Journal Online ISI Padangpanjang
Not a member yet
1530 research outputs found
Sort by
Implementasi Proses Kreatif Berbasis Digital Dalam Mencipta Musik Pertunjukan dan Manajemen Promosi di Lembaga Seulanga, Banda Aceh
Selera budaya lokal memainkan peran penting dalam pelestarian dan pengembangan musik seni pertunjukan. Lembaga Seulanga di Banda Aceh) menghadapi berbagai tantangan, seperti: keterbatasan sarana dan prasarana untuk produksi musik seni pertunjukan, minimnya pengetahuan dan keterampilan dalam teknik perekaman musik berbasis digital dan dan kurangnya kemampuan pengelolaan promosi hasil karya untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Dibutuhkan pelatihan yang berfokus pada teknologi perekaman musik digital untuk menjawab kebutuhan dunia usaha dan industri seni. Metode pelaksanaan terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan penilaian. Perkembangan teknologi perekaman musik berbasis digital menjadi fokus utama program pengabdian kepada masyarakat oleh ISBI Aceh, dengan solusi berupa pelatihan teknik perekaman musik seni pertunjukan menggunakan software Digital Audio Workstation (DAW) seperti PreSonus Studio One 6. Pelatihan ini mencakup tahap-tahap perekaman profesional, promosi digital menggunakan WordPress, serta bertujuan meningkatkan wawasan dan keterampilan SDM di Lembaga Seulanga Banda Aceh dalam melestarikan seni budaya. Hasil luaran meliputi publikasi, video dokumentasi, hak cipta karya rekaman, serta peningkatan kemampuan mitra untuk mempromosikan seni budaya Aceh secara digital
DAMPAK ERUPSI GUNUNG SINABUNG TERHADAP DESA SUKANALU TERAN DALAM FOTOGRAFI DOKUMENTER
Erupsi Gunung Sinabung telah membawa dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat Desa Sukanalu Teran. Artikel ilmiah ini bertujuan untuk mendokumentasikan dampak-dampak tersebut melalui pendekatan fotografi dokumenter, guna memberikan gambaran visual yang mendalam mengenai perubahan yang terjadi akibat bencana alam ini. Fotografi dokumenter dipilih sebagai media utama untuk menyampaikan hasil penciptaan karya akhir karena kemampuannya dalam merekam dan menyajikan realitas dengan cara yang langsung dan dengan metode yang tidak terlepaskan dari tahap-tahap sistematis yang harus dilalui antara lain persiapan, perancangan, perwujudan dan penyajian karya. Hasil karya akhir fotografi diharapkan dapat menggugah kesadaran dan empati publik terhadap penderitaan masyarakat yang terdampak serta memperlihatkan ketangguhan dan adaptasi mereka dalam menghadapi bencana. Selain menjadi dokumentasi yang berharga, skripsi karya ini juga bertujuan untuk menjadi bahan rujukan bagi para peneliti, pembuat kebijakan, dan organisasi kemanusiaan dalam upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana. Diharapkan, melalui karya-karya yang terlah terpilih pada hasil penciptaan karya ini dapat mendorong langkah-langkah yang lebih efektif dan berkelanjutan dalam membantu masyarakat yang terkena dampak bencana alam
The Role of Mothers and Children in the Art of Salawat Dulang by the Sinar Barapi Group
In Salawat Dulang performances, there are specific roles known as Induak (mother) and Anak (child). Each plays a distinct part in bringing the performance to life. This study aims to explore the roles and functions of Induak and anak in the Salawat Dulang art form as performed by the Sinar Barapi Group in Nagari Pariangan, Pariangan District, Tanah Datar Regency. The research employs qualitative methods, gathering data through interviews, literature reviews, and documentation to support the findings. In Salawat Dulang, the Induak serves multiple roles: preacher, lead singer, musician, creator, and composer. Meanwhile, the Anak acts as the Induak's counterpart, supporting as a co-preacher, backup singer, accompanying musician, co-creator, and co-composer. The dynamic between Induak and anak is inseparable; their interdependence is key to ensuring the performance flows smoothly from start to finish. This relationship is reflected in a traditional Minangkabau proverb: "Simuncak mati tarambau kaladang, mambao ladiang lukolah pao, kaduonyo adaik jo sarak diminang kabau, sarupo aua jo tabiang, sanda manyanda kaduonyo," which emphasizes the harmony and mutual support embedded in Minangkabau customs and culture
Pemberdayaan Tenaga Bimbingan Perkawinan Melalui Pelatihan Aspek Psikologi di KUA Kota Denpasar
