Journal Online ISI Padangpanjang
Not a member yet
    1530 research outputs found

    Representasi Identitas Budaya dalam Cerita Rakyat Nusantara: Kajian Strukturalisme Levi-Strauss

    Get PDF
    Folktales, as part of the rich oral literary tradition of the Indonesian archipelago, play a significant role in shaping and representing the cultural identity of a society. This study aims to examine the narrative structures within Indonesian folktales using Claude Lévi-Strauss’s structuralist approach, which focuses on binary oppositions and the logical relationships between story elements. The method employed is qualitative-descriptive, utilizing narrative text analysis on five folktales from various regions in Indonesia, such as Malin Kundang (West Sumatra), Timun Mas (Java), The Legend of Lake Toba (North Sumatra), The Crying Stone (Kalimantan), and Sangkuriang (West Java). The findings reveal that beneath the variety of stories and geographical settings, there are recurring structural patterns, such as conflicts between child and parent, human and nature, or good and evil. These patterns reflect cultural values deeply held by the storytelling communities, such as respect for parents, moral consequences, and a spiritual relationship with nature. By mapping the structures within these folktales, the study finds that Indonesian folktales do not merely deliver entertainment or moral lessons, but also serve as symbolic representations of collective cultural identity. This study is expected to enrich the understanding of Indonesia’s oral cultural heritage and open pathways for cross-cultural interpretation through a structuralist lens

    Pertunjukan Solis Saxophone dengan Repertoar In a Sentimental Mood, Wrapped Up in Your Smile, dan Babendi-Bendi.

    Get PDF
    Pertunjukan musik merupakan salah satu cara untuk mempresentasikan sebuah karya seni kepada penonton. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pertunjukan solis saxophone yang menampilkan tiga repertoar, yaitu In a Sentimental Mood, Wrapped Up in Your Smile, dan Babendi-Bendi. Penampilan solis saxophone tidak hanya menjadi ajang unjuk keterampilan teknik, tetapi juga media ekspresi dan interpretasi musical yang unik. Dalam pertunjukan ini, solis saxophone mengeksplorasi nuansa, karakter, dan feeling masing-masing karya melalui analisis dan penerapan teknik, sliding, altissimo dan staccato ke dalam pertunjukan. Teknik-teknik yang diterapkan merupakan bagian esensial untuk menguasai permainan solis saxophone sehingga mencapai interpretasi musikal secara optimal dari berbagai aliran dan gendre musik yang dimainkan. In a Sentimental Mood dibawakan dengan nuansa melankolis dan lembut, Wrapped Up in Your Smile menonjolkan nuansa romantis dan ekspresif, sedangkan Babendi-Bendi memberikan kesan riang, energik, dan folkloristik. Penyaji menggunakan pendekatan kualitatif dan deskriptif, yaitu mengamati, menganalisa, dan mendeskripsikan aspek interpretasi dan teknik permainan yang diterapkan solis saxophone. Hasil penyajian menunjukkan bahwa interpretasi dan teknik yang diterapkan dapat menghadirkan karakter dan nuansa yang sesuai, sehingga pertunjukan solis saxophone mampu menyampaikan makna emosional dan estetika masing-masing repertoar kepada pendenga

    Pelaksanaan Pembelajaran Ansambel Lagu Fa’omuso Dodogu, Maena Dan Tano Niha Dalam Format Medley Di Gereja Bethel Indonesia Bukittinggi

    Get PDF
    Penelitian ini adalah penelitian pelaksanaan pembelajaran ansambel lagu Fa’omuso dodogu, Maena, dan Tano Niha Medley kepada anak-anak di Gereja Bethel Indonesia Bukittinggi. Metode Penelitian ini menggunakan jenis ansambel campuran. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan hasil dari pelaksanaan pembelajaran lagu Nias kepada Anak-anak Gereja Bethel Indonesia cabang Bukittinggi, mengembangkan pengetahuan bagi buat peserta dan dapat dijadikan sebagai bahan referensi. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif. pedekatan penelitian tindakan ( action research ), metode pembelajaran yang menggunakan siklus untuk mendapatkan hasil dari proses pembelajaran ansambel lagu Nias. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pengalaman baru buat peserta dan pembaca tulisan ini, dan dapat dijadikan sebagai acuan referensi bagi peneliti selanjutnya. Hasil dari penelitian ansambel yang memuaskan sehingga layak untuk dipertunjukkan dan diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan musik baik dalam musik tradisional.Kata Kunci: Ansambel; Action Research;Lagu Nias; musik Tradisi.

