Journal Online ISI Padangpanjang
Not a member yet
    1530 research outputs found

    GUA DUO TIGO DALAM PERTUNJUKAN TALEMPONG TRADISI PADA MASYARAKAT LENGAYANG PESISIR SELATAN

    No full text
    Talempong, alat musik tradisional khas Minangkabau, memiliki peran penting dalam budaya masyarakat Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, khususnya dalam pertunjukan "Gua Duo Tigo," yang melambangkan keharmonisan sosial dan identitas budaya lokal. Penelitian ini bertujuan menggali makna, fungsi, dan dinamika pertunjukan Talempong dalam konteks adat dan hiburan masyarakat, dengan fokus pada pesan moral dan religius yang disampaikan melalui seni ini. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan pelaku seni, serta kajian literatur. Hasilnya menunjukkan bahwa selain berfungsi sebagai hiburan, Talempong menjadi medium komunikasi adat yang sarat makna, meski menghadapi tantangan modernisasi. Namun, kolaborasi dengan musik modern menjadi inovasi yang membantu melestarikan tradisi ini di tengah perubahan zaman. Penelitian ini diharapkan mendorong apresiasi masyarakat terhadap Talempong sebagai warisan budaya Minangkabau

    PERANCANGAN BUKU POP-UP MEDIA TUMBUH KEMBANG ANAK DIADAPTASI DARI CERITA RAKYAT GAYO PUTRI PUKES

    Get PDF
    Penelitian ini menitik beratkan pada perancangan "Buku Pop-Up Media Tumbuh Kembang Anak Diadaptasi Dari Cerita Rakyat Gayo Putri Pukes" dengan tujuan utama memberikan pengalaman belajar yang inovatif dan menarik bagi anak-anak, sekaligus mempromosikan kekayaan budaya lokal. Fokus utama penelitian terletak pada fase desain dan implementasi buku Pop-Up, yang melibatkan penggunaan mekanisme khusus serta cerita rakyat Gayo sebagai instrumen untuk memperkaya pertumbuhan dan perkembangan anak.Dalam upaya merinci aspek perancangan, digunakan metode analisis SWOT untuk mengevaluasi secara komprehensif kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang mungkin muncul dalam proses perancangan. Sementara itu, data yang diperoleh didapat melalui observasi, wawancara, dan studi literatur, dengan audiens utama yang menjadi fokus adalah anak-anak berusia 4-6 tahun. Tujuan utamanya adalah menghasilkan buku yang tidak hanya berperan dalam pendidikan kognitif, tetapi juga menjelaskan dan mewariskan nilai-nilai budaya. Perancangan ini secara khusus berusaha memberikan pengalaman belajar yang stimulatif, kreatif, dan sejalan dengan tahapan perkembangan anak-anak. Dengan demikian, diharapkan bahwa "Buku Pop-Up Media Tumbuh Kembang Anak Diadaptasi Dari Cerita Rakyat Gayo Putri Pukes" dapat memberikan kontribusi positif yang signifikan dalam pengembangan aspek kognitif anak-anak berusia 4-6 tahun. Sebagai harapan dari penelitian ini, buku ini diinginkan tidak hanya sebagai alat pembelajaran yang menarik dan edukatif, melainkan juga mampu menanamkan rasa cinta anak-anak terhadap warisan budaya lokal, membentuk karakter positif, serta menciptakan momen pembelajaran yang membekas dan berkesan, sehingga dapat menjadi dasar untuk penerapan pendekatan pembelajaran yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan

    Analisis Tingkat Kepuasan Pengunjung Tentang Kualitas Fasilitas Di Taman Margasatwa Dan Budaya Kinantan Kota Bukittinggi

