Journal Online ISI Padangpanjang
Not a member yet
    1530 research outputs found

    TARI KANCAH DI NAGARI CUBADAK, TANAH DATAR, SUMATERA BARAT: ANALISIS PERUBAHAN TEKSTUAL DAN SIGNIFIKANSINYA DALAM BUDAYA

    Get PDF
    The research titled "Kancah Dance in the Life of the Nagari Cubadak Lima Kaum Community, Tanah Datar Regency, West Sumatra Province: A Study of Textual Changes" aims to explore the forms of Kancah Dance in the life of the community in Nagari Cubadak Lima Kaum, Tanah Datar Regency, West Sumatra Province, with a focus on textual change analysis. The research method employed is qualitative and analytical descriptive. Data were obtained through literature reviews and field studies, involving observation and in-depth interviews with five informants. The study applies the theories of change and textual proposed by Sjafri Sairin and Y. Sumandiyo Hadi. The expected results will provide a deeper understanding of the evolution of Kancah Dance and changes in the textual context within the community. This research contributes to the performing arts literature and enriches the understanding of how traditional arts continue to evolve and adapt to changing times

    APLIKASI SENSOR MOISTURE PADA KAYU DI ROTRA FURNITUR TAHUNAN JEPARA

    No full text
    The drying oven is a primary support in the furniture manufacturing business, which is carried out using simple and natural techniques, namely the use of solar heat. Based on findings at the partner's location, this collaborative research between lecturers and students will focus on wood drying as the main issue with the aim of helping to increase the potential benefits of wood dryness at Rotra Furniture Annual Jepara in order to maximize furniture production. This research is related to the Product Design Study Program roadmap through the development of education, culture, and creative industry that will be implemented at Rotra Furniture, especially in relation to the use of wood raw materials with a national standard dryness level of 12%, which is suitable for the needs of furniture design that is now developing again. The target of this research is to investigate and report the basic principles of the technology for installing moisture sensor devices with the recommended technological concept, targeting TKT at level 1 within one year. This research will continue to TKT targets at levels 2 and 3 with the readiness for implementation and proof of concept of technology on wood furniture business operators directly. The methodology used is experimental to collect performance data based on time and the rate of drying in the wood oven. The experiment was carried out using local teak wood that was wet after sawing division until it reached a level of dryness that was ready to become furniture production material. This study also involves data collection techniques with field study approaches through direct surveys in the field and interviews with the owners of the Rotra Furniture business. The data analysis technique used in this research is an interactive model, including data collection, data reduction, data analysis, and conclusion drawing. This research has been carried out up to 70% of activities and will be continued with further research with the support of various competent parties

    EKSPRESI SERUNE KALEE SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA KRIYA KAYU

    Get PDF
    Serune kalee adalah alat musik terompet yang fisiknya menyerupai alat musik barat klarinet. Serune kalee biasa dimainkan sebagai instrumen utama dalam sebuah pertunjukan musik tradisi dan mengiringi upacara perkawinan intat linto baro di Aceh. Pengkarya mengangkat bentuk serune kalee dalam penciptaan karya kriya kayu karena alat musik serune kalee merupakan alat musik tradisional Aceh yang memiliki fungsi dan makna bagi masyarakat Aceh. Metode yang digunakan dalam karya ini melalui beberapa  alur metode, yaitu Pra Perancangan, Perancangan, Perwujudan dan Penyajian. Perwujudan karya dengan menggunakan media kayu penyelesaian akhir atau finishing dengan menggunakan clear. Konsep dalam pembuatan karya ini adalah konsep ekspresi simbolik merupakan bentuk seni modern dengan memanfaatkan idiom tradisi sebagai elemen dasar penyusunannya, pemanfaatan idiom tersebut secara kontekstual telah mengalami pengurangan karena adanya proses pengolahan seniman dalam menafsirkan bentuk secara simbolik. Hadirnya makna tradisi tidak lagi sebagai penuangan ide secara tematik tetapi sebagai simbol tekstual yang disodorkan seniman, untuk memberikan kebebasan tafsir. Perwujudan karya tugas akhir ini pengkarya membuat visualisali serune kalee menggunakan media kayu dengan teknik ukir. Karya tersebut berupa karya 3 dimensi dan 2 dimensi dengan bentuk serta warna yang berbeda-beda. Jumlah karya yang perkarya garap berupa 7 karya, tiga karya 3 dimensi dan empat karya 2 dimensi. 

