Journal Online ISI Padangpanjang
Not a member yet
1530 research outputs found
Sort by
Digital Music Composition in the Soundscape Concept of ISI Padang Panjang
The ISI Padangpanjang Sounds work is a digital music composition with a soundscape concept created from the sounds of activities around the ISI Padangpanjang campus which were recorded using the Zoom H1n Handy Recorder mic device. The sound recordings of activities and objects around the campus will be sampled and processed using Digital Audio Work Station (DAW) Studio One 5. This work tells about activities on the ISI Padang Panjang campus. On this campus there are two faculties, namely the performing arts faculty and the fine arts and design faculty. In the Suara ISI Padangpanjang work there are 3 parts with a duration of 7.10 minutes, the first part is morning activities, the second part is afternoon activities and the third part is evening activities which closes with afternoon activities. the sound of the Isha call to prayer at the end
pembelajaran eksrtakulikuler vokalis hadroh qosidah rebana di mi sabilul huda
Pembelajaran ekstrakurikuler vokalis qosidah rebana di MI Sabilul Huda bertujuan untuk meningkatkan kemampuan vokal dan pemahaman siswa terhadap seni qosidah, yang merupakan bagian penting dari budaya Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menggambarkan proses pembelajaran, teknik vokal yang diajarkan, dan dampak kegiatan ekstrakurikuler ini terhadap perkembangan keterampilan musik siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini tidak hanya memperkaya pengetahuan seni budaya siswa, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri dan keterampilan kerjasama tim mereka. Selain itu, pembelajaran qosidah rebana ini juga berperan dalam melestarikan tradisi musik islami di kalangan generasi muda
CERITA RANDAI NURSIA DALAM FOTOGRAFI DOKUMENTER
Tulisan ini ditujukan untuk menjelaskan proses pencipta karya fotografi dokumenter dengan judul Cerita Randai Nursia dalam Fotografi Dokumenter. Randai adalah salah satu permainan tradisional di Minangkabau yang dimainkan secara berkelompok dengan membentuk lingkaran, kemudian melangkahkan kaki secara perlahan, sambil menyampaikan cerita dalam bentuk nyanyian secara berganti-gantian. Randai maggabungkan seni lagu, musik, tari, drama dan silat menjadi satu. Pengkarya mengangkat randai nursia karena ingin mengenalkan ke masyarakat luar dari kototuo sehingga dapat di nikmati banyak orang. Tujuan dari penciptaan ini adalah untuk memperluas pengetahuan masyarakat tentang fotogarfi dokumenter. Landasan teori yang digunakan dalam penciptaan karya ini adalah fotografi jurnalistik, fotografi dokumenter, foto story, dan digital imaging, yang menjadi point penting dalam penciptaan karya ini. Serta metode dalam perwujudan dan penyajian karya. Karya yang dihasilkan berupa 20 karya foto yang memvisualkan randai nursia dalam fotografi dokumenter
PERANCANGAN BOARD GAME SEBAGAI MEDIA EDUKASI SEKSUAL UNTUK ANAK USIA 7-9 TAHUN
Meningkatnya kasus kekerasan seks pada anak di Indonesia terlihat dari data KPAI tahun 2016 – 2021 dimana terjadi fluktuasi jumlah yang cenderung menaik pada kasus kejahatan seks anak . Pada tahun 2020 terdapat laporan kasus sebanyak 491 tentang kasus kejahatan seks yang dialami anak. Jumlah kasus tersebut semakin menaik angkanya hingga hampir dua kali lipat di tahun 2021 dengan jumlah laporan sebanyak 859 kasus. Anak menjadi sasaran empuk penjahat seks karena anak dianggap masih lemah dan tidak akan melawan. Berdasarkan teori jean piaget tentang perkembangan kognitif anak, masa pembelajaran edukasi seksual yang paling tepat ada pada tahapan operasional konkret di usia 7-9 tahun. Namun sayangnya di Indonesia pendidikan seks untuk anak masih terkesan tabu. Masih banyak orang tua yang enggan mengajarkan anak mereka secara langsung pendidikan seks, padahal pendidikan seks turut membantu menurunkan angka kekerasan seks pada anak. Berdasarkan masalah tersebut penulis merancang media interaktif berupa board game sbagai sarana edukasi pendidikan seks pada anak usia 7-9 tahun. Metode yang digunakan adalah metode perancangan design thinking. Diharapkan dengan adanya perancangan ini anak dapat memahami pendidikan seks serta terhindar dari berbagai kasus kekerasan seksual baik sebagai korban ataupun pelaku
ANALISIS MAKNA OBJEK TEMPAT DUDUK DALAM ANIMASI “LA DIPLOMATIE DE L’ECLIPSE” (2022)
La Diplomatie De L'eclipse (2022) is a short animation work done by five students from Ecole MoPA. In this animation, it was found that objects in the form of "seats" are often shown significantly in numerous scenes. Objects or properties themselves can have a supporting function in conveying the narrative in films. This research aims to examine the narrative function of "seats" in this animation using Roland Barthes' semiotic theory. The results show that visual signs in the form of character interactions with said objects function as a reflection of character development, relationships between characters, and the overall message of the story.
