Journal Online ISI Padangpanjang
Not a member yet
1530 research outputs found
Sort by
PENELITIAN BERBASIS SENI: MENGINVESTIGASI TARISECARA TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL
This text discusses the essence and urgency of scientific research in dance to know, understand, and practice what is studied using scientific methods and steps. This is important because, based on the reality of students' abilities to read, understand, and analyze dance performance texts, books, and other secondary sources reflected through scientific papers, it has not developed well. There is an imbalance between two forms of scientific work whose essences differ between creation and study. The tendency to produce dance works with high virtuosity skills is more dominant compared to producing written works that require students to have deep insights or knowledge of humanities such as performing arts, history, religion, culture, anthropology, social sciences, politics, and economics, using relevant research methods. Observing Sal Murgiyanto's statement (2018: x) that the lack of critical dance discourse is due to the underdevelopment of Dance Literacy. This is fundamentally caused by the lack of basic skills in sensitivity, logical thinking, and critical writing. Therefore, when students are faced with the obligation to carry out scientific tasks, they experience confusion, not knowing what to study and how to write it according to scientific methods. To address this issue, research activities related to performing arts need to be mastered. The research referred to is Qualitative research, which has non-standard characteristics and can develop during the research process (V. Wiratna Sujarweni, 2021: 22). The collection of qualitative data is adjusted to the type of qualitative research chosen with relevant data collection methods, such as observation, interviews, and document studies
KOREOGRAFI TARI PIRIANG BADARAI DI SANGGAR TITIAN AKADI KOTA PADANGPANJANG
This article aims to discuss the Piriang Badarai dance choreography at Titian aka Padangpanjang studio. This research uses a qualitative method which is a way or strategy to obtain data. Qualitative research is carried out in stages including: determining the research location, research data, research tools and data collection techniques, with a descriptive analysis approach at this stage carried out to describe and analyze the data that has been collected, sorted and analyzed according to the problems to be researched. This research uses choreography theory by Y. Sumandiyo Hadi. The results of this research show that the Piriang Badarai dance fulfills the choreographic elements which can be seen from the presentation of the Piriang Badarai dance
Peningkatan Pemahaman Guru Sekolah Dasar Dalam Pembuatan Media Pembelajaran Inovatif Pada Implementasi Kurikulum Merdeka
Tujuan utama kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menambah keterampilan, wawasan serta kepercayaan diri para guru tentang hakikat media pembelajaran dan mendesain media pembelajaran, sehingga mereka termotivasi untuk mengembangkan media pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didiknya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan dilaksanakan secara daring dan diikuti kepala sekolah dan guru yang berasal dari SDN Cigentur Kabupaten Sumedang, SDN Gunungsari Kabupaten Sumedang, dan SDN Burujulwetan Kabupaten Majalengka serta calon guru atau mahasiswa dari PGSD UPI Kampus Sumedang. Adapun kegiatan utama pengabdian masyarakat ini adalah seminar inovasi pembelajaran tentang media pembelajaran inovatif sehingga seluruh partisipan yang telah hadir dapat mengimplementasikan materi yang telah disampaikan dan menjadikan produk inovasi pendidikan yang telah ditampilkan sebagai bahan referensi yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran di SD. Hasil pengabdian ini diharapkan berimplikasi terhadap peningkatan efektivitas dan kualitas proses pembelajaran pada sekolah dasar
Dramatic Structure and Development of Randai Sutan Maradewa in Nagari Anduriang, Padangpariaman
Dramatic Structure and Development of Randai Sutan Maradewa in Nagari Anduriang, Kayu Tanam—Kabupaten. Padang Pariaman discusses the dramatic randai of Sutan Maradewa and its development in Nagari Anduriang. The main objective of the research that underlies this thesis is to examine the dramatic structure and development. The primary data of the research is Sutan Maradewa's randai manuscript which is seen and analyzed with the theory of dramatic structure. This study aims to examine the elements that make up randai, then proceed to reading the history, development, and creation of randa
Case Study of Embroidery Craft Application in Barung-Barung Balantai, Koto XI Tarusan Subdistrict, South Pesisir Regency, West Sumatra: Gus Fitri's Embroidery House
This study aims to describe the motifs and techniques of embroidery application at Gus Fitri's Embroidery House, Barung-Barung Balantai, Koto XI Tarusan Subdistrict. The research method used is descriptive qualitative, with primary data obtained through direct interviews with the owner and workers at Gus Fitri's Embroidery House. Data collection was conducted through interviews, observations, and documentation, with data validity verified through triangulation and member checks. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, data verification, and conclusion drawing. The results show that the embroidery application motifs at Gus Fitri's Embroidery House are generally plant motifs, such as jasmine flowers, orchids, bamboo, sunflowers, and lotuses. The embroidery application technique includes the design of the motif, the determination of the motif placement, the transfer of the motif onto the fabric, the attachment of the motif to the material, the basting stitch, and the backstitch. This study provides insight into the uniqueness and diversity of embroidery application motifs in Indonesia, especially in West Sumatra, and highlights the importance of preserving and developing traditional crafts as part of cultural heritage
