaan dalam perancangan ini. Kata Kunci: Redesain, User Interface, User Experience, Museum Pusaka Nias, Website AbstractPlanning Redesign User interface/ User experience website The Nias Heritage Museum as an information medium aims to make website The Nias Heritage Museum as a media effective, flexible, and modern and can provide a better experience for every visitor website with several additional features to the application of good UI / UX scientific principles in its cultivation. The Nias Heritage Museum is a social and non-profit museum managed by the Nias Heritage Museum Foundation. With this design, it is hoped that it will attract the interest of tourist visitors to the Nias Heritage Museum website or come directly. Ease of access and information update so that web responsiveness when used on various platforms becomes a matter of great concern redesign. This design begins with collecting verbal and visual data directly at the Nias Heritage Museum. Mapping and understanding user problems to formulate and determine solutions to existing problems to proceed with sketches is every series of the creation process in this design.
KOMPOSISI MUSIK ‘BALAPOH’ TERINSPIRASI DARI KARAKTER KUAIAN DENDANG LAMBOK MALAM PADA KESENIAN SALUANG PAUAH KOTA PADANG
Saluang pauah merupakan alat musik tradisional yang tumbuh dan berkembang di Nagari Pauah, Kecamatan Kuranji,Kota Padang. Pertunjukan saluang pauah biasanya disajikan pada malam hari selepas isya sampai menjelang subuh. Adapun permainan saluang pauah ditampilkan pada acara-acara tertentu seperti acara perhelatan ataupun acara adat lainnya. Bentuk gaya musikal serta irama yang dibawakan bersumber dari patri nada dan dialek lokal.Artinya secara aspek musikal, nada saluang pauah terdiri dari scale minor diatonis. Uniknya dalam penyajian kesenian tersebut di atas dendang dan saluang tidak bermain secara synchronism, melainkan terdapat bentuk gerak irama berlawanan yang unik. Karya ini terinspirasi dari kesenian tradisi saluang pauah, dimana saluang pauah mempunyai salah satu ciri khas yaitu dendang lambok malam. Dendang tersebut mempunyai keunikan tersendiri seperti kuaian (respon spontanitas) yang membuat komposer sangat tertarik dalam menggarap karya dengan judul “Balapoh”
Eksistensi Silek Tuo Nagari Sungai Pua Dalam Fotografi Dokumenter
ABSTRAKSilek Tuo merupakan salah satu seni bela diri Minangkabau yang tumbuh dan berkembang di nagari Sungai Pua, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Di Nagari Sungai Pua, Silek Tuo masih dihadirkan sebagai salah satu seni tradisi daerah yang dilestarikan. Meski demikian, peminat akan seni bela diri mulai berkurang dari waktu ke waktu. Hal ini juga dipengaruhi oleh tidak adanya wadah serta media yang bisa meningkatkan gairah generasi millennial untuk mengembangkan silek tuo. Melalui dokumentasi dokumenter, harapannya seni bela diri silek tuo kembali dapat meningkatkan eksistensinya sebagai seni tradisi yang harus dijaga dan dilestarikan.Tujuan penelitian ini ialah sebagai upaya pelestarian dalam menjaga eksistensi seni bela diri silek tuo dalam bentuk pendokumentasian seni bela diri silek tuo di Nagari Sungai Pua. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengenalkan, mengembangkan seni bela diri silek tuo kepada kaum milenial dengan mendokumentasikan seni silek tuo dalam fotograi dokumenter. Melalui unsur-unsur metode EDFAT (Entire, Detail, Frame, Angle, Time), objek silek tuo dinarasikan dengan gaya bertutur naratif sehingga foto dokumenter ini dapat menyampaikan informasi, dan meyakinkan pemandang foto tentang eksistensi silek tuo.ABSTRACTSilek Tuo is a Minangkabau martial art that grows and develops in the Sungai Pua village, Agam Regency, West Sumatra Province. In Nagari Sungai Pua, Silek Tuo is still presented as one of the local traditional arts that is preserved. However, the interest in martial arts began to decrease from time to time. This is also influenced by the absence of forums and media that can increase the enthusiasm of the millennial generation to develop silek tuo. Through documentary documentation, it is hoped that the martial art of silek tuo can again increase its existence as a traditional art that must be preserved and preserved. The purpose of this study is as a preservation effort in maintaining the existence of the martial art of silek tuo in the form of documenting the martial art of silek tuo in Nagari Sungai Pua. This research also aims to introduce and develop the martial art of silek tuo to millennials by documenting the art of silek tuo in documentary photography. Through the elements of the EDFAT (Entire, Detail, Frame, Angle, Time) method, the silek tuo object is narrated in a narrative style so that this documentary photo can convey information, and convince photo viewers about the existence of silek tuo
