Journal Online ISI Padangpanjang
Not a member yet
    1530 research outputs found

    KREASI KALIGRAFI ASMA’UL HUSNA PADA KRIYA KAYU

    Get PDF
     ABSTRAKKarya ini mengangkat kreasi kaligrafi Asma’ul Husna pada kriya kayu dengan menggunakan khat Tsuluth. Asma’ul Husna, yang terdiri dari 99 nama-nama Allah, mengandung makna yang sangat dalam, mencerminkan sifat-sifat Tuhan yang Maha Esa. Setiap nama dalam Asma’ul Husna mengandung pesan spiritual yang dapat menjadi petunjuk hidup bagi umat manusia. Pemilihan kayu sebagai media dalam pembuatan karya ini memberikan sentuhan alami yang memperkaya dimensi estetika dan filosofi yang terkandung dalam setiap nama Allah. Gaya khat Tsuluth dipilih karena memiliki karakteristik goresan yang elegan dan melengkung, yang mampu menggambarkan keindahan serta kebesaran Tuhan dengan cara yang dinamis namun terstruktur. Karya ini tidak hanya berfokus pada nilai estetika, tetapi juga mengajak penikmat untuk merenungkan makna spiritual dari setiap nama Allah yang ditulis.  Penciptaan karya ini menggunakan teori fungsi, dan teori estetis. Metode penciptaan karya seni melalui tiga tahap, tahap eksplorasi dengan mencari referensi melalui studi pustaka maupun lapangan. Tahapan perancangan dengan membuat gambar rancangan melalui gambar sketsa alternatif dan desain gambar. Tahap perwujudan menggunakan bahan kayu surian, dengan teknik ukir pahat ketinggian sedang, dan finishing menggunakan tinta printer yang dilapis memakai melamin lack clear doff dan penyajian karya merupakan metode yang digunakan dalam mengenalkan hasil karya seni kepada masyarakat luas sebagai media dakwah. Karya berupa kaligrafi dua dimensi, yang diciptakan sebanyak tujuh karya, yaitu: Al Hakiim, Al Wadud, Al Kariim, Ar Rahman, Al Lathiif, Ar Rahiim, dan Al Wakiil.    

    STRATEGI KREATIF SUTRADARA DALAM CASTING DAN DIRECTING PEMERAN TOKOH AMON PADA FILM PABARUAK

    Get PDF
    This study aims to describe the director's creative strategy on casting and directing the character of Amon in the Pabaruak movie. Using the theory creative strategy of Mell Rhodes The Four P'S Creativity (4P) and the theory of Director Don Livingston, casting, Amateur Actor. And also using the descriptive qualitative as the method of the study. The results of this study indicate the creative strategy on casting was carried out immediately and parallelly, which is the first casting was performed by Dafriansyah Putra as a representative of the Triangle System. The casting was carried out by distributed the casting flyers and visited 3 elementary schools in Batusangkar with the recommendation of Mr. Yusuf as a Chair of the Committee. Because of there was no agency or community to provided the children actors, the director decided to used the amateur actors. On the directed process, the director’s strategy creative in directed the amateur children actors with the intense rehearsal process. In some difficult scenes, such as dancing on the peaks, Finally Daanish was able to do silat, because of his intense training process

    Visualizing the Incantatory Power of the Sijundai Ritual: A Reinterpretation of Magical Phenomena through the Dance Work Migrasi Magis

    Get PDF
    Migrasi Magis is a research-based dance creation that reinterprets the Sijundai magical phenomenon in Minangkabau culture. The ritual involves the use of spells and saluang music believed to possess supernatural power that psychologically and physically affects victims. Through observation, exploration, improvisation, formation, and evaluation, the artist transforms elements of space, time, energy, and property into visual symbols of the spell’s potency. The reinterpretation approach transforms this spiritual practice into an artistic expression through dance theatre, marked by dramatic tension, symbolism, and emotional intensity. The work embodies magical aesthetics derived from traditional rituals while portraying human desires, vengeance, and remorse. Migrasi Magis demonstrates how dance serves as a reflective space for social, spiritual, and psychological phenomena within Minangkabau society. Field data were collected through interviews with shamans, performance observations, and literature review, strengthening conceptual validity, aesthetic choices, and cultural context. This work illustrates that performing arts can negotiate tradition and modernity through contextual artistic interpretatio

    Effect of Alum, Iron Sulfate, and Quicklime Mordants on the Ecoprint Quality of Loropetalum chinense Leaves on Satin Fabric Using the Hapazome Technique

