Journal Online ISI Padangpanjang
Not a member yet
1530 research outputs found
Sort by
KEBAYA LABUH SEBAGAI INSPIRASI FEMININE ROMANTIC STYLE
Kebaya labuh merupakan salah satu jenis baju kebaya yang banyak dipakai oleh masyarakat suku melayu seperti di Riau. Kebaya labuh cenderung tertutup dan sopan namun tetap terkesan elegan. Masyarakat Melayu mengutamakan syariat Islam dalam cara berpakaian dengan baju yang longgar pada lengan, badan, dan pinggul. Tema dalam penciptaan busana ini adalah feminine romantic style yang identik dengan pakaian berdetail manis sehingga menampilkan kesan elegan. Style ini sangat cocok dipadukan dengan kebaya labuh mengingat karakteristik perempuan Melayu yang lemah lembut, ramah dan penyabar. Metode penciptaan pada karya ini melalui tahapan eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Trend yang digunakan dalam penciptaan karya ini adalah Co-exist dengan sub- tema The soul searchers, memiliki bentuk busana yang loose, serba longgar dan nyaman, serta didominasi oleh warna natural dalam nuansa pastel. Hasil karya yang diciptakan yaitu tiga karya ready to wear, dua karya ready to wear deluxe dan satu karya houte couture. Busana dapat digunakan sebagai busana pesta dan semi formal
Babunyi: Recomposition of Materak Art in Minimalist Music Concept
The musical composition “Babunyi” (a recomposition of Materak art in the minimalist music concept) is inspired by one of the kompang patterns found in Materak art, specifically the Kurang 1 pattern, which consists of the Induk (parent), Anak 2 (second child), and Anak 3 (third child) patterns. The concept of "Babunyi" utilizes a minimalist music approach, processed using the harmonic minor scale, and will be realized in a mixed ensemble format. The creation method for this work consists of three stages: exploration, experimentation, and realization. There are three structural processes in this composition: I (restricted pitch and rhythm materials), II (phasing), and III (long duration). The conclusion drawn is the use of minimal patterns followed by gradual changes until a complete musical composition is achieved. Keywords : Materak, Kompang, Kurang 1, Minimalist Music, Mixed Ensamble
PENERAPAN MODEL HERO’S JOURNEY UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER TOKOH UTAMA PADA SKENARIO FIKSI FANTASI BUMINTARA
Skenario fiksi fantasi Bumintara merupakan skenario yang dilatarbelakangi oleh isu perpecahan yang dapat diakibatkan dari keberagaman yang ada di Indonesia, sehingga menyadarkan betapa pentingnya persatuan dan kesatuan sesuai dengan semboyan bangsa Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang artinya “Berbeda-beda Tetap Satu Jua”. Keresahan ini menjadi sumber ide cerita yang kemudian dikemas menjadi cerita fantasi petualangan dalam skenario Bumintara. Penciptaan skenario Bumintara memiliki tujuan untuk memperlihatkan dampak buruk perpecahan yang dapat diatasi dengan sikap saling tolong menolong dan bekerja sama hingga mencapai persatuan dan kesatuan. Skenario ini diharapkan dapat menjadi sarana hiburan yang edukatif dan juga menarik untuk berbagai kalangan usia.Penuturan cerita skenario Bumintara menggunakan model hero’s journey oleh Christopher Vogler yang memiliki 12 tahapan cerita. Melalui model hero’s journey penulis dapat mengembangkan karakter tokoh utama berkat tahapan yang telah dibagi oleh Vogler. Model hero’s journey ini mempermudah penulis dalam proses penulisan skenario, sebab terdapat panduan lengkap untuk merangkai peristiwa dan konflik pada setiap tahapannya. Konflik sangat berpengaruh besar dalam perkembangan tokoh utama, karena tanpa adanya konflik tokoh utama tidak akan mengalami perkembangan.