    PERANCANGAN TROLI PANEN BUNGA POTONG GUNA MEMPERMUDAH PEMINDAHAN DARI KEBUN KE TEMPAT SORTIR BUNGA

    Get PDF
    The high need of the community to use cutting flowers on various occasions as well as the short harvest period, makes cutting-flower farming very potential to develop. Florikultura is a subsector of horticultural farming. The cultivation of flowers in the region of Cihideung West Bandung is one of the producers of cutting flowers with good productivity, cutting fruit yields have a sufficiently high grade in terms of quality, so it is the trust of merchants as well as lovers of cut flowers, to always buy and buy from the region. The research is aimed at producing ergonomic flower harvester aids that can reduce the risk of injury at work. The research began with the identification of complaints of workers using the Nordic Body Map (NBM), as well as working processes towards production of cut fruit (output) and the level of technical efficiency on enterprises in the crop crop process. The evaluation results are then processed using product design concepts. Data collection techniques are conducted with interviews, as well as factors that have a real influence on productivity and the size of the planted land that influence the quality of the crop and the efficiency of work. Keywords: Design; Flower Cutting; Harvest Assistant; Ergonomic

    Resepsi Atas Dokumentasi Opera Minangkabau Malin Nan Kondang: Suatu Kajian Penonton Teater Pemula

    Get PDF
    The Minangkabau Opera Malin Nan Kondang combines drama, dance, music, and visual arts performances, departing from the kaba Malin Kundang, a folklore from West Sumatra about a boy named Malin who is disobedient to his mother and is cursed to turn to stone. Contrary to the kaba version, Opera Minangkabau Malin Nan Kondang tells about Malin's loyalty and sacrifice to his mother and lover, Nilam. This research treats the reception of novice audiences as a formal object intended to see responses to the structure or texture of the performance, which is witnessed through documentation. Data was collected through questionnaires, direct observation, and interview techniques. Research data analysis is directed to see three things from the novice audience, namely: (1) the horizon of expectations; (2) body reaction; and (3) the segmentation effect. Based on these three things, a general conclusion is formulated, namely the reception of the novice audience. Research shows that structural aspects (plot, characters, and themes) attract more beginner audiences than the performance's texture (atmosphere, dialogue, and spectacle, be it music, dance, costumes, make-up, or lighting). The tendency to respond more to the structure than the texture of this performance through documentation shows that for novice audiences, the story aspect is more interesting than the spectacle aspect. But at the same time, it has also been proven that this performance style, called 'Minangkabau Opera,' tends to be effective in conveying stories to novice audiencesReception Of The Documentation Of Malin Nan Kondang Minangkabau Opera : A Studies Of Beginning Theater AudienceAbstrakOpera Minangkabau Malin Nan Kondang merupakan perpaduan antara pertunjukan drama, tari, musik serta seni visual, yang berangkat dari kaba Malin Kundang, sebuah cerita rakyat dari Sumatera Barat tentang seorang anak bernama Malin yang durhaka kepada ibunya, hingga dikutuk menjadi batu. Berkebalikan dengan versi kaba itu, Opera Minangkabau Malin Nan Kondang mengisahkan tentang kesetian dan pengorbanan Malin, baik kepada Ibunya, maupun kepada kekasihnya, Nilam. Penelitian ini menjadikan resepsi penonton pemula sebagai objek formal, yang ditujukan untuk melihat tanggapan atas struktur atau tekstur pertunjukan, yang disaksikan melalui dokumentasi. Data dikumpulkan melalui teknik kuisioner, pengamatan langsung, yang diteruskan dengan teknik wawancara. Analisis data penelitian diarahkan untuk melihat tiga hal dari penonton pemula, yakni: (1) horizon harapan; (2) reaksi tubuh; dan (3) pengaruh segmentasi. Berdasarkan ketiga hal tersebut, diformulasikan suatu kesimpulan umum, yakni resepsi penonton pemula. Penelitian menunjukkan bahwa aspek struktur (alur, karakter dan tema) lebih menarik perhatian penonton pemula ketimbang tektur pertunjukan (suasana, dialog dan spektakel, baik itu musik, tarian, kostum, rias, maupun pencahayaan). Kecenderungan untuk lebih menanggapi stuktur ketimbangan tekstur pertunjukan ini melalui dokumentasi menunjukkan bahwa bagi penonton pemula aspek cerita lebih menarik perhatian ketimbang aspek tontonan. Namun pada saat yang sama, terbukti pula bahwa pihan gaya pertunjukan yang dinamakan ‘Opera Minangkabau’ ini cenderung efektif untuk menyampaikan cerita kepada penonton pemul

