Journal Online ISI Padangpanjang
Not a member yet
    1530 research outputs found

    The Form of the Brahim Nalo Song in the Kalinong Musical Tradition in Kampung Baruh, Tabir District, Merangin Regency, Jambi Province

    No full text
    This study aims to analyze the form and function of the song Brahim Nalo in the Kalinong musical tradition in Kampung Baruh, Tabir District, Merangin Regency, Jambi Province. The research employed a qualitative method with a descriptive-analytical approach through literature review, observation, interviews, and documentation. The findings reveal that Brahim Nalo has a simple compositional structure with short verses, a repeated answer melody performed twice, and no division between sections. Its musical form consists of a single complete melodic cycle with an interrogative phrase as the opening and a responsive phrase as the closing. Repetition functions as both a transition and reinforcement of the song’s message. In terms of function, Brahim Nalo serves as a medium of communication, emotional expression, entertainment, and aesthetic satisfaction, while also strengthening cultural identity, ensuring continuity of tradition, and fostering social cohesion among the people of Kampung Baruh. This study concludes that Brahim Nalo is not only of musical value but also plays a vital socio-cultural role, making it an integral part of community life and contributing to the preservation and enrichment of Indonesian traditional music

    Komposisi Musik Ranah Berlagu Dari Dendang Sirukam Maelo Kayu Nagari Sirukam Kabupaten Solok

    Get PDF
    Karya “Ranah Berlagu” merupakan sebuah komposisi musik yang terinspirasi dari kesenian tradisional Dendang Sirukam Maelo Kayu, yang berasal dari Nagari Sirukam, Kecamatan Payung Sekaki, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Dendang ini merupakan bentuk ekspresi musikal masyarakat Minangkabau yang secara tradisional digunakan dalam kegiatan gotong royong pengambilan kayu dari hutan untuk pembangunan Rumah Gadang. Dalam praktiknya, dendang ini disampaikan secara responsorial, berstruktur pantun yang sederhana, serta diwariskan secara lisan, sehingga memiliki keterkaitan erat dengan karakteristik folk musik. Dalam proses penciptaan, pengkarya mengolah Dendang Sirukam Maelo Kayu menjadi sebuah komposisi musik baru bergaya folk dengan pendekatan musik populer dan nuansa kontemporer, namun tetap mempertahankan akar tradisional Minangkabau. Karya ini terdiri dari dua bagian, yaitu representasi dendang saat pengambilan kayu di hutan dan saat proses pembangunan Rumah Gadang. Masing-masing bagian dikembangkan dengan teknik vokal responsorial, harmoni, canon, serta penggunaan instrumen seperti banjo, gitar bass, oud, saluang, Irish flute, dan vokal. Tujuan penciptaan karya ini adalah untuk mengembangkan dan memperkenalkan tradisi Dendang Sirukam Maelo Kayu ke dalam format folk musik yang lebih universal, serta mendorong apresiasi masyarakat terhadap seni tradisi melalui pendekatan musikal yang lebih relevan dengan generasi masa kini. Diharapkan, karya ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda dalam berkarya secara inovatif tanpa kehilangan identitas budaya lokal

    Kehidupan Jurnalis Dalam Fotografi Konseptual

    Get PDF
    Penciptaan karya berjudul “Kehidupan Jurnalis Dalam Fotografi Konseptual” adalah penciptaan karya yang bertujuan memvisualkan kehidupan pekerjaan jurnalis yang terkadang tidak terlihat dari masyarakat melalui media fotografi konseptual. Objek penciptaan seorang jurnalis digunakan oleh penulis setelah melalui berbagai proses wawancara dan melihat langsung kondisi di lapangan. Penulis menciptakan karya ini melalui metode penciptaan dengan tahapan persiapan, perancangan, perwujudan, penyajian karya. Penulis menggunakan landasan teori fotografi jurnalistik, fotografi konseptual, semiotika, tata cahaya, teori psikologis warna dan digital imaging. Hasil dari penciptaan adalah karya foto yang dicetak Photopapper Laminating. sebagai bentuk kreativitas dalam berkarya. Kesimpulan dari pembuatan karya tugas akhir ini adalah hendaknya lebih diperluas terhadap ide agar maksimal dalam pembuatan karya. Pembuatan karya tugas akhir ini melatih kreativitas mahasiswa agar bisa lebih baik kedepannya. Saran dalam pembuatan karya tugas akhir ini hendaknya dalam proses pembuatan karya hendaknya manajemen waktu lebih dikontrol antara jam mulai pembuatan, talent, properti sehingga bisa memaksimalkan waktu dan hasil kary

