Journal Online ISI Padangpanjang
Not a member yet
    1530 research outputs found

    Symbolic Expression of Bungong Mata Uroe in the Interior Artwork of the Family Room

    No full text
    Bungong mata uroe is the name for the sunflower plant by people of Aceh, the represented in the form of a sunflower which has beautiful blooming petals and is bright yellow in color with the meaning of loyalty and beauty making the artist interested in visualizing bungong mata uroe into the interior of the family room.The concept used in the creation of works uses the concept of symbolic expression, namely modern art forms that utilize traditional idioms as the basic elements of the creation. The creation method uses four stages, including the pre-design stages, the design stage, the embodiment stage and the presentation stage.In the creation of this final project, the artist expresses the bungong mata uroe which are applied to interior family room products, including corner table mats, wall hangings, mirrors, pillowcases, table mats and window curtains. This work is used to decorate or decorate family rooms as well as to reintroduce the bungong mata uroe shape with a knitting technique that combines two stitching techniques, namely double stitch and chain stitch.

    Presentation of Marimba, Drum Set with Concerto Repertoire for Marimba, Tanjung Katung and Lexicon

    No full text
    The Solis Marimba performance presents two compositions, namely the Concerto for Marimba and Tanjung Katung. Concerto for Marimba is a musical composition created by Kees Schoonenbeek, played with two mallet techniques in a modern classical style with piano accompaniment. Meanwhile, the second composition is a jazz version of the song Tanjung Katung played by the Geliga music group. This song was also sung by a quite well-known Malay singer in Indonesia, namely Iyeth Bustami. This song is played with the Malay style two mallet technique using combo band accompaniment. Then the Drumset soloist performed with the song Lexicon created by Isyana Sarasvati in the progressive rock genre through the Combo Band format. The performance method for Marimba and drumset soloists uses performance stages starting from preparation of the composition to be played, individual and joint practice processes, and performance. The results of this presentation show that solo marimba and drumset performances can be performed through the application of stroke techniques such as single stroke, and double stroke, all through the expression, style, and interpretation of the presenter in front of the audience

    Changes in The Performance of Toba Batak Gondang Music in a Batak Custom Wedding Ceremony in Bukittinggi City, West Sumatra Province

    Get PDF
    Musik gondang merupakan musik yang digunakan masyarakat Batak dalam berbagai upacara adat, salah satunya dalam upacara pernikahan. Pada saat masyarakat etnis Batak mulai merantau dan masuk ke Kota Bukittinggi, di situ pula mulai masuk Musik Gondang Batak. Musik Gondang Batak dalam acara pernikahan yang ditampilkan dengan beberapa instrumen asli yaitu gondang, sulim, sarune, hasapi dan garatung, ditemukan beberapa perubahan unsur musik dari aslinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan pertunjukan Musik Gondang Batak dalam upacara pernikahan adat Batak di Kota Bukittinggi Provinsi Sumatera Barat. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan penelitian deskriptif analisis karena dapat memberikan gambaran dan menjelaskan mengenai perubahan pertunjukan Musik Gondang Batak yang ada di Bukittinggi. Hasil penelitian Musik Gondang Batak Bukittinggi menggambarkan sebuah inovasi sebagai ide baru, praktek, atau objek dianggap baru. Gondang Batak Bukittinggi adalah inovasi teknologi yang berkaitan dengan alat musik karena dianggap menjadi ide baru dan potensial. Oleh karena itu, Musik Gondang dengan adanya aranssemen musik baru serta masuknya keyboard dan saxophone, Musik Gondang Batak sedang disajikan sebagai ide baru dan segar. Teknologi berupa media alat musik media yang berubah dan memperkenalkan bentuk baru. Oleh karena itu, sangat penting untuk memiliki pemahaman yang solid tentang bagaimana memperkenalkan ide-ide baru perubahan ke dalam sistem sosial masyarakat Batak. 

    KARYA TARI “ KECIK DI SAYANG BESAK ELOK LAKU” TERINSPIRASI DARI PERISTIWA BUDAYA BASALE TURUN MANDI DI KABUPATEN TEBO PROVINSI JAMBI

    Get PDF
    Karya tari “Kecik Di Sayang Besak Elok Laku” terinspirasi dari ritual basale turun mandi. Pengkarya tertarik kepada pagar yang terbuat dari kain panjang dan ditafsirkan kepada kehidupan pengkarya sendiri dimana pengkarya sendiri merasakan adanya perbedaan kasih sayang dari orang tua untuk anaknya, sehingga menimbulkan rasa kekecewaan, kekesalan yang dirasakan oleh pengkarya tersebut yang dikembangkan dengan teknik-teknik gerak baru yang disesuaikan dengan konsep garapan, divisualisasikan dengan tujuh orang penari dan diperkuat dengan musik techno live serta elemen komposisi lainnya. Metode penggarapan dalam karya ini adalah metode eksplorasi, improvisasi dan pembentukan, baik secara konsep maupun aplikasi penggarapan koreografinya. Karya ini digarap dengan tema sosial dan tipe murni terdiri dari tiga alur garap suasana dan telah ditampilkan dipentas arena gedung Boestanoel Arifin Adam Institut Seni Indonesia Padangpanjang pada tanggal 14 Juli 2022. 

