Journal Online ISI Padangpanjang
Not a member yet
1530 research outputs found
Sort by
REPRESENTASI FEMINISME DALAM FILM PENYALIN CAHAYA
This research focuses on the representation of feminism in the film Copyist Cahaya. This film is an interesting study to study because the content in the film contains survivors of sexual violence described by Suryani as a real manifestation of women's struggle for justice and gender equality that she is able to provide evidence of the abuse she experienced. The formulation of the problem in this research is how to represent feminism in the film Pengalin Cahya. This study aims to describe the value of feminism in the Syriac character in the film Pengalin Cahaya. This research uses descriptive qualitative research methods, with a Semiotics analysis approach. The data collection technique used purposive sampling, namely three pieces of the film scene of Copying Cahaya as the primary data. This data analysis technique uses Roland Barthes' semiotics technique which divides semiotics into two stages, namely denotation and connotation. The results of the research in the film Pengalin Cahaya, there is liberal feminism because Suryani is told as a woman who seeks justice starting from herself. The figure of a woman who has strength, a woman who has a leadership spirit, and a brave woma
Intellectual Montage untuk Menciptakan Bahasa Visual pada Film Fiksi Pulang Tanpa Rencana
Penelitian ini berjudul "Intellectual Montage untuk Menciptakan Bahasa Visual pada Film Fiksi Pulang Tanpa Rencana" yang bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan teknik editing Intellectual Montage dalam menciptakan bahasa visual yang kuat pada film. Subjek penelitian ini adalah film fiksi "Pulang Tanpa Rencana," yang mengangkat tema tentang penipuan asuransi palsu di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan analisis dokumentasi. Landasan teoretik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori montage oleh Sergie Eisenstein, yang menekankan pada juxtaposition atau benturan antara dua atau lebih shot untuk menciptakan makna baru dan kompleks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Intellectual Montage pada film "Pulang Tanpa Rencana" berhasil menciptakan makna-makna baru yang mendalam melalui penyusunan gambar-gambar yang tampak tidak berhubungan secara ruang dan waktu. Teknik ini tidak hanya meningkatkan ketegangan dramatis tetapi juga memperkuat pesan moral dan ideologi film. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman teknik montage dan aplikasinya dalam industri film
Peningkatan Kreativitas Masyarkaat Binaan TBM Makrame Kreatif melalui Pelatihan Makrame
Kegiatan pelatihan yang merupakan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di TBM Makrame Kreatif yang beralamat di kelurahan Bukit Surungan. Sasarannya adalah masyarakat binaan TBM Makrame Kreatif yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan lanjutan dalam mengembangkan teknik dasar makrame sehingga bisa membuat produk makrame dengan menggunakan berbagai media. Untuk meningkatkan kreativitas masyarakat agar lebih kreatif dalam berinovasi melalui seni makrame. Untuk memberikan motivasi kepada masyarakat agar selalu berkarya dalam rangka membuka lapangan kerja. Pelatihan menggunakan metode ceramah, demonstrasi dan praktek. Pelatihan ini menghasilkan dua bentuk produk, terdiri dari tempat vas bunga gantung dan vas bunga dinding yang dikombinasikan dengan media anya
Semiotic Community Perspectives on Offerings in Traditional Jathilan Performances in Yogyakarta: A Semiotic Study
In Javanese terms, Jathilan stands for "Jarane jan thil-thilan" which means "The horse moves irregularly". People in the city of Yogyakarta know jathilan as part of a certain ritual procession that uses the properties of an artificial horse or commonly called jaran kepang. Jathilan traditional art itself cannot be separated from rituals and sesaji used as a form of expression of prayer and hope. The formulation of the problem in this journal is: How do people view the belief that sesaji are a "culture" that will continue to live side by side with humans?. Using qualitative data analysis, this study examined the symbolic meaning of offerings in Yogyakarta's traditional art ceremony of jathilan. Offerings are a manifestation of moral values, reverence for ancestors, and the existence of a healthy interaction between humans and nature, according to the study's findings from the community perspective
Promotion Strategies for Music/Song Works through Digital Platforms by Orkes Taman Bunga