PERANCANGAN KAMPANYE SOSIAL TENTANG PENGENDALIAN AMARAH
ABSTRAKTingkat kesadaran masyarakat yang rendah mengenai bagaimana cara seseorang dalam mengendalikan amarahnya, terutama amarah yang sering diluapkan begitu saja tanpa pemikiran panjang bagaimana resiko yang akan didapatkannya. Sehingga banyak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan akan menjadi penyesalan pada akhirnya. Kesadaran tersebut perlu ditingkatkan bagi setiap orang, guna mencapai kenyamanan sosial di tengah masyarakat yang akan saling menghargai dan memahami satu sama lain. Perlu adanya gerakan atau tindakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pengendalian amarah ini. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat yaitu dengan kampanye sosial. Metode dalam pengumpulan data yaitu dengan wawancara dan observasi. Metode yang digunakan dalam analisis kampanye sosial ini yaitu SWOT, AISAS, dan 5W+1H. Menggunakan pendekatan Emotional Appeal yaitu Humorous Appeal dan Guilty Feeling, yaitu cara persuasi dengan pendekatan yang halus yaitu dengan menyisipkan sedikit humor, tetapi memberikan sedikit sentilan yang menumbuhkan rasa bersalah. Kampanye sosial ini menghasilkan video motion graphic serta podcast sebagai pemberi informasi yang cukup kompleks. Selain itu juga media interaksi tanya jawab untuk mengidentifikasi tingkatan amarah audiens, serta pembahasannya.ABSTRACTThere is a low level of public awareness about how a person can control his anger, especially anger that is often just thrown out without thinking long about the risks he will get. So that many unwanted things happen and will be regretful in the end. This awareness needs to be increased for everyone, in order to achieve social comfort in a society that will respect and understand one another. There needs to be a movement or action to increase public awareness regarding anger control. Efforts made to increase public awareness are with social campaigns. The method of collecting data is by interview and observation. The methods used in the analysis of this social campaign are SWOT, AISAS, and 5W+1H. Using the Emotional Appeal approach, namely Humorous Appeal and Guilty Feeling, which is a way of persuasion with a subtle approach, namely by inserting a little humor, but giving a little flick that creates a feeling of guilt. This social campaign will be realized with motion graphic videos and podcasts as information providers which are quite complex. In addition, there is a question and answer interaction media to identify the audience's level of anger, as well as the discussion
ORNAMEN MELAYU DITINJAU DARI KETEPATAN WARNA, MODIFIKASI MOTIF, REPETISI, DAN KERUMITAN MOTIF
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan tentang karya ornamen Melayu siswa kelas XI Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Medan yang ditinjau dari keragaman warna, bentuk modifikasi motif, repetisi, dan kerumitan motif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MAN 1 Medan dan objek penelitian adalah karya gambar ornamen Melayu berjumlah 20 karya siswa dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa nilai rata-rata karya secara keseluruhan dikategorikan baik dengan rata-rata 83, 08 (baik). Karya ornamen Melayu dinilai berdasarkan aspek ketepatan warna, modifikasi motif, repetisi, dan kerumitan motif. Aspek penilaian dengan nilai tertinggi adalah modifikasi motif dengan nilai rata-rata 83,83, yaitu sudah mampu memberikan ide yang lebih menarik lagi dalam memodifikasi motif. Aspek ketepatan warna dengan nilai rata-rata 82, 77, yaitu warna yang digunakan sudah sesuai dengan warna yang terdapat pada ornamen Melayu dan sudah mampu memvariasikan keragaman warna. Aspek kerumitan motif dengan nilai rata-rata 82, 04, yaitu variasi ukuran motif yang sudah tertata dan menyatu, dan aspek repetisi dengan nilai rata-rata 83,5 yaitu pengulangan susunan bentuk sudah kontinue. Apabila di rincikan secara keseluruhan berdasarkan capaian siswa, maka karya dengan kategori sangat baik berjumlah 1 karya ornamen sebesar 10%. Kategori baik berjumlah 19 karya ornamen sebesar 90% dan karya dengan kategori cukup tidak adaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan tentang karya