    SISTEM PEWARISAN TARI PARIASAN PANJANG DI NAGARI BATU BAJANJANG KECAMATAN LEMBANG JAYA KABUPATEN SOLOK

    Get PDF
    This research aims to discuss the inheritance system of the Pariasan Panjang dance in Nagari Batu Bajanjang, Lembang Jaya District, Solok Regency. The Pariasan Panjang dance is a traditional dance danced by 4 male dancers, which functions to welcome government guests as well as Daro and Marapulai children and for competition events on August 17. This dance was first created by the late Datuak Singkek Rajo Leman, inspired by a fight between a tiger and a large buffalo. After that, it was passed on to Atahruddin, then Atahruddin is also carrying out the process of inheriting the Pariasan Panjang dance to Gilang Ramadan. This training process is carried out every night of the week or once a week. Several things that need to be fulfilled for participants to fulfill the traditional requirements to become a student (anak sasian) in the process of learning this Long Pariasan Dance, these requirements include: 1. Putiah Sakabuang cloth, 2. One chicken, 3. Seven pieces of tailoring plus A roll of white thread, 4. One knife, 5. Siriah Sakabek Langkok, 6. Bareh Sasukek, 7. One mirror. These requirements apply until now

    Representasi Kesenian Dikia Baruda Di Kecamatan Sungayang Kabupaten Tanah Datar Pada Komposisi Musik “Ma Ayun”

    No full text
    Dikia Baruda merupakan salah satu bentuk kesenian bernuansa Islam, berupa amalan zikir yang dibawakan secara ritmis yang hidup dan berkembang di Nagari Andaleh Baruah Bukik Kecamatan Sungayang Kabupaten Tanah Datar. Kesenian Dikia Baruda ditampilkan pada acara-acara besar Islam dan acara adat lainnya, biasanya dibawakan secara arak-arakan dan juga sambil duduk tergantung konteks acara dan dimainkan oleh 10-15 orang. Dikia Baruda memiliki beberapa repertoar diantaranya Maulay, Perayaan, Salamin Jamin, dan Dini Hari. Pada repertoar Salamin Jamin terdapat keunikan pada melodi vokal yang berombak dan pola rebana yang bersifat repetitif, dari analisis tersebut berdasarkan pada formulasi formulasi penciptaaan komposisi musik, maka repertoar Salamin Jamin menjadi sebuah ide untuk membuat sebuah komposisi musik baru yang bersumber dari kesenian Dikia Barudah khususnya pada repertoar Salamin Jamin, sekaligus memberikan pemahaman bahwa seni tradisi dapat dijadikan sebagai sumber penggarapan karya baru yang dapat dinikmati oleh semua kalangan. Penciptaan komposisi musik ini dilakukan melalui pendekatan tradisi dengan beberapa teknik pengolahan/penggarapan. Data yang digunakan untuk mewujudkan ide/gagasan berdasarkan studi lapangan berupa observasi, eksplorasi, penyiapan bahan, perwujudan. Data lain diperoleh dari rekaman audio, perpustakaan berupa buku penelitian terdahulu, dan arsip dari daerah setempat terkait kesenian Dikia Baruda, sehingga karya yang dilahirkan tetap berpijak pada nilai nilai tradisi namun lahir dengan kebaruannya

    Komposisi Musik Semarak Sipai Bersumber Dari Beruji Dol Dalam Upacara Tabot Di Kota Bengkulu