Penggunaan Platform digital belakangan ini menjadi salah satu hal yang krusial dan dianggap sangat berdampak terhadap pemasaran suatu produk. Dengan semakin banyaknya orang yang menggunakan platform digital sebagai kebutuhan yang harus selalu ada. Hal inilah yang membuat pemilihan strategi promosi melalui Platform Digital dipandang mampu memberikan kontribusi untuk pemasaran musik/lagu secara menyeluruh terhadap target pasar yang dituju. Pemanfaatan platform digital dan media sosial menjadi langkah tepat sebagai bentuk strategi pemasaran karya-karya msuik/lagu Orkes Taman Bunga agar dapat diterima oleh penikmat musik hanya melalui media online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimanakah strategi pemasaran karya musik/lagu yang dilakukan oleh Orkes Taman Bunga. Untuk mendapatkan jawaban dari penelitian ini dilakukanlah metode penelitian kualitatif dengan proses pengumpulan data secara interaktif dan non interaktif. Data diperoleh dari wawancara dengan informan yang merupakan manager dan personel Orkes Taman Bunga dan observasi terhadap pertunjukan dan dokumentasi dari Orkes Taman Bunga. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa strategi promosi melalui palatform digital mampu memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan Orkes Taman Bunga. Itu terlihat dari banyaknya penonton saat live performance, banyaknya pendengar pada aplikasi Spotify, iTunes, Deezer, Joox dan banyaknya penonton pada aplikasi Youtube, TikTok, Instagram, Facebook. Untuk mempertahankan itu dibutuhkan konsistensi dan up to date terhadap perkembangan teknologi
ANALISIS REPRESENTASI BUDAYA JEPANG ERA PERANG DUNIA HINGGA PASCA-PERANG DALAM WORLDBUILDING GHIBLI
ABSTRAK Animasi merupakan salah satu media yang cocok untuk dijadikan tempat untuk melestarikan objek kebudayaan dan studio Ghibli sering melakukan hal tersebut dalam setiap filmnya. Oleh karena itu, penulis mencari tahu mengenai unsur-unsur apa saja yang diambil dari dunia nyata, serta contoh objek dan asal-usulnya. Penulis mengambil tiga animasi Ghibli periode 80-an yang dijadikan objek analisis kali ini yaitu, My Neighbor Totoro dan Grave of Fireflies. Dengan metode kualitatif yang bersifat deskriptif serta pengumpulan data melalui teknik observasi komparatif, hasil dari penelitian ini banyak menyertakan perbandingan gambar mengenai objek di film, dengan objek referensi di dunia nyata. Setelah analisa dilakukan, dapat diketahui bahwa dalam proses pembuatan worldbuilding, unsur-unsur kebudayaan yang berasal dari masa dan periode tertentu dapat dijadikan sumber referensi agar dunia fiksi dapat terasa lebih nyata.ABSTRACT Animation is one of the media that is suitable to be used as a place to preserve cultural objects and Ghibli Studio often does this in each of their movies. Therefore, the author seeks to find out what elements are taken from the real world, as well as examples of objects and their origins. The author takes three Ghibli animations from the 80s as the objects of analysis this time, namely, My Neighbour Totoro and Grave of Fireflies. By using descriptive qualitative method and data collection through comparative observation techniques, the result of this study includes many comparisons of object’s images in the movie, with reference objects in the real world. After the analysis was carried out in the process of creating worldbuilding, cultural elements originating from certain times and periods can be used as sources of reference so that the fictional world can feel more real
Sirih Gunungan Sebagai Ide Dasar Penciptaan Motif Batik untuk Busana Outer Genderless Fashion
Tugas Akhir Karya Seni ini bertujuan untuk: 1) Menciptakan konsep motif batik gabungan Daun Sirih dan Gunungan; 2) Menerapkan desain motif batik gabungan Daun Sirih dan Gunungan; dan 3) Memvisualisasikan batik pada busana outer genderless fashion dengan gabungan Daun Sirih dan Gunungan sebagai tema dalam bentuk produk seni kriya batik. Metode penciptaan karya ini melalui beberapa tahapan, yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Tahap eksplorasi pencarian refrensi tentang Daun Sirih serta Gunungan dan keteknikan dalam pembuatan karya dengan melakukan studi lapangan, studi pustaka, dan studi teknik dan bahan. Karya yang dihasilkan berupa sembilan karya seni batik berjumlah lima outer genderless fashion dan empat kain batik lembaran yang masing-masing menggunakan tema gabungan Daun Sirih dan Gunungan yaitu sebagai berikut; 1) Outer Kayon Sido Muncar; 2) Outer Suruh Sesegering Gesang; 3) Outer Tri Kayon Makutharama; 4) Outer Wunga Catur Netra; 5) Outer Sekawan Ron Candhik Ayu; 6) Batik Purwakaning Jawata Polokromo; 7) Batik Lunging Suruh Kayon Hangayun; 8) Batik Ceplok Kluwung Rerentengan; dan 9) Batik Suruh Binabar Wondo Luruh
