Journal Online ISI Padangpanjang
Not a member yet
    1530 research outputs found

    EKSPRESI CERITA SURAU KESELARASAN KOTO PILIANG PADA KARYA RELIEF LOGAM

    Get PDF
    ABSTRAK Surau mempunyai peranan dan fungsi yang disignifikan dalam kebudayaan Minangkabau. Surau yang menjadi acuan penciptaan karya adalah Surau Lubuk Bauk yang terdapat di Nagari Batipuh, Tanah Datar. Konsep perwujudkan karya bersumber dari Surau keselarasan Koto Piliang dengan mengadirkan cerita yang bersumber dari aktivitas Surau keselarasan Koto Piliang. Cerita yang diwujudkan pada relief logam, berupa kegiatan yang terdapat pada Surau tua Lubuk Bauk, seperti mengaji, beladiri, dan gotong-royong. Metode penciptaan karya relief melalui tahapan eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Penggarapan karya menggunakan teori, diantaranya bentuk, estetika, fungsi, dan ekspresi. Penggarapan karya menggunakan bahan plat alumunium dan tembaga dengan teknik tatah. Hasil karya relief logam berjumlah lima buah dengan judul yaitu: Mambangun Surau, Mangaji, Basilek I, Basilek II, Basilek III, Judul yang tercipta merupakan gambaran nilai-nilai yang terdapat pada masyarakat Minangkabau diantaranya belajar membaca Al-Qur’an, gotong-royong, dan  pengendalian diri serta bela diri. Kata kunci: Ekspresi , Cerita Surau keselarasan Koto Piliang , dan Relief logam

    Penerapan Origami Tenun Lurik Pada Ready To Wear Deluxe Bergaya Futuristik

    Get PDF
    The creation of ready-to-wear deluxe is based on the creator's desire to develop clothing made from lurik weaving with origami techniques on ready-to-wear deluxe with futuristic styles. This is because rarely to find ready-to-wear deluxe made from lurik materials with origami techniques in futuristic styles. In connection with this, the purpose of creating this work is to give a new form of ready-to-wear deluxe futuristic style made from lurik weaving with origami techniques which is expected to be one of the references for the development of lurik weaving. The creation method uses a three-stage design process approach consisting of definition & research, creative exploration, and implementation. The result of this creation process is six looks of ready-to-wear deluxe that will be presented at Jogja Fashion Parade 2024.

    Application of Management Principles in Production Orchestra Performance in Indonesia

    Get PDF
    The purpose of writing this article is to examine musical performances in the orchestral format in Indonesia, which were previously considered high culture, but currently, orchestral performances are of great interest to the public in different ways. This can be seen from the many requests from the Indonesian people to perform modern orchestral performances at various large and prestigious events. Modern orchestral performances generally occur within the context of the performing arts industry. Because in the context of the Indonesian orchestra management industry, it cannot be separated from managing adequate and solid performance production through good management. Managing Indonesian orchestra performances today requires the application of effective management principles. This research uses a management analysis framework in the management of orchestra performances by Harold Koontz and Cyril O'Donnell in their book Principles of Management: An Analysis of Management Functions by taking a performing arts management approach

    Pelatihan Menyusun Dokumen Pemajuan Kebudayaan Desa/Nagari: Nagari Tanjung Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang (Sikapa) dan Nagari Harau Kabupaten Lima Puluh Kota.

    Get PDF
    Artikel ini bertujuan menjelaskan pelatihan penyusunan Dokumen Pemajuan Kebudayaan Desa (DPKD) atau nagari yang dilakukan kepada para peserta tim penyusun dokumen DPKD dari Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang dan Nagari Harau. Kedua nagari ini berada di Kabupaten Lima Puluh Kota. Menyusun DPKD adalah suatu kegiatan menggali potensi kebudayaan yang dimiliki oleh masing-masing di kedua nagari tersebut. Untuk menggali potensi budaya itu, tim penyusun yang disebut Daya Desa dibekali dengan pengetahuan mencari data, mengindentifikasi, mengelompokkan, mendeskripsikan, dan menginformasikan kondisi serta perkembangan dari budaya yang ada. Beberapa dari budaya yang terdata itu, tim Daya Desa merekomendasikan untuk dijadikan kegiatan pembangunan kebudayaan oleh Pemerintahan Nagari. Metode yang digunakan adalah ceramah, praktik menyusun dokumen, presentasi oleh masing-masing tim, dan evaluasi hasil kerja. Hasil pelatihan menujukkan bahwa tim telah mampu menyusun dokumen DPKD dan merekomendasikan budaya yang menjadi prioritas dijadikan kegiatan kepada pemerintahan nagari masing-masing