    Get PDF
    The purpose of this research is to determine the level of visitor satisfaction regarding the quality of facilities at the Kinantan Wildlife Park and Cultural Park in Bukittinggi City, measured through three indicators: alignment with expectations, interest in returning visits, and willingness to recommend. This type of research is descriptive and quantitative with the population consisting of visitors to TMSBK Bukittinggi City, and the sample size of the study is 269 respondents, who filled out questionnaires distributed via Google Forms. Based on the research results and descriptive data analysis of the three indicators, the results are as follows: the alignment with expectations indicator received positive results and falls into.the good category with an average score of 3,77, the interest in returning visits indicator received positive results and also falls into the good category with an average score of 3.79, and the willingness to recommend indicator received positive results and falls into the good category with an average score of 3.90. Based on measurements across the three indicators, the conclusion drawn from this study is positive, as reflected by the average score falling within the 'Good' category according to the Likert scale intervals

    Visualisasi Makan Bajamba Dengan Teknik Ukir Pada Kayu

    Get PDF
    Makan bajamba adalah budaya asli Minangkabau khususnya di nagari Koto Baru Salo, kabupaten Agam yang sangat patut untuk dilestarikan keberadaannya. Dalam Konsep perwujudan karya bersumber dari budaya makan bajamba menghadirkan visualisasi dari prosesi makan bajamba yang diwujudkan dalam bentuk relief dengan tiga nilai utama yang terkandung di dalam makan bajamba yaitu nilai kebersamaan, nilai etika dan nilai silaturahmi. Proses perancangan, perwujudan serta penerapan karya menggunakan teori bentuk, estetika, dan fungsi. Teknik yang digunakan pada pembuatan karya ini adalah teknik ukir tinggi, dengan menggunakan bahan utama kayu surian. Hasil akhir dari karya ukir kayu berbentuk relief ini bejumlah tujuh karya yang berjudul yaitu Karya I Mahidang, Karya II Pasambahan, Karya III Jamba, Karya IV Adab Makan Bajamba, Karya V Menikmati Jamba, Karya VI Parabuang, Karya VII Makan Parabuang. Dalam setiap karya mengandung nilai dan ilmu pengetahuan tentang kegiatan makan bajamba

    Kajian Penonton Terhadap Pertunjukan Drama Musikal Dara Petak Dara Jingga di Candi Pulau Sawah Siguntu Dharmasraya

    Get PDF
    Drama musikal Dara Petak Dara Jingga merupakan perpaduan antara pertunjukan, drama, tari, dan musik serta seni visual. Pertunjukan ini berangkat dari kisah Dara Petak Dara Jingga yang bersal dari kerajaan Dharmasraya Sumatera Barat. Pertunjukan ini telah diselenggarakan sejak tahun 2019 hingga tahun 2022. Daya tarik drama musikal Dara Petak Dara jingga melihat masyarakat Dharmasraya memiliki kepedulian tinggi menyaksikan pertunjukan ini pada waktu dilangsungkannya kegiatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan dan penafsiran penonton serta melihat unsur struktur dan tekstur pada pertunjukan. Kajian Penonton Terhadap Pertunjukan Drama Musikal Dara Petak Dara Jingga" menggunakan metode kualitatif yaitu penonton memberikan tanggapan, penafsiran terhadap pertunjukan sesuai dengan pemaknaan masing-masing penonton. Penonton menanggapi struktur dan tekstur dari pertujukan serta memberikan penerimaan penonton terhadap pertunjukan tersebut. Berdasarkan analisis terhadap data yang didapatkan, bahwa penonton dapat ditinjau berdasarkan karakteristik penonton, konsep penonton, tipe penonton, dan jenis penonton. Selain itu kajian terhadap penonton menyatakan bahwa lokasi pertunjukan, dan pengalaman estetika penonton berperan dalam memberikan penerimaan dan penafsiran penonton.