Analisis Rendang Paku Sebagai Daya Tarik Wisata Kuliner di Dharmasraya
Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman budaya, termasuk kuliner tradisional yang mencerminkan identitas lokal yang diwariskan turun-temurun. Salah satu inovasi kuliner khas dari Sumatera Barat adalah Rendang Paku, yang memanfaatkan daun paku atau pakis dan ikan air tawar sebagai bahan utamanya. Rendang ini berasal dari Kampung Surau, Dharmasraya. Awalnya rendang ini diciptakan sebagai alternatif sumber protein oleh masyarakat setempat. Dengan cita rasa autentik yang kaya rempah, Rendang Paku telah berkembang menjadi produk bisnis bernama "Rendang Paku Rangkito," yang kini menembus pasar internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi Rendang Paku sebagai daya tarik wisata kuliner di Dharmasraya dengan menggunakan metode kualitatif. Data didapat melalui wawancara mendalam dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis menggunakan analisis SWOT yang memfokuskan pada Strategi SO (Strength-Opportunity). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keunikan bahan, nilai budaya, dan cita rasa khas menjadikan Rendang Paku berpotensi besar sebagai daya tarik wisata. Dukungan lokal dan pemasaran kreatif dapat lebih mengoptimalkan peran kuliner ini dalam mempromosikan pariwisata Dharmasraya. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana inovasi kuliner tradisional dapat mendukung ekonomi lokal sekaligus menjadi daya tarik wisata yang berkelanjutan
Sate Mak Syukur Sebagai Ikonik Kuliner dari PadangPanjang
This study aims to determine whether Sate Mak Syukur can become an icon of culinary tourism in Padangpanjang and to determine the economic impact caused by the presence of Sate Mak Syukur as an icon of culinary tourism in Padangpanjang. This study uses a qualitative writing method, namely observation and interviews. Qualitative research methods are research methods used to research natural object conditions. The results of this study were conducted qualitatively descriptively, namely the data collected in the form of words, pictures and not numbers. In this writing, the author went directly to the field to document the writing process as evidence in the implementation of the writing. One of the informants in this study was the owner or business actor. The results of the writing of Sate Mak Syukur as an icon of culinary tourism in Padangpanjang can be seen from several important aspects. Sate Mak Syukur has succeeded in attracting the attention of both local and foreign tourists, thanks to its distinctive taste and attractive presentation. The uniqueness of the recipe and cooking method that have been passed down from generation to generation make this satay not only food, but also part of the culture and traditions of the Padangpanjang community. The economic impact caused by the existence of Sate Mak Syukur is very positive. This culinary business has created jobs for the local community, from processing raw materials to serving customers. In addition, the increase in the number of visitors who come to enjoy this satay also has an impact on other economic sectors, such as accommodation, transportation, and other small businesses around the location. This writing shows that Sate Mak Syukur plays a role as a tourist attraction that can increase visits to Padangpanjang. With the right promotion and development of supporting infrastructure, Sate Mak Syukur has the potential to become one of the famous culinary destinations in Indonesia
INDANG PADUSI DI NAGARI JAWI-JAWI DAN NAGARI TABEK DANGKA KECAMATAN GUNUNG TALANG KABUPATEN SOLOK KAJIAN KOMPARATIF
This research is entitled Indang Padusi in Nagari Jawi-Jawi and Nagari Tabek Dangka, Gunung Talang District, Solok Regency, comparative study," which aims to find out the comparison between Indang Padusi in Nagari Tabek Dangka and Nagari Jawi-Jawi. This research uses qualitative methods which are descriptive analysis. namely explaining and describing the data seen or obtained in the field in real terms and as it is, then analyzed. In this research, the researcher uses the theory of Prof. Dr. Lexy J. Moleong, MA, regarding comparative research from one source with data from other sources, as well as making comparisons between categories. Apart from that, the shape theory proposed by Y. Sumandiyo Hadi (2007:24) was also used in this research Nagari Jawi-jawi and Nagari Tabek Dangka both in terms of form and presentation structure