    Peningkatkan Literasi dan Numerasi Dengan Pendekatan Interaktif Melalui Program Kampus Mengajar di SD Negeri 15 Kota Bengkulu

    Get PDF
    Kampus Mengajar merupakan salah satu program dari Kemendikbud yang memberikan kesempatan untuk mahasiswa dapat merasakan belajar di luar kampus dan mendapatkan pengalaman mengajar di sekolah penugasan. Kegiatan program ini dilakukan kurang lebih selama satu semester untuk dapat mengembangkan keterampilan kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi dan bertanggung jawab terhadap kewajiban. Mahasiswa Kampus Mengajar angkatan 7 mendapatkan kesempatan untuk dapat meningkatkan literasi dan numerasi serta adaptadi teknologi di sekolah penugasan,yaitu di Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Kejuruan (tidak termasuk SMK PK). Sekolah sasaran yang menjadi tempat penugasan Program Kampus Mengajar angkatan 7 ini adalah SD Negeri 15 Kota Bengkulu. Sebelum melaksanaan program kerja yang dapat meningkatkan literasi dan numerasi, akan dilakukan perencanaan program-program kerja penyesuaian dengan kemampuan siswa. Adapun program kerja yang akan dilaksanaan diantaranya yaitu, peningkatan literasi dan numerasi, adaptasi teknologi, tips and trick literasi efektif, revitalisasi perpustakaan, revitalisasi perpustakaan mini kelas atau “pojok baca”, revitalisasi madding, sekolah kaya teks, fun math, dan tanaman toga dengan barcode. Pelaksanaan Program Kampus Mengajar ini dilaksanakan selama kurang lebih 4 bulan, terhitung mulai 26 Februari 2024 sampai 16 Juni 2024

    Rumah Kreatif Tambak Bayan; Arts Community Based Character Education

    Get PDF
    This research uses qualitative methods to understand conditions in the field in a real and clear manner. This article reviews the significant role played by Tambak Bayan Creative House (RKTB) in character education for its participants, especially children from low economic backgrounds and academic challenges. RKTB provides a platform for participants to develop their creativity through various arts and cultural activities. His character education program not only enhances artistic abilities, but also teaches values such as cooperation, honesty, and respect, which are important for an individual's holistic development. The evaluation results show a significant increase in the academic achievement and personal development of RKTB participants, reflected in increased learning motivation and the ability to express themselves creatively. This article concludes that RKTB is not only a center for creativity, but also an environment that builds positive character and helps participants to grow as valuable individuals in societ

    KOMITMEN KE-MINANGKABAU-AN DALAM SENI PERTUNJUKAN TARI KARYA SYOFYANI

    Get PDF
    This article examines the Minangkabau elements consistently present in Syofyani's choreography. Syofyani is a choreographer and one of the pioneers of the Minangkabau dance revival in West Sumatra. She grew up and lived within the traditions and cultural environment of Minangkabau. Therefore, her dances always contain symbolic elements that reflect Minangkabau identity. These reflections can be seen, among other things, in the upper designs formed by movement patterns resembling Minangkabau traditional houses. The movements are a blend of pancak and pamenan movements, combined with Malay-influenced motions. Costumes include loose shirts and galembong pants for male dancers, while female dancers wear baju kurung, paired with kodek and headpieces such as takuluak tanduak and sunting. The accompanying music derives from the rhythm of popular Minangkabau songs. The values conveyed in these dances go beyond entertainment, fostering a sense of solidarity. This refraction demonstrates that the manifestation of Minangkabau elements in Syofyani's choreography is not a direct replica of their real-life counterparts. Instead, Syofyani has interpreted these elements based on her perspective, translating them into physical aspects comprising gestures, body positions, and appearances. Gestures serve as a form of non-verbal communication, delivering messages through movements of the hands, feet, head, and face. There are two types of gestures: conventional gestures, which carry meanings agreed upon within a society, and natural gestures, which reflect spontaneous bodily movements based on feelings or expressions. Body positions relate to human behavioral attitudes within a cultural context, while appearance refers to costumes that align with the dance's content. The analysis of dance texts is conducted by examining Syofyani’s choreographies, focusing on the symbolic meanings underlying the dance performances. Consequently, hermeneutics becomes essential in interpreting the Minangkabau refractions in the dances. To address this issue, qualitative research methods were employed, characterized by flexibility and adaptability throughout the research process (V. Wiratna Sujarweni, 2021: 22). Qualitative data collection involved observation, interviews, and document studies