    No full text
    Music is a means of expressing the soul to communicate and interact between living creatures. Through music we can express various ideas with various colors of sound produced by any object that can accommodate the idea itself. Sounds and voices are arranged well so that a musical work is created as a harbor for ideas that are full of messages and meaning. This work begins with research on the Bruji Dol performance and from the results of the analysis, a conclusion is drawn to take one part, namely the song Girik" which is contained in the Bruji Dol performance in the Tabot ceremony in the city of Bengkulu. Beruji dol is a depiction of the spirit of war carried out by two groups, namely Tabot Bangsal and Tabot Imam. Beruji dol has an interesting musical case, namely that there is a game concept that is "freely bound" in the tasa game of the Tamatam repertoire called "Girik". To create the musical composition "Semarak Sipai" it was worked on using the Analytical Descriptive method using a Re-interpretation of Tradition approach. Through the creation of the musical composition "Semarak Sipai", the creator tried to present several forms of novelty in various aspects of the work in accordance with the concept offered. The Tradition Re-interpretation approach is used to share musical experiences as a contribution to the development of the musical composition itself

    PENGEMBANGAN CREATIVEPRENEURSHIP BRAND EXCOFF MELALUI PERANCANGAN VISUAL IDENTITY

    Get PDF
    PT Excoff Kreatif Indonesia adalah bisnis baru yang memproduksi jam tangan dari limbah ampas kopi dengan sentuhan budaya pamor keris pada strapnya. Meskipun berpotensi untuk dikembangkan, Excoff masih kurang dikenal dan ingin membedakan diri dari produk sejenis. Untuk itu, dilakukan perancangan visual identity Excoff dengan mengikuti model perancangan prosedural Alina Wheeler, melalui tahapan 1) Conducting Research, 2) Clarifying Strategy, 3) Designing Identity, 4) Creating Touchpoints, dan 5) Managing Asset. Proses dimulai dengan pengumpulan dokumen, angket, dan observasi untuk analisis lanjutan dengan 5W+1H dan consumer daily activities. Selanjutnya, dilakukan penentuan konsep desain logo, pemilihan typografi, warna, dan supergrafis. Keberlanjutan kebutuhan internal dan eksternal perusahaan ditentukan berdasarkan touchpoint untuk meningkatkan pengalaman visual konsumen. Terakhir, Visual identity guidelines disusun dengan instruksi mengenai penggunaan logo, grafik pendukung, serta penerapan dan implementasinya dalam berbagai media komunikasi visua

    PERANCANGAN COMPANY PROFILEPANDAI SIKEK ART

    Get PDF
    Pandai Sikek Art merupakan sebuah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang memproduksi songket, bordir, sulaman dan berbagai macam souvenir khas Pandai Sikek. Perkembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang sangat pesat belum diimbangi dengan pengelolaan yang optimal dan adanya keterbatasan akses mempresentasikan informasi untuk mempromosikan produknya. Konsep pemasaran yang masih tradisional (dari mulut ke mulut, penjualan seadanya) masih banyak dipakai, maksudnya dari konsumen ke konsumen lain. Dengan demikian perlu adanya solusi untuk meningkatkan nilai dari produk Pandai Sikek Art dan juga meningkatkan ketertarikan masyarakat dengan songket tradisional khas Minangkabau dengan cara merancang Company Profile agar songket pandai sikek dapat tersebar luaskkan kepada masyarakat baik dalam maupun luar Sumatera. Metode dalam pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, studi kasus dan dokumetasi serta metode analisis perancangan yaitu analisis swot dan analisi AISAS. Hasil dalam perancangan ini dalam bentuk Audio Visual, Company Profile Book, Catalog, Poster, X-Banner, Stationary Set Dan Merchandise

    DAMPAK KECERDASAN BUATAN DALAM MEMPERTIMBANGKAN ASPEK SOSIAL DAN BUDAYA DALAM DESAIN GRAFIS

    Get PDF
    Era teknologi maju, kecerdasan buatan (AI) telah memengaruhi dunia desain grafis dengan potensi risiko terhadap aspek-etika dan tanggung jawab sosial. Penggunaan AI tanpa mempertimbangkan etika sosial dan tanggung jawab dapat merugikan nilai-nilai kemanusiaan dan keberagaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak kecerdasan buatan dalam desain grafis terhadap aspek sosial dan budaya, serta mengeksplorasi tantangan etika sosial yang terkait. Metode penelitian kualitatif dengan fokus pada literatur review, analisis data dilakukan secara interaktif, dimulai dengan langkah reduksi data untuk mengelompokkan informasi yang relevan, kemudian data disajikan secara sistematis. Dari proses tersebut, kesimpulan akhir diperoleh. Hasilnya menunjukkan bahwa integrasi AI meningkatkan kualitas karya dan efisiensi, tetapi tantangan teknologi AI dan isu etis perlu diperhatikan. Kesimpulannya, integrasi kecerdasan buatan dalam desain grafis memiliki dampak signifikan dalam industri kreatif, mendorong perkembangan inovatif dan responsif

    1,195

    full texts

    1,530

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Online ISI Padangpanjang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