Journal Online ISI Padangpanjang
Not a member yet
    1530 research outputs found

    Bentuk Pertunjukan dan Makna Teks Seni Tutur Bak'ba dalam Masyarakat Desa Simpang Parit Kabupaten Merangin Provinsi Jambi

    Get PDF
    Bak’ba merupakan salah satu seni bertutur kata yang tumbuh dan berkembang di Desa Simpang Parit. Bak’ba termasuk pada jenis sastra lisan berupa pantun yang dinyanyikan dengan irama. Bak’ba berfungsi sebagai media menyampaikan pesan dan media hiburan. Awalnya, pertunjukan Bak’ba hanya diiringi dengan gendang Melayu. Seiring berjalannya waktu, Bak’ba mengalami perkembangan dalam bentuk penambahan alat musik seperti viul, gong, dan ketuk. Teks pantun yang disampaikan dalam Bak’ba menggunakan bahasa daerah Desa Simpang Parit yang mengandung makna tentang percintaan, kesedihan, kegembiraan, sindiran, nasihat-nasihat kehidupan maupun informasi teraktual yang ada di lingkungan masyarakat Desa Simpang Parit. Penelitian ini mengkaji tentang Bentuk Pertunjukan dan Makna Teks Seni Tutur Bak’ba dalam Masyarakat Desa Simpang Parit, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk pertunjukan dan makna teks seni tutur Bak’ba. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data secara observasi, dokumentasi, dan wawancara di lapangan untuk mendapatkan hasil penelitian sesuai konteks yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian ini menjelaskan tentang bentuk pertunjukan meliputi unsur dan struktur pertunjukan dan makna yang terkandung pada teks seni tutur Bak’ba memiliki makna denotatif dan makna konotatif. Kata kunci: Bak’ba, Bentuk Pertunjukan, Makna Tek

    ANALISIS FOTO CHRISTOPHER ANDERSON "CAPITOLIO" DALAM SEMIOTIKA ROLAND BARTHES

    Get PDF
    Fokus dalam penelitian ini adalah bagaimana semiotika Roland Barthes digunakan untuk mengungkap makna dibalik tanda dalam foto “Capitolio”. Buku fotografi “Capitolio” ini merupakan karya dari Christopher Anderseon yang dibuat pada tahun 2004-2007 yang dirilis resmi oleh RM tahun 2010. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan denotasi, konotasi, dan mitos dalam foto “Capitolio”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yaitu menjabarkan dan membahas suatu fenomena yang terjadi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian adalah melalui studi Pustaka berupa sumber tertulis seperti buku foto, jurnal, artikel, hasil laporan, dan buku. Hasil dari penelitian menunjukkan karya foto “Capitolio” mengungkap temuan antara lain; 1) makna denotasi dan konotasi yang terdapat dalam foto memberikan pemahaman terhadap publik bahwa kekuasaan seorang pemimpin sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan rakyatnya, 2) mitos yang dapat disimpulkan dalam penelitian ini sifat iblis seperti keegoisan dan ketamakan Hugo Chavez dalam memimpin negaranya memberikan dampak buruk berkelanjutan terhadap kestabilan ekonomi dan sosial masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat berupa wawasan dan pengetahuan untuk penelitian selanjutnya yang meneliti karya lain dari Christopher Andeson dengan menggunakan semiotika Roland Barthes

    KREASI MOTIF LIMPAPEH PADA OUTER WANITA

    Get PDF
    Limpapeh merupakan sejenis binatang yang selalu mendiami rumah atau bangunan yang besar. Limpapeh adalah sebutan untuk kaum perempuan atau anak gadis yang mendiami sebuah rumah gadang. Limpapeh memberi pengertian bahwa apabila dalam sebuah rumah tersebut ada seorang wanita, maka rumah tersebut terlihat semarak. Bentuk motif limpapeh menginspirasi pengkarya untuk dijadikan motif hias outer wanita dengan menggunakan komposisi pola berulang. Metode penciptaan karya seni melalui tiga tahap. Tahap eksplorasi dengan mencari referensi melalui studi pustaka. Tahapan perancangan dengan membuat gambar rancangan melalui gambar sketsa alternatif dan desain gambar kerja. Tahapan perwujudan menggunakan teknik batik tulis dan jahit. Penciptaan menggunakan teori bentuk, fungsi, kreasi, warna dan komposisi. Bentk karya yang diciptakan adalah outer wanita dengan jenis outer panjang dan vest menggunakan teknik batik tulis. Fungsi outer ini sebagai pakaian wanita remaja hingga dewasa yang bisa digunakan pada saat santai dan formal, pemakaiannya harus disesuaikan dengan kegiatan yang kita lakukan. Alasan pengkarya menciptakan karya ini yaitu memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa banyak motif-motif yang terdapat di Sumatera Barat, salah satunya motif limpapeh, sesuai dengan maknanya kita sebagai perempuan haruslah pandai menjaga diri. Jumlah karya yang dibuat sebanyak tujuh karya dengan judul yaitu : “Ketegasan”, “Sang Bijaksana”, “Kemurahan”, “Keadilan”. “Keijaksanaan”. “Kebijaksanaan 2”, “Kehormatan”.