    Komposisi Musik "Dayang Diani Format Orkestra”

    Get PDF
    Komposisi Dayang Daini Format Orchestra adalah sebuah komposisi yang berangkat dari tema dendang Dayang Daini yang berasal dari Minangkabau. Tema dari dendang tersebut diolah kedalam format orkestra dengan bentuk bebas (Free Form). Metode penciptaan ini terdiri dari persiapan, perancangan, perwujudan, penyajian. Adapun teknik pengumpulan data yang pengkarya gunakan pada komposisi ini antara lain: studi pustaka dan studi lapangan seperti: observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan perwujudan karyanya menggunakan tahap: transkripsi, orkestrasi, aransement, proses karya, dan pertunjukan. Hasil penciptaan ini menunjukan bahwa komposisi musik yang berjudul Dayang Daini Format Orchestra, berhasil dibuat oleh pengkarya dalam format orkestra dengan bentuk bebas (FreeForm). Komposisi ini dimainkan menggunakan tempo Larghetto sampai tempo Allegro, dengan memakai tanda birama 4/4

    Pengaruh Pengelolaan Sampah Organik Dengan Metode Maggot Terhadap Minat Kunjungan Wisatawan Dalam Berkunjung Ke Kampung Wisata Cokrodiningratan

    Get PDF
    Sustainable tourism is increasingly becoming a global trend, where cleanliness and waste management play a crucial role in enhancing the attractiveness of tourist destinations. Kampung Wisata Cokrodiningratan has adopted an organic waste management method using maggots as an innovative solution to reduce waste while attracting tourists interested in the concepts of ecotourism and educational tourism. This study aims to analyze the impact of organic waste management using the maggot method on tourists' interest in visiting Kampung Wisata Cokrodiningratan. Additionally, this research seeks to identify the most influential factors contributing to the appeal of environmentally educational tourism. A quantitative approach was employed in this study, using a survey technique involving 50 tourist respondents. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using descriptive statistics, Cronbach’s Alpha reliability test, and Pearson correlation analysis to measure the relationship between maggot-based waste management and tourists' interest in visiting. The findings indicate that tourists' awareness of the maggot method has a positive correlation with their interest in visiting (r = 0.372, p < 0.01). Furthermore, the environmental impact of the maggot method has a significant relationship with tourism appeal (r = 0.500, p < 0.01), while the educational aspect of this method is the most dominant factor in increasing tourist interest (r = 0.523, p < 0.01). Organic waste management using the maggot method has been proven to be a contributing factor in enhancing tourism appeal in Kampung Wisata Cokrodiningratan. Tourists are more attracted to destinations that offer green tourism and educational tourism concepts. Therefore, marketing strategies focused on environmental education and interactive experiences should be strengthened to improve the competitiveness of this destination

    Interpretasi Makna Lagu Iwan Fals Dalam Fotografi Ekspresi

    No full text
    Penciptaan ini bertujuan untuk menginterpretasikan makna lagu Iwan Fals yang berkaitan dengan kehidupan sosial dalam Fotografi Ekspresi. Iwan Fals merupakan musisi kelahiran Jawa pada tanggal 3 September 1961 mulai berkarir pada tahun 1970an dengan memiliki aliran musik pop, rock, country, dan folk pop. Musisi ini mengalami metamorfosis makna lirik yang ada dari awal kelahirannya hingga sekarang sangat sarat dengan warna-warni kehidupan. Dari banyaknya karya musik Iwan Fals, pengkarya memilih lagu yang bertemakan kehidupan sosial. Permasalahan yang dimaksud dapat berupa kemiskinan, kejahatan, dan pelanggaran norma dan masih berbanding lurus dengan permasalahan yang terjadi saat ini. penciptaan ini bertujuan untuk menyampaikan informasi tentang kritik kehidupan sosial yang masih berkaitan dengan kehidupan saat ini dan dikutip dari lirik-lirik lagu Iwan Fals kemudian pengkarya menuangkan interpretasinya kedaam fotografi ekspresi. dalam penciptaan ini menggunakan metode penciptaan persiapan, perancangan, dan perwujudan. Pengkarya memilih lagu yang berkaitan dengan kehidupan sosial seperti konflik dalam keluarga, pertemanan, pekerjaan, pendidikan, adat istiadat, dan perlawanan politik. Dari hasil penciptaan yang sudah dibuat pengkarya banyak menemukan beberapa permasalahan sosial yang terjadi masih terus berulang. Pengkarya memilih 5 lagu yang berkaitan dengan kehidupan sosial seperti konflik dalam keluarga, pertemanan, pekerjaan, pendidikan, adat istiadat, dan perlawanan politik. Karya ini bertujuan untuk membantu menginterpretasikan lagu dari Iwan Fals tentang kehidupan sosial dan juga sebagai kritikan terhadap permasalah yang ada dilingkungan sekitar saat ini

    Penciptaan Skenario Cahaya Hangat Di Kala Hujan untuk Menerapkan Teori Five Stages of Grief