    Prosesi Perkawinan Angkap Di Kampung Pining Kecamatan Pining Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji tentang “Prosesi perkawinan angkap di Kampung Pining Kecamatan Pining Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh”. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, teknik pengumpulan datanya yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Prosesi perkawinan di Kampung Pining terdiri dari tahap permulaan berupa: resek, rese, kono, dan tahap pelaksanaan berupa: nginte, beguru, naik rempele dan mah bai. Makna dalam prosesi perkawinan angkap  yaitu: 1. resek bermakna keinginan orang tua untuk melanjutkan kehidupan baru bagi anaknya. 2. Telangke (perantara) bermakna penghubung kedua keluarga mengenai tentang perjodohan. 3. Ikat lidah bermakna  agar calon pengantin tidak ingkar janji terhadap perjanjian. 4. Penyerahan mahar bermakna bukti berlanjutnya tahap pelaksanaan perkawinan. 5. Pemberian nasehat bermakna doa selamat bagi pengantin 6. Alang-alang bermakna rombongan keluarga pengantin laki-laki telah sampai tujuan 7. Air putih bermakna suci dalam membanagun kehidupan. Benda dalam prosesi perkawinan angkap yaitu: Batil bersap (cerana beserta perlengkapan sirih) bermakna pembuka pembicaraan dan penghormatan terhadap tamu yang hadir. Oros senare (beras 1 liter) bermakna sebagai penghidupan baik. Biji-bijian bermakna semoga pengantin berketurunan baik

    BANGUNAN TUA DI KOTAGEDE YOGYAKARTA DALAM FOTOGRAFI ARSITEKTUR

    Get PDF
    Kotagede merupakan Kawasan bersejarah yang berada ditenggara Kota Yogyakarta dan merupakan Kota kuno yang mana Kota ini bekas Ibu Kota Kerajaan Mataram yang berdiri tahun 1532 M. Bangunan Tua atau bersejarah merupakan bangunan yang berumur 50 tahun lebih, kekunoan serta keaslianya masih terjaga dan perlu dilestarikan. Bangunan Tua di Kotagede Yogyakarta memiliki budaya, sejarah dan arsitektur khas wilayah tersebut. Tugas akhir ini bertujuan untuk memperihatkan keindahan Bangunan Tua di Kotagede Yogyakarta yang memiliki cerita, gaya bangunan yang berbeda serta keunikan masing-masing bangunan dengan memvisualkan kedalam Fotografi Arsitektur. Fotografi Arsitektur merupakan Genre fotografi yang berfokus pada subjek utama dari sebuah bangunan yang menampilkan keindahan yang dikemas secara estetis. Pengkarya memilih empat bangunan yaitu Masjid Gede Mataram, Ndalem Natan, Omah Indhise dan Rumah Persik. Ke 4 bangunan merupakan perpaduan 2 budaya yaitu Jawa dan Eropa, fungsi sosial budaya, material bahan lokal, seni ukiran ornamen dan keterkaitan dengan Kerajaan Mataram. Setiap karya foto juga menggambarkan ciri khas masing-masing setiap Bangunan dengan menerapkan pembaruan pada karya yang sudah ada. Secara Konsep penciptaan Karya Tugas Akhir ini menerapkan 3 unsur penting dalam Fotografi Arsitektur yaitu exterior, interior dan detail dengan objek 4 Bangunan Tua DiKotagede Yogyakarta

    KREASI MOTIF KELUK PAKU PADA TAS KULIT

    Get PDF
    Ragam hias Kerinci mempunyai bentuk yang berasal dari tumbuhan dan benda alam diantaranya seperti: Ao Cino Bacabang, Tampuk Nio, Ula Nyuhuk, Lampit Simpai, Lampit Dueay dan bintae – bintae dan keluk paku. Dilihat dari bentuk ragam hias Kerinci dapatlah diketahui bahwa kebanyakan ragam hias Kerinci berbentuk tumbuhan dan benda alam, pengkarya tertarik menerapkan motif keluk paku pada produk tas kriya kulit sebagai bentuk melestarikan motif yang sudah jarang ditemukan tersebut. Motif keluk paku merupakan ragam hias yang berasal dari bentuk tanaman pakis yang masih muda, yang mempunyai keunikan relung yang indah itu yang dijadikan motif ragam hias, sehingga jadilah nama motif keluk paku.