    Get PDF
    This study was motivated by the use of pitaloka leaves (Loropetalum chinense) to create patterns using the hapazome technique with the help of mordants and fixatives. The purpose of this study is to describe the color names, clarity of motif shapes, and washfastness of the results of the hapazome ecoprint technique using pitaloka leaves on Roberto fabric. This study is an experimental study with Roberto fabric as the research object, which was given motifs using the ecoprint technique. The type of data in this study was primary data sourced from questionnaires filled out by 15 panelists. The data analysis technique in this study used ANOVA and was analyzed with the Friedman K-Related Sample test. Ecoprint results without mordant, alum mordant, tunjung, and pure lime produced a variety of colors. The results of the clarity of the ecoprint motif using pitaloka leaves (Loropetalum chinense) on Roberto fabric without mordant showed that 67% of panelists stated that it was clear, with alum mordant 53% of panelists stated that it was very clear, with tunjung mordant 40% stated that it was clear, and with pure lime mordant 40% stated that it was clear. The results of the Friedman k-related test for color fastness to washing using alum mordant were 0.001 0.05, meaning there was no significant difference from the ecoprint results of pitaloka leaves

    Komposisi Visual dalam Mendukung Sinematografi Pada Film 13 Bom di Jakarta Karya Angga Dwimas Sasongko

    Get PDF
    Film aksi 13 Bom di Jakarta karya Angga Dwimas Sasongko menampilkan berbagai adegan dramatik yang divisualisasikan melalui penerapan teknik sinematografi yang kuat. Salah satu aspek penting dalam sinematografi adalah komposisi visual, yang berperan membangun nuansa, emosi, dan menyampaikan pesan visual kepada penonton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana komposisi visual mendukung kekuatan sinematografi dalam film tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis visual berdasarkan empat elemen utama: framing, pencahayaan, warna, dan gerakan kamera. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap film, dokumentasi gambar, dan wawancara dengan sinematografer Arnand Pratikto. Hasil analisis menunjukkan penerapan komposisi visual secara tepat mampu memperkuat intensitas emosional, memperjelas fokus cerita, serta mendukung unsur dramatik seperti ketegangan dan konflik. Dengan penataan visual yang efektif, film ini mampu menciptakan pengalaman sinematik yang imersif dan realistis. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi sineas dan akademisi dalam memahami pentingnya komposisi visual sebagai alat penyampai pesan dalam sinematografi sebuah fil

    Penataan Artistik Bahondoh dalam Rangkaian Kegiatan Festival Danau Maninjau III Tahun 2024 Nagari Paninjauan Propinsi Sumatera Barat

    No full text
    Festival Danau Maninjau FestDaM 2024 diseputaran Danau Maninjau, tepatnya di Nagari Maninjau kecamatan Tanjuang Raya kabupaten Agam dilakukan Rangkaian kegiatan pergelaran seni dan budaya. Pertunjukan bahondoh sebagai cerminan kebersamaan masyarakat pertanian dalam menggarap sawah. Dalam kegiatan bahondoh tersebut disuguhkan berupa ungkapan pantun dari peserta bahondoh. Pantun-pantun yang diungkapkan sembari mengayunkan cangkul membalikkan kulit bumi dan lazimnya disambut dengan kuai atau disebut sorak sorai secara spontan. Bahondoh merupakan bentuk pamenan anak nagari  sebagai wadah dan ruang sosialisasi, silahturrahmi dan ruang alternatif  dalam mengekspresikan diri. Melalui pengabdian ini dilakukan penerapan elemen artistik untuk mendukung dan memghidupkan suasana panggung pertunjukan Metode pelaksanaan bertolak pada revitalisasi,  langkah yang melakukan yaitu: (1). Pemahaman untuk melakukan kesadaran, (2). Perancanaan secara kolektif, (3). Pembangkitan kreatifitas. Melalui bahondoh dan rangkaian kegiatan festival kahadiran dan penataan artistic yakni; artistic penggung, properti, tata cahara, tata rias dan musik membuat pertunjukan menjadi spektakuler dan membangun suasana pertunjukan

    Peningkatan Pengetahuan Kelompok Tani Nekto Nopala dalam Pembuatan Pupuk Kompos Blok Berbasis Limbah Ternak

    Get PDF
    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Kelompok Tani Nekto Nopala di Desa Kiuloa, Kabupaten Timor Tengah Utara, dalam pembuatan pupuk kompos blok berbasis limbah ternak, khususnya feses sapi. Selama ini, limbah ternak belum dimanfaatkan secara optimal dan cenderung menjadi sumber pencemaran lingkungan. Padahal, jika dikelola dengan baik, limbah tersebut dapat diolah menjadi pupuk organik yang berguna bagi kesuburan tanah dan peningkatan produktivitas pertanian. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup penyuluhan mengenai manfaat dan proses pembuatan kompos blok, demonstrasi teknis di lapangan, serta pelatihan langsung yang melibatkan seluruh anggota kelompok. Pendekatan partisipatif digunakan agar peserta tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkan secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan signifikan dalam aspek pengetahuan, keterampilan teknis, dan kesadaran lingkungan. Kompos blok yang dihasilkan memiliki bentuk padat, mudah diaplikasikan, serta berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Selain memberikan solusi pengelolaan limbah ternak, kegiatan ini juga mendukung kemandirian dan keberlanjutan usaha tani-ternak di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste. Diharapkan, teknologi ini dapat direplikasi oleh kelompok tani lain dalam rangka mendukung sistem pertanian terpadu dan ramah lingkunga