Bimbingan perkawinan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mempersiapkan calon pengantin untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Namun, implementasinya di KUA Kota Denpasar masih menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam penyampaian materi psikologi keluarga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan bimbingan perkawinan di KUA Kota Denpasar dengan menggunakan pendekatan pendampingan yang meliputi tahap pembukaan, pelaksanaan, penutupan, dan evaluasi. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi selama pelaksanaan bimbingan perkawinan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa tahap pembukaan masih bersifat administratif, sementara pelaksanaan kegiatan belum sepenuhnya partisipatif. Materi psikologi keluarga seringkali tidak disampaikan secara maksimal karena keterbatasan waktu dan belum semua fasilitator memiliki sertifikat resmi. Tahap penutupan juga belum mencakup tindak lanjut pendampingan setelah pernikahan. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan fasilitator bimbingan perkawinan serta pengembangan metode yang lebih interaktif dan evaluatif. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas bimbingan perkawinan dan mendukung ketahanan keluarga di masa mendatang
Bentuk dan Fungsi Musik Ronggeang Grup Pinang Sarumpun Nagari Simpang Utara Kabupaten PAsaman
AbstrakSkripsi ini membahas tentang bentuk dan fungsi musik ronggeang Grup Pinang Sarumpun Nagari Simpang Utara Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Musik ronggeang Grup Pinang Sarumpun adalah suatu kelompok kesenian ronggeang yang terdapat di Nagari Simpang Utara, Kecamatan Simpang Alahan Mati, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat. Ensambel musik ronggeang Grup Pinang Sarumpun terdiri dari satu buah biola, dua buah gandang kaciak, satu buah gandang gadang, satu buah giriang-giriang, dan satu buah botol. Berdasarkan hasil penelitian dapat disampaikan bahwa bentuk pertunjukan musik ronggeang Grup Pinang Sarumpun terdiri dari nyanyian dan tarian secara bersamaan. Hal yang menarik dari pertunjukan musik ronggeang Grup Pinang Sarumpun adalah tujuan sajiannya sebagai bentuk rasa syukur masyarakat. Lagu-lagu yang disajikan disesuaikan dengan konteks kekinian agar digemari dan menarik minat kawula muda serta mengikuti perkembangan zaman. Fungsi musik ronggeang Grup Pinang Sarumpun terdiri dari 10 fungsi.Kata Kunci: Bentuk, Fungsi Musik, Ronggeang Pinang Sarumpu
PERANCANGAN MEDIA PROMOSI KOMUNITAS SENI KUFLET PADANG PANJANG
The Kuflet Art Community is an art community focused on literature and theater, offering a platform for artists to express their creativity as part of a group with shared interests. An effective promotional media concept is necessary to address the challenges in reaching a wider audience and strengthening the community's image, which is highly dedicated to literacy. The target audience for this design includes artists, art practitioners, and anyone involved in the arts in Padang Panjang City. The methods used in designing the promotional media include data collection through observation, interviews, and questionnaires to understand the needs and characteristics of the community. The design process is carried out by applying design and animation principles relevant to the identity of the Kuflet Art Community. The promotional media is designed to provide information about the community's programs, achievements, and relationships in an engaging and communicative manner. The design results include promotional media capable of convincing and inviting the target audience to join the Kuflet Art Community and increasing public awareness of the community's existence. The media mix produced includes videos, posters, flyers, brochures, x-banners, stamps, business cards, lanyards, and various merchandise. This design is expected to be the first step in a broader sustainable promotional strategy
Stilisasi Bunga Matahari Sebagai Ornamen Sulam Pada Karya Dua Dimensi
Bunga matahari dengan nama ilmiah Helianthus annuus L. Bunga matahari merupakan tanaman tahunan yang cukup tinggi. Diameter bunga matahari dapat mencapai 15-30 cm yang sebagian besar bunga berwarna kuning. Bunga matahari memiliki keunikan terletak pada kelopaknya yang menyerupai seperti matahari dan tumbuh menghadap matahari. Daun bunga matahari memiliki bentuk seperti hati, warnanya hijjau sampai hijau tua. Benang sari bunga matahari terletak pada tengah bunga berwarna coklat. Landasan teori pada penciptaan karya seni ini meliputi tujuh landasan teori, teori bentuk, teori motif, teori stilisasi, teori warna, teori sulam, teori bunga matahari, dan teori karya dua dimensi. Metode penciptaan karya seni ini melalui tiga tahap, tahap eksplorasi dimulai dengan mencari referensi tulisan dan data tentang bunga matahari, tahap perancangan, konsep yang digambarkan dalam beberapa sketsa alternatif, dan desain terpilih. Tahap perwujudan melalui proses teknik tusuk pipih, tusuk rantai, dan tusuk kepala peniti menggunakan bahan kain kanvas, benang wol, dan benang jahit.