    Get PDF
    The screenplay for the film Cahaya Hangat Di Kala Hujan seeks to inform to readers the struggle of a cancer patient in healing himself physically and psychologically. So that readers can understand the importance of maintaining health. The screenplay for the film Cahaya Hangat Di Kala Hujan tells about the struggle of a woman with leukemia to maintain her life and her relationship with a man she meet at her new school.The creation of the screenplay for Cahaya Hangat Di Kala Hujan was inspired by the theory of the Five Stages of Grief, which involves the period of time during of which a person adjusts to the reality of their impending death or grief. There are Five Stages of Grief, including denial, anger, bargaining, depression, and acceptance. This is a method of assisting leukemia patients in resolving their issues.This work applies the theory of the Five Stages of Grief to the scenario Cahaya Hangat Di Kala Hujan by incorporating if with the three act narrative structure. The result of this work is every stage of sadness that the main female character goes through is reflected in the narrative structure, which also goes according to the character's emotional condition. It is might because the theory of the Five Stages of Grief has the same graph as the structure of three rounds, where the graph rises and reaches a climax

    Kreativitas Bermusik Bagi Jemaat GPM

    Get PDF
    In order to strengthen the implementation of one of the pillars of the Tri Dharma of Higher Education—community service—Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon facilitates the involvement of lecturers and students in a structured service program through the PKM Grant scheme. This program is organized by the Institute for Research and Community Service (LP2M) as an effort to disseminate research findings and scientific works to the community. Through a competitive selection process, selected lecturer- student teams carried out community service activities in designated partner areas, including collaborations with the Protestant Church of Maluku (GPM) in the Masohi and North Ambon Island Classis. The main focus of the activities is to strengthen the capacity of congregations through training based on curriculum and research outcomes, particularly in the development of Indonesian Church Music (Musik Gereja Nusantara). The program is integrated with core subjects such as Minor Compulsory Courses and Church Music Composition in the Master's Program of Church Music Studies. It also aims to create Sunday School songs for church caregivers. These activities are intended to expand the repertoire of church music and enhance the quality of worship through training in vocals, instruments, and music composition. The outcomes of this initiative demonstrate the tangible contribution of higher education in responding to community needs through the collaborative and contextual application of academic knowledge

    Proses Kreatif Penciptaan Pantomime “Kawan Lama” Melalui Penelitian Berbasis Refleksi Artistik

    Get PDF
    Penelitian ini membahas proses kreatif penciptaan karya pantomim Kawan Lama yang mengangkat tema persahabatan, keterbatasan fisik, dan nilai kemanusiaan melalui pendekatan non-verbal. Tujuan penelitian ini adalah merefleksikan tahapan kreatif secara mendalam berdasarkan model Wallas yang mencakup Preparation, Incubation, Illumination, dan Verification. Menggunakan metode refleksi artistik dalam kerangka praktik berbasis riset, peneliti sekaligus pencipta karya menelusuri pengalaman tubuh, intuisi sosial, dan respon performatif dari dua performer siswa sekolah menengah di Kota Bukittinggi. Temuan menunjukkan bahwa model Wallas efektif sebagai alat navigasi dalam proses kreatif pertunjukan, dengan penekanan pada pencerahan emosional dan pengorbanan yang tak terduga sebagai elemen dramatik utama. Pantomim terbukti mampu menyampaikan pesan mendalam tanpa kata, dan pendekatan reflektif ini menawarkan kontribusi penting bagi praktik penciptaan seni yang berpijak pada pengalaman empatik dan makna sosial. Penelitian ini mendorong penguatan metode reflektif dalam pendidikan seni pertunjukan dan membuka ruang bagi pengembangan narasi tubuh yang humanisti

    The Creative Efforts of the Arra’Sye Pelayangan Community in Promoting and Developing the Arab-Malay Zapin Dance in Jambi City

    Get PDF
    This study examines the creativity of the Arra’sye Pelayangan community in developing the Arab-Malay Zapin dance in Jambi City. The Arab-Malay Zapin is a performing art resulting from the cultural interaction between Arab and Malay traditions, carrying strong historical, aesthetic, and religious values within the Pelayangan community. The aim of this research is to analyze the creative strategies employed by the community to preserve and further develop the dance so that it remains relevant within contemporary cultural contexts. This study utilizes a qualitative approach with data collected through interviews, observation, and documentation. The analysis is based on theories of creativity and dance form. The findings show that the Arra’sye Pelayangan community has introduced innovations in movement structure, floor patterns, musical accompaniment, costumes, and performance presentation while maintaining the authenticity of traditional values. The community also ensures regeneration through regular training and by involving local youth in various performances. Additionally, contemporary adaptations in aesthetics and staging are implemented to enhance the appeal of the dance to younger audiences. These creative efforts demonstrate that traditional performing arts can continue to grow through a balanced approach that integrates cultural preservation with contemporary artistic needs

    1,195

    full texts

    1,530

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Online ISI Padangpanjang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