    Perancangan Buku Ilustrasi Tradisi Peusijuk Pada Masyarakat Aceh Sebagai Media Informasi Bagi Kalangan Remaja

    Get PDF
    The Peusijuk tradition is one of the cultural heritages of the Acehnese people that contains religious, social, and symbolic values. However, technological developments and the influence of globalization have caused the younger generation to increasingly know and understand less of the meaning of this tradition. Therefore, media that is interesting and in accordance with the character of teenagers is needed to reintroduce the Peusijuk tradition in an educational and visual way. This study aims to design an illustrated book that packages information about the Peusijuk tradition in a communicative, interesting, and easy-to-understand way for teenagers. The methods used include observation, interviews, literature studies, and distributing questionnaires. The result is an illustrated book that tells stories of Acehnese children engaging in Peusijuk traditions with supporting media like posters, pins, keychains, and digital content. The book is expected to serve as an effective cultural education tool and promote the preservation of local traditions

    Pelatihan Manajemen Pertunjukan Seni Bagi Komunitas Seni Telangkai Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai

    No full text
    Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah; 1) Minimnya pengetahuan tentang penyusunan sajian pertunjukan; 2) Minimnya pengetahuan tentang tata panggung dan artistik; 3) Minimnya pengetahuan tentang pengelolaan administrasi pertunjukan. Solusi yang ditawarkan untuk meyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah; 1) Menerapkan pengetahuan tentang konsep susunan sajian pertunjukan; 2) Menerapkan pengetahuan tentang tata panggung dan artistik; 3) Menerapkan pengetahuan tentang tata kelola administrasi pertunjukan. Tujuan dan target khusus dari kegiatan ini adalah; 1) Terbentuknya kemampuan (soft skill) penyusunan sajian pertunjukan; 2) Terbentuknya kemampuan (soft skill) merancang tata panggung dan artistik; 3) Terbentuknya kemampuan tata kelola administrasi pertunjukan. Metode yang dilakukan adalah dengan metode pembimbingan dan pendampingan atas program kerja yang ditujukan kepada mitra dalam hal memperbaiki persoalan yang dihadapi hingga memperoleh hasil yang maksimal. Berdasarkan realita dan fakta lapangan pada pertunjukan seni, kemampuan dalam menyusun dan mengaplikasikan konsep pertunjukan, menata dramatisasi acara, dan kemampuan menata administrasi acara pertunjukan menjadi satu paket yang penting untuk kesuksesan pertunjukan seni. Hal tersebut sudah harus menjadi perhatian penting secara khusus bagi Komunitas Seni Telangkai dalam melakukan penyajian pertunjukan

    Contrabass Solo Performance in Cross-Genre Repertoire: Technical and Interpretative Study

    Get PDF
    Artikel ini membahas pertunjukan solis contrabass melalui tiga repertoar lintas genre, yaitu Sonata in G Minor karya Henry Eccles, Zapin Muara karya Dzul Rabbul, dan The Godfather karya Nino Rota. Pertunjukan ini bertujuan mengeksplorasi tantangan teknis dan interpretatif permainan contrabass sebagai instrumen solis dalam konteks musik Barok, tradisi Melayu, dan musik film modern. Pendekatan yang digunakan adalah praktik artistik berbasis penelitian (practice-based research), meliputi pemilihan repertoar, analisis teknis musikal, serta proses latihan individu dan ansambel. Hasil pertunjukan menunjukkan bahwa contrabass memiliki fleksibilitas teknis dan ekspresif yang memungkinkan adaptasi karakter musikal dari berbagai gaya. Repertoar Barok menuntut penguasaan ornamentasi dan artikulasi, Zapin Muara menekankan adaptasi idiom musikal Melayu pada register tinggi, sementara The Godfather menguji kemampuan interpretasi lintas gaya antara musik klasik dan populer. Selain itu, pertunjukan ini memperlihatkan peran penting aransemen dan pemilihan pendekatan interpretatif dalam memperluas fungsi contrabass sebagai instrumen solis. Pertunjukan ini berkontribusi pada pengayaan wacana akademik mengenai pertunjukan solis contrabass di lingkungan pendidikan seni musik Indonesi