Bunga Kembang Sepatu Sebagai Motif Sulam Karya Dua Dimensi
Bunga kembang Sepatu lebih dikenal dengan bunga raya memiliki nama latin Hibiscus rosa sinensis berasal dari daerah tropis dan subtropic di Asia Timur dan Kepulauan Pasifik yang ditanam sebagai tanaman hias. Bunga ini merupakan tanaman yang mudah dijumpai pada kehidupan sehari-hari. Keindahan bunga ini menjadi inspirasi dalam penciptaan karya dalam bentuk sulaman yang merupakan tradisi yang ada di Sumatera Barat khususnya di daerah Nareh, Pariaman. Karya ini merupakan penggabungan antara seni tradisional dan seni modern serta mengembangkan kreasi dan kebudayaan di lingkungan masyarakat.Proses penciptaan karya ini menggunakan metode yang dikemukan Gustami terdiri dari tahap eksplorasi, perancangan, dan perwujudan dengan menggunakan beberapa teori yaitu kreasi, bentuk, fungsi, dan warna. Bunga kembang sepatu diwujudkan menjadi motif sulam karya dua dimensi menggunakan teknik sulam suji caia dan banang ameh dengan teknik tambahan pewarnaan pada kain dasar menggunakan pewarna batik. Karya-karya yang dihasilkan merupakan benda untuk penghias atau dekorasi ruangan sebagai pajangan dinding.Bunga kembang sepatu dijadikan sebagai motif utama dalam karya yang lahir dalam wujud karya dua dimensi yang berjumblah tujuh karya; berjudul Dari Kejauhan, Malam, Dari Waktu Kewaktu, Bergandengan, Berkelanjutan, Mencengkram Malam, dan Saling Melengkapi.Kata kunci: Bunga kembang sepatu, motif sulaman.
KOMPOSISI SIMETRIS DAN ASIMETRIS UNTUK MENUNJUKKAN PERUBAHAN KARAKTER PADA TOKOH UTAMA DALAM FILM PETAKA
Film ini berangkat dari kisah penduduk jawa yang tinggal di daerah transmigrasi dan memiliki sosok kepala desa yang baik, ramah dan sangat dihormati. Namun Sumi sebagai istri kepala desa melihat berbagai kejadian aneh di desa, ia khawatir bahwa suaminya, Gito sebagai kepala desa Mulyo Sari disalahkan akibat dari kejanggalan yang dialami Sumi. Namun, ternyata kejadian ini mengakibatkan bencana terhadap keluarganya sendiri. Film ini berjudul Petaka yang berarti bencana, kesengsaraan ataupun penderitaan yang dialami oleh Gito dan Sumi. Tujuan penciptaan karya ini untuk menyelesaikan studi strata 1 di Institut Seni Indonesia Padangpanjang. Film ini bergenre horor supranatural, yaitu rasa takut yang dihadirkan karena ritual menggunakan keris bukan rasa takut karena hantu. Penciptaan karya ini menggunakan komposisi Simetris dan Asimetris untuk menunjukkan perubahan karakter pada tokoh utama dalam film. Tokoh utama dalam film Petaka memiliki perubahan karakter yaitu karakter baik dan ramah, dan karakter jahat dan suka membunuh. Hasil dari karya cipta ini komposisi Asimetris untuk menunjukan sikap keseharian tokoh utama di tengah masyarakat, komposisi Simetris untuk menunjukkan sikap tokoh utama saat melakukan ritual
RUMOH ACEH SEBAGAI INSPIRASI BUSANA UNISEX
Karya yang berjudul “Rumoh Aceh Sebagai Inspirasi Busana Unisex” terinspirasi dari elemen dan ornamen Rumoh Aceh yang diwujudkan dalam bentuk busana unisex. Mengekspresikan Rumoh Aceh ke dalam bentuk busana unisex serta menjadi ajang promosi kepada khalayak umum. Busana unisex yang diwujudkan berupa overall, jas, turtleneck, kemeja, outer, celana kulot, serta celana balon. Sebagian ornamen Rumoh Aceh diterapkan pada motif kain tenun Peulalu khas Aceh Timur sebagai pendukung busana. Pemilihan warna terinspirasi langsung dari Rumoh Aceh yaitu warna kuning, merah, putih, hijau, coklat, dan hitam. Bahan yang digunakan yaitu wol cashmere dan tenun Peulalu. Metode penciptaan dimulai dengan persiapan, yaitu mencari literatur atau referensi yang berkaitan dengan ide penciptaan, melakukan survei lapangan untuk menemukan sumber ide atau tema, dan membuat rumusan ide penciptaan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bentuk karya yang dibuat. Perwujudan karya menggunakan teknik penyambungan dan butik. Detail busana diwujudkan dengan teknik fabric manipulation dan sulam payet. Terdiri dari tingkatan busana ready to wear, ready to wear deluxe dan houte couture, busana ini dapat digunakan untuk kegiatan sehari-hari, busana kerja, busana pesta, dan busana gala