    Lucid Dream Dalam Fotografi ekspresi

    Get PDF
    Skripsi ini bertujuan untuk memvisualkan fenomena Lucid Dream ke dalam medium fotografi ekspresi. Lucid Dream merupakan kondisi di mana seseorang menyadari bahwa dirinya sedang bermimpi, bahkan mampu mengendalikan jalannya mimpi. Pengalaman ini memberikan dampak yang beragam, mulai dari peningkatan kreativitas, kendali emosi, hingga munculnya tekanan psikologis seperti derealisasi dan gangguan tidur. Berdasarkan pengalaman pribadi pengkarya, karya ini menggambarkan mimpi sadar secara visual melalui pendekatan simbolis, emosional, dan konseptual. Metode penciptaan yang digunakan meliputi tahap persiapan, perancangan, dan perwujudan karya, dengan teknik fotografi yang dikombinasikan dengan digital imaging menggunakan perangkat lunak Adobe Photoshop. karya dibagi ke dalam tiga bagian: pertama menggambarkan pengalaman mimpi sadar yang pernah dialami pengkarya, karya berikutnya merepresentasikan dampak positif, dan karya terakhir menggambarkan dampak negatif dari Lucid Dream. Beberapa karya juga diperkaya dengan teknologi augmented reality melalui aplikasi Artivive untuk memperkuat makna dan interaksi visual. Hasil akhir dari penciptaan ini diharapkan dapat membuka perspektif baru tentang Lucid Dream sebagai ruang kontemplatif, reflektif, sekaligus kreatif dalam dunia bawah sadar manusia

    Bundo Kanduang Monument in The Nagari Sijunjung Traditional Village, Sijunjung Regency, Form And Color Study

    Get PDF
    This research discusses the Bundo Kanduang Monument in the Nagari Sijunjung traditional village, Sijunjung Regency. According to the KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), a monument is a large and tall pillar made of stone, brick and so on. In another sense, a monument can also be a symbol/icon of the area concerned. This research includes a brief history, shape and colour. This research uses a qualitative approach which includes observation, interviews and literature study. The data used includes primary and secondary data. This research was carried out directly in the field, namely in Nagari Sijunjung, Sijunjung Regency, West Sumatra Province. Based on the results of this research, it shows that Nagari Sijunjung has a strong culture and customs. The existence of traditions and harmony among the people of Nagari Sijunjung is reflected in how they preserve their culture. Bundo Kanduang plays an important role in preserving culture and customs. With the existence of the Bundo Kanduang institution in Nagari Sijunjung, the deliberation and planning process for activities in Nagari Sijunjung runs smoothly. The shape of the Bundo Kanduang monument is a visual of Bundo Kanduang holding a carano on his head, telling how Bundo Kanduang is proof of the high status of women in Minangkabau. How do women and men have the same rights, and no one is superior to men or women in Minangkabau, because everyone has the right to express their own opinions. The colours on the monument illustrate that the characteristics possessed by Bundo Kanduang represent leadership, responsibility, fairness and wisdom

    Reimagining the "Third Voice": A Study of Optimal Performance Styles for Viola Solos in Shostakovich's Prelude (from the Concerto in G Major, arr. by Akutagawa)