Classification of Chronic Kidney Disease based on health care records using machine learning with Support Vector Machine
Chronic Kidney Disease (CKD) is a global health concern with a rising prevalence that necessitates early and accurate diagnosis for effective management. This study proposes the application of Machine Learning (ML), specifically Support Vector Machine (SVM), to classify CKD based on health care records. Leveraging a comprehensive dataset of patient health records, including clinical and demographic information, the research aims to develop a predictive model that can assist in the timely identification of individuals at risk of CKD. The methodology involves preprocessing the health care records, extracting relevant features, and implementing the SVM algorithm for classification. The dataset is divided into training and testing sets to evaluate the model's performance. The SVM classification model that was developed after going through the data preprocessing process produced results that were good enough to be able to classify whether a patient was diagnosed with CKD or not with an accuracy level of 98% and a total of 400 lines of data and 25 features
Dekonstruksi Pancaik Kumun Debai dalam Fotografi Ekspresi
Kumun Debai merupakan salah satu Kecamatan yang berada di kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi. Kecamatan Kumun Debai memiliki adat istiadat yang sangat kental sampai saat ini. kegiatan adat bahkan ritual adat masih dipercayai dan dilaksanakan oleh masyarakat. Satu diantaranya ialah ritual pancaik yang dilakukan sebagai media penyembuhan untuk mengambil darah kotor seseorang yang dipercaya tujuannya untuk kesehatan dan penolak bala petaka dikemudian hari. Pancaik hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang memiliki ilmu magis saja, yang dimana ilmu tersebut diperoleh oleh keturunan sebelumnya dan menggunakan sesajen sebagai pendamping dari pelaksanaan kegiatan pancaik. Pengkarya menggunakan fotografi ekspresi dalam penciptaan karya ini karena ingin memperlihatkan pancaik dari sudut pandang yang menarik dan memiliki estetika tersendiri melalui proses digital imaging menggunakan teknik kolase fotografi. Untuk memperkuat hal tersebut pengkarya memanfaatkan landasan teori dekonstruksi, semiotika , dan fotografi kolase pada karya fotografi, serta memaksimalkan aspek-aspek visual pada karya fotografi. Pengkarya menggunakan metode penciptaan seperti melakukakan tahapan observasi, wawancara, studi literatur, dan eksperimen untuk mendapatkan karya foto yang mempunyai daya tarik dan keindahan. Hasil dari penciptaan karya fotografi ekspresi dengan judul Dekonstruksi Pancaik Kumun Debai dalam Fotografi Ekspresi ini yaitu memperlihatkan pancaik dari segi adat istiadat yang kemudian dihadirkan melalui karya seni fotografi sebagai media pengenalan pengambilan darah kotor yang dilakukan secara tradisional atau yang disebut pancaik oleh masyarakat Kumun Debai yang kemudian disajikan dalam bentuk pameran karya fotografi
Keunikan dan Daya Tarik Wisata Budaya ”Ritual Asyek” Dalam Media Film Dokumenter karya Syafriandi
Documenter Film is an actualitation of work art that created from inspiration and ideas of the past event. Various programs of documenter film that existed in a society give information and knowledge through audio visual recorded. The benefits of documenter film is it’s capability to give constructive solution to the tourism phenomenon and local cultural uniqueness. The ritual of the Asyek dance is a sacred event that is to call the ancestral spirits. The ceremony or the ritual asyek event is done by involving special persons that has magical power usually it called by dukun (Pengasouh). The ritual asyek dance showed by actractive performance through documenter fillm media. Its created in a kind of association of pictury story telling. Kind of the performance called as art film or experiment. The combination of picture, music and sound atmosphere (noise) artistically as a main part of this event. Element of music is an important part that gives life movement which aroused someone’s emotion. The ritual of asyek dance as a cultural treasures of Sungai Penuh Jambi have an own uniqueness in a cultural tourism