    PERANCANGAN FILM ANIMASI TAMBO ASAL NAMA MINANGKABAU UNTUK PELAJAR SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Perancangan Fim Animasi Tambo Asal Nama Minangkabau Untuk Pelajar Sekolah Dasar yang didasari kurang dikenalinya tambo terutama tambo asal nama Minangkabau oleh anak-anak Minang sendiri, yang seharusnya menjadi penerus untuk melesatarikan aset kebudayaan Minangkabau. Dalam proses perancangan ini menggunakan prosedural yang bersifat deskriptif, melalui proses pengumpulan data dengan observasi, wawancara, identifikasi dan rumusan permasalahan. Untuk mencapai wilayah target audience agar maksud dan tujuan dari perancangan tepat sasaran serta menggunakan analisa SWOT. Proses perancangan menghasilkan media utama berupa Perancangan Fim Animasi. Di samping itu media pendukung yang diaplikasikan dalam bentuk poster, xbanner, stiker, buku mewarnai, pembatas buku, pin, komik mini, packaging. Perancangan tersebut berguna sebagai media yang media utama, agar penyampaian maksud dan tujuan rancangan ini lebih lebih efektif mencapai tagert audience. Perancangan ini secara menyeluruh merupakan suatu proses kreatif dengan tujuan untuk melestarikan budaya bangsa. Dengan perancangan ini diharapkan anak-anak dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap kebudayaannya khususnya pada Tambo Asal Nama Minangkabau

    Gaun Karya Designer Dhony Prinando Dalam Fotografi Fashion

    Get PDF
    Gaun adalah busana yang memang di rancang dan digunakan oleh kaum wanita, dari abad ke-abad penggunaan busana sudah mengalami banyak perubahan namun satu hal yang masih pasti adalah memakai gaun dapat nempak jauh lebih berusia serta pula anggun tetapi nampak lumayan formal dengan waktu bersamaan. Salah satu designer gaun ini adalah Dhony Prinando yang berasal dari Kota Bukittinggi, Sumatra Barat. Tujuan penciptaan karya ini adalah mempekenalkan koleksi gaun serta memvisualisasikan “ Gaun Karya Disigner Dony Prinando dalam Fotografi Fashion”. Yang terdiri dari gaun Gaun Malam, Bell-Seelve, Long Seelve, Cheongsam, Gaun Gala backless, Mini Dress, Gaun Gala, Cocktail Dress . Proses penciptaan karya ini dilakukan  dengan beberapa tahapan yaitu persiapan, perancangan, perwujutdan dan penyajian karya. Keseluruhan gaun yang di apliaksikan kepada model professional dengan menggunakan teknik Three Point Lighting  dalam fotografi fashion. Hasil yang didapatkan memperlihatkan ciri khas dari gaun Dhony Prinando