    Pelatihan Seni Nuansa Islam Sebuah Inovasi dalam Meningkatkan Kualitas Pertunjukan Dikie Rabano di Nagari Tepi Selo Lintau

    Get PDF
    Dikia Rabano merupakan salah satu seni nuansa Islam yang secara umum masih memakai bahasa Arab sebagai teks yang berisikan puji-pujian terhadan Allah subhnahuwtaala serta bershalawat kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad saw. wadah untuk menyampaikan dakwah Islam. Rabano sebagai alat musik berfungsi untuk pengiring vokal dan memberikan aksentuasi bila diperlukan. Berhubung Seniman atau tukang Dikia di nagari tapi Selo hanya tinggal 2 orang, itu pun sudah berusia lanjut, sangat diperlukan pembinaan dan pelatihan dalam bentuk inovasi.  Tujuan pengabdian kali ini adalah untuk memberikan semangat serta motivasi terhadap masyarakat terutama genarasi muda sebagai generasi penerus agar mau belajar dikia rabano. Metode partisipatoris, yaitu pelaku seni dan masyarakat sebagai penggerak utama dalam pembinaan, artinya masyarakat merasa memiliki kesenian dan budaya mereka. Memberikan pembinaan dan pelatihan terhadap kelompok-kelompok seni, baik pada manajemen pengelolaan, estetika pertunjukan serta meningkat­kan kualitas kelompok seni pertunjukan. Memberikan sentuhan Ipteks dalam upaya peningkatan mutu kelompok seni tradisi dalam meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya pelaku seni tradisi Dikie Rabano. Penginovasian dilakukan dengan sedikit merobah teks dalam bahasa Minangkabau atau bahasa Indonesia, dan mengolah tempo permaianan sehingga kedengaran lebih agresif dengan melodi yang ritme

    Musical Existence As An Indicator of The Realization of The Ideal Order of The Kuantan Singingi Community Based on The Canang Tradition

    Get PDF
    Kebiasaan secara turun-temurun yang disepakati bersama sebagai idiom budaya masyarakat tertentu yang bermuara pada hasil akhir ketentraman dalam kehidupan bermasyarakat. Salah-satu metode perwujudan tatanan sosial tersebut oleh masyarakat kabupaten Kuantan Singingi melalui metode canang. Canang sebagai mediator terwujudnya tatanan ideal masyarakat dalam bentuk mengefektifkan perkabaran yang pada pelaksanaannya melibatkan unsur-unsur musikal. Tujuan dari tulisan ini adalah menemukan unsur-unsur musikal dalam prosesi canang serta memperlihatkan korelasi fungsi dan peran unsur tersebut dalam perwujudan tatanan kehidupan sosial bermasyarakat. Berharap tulisan ini mampu mengisi ruang kognitif pembaca sehingga melahirkan persepsi baru mengenai definisi unsur musikal dan keberagaman budaya tradisi yang ada di Nusantara

    Lagu Gadih Basanai Dari Kesenian Ronggeang Di Nagari Simpang Utara Alahan Mati Pasaman

    Get PDF
    Kesenian Ronggeang merupakan bentuk seni pertunjukan tradisional yang berkembang di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, dan masih eksis hingga kini. Pertunjukan ini menggabungkan unsur musik, tari, nyanyian, dan pantun yang disajikan dalam struktur yang khas dan dinamis. Salah satu lagu yang menonjol dalam kesenian ini adalah Gadih Basanai, yang memiliki keunikan berupa vokal respon yang dilakukan secara kolektif oleh pemain dan penonton. Berdasarkan kekhasan tersebut, pengkarya tertarik untuk menciptakan sebuah karya komposisi musik tradisi berjudul “Basauikan”, yang menjadikan unsur respon sebagai elemen utama garapan. Dalam penggarapannya, karya ini menggunakan pendekatan tradisi dengan eksplorasi teknik musikal seperti perubahan tempo, pemenggalan melodi, pengulangan, serta penambahan instrumen baru seperti akordion, kecapi Minang, dan talempong logam. “Basauikan” tidak hanya berfungsi sebagai bentuk pelestarian budaya, tetapi juga sebagai upaya inovatif dalam menciptakan karya baru yang bersumber dari tradisi lokal

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Online ISI Padangpanjang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