    Desain Meja Konveyor Otomatis untuk Restoran Sushi

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk merancang meja makan dengan konveyor otomatis untuk restoran sushi guna meningkatkan efisiensi pelayanan melalui otomatisasi pengangkutan piring kotor ke dapur. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran, menggabungkan data kualitatif dari wawancara dan observasi dengan data kuantitatif dari kuesioner. Desain yang diusulkan mengintegrasikan sistem konveyor, sensor PIR, dan kontrol berbasis Arduino untuk mengoptimalkan efisiensi operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain ini mengurangi tenaga manual, meningkatkan kebersihan, dan memuaskan pelanggan. Simpulan penelitian ini adalah meja konveyor otomatis merupakan solusi yang layak untuk restoran sushi modern

    Penerapan Emotional Connection Dalam Perancangan Board Game Edukatif Bertema Konservasi Badak Jawa

    Get PDF
    This study focuses on the application of emotional connection in the design process of a board game themed around Javan rhino conservation as an educational medium for teenagers. Rather than emphasizing a finalized product, the research positions the design process as a reflective medium to explore how emotional approaches can foster empathy toward environmental issues. The study employs a design research approach with a descriptive qualitative method through literature review, field observation, and interviews with three officers from Ujung Kulon National Park. The game mechanics were developed through a dual role systemconservation and hunter teamsrepresenting the value conflict between preservation and exploitation of nature. The findings reveal that the implementation of emotional connection at both narrative and social levels enhances players’ emotional engagement, even without a finalized visual prototype. This study affirms that design functions as a reflective practice integrating empathy, social awareness, and ecological values. Conceptually, it contributes to the discourse of design for empathy and demonstrates the potential of board games as educational media that encourage moral reflection and ecological awareness

    Kuluk Kerinci Sebagai Motif Hias Pada Tas Wanita

    Get PDF
    Tengkuluk (kuluk) adalah penutup kepala tradisional perempuan suku Kerinci yang dikenakan oleh anak batino. Secara umum, kuluk berbentuk lingkaran besar (2 gelang besar) dengan lidah atau jumbei berupa kain beludru hitam atau merah (8-10 cm) yang dipasang dari atas lingkaran hingga belakang kepala sebatas pinggang. Bentuk kuluk menginspirasi motif hias pada tas dengan pola berulang melingkar. Proses penciptaan karya ini meliputi tiga tahap: eksplorasi dengan mengamati langsung bentuk kuluk, perancangan sketsa hingga desain terpilih, serta perwujudan karya melalui teknik batik tulis pada tas wanita. Penciptaan didasarkan pada teori bentuk, fungsi, kreasi, motif, dan warna. Tas yang dihasilkan berupa tas selempang dan tas tangan untuk membawa barang pribadi dalam acara formal atau resmi. Karya ini bertujuan melestarikan budaya serta menggabungkan motif nagguri lahak sebagai simbol pentingnya hidup bersih dalam masyarakat. Motif pada tas mencerminkan kebersihan pikiran, perkataan, dan perbuatan perempuan. Tujuh karya yang dihasilkan berjudul: “Berdampingan”, “Refleksi”, “Seluruh Sisi”, “Beriringan”, “Bersua”, “Kesatuan”, dan “Saling Support.”

    Warna Wardrobe sebagai Perubahan Emosi May Dalam Film 27 Step of May Karya Ravi Bharwani

    Get PDF
    Penelitian ini membahas bagaimana warna wardrobe digunakan sebagai alat untuk menggambarkan perubahan emosi karakter May dalam film "27 Step of May" karya Ravi Bharwani. Film ini menceritakan tentang seorang perempuan bernama May yang mengalami trauma akibat pemerkosaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran warna wardrobe dalam mencerminkan emosi yang dialami oleh May sepanjang film. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teori yang diterapkan meliputi teori wardrobe, teori warna, dan teori emosi, yang semuanya membantu dalam fokus penelitian ini. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian mengidentifikasi 14 scene dalam film di mana perubahan emosi May direpresentasikan melalui penggunaan warna wardrobe. Emosi yang diamati meliputi senang, bahagia, marah, takut, sedih, dan cinta. Analisis menunjukkan bahwa perubahan emosi ini ditunjukkan melalui pilihan warna dalam wardrobe, seperti putih, kuning, abu-abu, biru, dan coklat. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan warna dalam wardrobe dapat secara efektif menggambarkan perubahan emosi karakter dalam konteks naratif fil

    1,195

    full texts

    1,530

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Online ISI Padangpanjang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