ornamen Melayu siswa kelas XI Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Medan yang ditinjau dari keragaman warna, bentuk modifikasi motif, repetisi, dan kerumitan motif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MAN 1 Medan dan objek penelitian adalah karya gambar ornamen Melayu berjumlah 20 karya siswa dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa nilai rata-rata karya secara keseluruhan dikategorikan baik dengan rata-rata 83, 08 (baik). Karya ornamen Melayu dinilai berdasarkan aspek ketepatan warna, modifikasi motif, repetisi, dan kerumitan motif. Aspek penilaian dengan nilai tertinggi adalah modifikasi motif dengan nilai rata-rata 83,83, yaitu sudah mampu memberikan ide yang lebih menarik lagi dalam memodifikasi motif. Aspek ketepatan warna dengan nilai rata-rata 82, 77, yaitu warna yang digunakan sudah sesuai dengan warna yang terdapat pada ornamen Melayu dan sudah mampu memvariasikan keragaman warna. Aspek kerumitan motif dengan nilai rata-rata 82, 04, yaitu variasi ukuran motif yang sudah tertata dan menyatu, dan aspek repetisi dengan nilai rata-rata 83,5 yaitu pengulangan susunan bentuk sudah kontinue. Apabila di rincikan secara keseluruhan berdasarkan capaian siswa, maka karya dengan kategori sangat baik berjumlah 1 karya ornamen sebesar 10%. Kategori baik berjumlah 19 karya ornamen sebesar 90% dan karya dengan kategori cukup tidak ad
PENGEMBANGAN PRODUK KREATIF BAHAN KERTAS BEKAS MELALUI WORKSHOP SEBAGAI EDUKASI BAGI UMKM DALAM PEMBUATAN SUVENIR
A workshop on creative waste paper products in Bukittinggi City was held in order to educate the public and MSMEs to cultivate an attitude of caring for the environment by using used paper. The waste paper recycling business opportunity is quite interesting to develop, considering the city of Bukittinggi as a major tourist destination in West Sumatra. This workshop is very important, because it can provide knowledge about skills in the form of artistic creativity that have commercial value. The use of waste paper has not been managed properly, even though waste paper is abundant and can be used as an alternative material for works of art, especially for souvenirs. The results of this workshop increase the insight and skills of MSMEs in the use of waste paper for creative products. Participants know many techniques that can be used in recycling used paper, namely: folded, cut, rolled, glued, woven, woven and made into paper pulp as the basic material for relief-shaped artwork. The conclusion from the workshop, is educating MSMEs to care about the environment and being able to make recycled artwork from used paper
Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Promosi Produk UMKM di Sumatera Barat
The development of communication technology has a significant influence on promotional media and marketing activities. Social media is one of the popular media and is considered effective in supporting the marketing of UMKM products. This study aims to look at the forms of social media use in the process of marketing UMKM products in West Sumatra. Using qualitative methods and a descriptive approach, the results of this study show that the forms of social media use vary from one UMKM to another. There are UMKM that consistently carry out direct selling and lose opportunities to build interaction with consumers. On the other hand, there are UMKM that have successfully marketed their products while building interactive relationships with their consumers by utilizing the features and facilities provided by social media platforms. This research adds to the academic corpus related to the use of social media for marketing MSME products at the regional level, especially in the West Sumatra region
PEMBUATAN BUSANA PESTA MALAM DENGAN HIASAN TASSEL
This research focuses on the process of making and the results of applying tassels to evening party dresses. The research method used consisted of four stages, namely pre-design, design, embodiment, and presentation. The process of creating an evening party dress with a tassel decoration begins with designing a design inspired by the aloe vera plant. The application of tassels to clothing is carried out using the tools and materials prepared, and involves spreading techniques in placing the tassels on clothing. The final results of this study indicate that the evening party dress with tassel decoration using sage green and light gray materials looks elegant and luxurious, in accordance with the inspiration from the aloe vera plant