    Reading Affect in 'Lepas': an Approach Using Affect Theory on The Monumental Painting By Armen

    Get PDF
    This study analyzes the monumental painting titled "Lepas" using affect theory to understand how its visual elements trigger emotional and affective responses in viewers. Affect theory serves as a conceptual framework to explore the relationship between the visual aspects of the artwork and their impact on the subjective experience of the audience. Through a qualitative approach and aesthetic analysis methods, this research focuses on elements such as composition, color, scale, and symbolism within the artwork, and how these elements influence the viewers' emotional perception. The findings reveal that "Lepas" successfully creates a profound affective resonance, where viewers not only appreciate the visual aspects of the painting but also experience intense emotional reactions. The affect generated by this work transcends the boundaries of visual aesthetics, making "Lepas" an effective medium for emotional communication. This study contributes to a broader understanding of the role of affect in monumental painting, particularly in the context of visual art appreciation in Indonesia

    Komposisi Musik Elegi Suayan: Terinspirasi dari Dendang Suayan Buayan Anak di Nagari Suayan Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota

    Get PDF
    Karya komposisi karawitan yang berjudul Elegi Suayan terinspirasi dari kesenian dendang Minangkabau dengan repertoar Suayan Buayan Anak di Kanagarian Suayan Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota. Dendang Suayan Buayan Anak termasuk kategori jenis dendang ratok (nyanyian ratapan) pada dendang Minangkabau, yang dimana media pengiring dalam dendang Minangkabau pada umumnya yaitu instrumen saluang, rabab darek, rabab pasisia, dan lainnya. Karakter pada dendang Suayan Buayan Anak memiliki unsur musikal yang disebut “glissando”. Unsur musikal pada pertengahan dendang Suayan Buayan Anak yang mana seniman tradisi pendendang bagurau menyebutnya dengan istilah “malayuak” (mendayu-dayu). Rumusan penciptaan yang diajukan dalam karya seni ini yaitu: Bagaimana mewujudkan karya komposisi karawitan yang bersumber dari dendang Suayan Buayan Anak yang dimana fenomena musikal malayuak pengkarya temui pada dendang tersebut digarap kedalam sebuah komposisi karawitan. Penciptaan karya Elegi Suayan ini dilatarbelakangi oleh keinginan pengkarya untuk menggarap unsur-unsur musikal yang ada pada dendang Suayan Buayan Anak sehingga mewujudkan tawaran baru dalam bentuk garap yang bersumber dari kesenian saluang dendang yang mana didalam penggarapan karya ini terdapat pergabungan idiom-idiom tradisi dengan bentuk musikal inovatif dan harmonisasi yang dikemas dalam bentuk karya komposisi karawitan menggunakan garap pendekatan tradisi.Kata Kunci: Elegi Suayan, Glissando, Suayan Buayan Anak, dendang ratok, malayuak

    PERANCANGAN MEDIA INFORMASI SANGGAR BUDAYA ILOK RUPO SEBAGAI MUSEUM BENDA BERSEJARAH KEBUDAYAAN SUNGAI PENUH-JAMBI

    Get PDF
    Cagar budaya merupakan kekayaan budaya bangsa sebagai wujud pemikiran dan perilaku kehidupan manusia dalam pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan dan kebudayaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sehingga perlu dilestarikan dan dikelola secara tepat. Sanggar Budaya Ilok Rupo adalah museum mini swasta yang berfungsi sebagai tempat mengoleksi benda-benda bersejarah kebudayaan Kerinci yang terletak di Kota Sungai Penuh, provinsi Jambi. Publikasi museum merupakan salah satu cara melestarikan kebudayaan, yang dilakukan dengan cara menyebarkan informasi agar pengetahuan tentang museum beserta koleksinya bermanfaat sebagai penunjang pendidikan yang bersifat rekreatif. Pelestarian benda cagar budaya serta warisan budaya yang ada di Sanggar Budaya Ilok Rupo dipublikasikan melalui perancangan media informasi. Tujuan perancangan ini adalah sebagai wadah publikasi museum melalui media informasi. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, survei, studi pustaka dan dokumentasi. Hasil perancangan karya berupa audio visual dan buku dengan bauran media poster, brosur, buku tamu, pena dan sticker

    1,195

    full texts

    1,530

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Online ISI Padangpanjang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