    Burung merak hijau sebagai ide penciptaan motif batik pada cardigan

    Get PDF
    Burung Merak Hijau merupakan salah satu burung terindah di dunia yang juga terdapat di Indonesia, khususnya di pulau Jawa, yaitu Pavo muticus. Bulu ekor ini tumbuh dari pangkal ekor sehingga dapat berbentuk seperti sebuah kipas yang sangat besar dan indah. Di atas kepalanya terdapat jambul tegak. Sedangkan merak betina memiliki bulu-bulu yang kurang mengkilap, berwarna hijau keabu-abuan tanpa dihiasi bulu penutup ekor. Burung merak hijau walaupun berukuran besar, tetapi memiliki keunikan pandai terbang dan bulu ekor yang memiliki warna yang indah yaitu hijau keemasan yang berkilau dengan ujung ekor berbentuk seperti mata berwarna coklat, hijau dan biru.Konsep penciptaan karya ini berangkat dari burung merak hijau karena memiliki bulu yang indah, memiliki warna yang cerah, serta hewan yang dilindungi sebagai motif batik pada cardigan.  Landasan teori yang digunakan dalam mewujudkan karya ini yaitu teori bentuk, fungsi, warna, motif, kreasi, dan estetis. Metode pada proses penciptaan karya ini dimulai dari tahap eksplorasi dilanjutkan pada tahap perancangan kemudian perwujudan karya. Karya ini menggunakan teknik batik tulis dan jahit dengan media kain mori primisima dan zat pewarna remazol. Karya yang diciptakan merupakan karya fungsional. Adapun fungsi karya secara fisik adalah sebagai pakaian cardigan yang berlengan panjang dan tanpa lengan dengan ukuran L. Karya yang diciptakan berupa cardigan sebanyak tujuh dengan judul bertengger, bersuara, kasih sayang ibu, terbang, cantik, kipas, dan merak betina

    Pelestarian Kesenian Bangreng Di Jawa Barat Melalui Film Dokumenter

    Get PDF
    Penulisan membahas proses pembuatan film dokumenter budaya berdurasi 25 menit yang melibatkan tahapan praproduksi, produksi, dan pasca produksi. Dalam perancangan film dokumenter penulis berperan sebagai dokumentaris yang bertanggung jawab dalam periset, membuat naskah, praproduksi, produksi, dan tahap pasca produksi. Mengkaji pentingnya pelestarian kesenian tradisional “Bangreng” di Jawa Barat sebagai bagian dari warisan budaya dengan nilai historis dan sosial tinggi. Kesenian Bangreng, berasal dari Terbang Buhun, mencerminkan kehidupan sosial dan spiritual masyarakat serta menjadi simbol identitas budaya di tengah arus modernisasi. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi tua berperan penting dalam mentransfer pengetahuan kesenian Bangreng kepada generasi muda, meskipun menghadapi tantangan seperti kurangnya minat dan pengaruh budaya luar. Penelitian ini mengusulkan judul dokumenter “Bangreng,” taebang dan ronggeng di kabupaten Sumedang. Judul ini menggambarkan filosofi ngarumat, yaitu merawat dunia, dengan fokus khusus pada kesenian Bangreng. Dokumenter ini diharapkan meningkatkan pemahaman dan apresiasi masyarakat terhadap kesenian tradisional yang kaya akan nilai budaya dan lingkungan. Dukungan pemerintah, lembaga budaya, dan media massa sangat penting dalam upaya pelestarian ini. Pembuatan film dokumenter diidentifikasi sebagai solusi efektif untuk mendokumentasikan dan mempromosikan kesenian Bangreng serta meningkatkan kesadaran masyarakat. Kolaborasi antara komunitas lokal, pemerintah, akademisi, dan media diperlukan untuk mengembangkan program pelestarian yang berkelanjutan, sehingga kesenian Bangreng dapat terus hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian integral dari identitas budaya Jawa Barat

    1,195

    full texts

    1,530

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Online ISI Padangpanjang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