    PERMAINAN TRADISIONAL ANAK NAGARI DALAM FOTOGRAFI KONSEPTUAL

    Get PDF
    Permainan tradisional adalah permainan yang dimiliki oleh suatu kelompok masyarakat yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fotografi dimanfaatkan untuk mengingatkan kembali permainan tradisional yang sudah mulai ditinggalkan. Flashback diartikan sebagai kenangan, dimana dalam karya foto ini penulis mencoba menghadirkan kembali tentang kenangan dari permainan tradisional anak yang pernah penulis mainkan dahulu, dan pernah dirasakan penulis . Konsep kenangan masa lalu ini divisualkan penulis dengan cara menggunakan teknik pengambilan e ye level dan teknik lighting side light . Pena ulismenjadikan fotografi sebagai media untuk menghadirkan kembali kenangan dan bentuk permainan tradisional itu sendiri , t erutama dalam konteks fotografi . Penulis menceritakan pengalaman saat bermain di waktu kecil itu sendiri dari hal yang terdengar sederhana, tetapi didalam ingatan ini terdapat kenangan dan bentuk permainan anak-anak yang saat ini sudah jarang ditemukan . Maka dari itu fotografi sangat berperan penting didalam karya ini, karena dengan sebuah foto seseorang dapat menyampaikan apa yang dirasakan melalui karya foto. Tugas akhir ini berupa fotografi kontekstual yang mengangkat tema tentang flashback penulisdan bentuk dari permainan tradisional anak, yang sudah lama tersimpan dalam ingatan. Proses penciptaan karya ini dilakukan dengan empat tahapan sebagai proses penciptaan karya yaitu persiapan, perancangan, perwujudan dan penyajian karya. Keseluruhan permainan anak dalam memori penulis ini akan di aplikasikan dalam bentuk foto warna hangat membuat suasana karya foto dibawa kedalam masa lalu penulis

    HUMANISTIC THOUGHT IN MUSIC ARTS EDUCATION

    Get PDF
    Research is the foundation of music education that has a humanistic mind. This research was conducted to determine the initial study of learning that could have been more optimal. Music education has not been able to express freedom and maturity. This research is due to a need to foster students' sense of awareness and responsibility. This awareness can expand students' experiences in music in the surrounding environment. The research used literature studies from ten articles published in national journals and then abstracted to compare the findings. The results showed that music education focuses on art elements, including expressing, appreciating, creating, and creating harmony in the environment. Music arts education can motivate students to discover the character and personality of students in knowledge, potential, and positive behavior in the surrounding environment.Keywords: Musical Art; Humanistic PerspectivePEMIKIRAN HUMANISTIK DALAM PENDIDIKAN SENI MUSIKAbstrak Riset merupakan landasan pendidikan musik yang berwawasan humanistik. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan pembelajaran pembelajaran awal yang bisa lebih optimal. Pendidikan musik belum mampu mengekspresikan kebebasan dan kedewasaan. Penelitian ini dilakukan karena adanya kebutuhan untuk menumbuhkan rasa kesadaran dan tanggung jawab siswa. Kesadaran tersebut dapat memperluas pengalaman siswa dalam bermusik di lingkungan sekitarnya. Penelitian ini menggunakan studi literatur dari sepuluh artikel yang diterbitkan di jurnal nasional dan kemudian disarikan untuk membandingkan temuan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan musik menitikberatkan pada unsur seni yang meliputi mengungkapkan, mengapresiasi, berkreasi, dan menciptakan keselarasan dalam lingkungan. Pendidikan seni musik dapat memotivasi siswa untuk menemukan karakter dan kepribadian siswa dalam pengetahuan, potensi, dan perilaku positif di lingkungan sekitarnyaKata Kunci: Seni Musik; Perspektif Humanisti

    SASARAN SILEK JUNGUIK SATI DALAM LANGKAH AMPEK NAGARI BATU TABA KABUPATEN TANAH DATAR

    Get PDF
    This research aims to understand the preservation of the "langkah ampek" tradition and the method of character formation among the younger generation in the Batu Taba Nagari, Tanah Datar District, and its impact on the development of silek (a traditional martial art) today. The research method used in this study is qualitative research with a descriptive analysis approach, where all the data collected in the field are compiled, described, and analyzed according to the discussed issues. The cultural theory by Jacobus Ranjabar is employed to analyze this research. In line with the research object, the results reveal that pencak silat (martial arts) has its own unique style and characteristics in both offensive and defensive techniques. The rapid development of culture and technology has had an impact on the development of silat in the archipelago, leading to a decline in the interest of the younger generation in the development of this cultural art form, resulting in a gradual erosion of the culture over time. The local richness of various silat styles in Minangkabau, which are owned by the three regions (Luhak), namely Luhak nan Tuo/Tanah Datar, Luhak Agam, and Luhak 50 Koto, is one of the cultural treasures. The phenomenon of the development of traditional silek is concerning due to the decreasing interest of the younger generation. However, in the Batu Taba Nagari, Tanah Datar District, there is a considerable enthusiasm for silek, which is well-received by the local community. The target of Junguik Sati plays a role in shaping the character of the younger generation through the Langkah Ampek pattern

    1,195

    full texts

    1,530

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Online ISI Padangpanjang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