IMPROVED UNDERSTANDING OF PHOTO AND VIDEO COMPOSITION WITH PEER TEACHING METHOD
Mastering the field of photography and videography, especially in composition which contains how to arrange the elements to be visualized. These two fields of knowledge synergize in producing creative visualizations. Moreover, graduates from the broadcasting major are prepared to be ready to enter the industrial world. It also directly demands cameramen to increase their abilities, especially in the process of formation and education. This prompted researchers to observe the ability and understanding of photo and video composition of class XI PSPT SMKN 1 Six Lingkung, Padang Pariaman Regency. To increase this understanding, researchers used the peer teaching method. So far, in the PSPT Department this method has never been applied in increasing theoretical understanding to achieve quality work
INTERAKSI SOSIAL PERTUNJUKAN RONGGENG NAK MUDO PINANG SARUMPUN DI MASYARAKAT NAGARI SIMPANG MUDIAK KABUPATEN PASAMAN
This writing aims to determine social interaction in performance of Ronggeng Nak Mudo Pinang Sarumpun at Nagari Simpang Mudiak community, Pasaman Regency. This Ronggeng performance is shown between the Ronggeng performers and the audience or the audience and the dancers, who interact through communication by attracting the attention of the audience through poem with the rhymes that are sung. This study used qualitative methods with data collection techniques of observation, interviews, and documentation, then analyzed using Sudariyanto social interaction theory and Alo Liliweri communication theory. The results showed that in the Ronggeng Nak Mudo Pinang Sarumpun performance, there was social interaction between the people of Simpang Mudiak and the Ronggeng performers, and the establishment of friendly intrapersonal communication through poem rhymes as message deliverer and message recipients by dancers and audiens in the Ronggeng Nak Mudo Pinang Sarumpun performance
Jam Dinding yang Berdengkang
Jam Dinding yang Berdengkang is a theatrical performance inspired by the drama Jam Dinding yang Berdetak by Nano Riantiarno. In writing this play, the writer applies a spin-off pattern so that the characters in the Jam Dinding yang Berdengkang are still the same characters with different points of view and problems. In creating the show Jam Dinding yang Berdengkang the author conducted research related to the problems in the show, namely the condition of poverty in Medan City. The creation of this show uses a qualitative approach in collecting data . ABSTRAKJam Dinding yang Berdengkang merupakan pertunjukan teater yang terinspirasi dari drama Jam Dinding yang Berdetak karya Nano Riantiarno. Dalam penulisan drama ini, penulis menerapkan pola spin-off sehingga karakter yang terdapat dalam Jam Dinding yang Berdengkang tetap tokoh yang sama dengan sudut pandang dan permasalahan yang berbeda. Dalam penciptaan pertunjukan Jam Dinding yang Berdengkang penulis melakukan penelitian terkait dengan permasalahan dalam pertunjukan yaitu kondisi kemiskinan di Kota Medan. Penciptaan pertunjukan ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam mengumpulkan data terkait tema pertunjukan dan metode planting dalam proses penciptaan
Penerapan Teknik Violin dalam Menginterpertasikan Repertoar Concerto In G minor Rv 315, Fatwa Pujangga dan Tinggikan pada Pertunjukan Solis Violin (Application of the Violin Technique in Interpreting the Repertoire of the Concerto In G minor Rv 315, Fatwa of Poets and Elevation in Violin Solis Performances)
