Journal Online ISI Padangpanjang
Not a member yet
    1530 research outputs found

    MOTIF TANAMAN KOPI PADA BAJU TALUAK BALANGO

    No full text
    The coffee plant has a taproot, straight down, short and strong. The taproot is approximately 45-50 cm long, which basically has 4-8 side roots that descend down 23 cm. Coffee leaves are long, striped to the sides, wavy, dark green, and tapered at the ends. Leaves grow and are arranged side by side in the armpits of the stems, branches and twigs. A pair of leaves located in the same plane and branches that grow horizontally.The shape of the coffee plant that has been described, the creators make it as a source of ideas as an ornamental motif. The coffee plants that are used as motifs are the flower parts, leaves, fruit, and twigs that are applied to the balango taluak. Taluak balango is clothing for men in Minangkabau, the hallmark of the taluak balango shirt is using seams on the side of the shirt where there is a siba with a length below the waist, a round neck without a collar and slightly slit to the chest. The balango taluak shirt is usually worn with a trouser suit, worn in events, traditional ceremonies, religious and other formal events. The method used in the creation of this work is the method of exploration, design and embodiment with an aesthetic approach. This work is expected to be able to contribute to the wider community, by introducing the depiction of coffee plant motifs on balango taluak. The balango taluak used and used in the Minangkabau area does not have specific provisions related to its decorative motifs

    BUSANA TRADISIONAL TARI RANGGUK DI KECAMATAN KUMUN DEBAI KOTA SUNGAI PENUH

    No full text
    Rangguk dance is an art originating from the Kumun Debai sub-district of Sungai Penuh city which is performed at traditional events such as Kenduri Sko and welcoming regional guests. The clothes worn at the Rangguk Dance are in the form of brackets, skirts from songket fabric along with complements and other accessories. Rangguk dance is performed by women both married and unmarried with a total of 7 to 11 dancers. In 2018 Rangguk Dance has been designated as Indonesia's Intangible Cultural Heritage by the Directorate of Cultural Heritage and Diplomacy.  A dance cannot be separated from clothing that can show the characteristics of the dance. Rangguk Dance fashion has a special meaning in the disclosure of the messages to be conveyed through the clothing. This study aims to describe the meaning and symbols contained in rangguk dance clothing

    Trend Fashion Mahasiswa Program Studi Desain Mode Institut Seni Indonesia Padangpanjang

    No full text
    Skripsi yang berjudul Trend Fashion Mahasiswa Program Studi Desain Mode Institut Seni Indonesia Padangpanjang Angkatan 2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor-faktor melatarbelakangi Mahasiswa Prodi Desain Mode Angkatan 2020 ISI Padangpanjang mengikuti trend fashion tahun 2021-2022 dan untuk mendeskripsikan dampak dari mengikuti trend fashion pada Mahasiswa Prodi Desain Mode Angkatan 2020 ISI Padangpanjang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah budaya popular dari Dominic Strinati. Adapun metode yang penulis gunakan yaitu metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat beberapa faktor yang melatarbelakangi mahasiswa Prodi Desain Mode mengikuti trend fashion yaitu media sosial, teman sebaya, produk diskon, identitas diri dan selanjutnya terdapat dua dampak dari mengikuti trend fashion ini yaitu terjadinya pemborosan dan mendapatkan tekanan

    Transformasi Tradisi Lisan Onduo Ke Bentuk Teater Kontemporer Potatah Petitih Potang

    Get PDF
    This article describes the process of creating contemporary theater based on research on the local wisdom of Rokan Hulu, namely an oral tradition called Onduo. Onduo is one of the cultural assets of the Rokan Hulu community, old folklore, so it has a nobility that is passed down. The form of Onduo is a song-like poem with a distinctive Rokan tone and language with swinging tones. Onduo itself contains advice and teachings about life, a hum that is usually conveyed by a mother when she puts her child to sleep. This article explains the research journey and the creative process in transforming Onduo's oral tradition into contemporary theatrical forms based on the power of narrative text, actors' bodily expressions, and artistic elements, including sets, props, lighting, make-up, costumes, as well as music. The theatrical work entitled Potatah Petitih Potang is an attempt to bring back a form of a collective memory of the Rokan Hulu community about Ondua, whose existence today has begun to fade. The hope is that the younger generation can understand values, and  messages, which are implemented through narrative texts sung or spoken by actors in the show. TRANSFORMATION OF ONDUO'S ORAL TRADITION INTO CONTEMPORARY THEATER POTATAH PETITIH POTANGAbstrakArtikel ini menguraikan tentang proses penciptaan teater kontemporer yang didasari atas riset tentang kearifan lokal Rokan Hulu, yakni satu tradisi lisan bernama Onduo. Onduo merupakan salah satu kekayaan budaya masyarakat Rokan Hulu, yakni folklore yang sudah berumur, sehingga memiliki keluhuran yang diturunkan. Bentuk Onduo sendiri berupa nyanyian seperti syair dengan nada dan Bahasa Rokan yang khas dangan nada yang mengayun-ayun. Onduo sendiri berisi nasehat dan ajaran-ajaran tentang kehidupan, senandung yang biasa disampaikan oleh seorang ibu dalam menidurkan anak. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan tentang perjalanan riset, dan proses kreatif di dalam mentransfromasikan tradisi lisan Onduo ke bentuk teater kontemporer, bertolak pada kekuatan teks narasi, ekspresi tubuh aktor, dan elemen artistik meliputi set, propeti, pencayaan, rias, kostum, sekalgus musik. Karya teater yang diberi judul Potatah Petitih Potang merupakan usaha untuk menghadirkan kembali bentuk memori kolektif masyakarat Rokan Hulu tentang Onduo, yang eksistensinya pada hari ini sudah mulai pudar. Harapannya, generasi muda mampu memahami nilai-nilai, pesan moral, yang diimplementasikan melalui teks narasi yang didendangkan atau diucapkan aktor di dalam pertunjukan