Analisis Pengaruh Konflik Rempang Galang terhadap Destinasi Wisata
The case of the Rempang community occurred due to the lack of legal protection for their land which was then labeled as squatters. Due to misunderstandings between local communities and the government, this creates quite serious conflicts due to territorial struggles. The RempangGalang conflict caused a decrease in the number of visitors to tourist areas on the island. The decline in the number of visitors has caused the local economy to decline. In fact, the chaos that occurred between the government and the Rempang community made visitors afraid to go on tours to tourist areas around Rempang-Galang
Kreasi Kebaya Desainer Bebri Wahyudi Dalam Fotografi Fashion
Fashion berfungsi sebagai fenomena budaya, yang memungkinkan individu untuk mengekspresikan identitas mereka melalui pakaian. Merek fashion global seperti Dior, Chanel, dan Gucci secara signifikan mempengaruhi perkembangan industri, termasuk di Indonesia, di mana pakaian tradisional seperti kebaya sedang dimodernisasi. Studi ini mengeksplorasi dampak mode global pada kebaya Indonesia dan promosinya melalui fotografi mode komersial. Ini berfokus pada desain kebaya unik oleh desainer dari kota Padang Bebri Wahyudi, yang memiliki ciri khas nya sendiri terutama dalam bentuk pola detail dari payet dan sulaman yang menggambarkan suatu ide dan gagasan. Tujuan penciptaan ini adalah memperkenalkan kreasi kebaya Bebri Wahyudi hingga memberi tambahan pada nilai jualnya serta daya tariknya pada item fashion yang di komersilkan. Proses penciptaan karya ini dilakukan dengan empat tahap sebagai proses penciptaan karya yaitu persiapan, perancangan, perwujudan dan penyajian karya. Keseluruhan kebaya yang diaplikasikan kepada model dengan menggunakan teknik high key dalam fotografi fashion
The Narration of Symbolic Animalistic Metaphors in Indonesian Contemporary Painting
This research aims to describe the symbolic narrative of animalistic metaphors in Indonesian contemporary painting as a medium of criticism of the socio-political dynamics in Indonesia. The method used in this research is qualitative with Paul Recouer's Hermeneutic approach that interprets animalistic symbols through layers of literal meaning. The data in the research shows the meaning of the animalistic metaphor in painting that presents visual symbols resulting from the creative expression of artists, including Djoko Pekik, Gatot Indrajati, and Suraji. The animalistic metaphor in Indonesian contemporary painting is one of the symbolic aspects of the similarity of human nature or political rulers with the nature of animals that are considered to have savage, wild, greedy and have no conscience. Each artist has his own way of delivering criticism through painting by using historical dramatization, humor, and satire. The animalistic metaphors in these works are coupled with the selection of titles that lead to a parody. The animalistic metaphor is told visually narrative, expressing the artist's expression of anxiety and criticism that is able to bridge the aesthetic experience and critical reflection on the reality of Indonesia's current socio-political condition
Pemeranan Tokoh Raja dalam Naskah Prabu Maha Anu Karya Robert Pinget Terjemahan Saini KM Menggunakan Teknik Akting Stanislavsky
Naskah drama "Prabu Maha Anu" karya Robert Pinget yang diterjemahkan oleh Saini KM, menggali tema eksistensial melalui tokoh-tokoh yang berjuang mencari arah dan makna hidup. Fokus pada karakter Raja, peran ini diperankan menggunakan teknik akting Stanislavsky, khususnya metode "magic if", untuk mengembangkan karakter yang kompleks dan karikatural. Pemeranan ini bertujuan untuk mencerminkan absurditas yang digambarkan dalam skrip, menonjolkan tujuan hidup tokoh yang tidak jelas dan pergulatan eksistensialnya. Proses ini melibatkan eksplorasi teks yang mendalam dan interpretasi karakter, membedakan penampilan ini dari yang sebelumnya dan menawarkan penggambaran yang lebih hidup dan relevan dengan tema naskah. Pendekatan ini tidak hanya menghidupkan peran tetapi juga memperkuat diskursus eksistensial skri