ABSTRAKKeberhasilan seorang solis biola dalam sebuah konser musik ditentukan oleh kemapuan dalam mempersipkan diri baik secara teknik maupun kemampuan ekspresi musikalnya. Untuk itu dalam hal ini dibutuhkan kematangan kemampuan dalam menginterpertasikan repertoar musik yang akan dimainkan. Teknik-teknik bermain biola yang bagaimana yang harus dipersiapkan, baik itu teknik gesekan (bowing) maupu teknik penjarian (finggering) dalam menginterertasikan tuntutan yang terdapat dalam repertoar musik serta bagaimana cara mengekspresikannya dalam bentuk pertunjukan/konser musik kepada penonton atau auidiens. Penulisan ini bertujuan untuk mengungkap keemampuan yang bagaimana yang harus dilakukan secara teknik permaian biola dalam menginterpertsikan tiga buah repertoar musik yang berbeda gaya/ style musiknya dan bagaimana cara mengekspresikan repertoar musik tersebut kepada penonton dalam sebuah pertunjukan solis violin yang diringi dalam bentuk string, ansamble, combo band.Kata kunci: Teknik, Repertoar dan Violin.ABSTRAK The success of a violin soloist in a music concert is determined by the ability to prepare oneself both technically and musically. For this reason, in this case, maturity is needed in interpreting the musical repertoire that will be played. What violin playing techniques must be prepared, both bowing and fingering techniques, in interpreting the demands contained in the musical repertoire and how to express them in the form of musical performances/concerts to the audience or audience. This writing aims to reveal what abilities should be carried out technically in playing the violin in interpreting three musical repertoires with different musical styles and how to express the musical repertoire to the audience in a solo violin performance accompanied in the form of strings, ensembles, combos Band. Keyword: Technique, Repertoire and Violi
JAJANAN KHAS JAMBI DALAM FOOD PHOTOGRAPHY
Provinsi Jambi merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki nama ibu kota yang sama dengan nama provinsinya. Jambi memiliki banyak makanan khas, namun hanya beberapa menu makanan yang harus disajikan dalam suatu acara penting seperti hajatan, kenduri, jamuan tamu, pesta budaya, dan pernikahan. Jajanan khas Jambi yang menjadi objek penciptaan sebagai berikut :Padamaran , Gandus, Muso, Kubang Boyo. Pengkarya mengangkat Food Photography bertujuan untuk memperkenalkan jajanan tradisional Jambi yang memiliki ciri khas tersendiri bagi masyarakat, terutama untuk masyarakat Jambi dari zaman dahulu hingga sekarang, karna memiliki makanan yang unik. Pengkarya menampilkannya dengan sangat menarik, sehingga jajanan tradisional mampu bersaing di dunia kuliner,dengan konsep minimalis modern.Pada hasil karya, pengkarya menampilkan karya beserta penjelasannya, semua karya foto yang ditampilkan merupakan hasil pemotretan dari pengkarya, dan semua merujuk pada judul “Jajanan Khas Jambi” dalam pembuatan karya Food Photography dengan melakukan beberapa teknik fotografi dan melakukan editing karya. Penciptaan karya Jajanan Khas Jambi ini membuat pengkarya menyadari pentingnya sebuah pengetahuan tentang fotografi makanan. Dalam proses pembuatan karya ini juga dibutuhkan riset, pengumpulan data, perancangan konsep karya, penyediaan peralatan untuk kebutuhan pengambilan foto, dan penyajian karya