    Festival Sebagai Bentuk Sosialisasi Terhadap Kontinuitas Eksistensi Tari Galombang Duo Baleh di Nagari Sintuak Padang Pariaman

    Get PDF
    This article was purposed to reveal the urgency of dance festival and exhibition socialization toward the continuity of Tari Galombang Duo Baleh in community of Nagari Sintuak [village]. Tari Galombang Duo Baleh was a tradition that borne and grew in Nagari Sintuak Padang Pariaman. Tari Galombang Duo Baleh was one of cultural heritage in community of Nagari Sintuak. Lately, Tari Galombang Duo Baleh was coped an existence problem, one of degradation factors was lack of publication or lack of appreciation from community toward Tari Galombang Duo Baleh. In this article, writer offered one of the ways to promote the existence of Tari Galombang Duo Baleh to community of Nagari Sintuak. In turn, dance festival and socialization had an effect to the continuity of Tari Galombang Duo Baleh existence in community of Nagari Sintuak Padang Pariaman. Keywords: ata kunci: Galombang Duo Baleh Dance; Existence; Festival;  Socialization AbstrakArtikel ini bertujuan menjelaskan tentang pentingnya festival tari dan sosialisasi pertunjukan untuk mempertahankan keberlanjutan keberadaan tari Galombang Duo Baleh dalam masyarakat Nagari Sintuak. Tari Galombang Duo Baleh adalah tari tradisi yang lahir, hidup dan berkembang di Nagari Sintuak Padang Pariaman. Tari Galombang Duo Baleh merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Nagari Sintuak. Dewasa ini, keberadaan tari Galombang Duo Baleh mengalami problematika eksistensi, salah satu faktor degradasi eksistensi diduga adalah kurangnya publikasi, atau kurangnya apresiasi masyarakat terhadap tari Galombang Duo Baleh  tersebut. Dalam artikel ini penulis menawar kan salah satu jalan untuk Re-eksistensi adalah melalui festival atau parade tari dan sosialisasi pertunjukan tari Galombang Duo Baleh kepada masyarakat Nagari sintuak. Pada gilirannya, festival dan sosialisasi berdampak pada kontinuitas eksistensi tari Galombang Duo Baleh dalam masyarakat Nagari Sintuak Padang PariamanKata Kunci: Tari Galombang Duo Baleh; Eksistensi; Festival; Sosialisas

    ANALISIS PESAN IKLAN TOKOPEDIA DALAM FILM PENDEK “BERBEDA BERSAMA” (ANALISIS SEMIOTIKA PIERCE)

    Get PDF
    Penelitian ini membahas pesan yang terdapat pada iklan Tokopedia dalam film pendek “Berbeda bersama” serta ide kreatif yang mendasarinya. Tokopedia merupakan salah satu mall belanja berbasis online terbesar di Indonesia. Peneliti memilih judul ini dikarenakan iklan ini bertema “Ramadhan”, namun atribut yang digunakan oleh pemeran perempuan tidak susuai dengan anjuran agama islam, penulis menilai iklan ini kontradiktif (bertentangan) dengan anjuran yang seharusnya. Akan tetapi, setiap iklan termasuk iklan ini terdapat ide kreatif yang mendasari konsep iklan tersebut. Selain itu, dalam iklan tersebut kemungkinan mengandung pesan positif yang perlu dikaji secara mendalam. Penelitian ini menggunakan teori semiotika Pierce dalam mencari makna serta ide kreatif yang terdapat pada iklan Tokopedia dalam film pendek “Berbeda bersama” yang bertema “Ramadhan”. Teori yang digunakan adalah teori segitiga makna Pierce yang dibagi menjadi tanda, objek dan interpretasi, penulis memfokuskan analisis tanda berdasarkan objek, yang membagi tanda menjadi ikon, indeks dan simbol. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang bersifat deskriptif dan lebih menekankan pada proses dan makna untuk menjelaskan fenomena secara lebih mendalam. Makna pesan yang terdapat dalam iklan adalah menjalin silaturahmi dengan mengunjungi tetangga, berbagi dengan sesama yaitu dengan memberikan kue ke tetangga, dan mengajak berbuka bersama para tetangganya