Pituah Adaik Minangkabau Dalam Fotografi Konseptual
Fotografi konseptual merupakan jenis fotografi dengan merancang dan mengkonsep sebuah ide dan pemikiran serta menuangkannya dalam karya fotografi. Umumnya, fotografi konseptual digunakan pada fotografi periklanan, still life, dan sebagainya. Pituah adalah salah satu sastra lisan Minangkabau yang pola bertutur katanya menyampaikan pesan atau maksud dengan bahasa kiasan. Pengkarya tertarik mengangkat pituah Minangkabau sebagai ide penciptaan karya ke dalam fotografi konseptual karena pituah adat Minang merupakan salah satu pituah yang di ajarkan oleh orang yang lebih tua dan diwariskan kepada orang yang lebih muda sebagai pedoman hidup, oleh karena itu pengkarya mengangkat pituah Minang agar banyak anak muda zaman sekarang lebih mengenal pituah atau pepatah Minang. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data lainnya seperti observasi, studi pustaka, storyboard. Pada hasil karya pegkarya menampilkan 20 karya dan uraian penjelasan, semua karya foto yang ditampilkan merupakan hasil pemotretan dan semua merujuk pada fotografi konseptual
Perancangan Karakter Virtual Influencer Sebagai Agen Edukasi Pembuatan Identitas Kependudukan Digitak (IKD)
Identitas Kependudukan Digital atau IKD merupakan program Kementrian Dalam Negeri yang diluncurkan pada awal tahun 2023 ini. Rentang umur generasi Z sekarang ini dapat mengajukan pembuatan IKD. Namun nyatanya, banyak Gen Z yang kurang edukasi mengenai cara pembuatan IKD. Generasi Z dapat dikatakan sebagai generasi yang dibesarkan oleh internet. Oleh karena itu, digunakan Virtual Influencer untuk mengedukasi Gen Z mengenai IKD melalui media sosial. Dalam perancangan desain karakter Virtual Influencer ini menggunakan metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC) oleh Luther – Sutopo. Pada perancangannya melibatkan proses menggambar ilustrasi desain karakter dan menganimasikannya menggunakan rigging. Karya yang dihasilkan berbenduk desain karakter yang bisa dipakai untuk membuat konten-konten kebutuhan edukasi IKD dalam media sosial. Walaupun terdapat beberapa hambatan dalam proses perancangannya, hasil dari penggunaan Virtual Influencer bisa dikatakan efektif karena sebagian besar Gen Z yang melihatnya menjadi lebih tertarik untuk membuat IKD
How To Train Your Dragon As An Idea for Creating A Mechanical Automata Toy Made From Wood
This article aims to: (1) design a concept for a wooden mechanical automata toy inspired by the film "How to Train Your Dragon," (2) create a design for this toy, (3) explain the process of creating and visualizing the toy, and (4) present the final results. The creation process follows S.P. Gustami's art creation method: exploration, design, and transformation. Exploration involved observing and collecting data from YouTube and Pinterest about dragons, mechanical automata, and wooden toys. The design phase included creating sketches and working drawings, followed by executing the plan. The resulting works vary in size, color, shape, and mechanical techniques. The collection includes ten toys: Pendragon, Toothless Dragon, Robo Dragon, Domino Dragon, Guardian Dragon, Rex Dragon, Baby Dragon, Dragon Troop, Dragon Turtle, and Dragon Explorer. These toys are designed considering material, ergonomic, aesthetic, and functional aspects. The toys are characterized by their original designs, detailed craftsmanship, and simple mechanics, making them enjoyable for all age groups
Bentuk Kencung Beruk sebagai Ornamentasi pada Tas Kulit
Kencung beruk merupakan tumbuhan liar yang memiliki bunga berbentuk kantong yang unik. Tumbuhan ini sumber inspirasi penciptaan karya berupa tas kulit yang dilahirkan berfungsi sebagai tas santai dan tas ransel. Metode yang digunakan dalam proses penciptaan sebagai berikut: tahap eksplorasi yaitu melakukan pengamatan atau observasi langsung pada tumbuhang kencung beruk yang dijadikan sebgai motif hias pada karya yang telah diciptakan dan tahap perancangan yaitu diawali dengang menuangkan ide dalam bentuk sketsa maupun desain. Adapun tahap perwujudan dalam proses sebuah karya yang pertama memilih sketsa yang sesuai dengan kosnep, membuat gambar kerja, mempersiapkan alat dan bahan, mengolah bahan, proses penggarapan karya sesuai hingga proses finishing. Konsep yang digunakan dalam karya ini adalah bentuk Kencung beruk dan dijadikan sebagai motif dalam pembuatan karya ini. Bahan yang digunakan dalam karya ini adalah kulit samak nabati, Kulit Crazy horse (samak krom), dan teknik yang dipakai dalam karya ini adalah teknik jahit manual dan jahit mesin. Hasil karya terdiri daritujuh buah karya yang dibuat dalam bentuk tas ransel tas ransel santai pria dan tas salempang. Adapun karya-karya tersebut diberi judul: Bagpack Pria, Tas Ransel Santai Pria, Tas Santai Pria, Tas Traveling Pria, Tas Salempang Pria, Tas Ransel Pria, Tas Santai Pria.
Kata Kunci: Kencung beruk dan Tas Kuli
Puncak Perayaan Tabuik Pada Media Logam
ABSTRAKPerayan tabuik merupakan kegiatan untuk mengenangnya cucu Nabi Muhammad SAW yang di Pariaman pada tanggal 1 sampai 10 Muharam. Dalam acara tersebut terdapat fungsi (nilai) di antaranya fungsi sosial dan fungsi ekonomi, yang dapat memperkuat persatuan, serta kesejahteraan dalam masyarakat Pariaman. Hal logam tersebut menjadi ide penciptaan dalam karya relief. Metode yang dilakukan dimulai dari eksplorasi mencari referensi tulisan, dan data tentang tabuik. Perancangan karya sesuai konsep yang dijelaskan menjadi beberapa sketsa alternatif, sehingga diwujudkan menjadi karya teknik tatah pada media plat alumunium, dan tembaga dengan menggunakan teori ekspresi. Hasil karya rendah dengan judul-judul:Tabuik naiak pangkek, tabuik basandiang, maadu tabuik, mamanjek tabuik, tabuik tabuang, yang difungsikan sebagai hiasan dinding. Kata kunci: Tabuik, ekspresi, dan relief loga