    TARI RENTAK BULIAN SEBAGAI EKSPRESI BUDAYA DAN REFLEKSI KEINDAHAN MASYARAKAT INDRAGIRI HULU PROPINSI RIAU

    Get PDF
    Studies on the dance Rentak Bulian in Riau Community are kinds of discussions aboutfield empirical reality with the problems of dance as a cultural expression among its community. In addition to describing the existence of the dance, this study also analyses the reflection of its beauty by investigating its aspects of movement, musics, costumes, properties, supports, and presentation. Analysis is done descriptively, qualitative, and interpretatively. The dance of Rentak Bulian constitutes a cultural expression of the Malay community of Petalanganan Talang Mamak, Indragiri Hulu, Rengat. Although the ritual of Bulian has transformed into a performance arts, seeing from either its form, function, and meaning, the ritual's magic component must still be staged in order to fulfil its performance demand. Among the rituals are: there must be seven virgin female dancers; the dancers are in their clean period (not in menstruation), there must be a strong male dancer, the dancers are not related in blood, all dancers must acquire consents from the village elders, they must be blessed with sandalwood smoke, musical instruments must be casted, the young bunch of areka nut must be selected, and the fireplace must not be casted any spell

    FENOMENA PERTUNJUKAN ORGEN TUNGGAL: STUDI KASUS ARTIS PENDUKUNG NAGARI TIKU KABUPATEN AGAM PROVINSI SUMATERA BARAT

    Get PDF
    This paper discusses the Commercialization of Single Orgen Performances: A Case Study of Supporting Artists in Nagari Tiku, Agam Regency, West Sumatra Province. This paper is a qualitative research with descriptive analysis method, which describes and describes according to the data obtained in the field according to the phenomenon that actually happened then this data was analyzed. The theory used in this research is the commercialization of single organ performances: the case study on this artist is the economic theory proposed by Muhammad Dinar and Muhammad Hasan and the performance theory proposed by Sal Murgiyanto. In addition, the supporting theory is the sociological theory proposed by J. Dwi Narwoko-Bagong Suyanto ed, and the theory of Potts. The results of the discussion obtained in the study are, The swaying performances of supporting artists in the single organ on Tang Bungkuih Night were originally intended as entertainment, but now there are performances by the supporting artists of the single organ as an arena to seek profit with a high selling price, so they sacrifice their self-esteem. as women to meet economic needs. On the one hand, there was a shift in the values of Religion, Customs, and Education during the single organ show at Malam Tang Bungkuih.

    Resepsi Penonton Terhadap Pertunjukan Teater Termediasi Pandemi Produksi Teater Koma

    Get PDF
    Artikel ini merupakan studi tentang resepsi penonton terhadap pertunjukan teater termediasi Pandemi, yang diproduksi oleh Teater Koma pada tahun 2020. Studi ini berusaha mengungkap dua pertanyaan besar, yaitu: Seperti apa Struktur dan tekstur pertunjukan teater termediasi Pandemi produksi Teater Koma, dan seperti apa resepsi penonton terhadap pertunjukan teater termediasi tersebut. Secara umum penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menitikberatkan pada pencarian makna dan interpretasi terhadap data. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini ialah dari 40 orang responden yang meresepsi, sebanyak 65% responden menolak pertunjukan teater termediasi, sedangkan 35% responden menerima teater termediasi. Alasan yang paling utama dari penolakan tersebut, ialah responden merasakan pengalaman estetika yang dirasakan lebih seperti pertunjukan film dibandingkan pertunjukan teater

    Pembuatan Kaligrafi Kolase Di Sekolah Dasar Islam Terpadu Juara (SDIT Juara) Padangpanjang, Sumatera Barat

    No full text
    Kegiatan ekstrakurikuler yang dapat meningkatkan potensi peserta didik dalam hal ini tingkat sekolah dasar (SD) perlu menjadi perhatian khusus guna pembangunan ekosistem yang berkemajuan dalam dunia Pendidikan. SD IT Juara, Lembaga Pendidikan yang memilih menerapkan kegiatan ekstrakurikuler berupa Kaligrafi Kolase. Pada SD IT Juara, terdapat potensi peserta didik yang mendapatkan pengembangan potensi tersebut bersama Abdimas yang berasal dari Dosen Institut Seni Indonesia Padangpanjang. Pelaksanaan kegiatan yang dilakukan Abdimas berupa pengembangan dan penguatan materi terkait sketsa kaligrafi , teknik kolase, dan produksi  kaligrafi kolase menggunakan bahan organik.  Menggunakan metode diskusi, ceramah dan eksperimen praktik, pelaksanaan kegiatan dilaksanakan berupa wujud tridharma perguruan tinggi dalam hal ini pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Abdimas pada tahun 2022.Kata Kunci: Ekstrakurikuler; Kaligrafi Kolas

    1,195

    full texts

    1,530

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Online ISI Padangpanjang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