    Get PDF
    This study investigates the spectrum of performance styles considered“optimal” for the viola solo in the Prelude from Dmitri Shostakovich’sConcerto in G Major (as arranged for viola and piano by YasushiAkutagawa). While often overshadowed by the orchestral context of theoriginal concerto for cello, this transcription presents a uniquemicrocosm of Shostakovich’s musical language, characterized by incisivesatire, lyrical despair, and structural ambiguities that require profoundinterpretive decisions by the viola player. Moving beyond prescriptivenotions of a single “best” style, this study employs a hybrid methodologyof performance analysis and practice-based inquiry. Through aComparative analysis of ten commercially available recordings byrenowned viola players (e.g., Bashmet, Imai, Várady), we identify threedominant interpretive paradigms: the “Symphonic-Narrative,”“Chamber-Intimate,” and “Modernist-Deconstructive” approaches.Subsequently, a practice-based component, involving deliberate stylisticExperimentation by the principal researcher-performer examines thetechnical and expressive implications of each paradigm. The findingssuggest that “optimal” style depends on successfully aligning theperformer’s technical execution (e.g., bow distribution, vibrato width,intonation precision in ambiguous harmonies) with a coherent, context-based hermeneutic. This study argues that pedagogical discourse on thiswork should shift from seeking definitive interpretations towarddeveloping the performer’s “hermeneutical flexibility”—the ability toconsciously navigate and justify stylistic choices within Shostakovich’scomplex aesthetic framework. This research contributes to violaperformance pedagogy and music cognitive science by modeling ananalytical and reflective framework for interpreting the 20th-centuryrepertoire

    PERANCANGAN DRAMATURGI PERTUNJUKAN LAKON SUMUR TANPA DASAR KARYA ARIFIN C. NOER DENGAN GAYA SUREALISME

    Get PDF
    Perancangan dramaturgi pertunjukan ini merupakan upaya untuk memproyeksikan lakon Sumur Tanpa Dasar karya Arifin C. Noer ke dalam sebuah rancangan pertunjukan bergaya surealisme dan genre tragikomedi. Rancangan dramatik disusun sedemikian baiknya untuk membawa penonton atau pembaca seolah-olah menyaksikan kehidupan nyata seseorang yang mengalami konflik batin terhadap dirinya. Demi terwujudnya hal tersebut dilakukannya pengeditan struktur dan tekstur dari lakon Sumur Tanpa Dasar karya Arifin C. Noer guna memperkuat tangga dramatik serta merancang dramaturgi pertunjukan dari lakon Sumur Tanpa Dasar karya Arifin C. Noer dengan gaya surealisme. Perancangan ini menggunakan metode proses kreatif dan analisis struktur dari Kernodle agar rancangan ini menjadi akurat dan bisa dipertanggung jawabkan. Surealisme sebagai landasan penulis dalam proses perancangan ini demi tervisualisasikannya imajinasi-imajinasi dari tokoh utama. Hasil dari perancangan ini menunjukan bahwa: 1. Sebuah lakon yang memiliki 89 halaman dengan 4 babak dan 43 adegan di dalamnya 2. Tokoh utama yakni Jumena Martawangsa 3. Perancangan ini menggunakan gaya surealisme dan genre tragikomedi

    Pelatihan Pembuatan Label Produk Ikan Bilih Sebagai Strategi Pemasaran Kuliner Etnik Minang Di Jorong Kampung Tangah Kabupaten Solok

    Get PDF
    Ikan Bilih adalah salah satu endemik Danau Singkarak yang banyak diolah dan dijual oleh masyarakat setempat, seperti yang dilakukan oleh kelompok ibu rumah tangga dalam paguyuban Bundo Kanduang di Jorong Kampung Tangah. Ada berbagai macam olahan Ikan Bilih yang dijual, yaitu Bilih goreng, Bilih rebus dan Bilih Kering. Pada tahun 2024 kelompok ibu rumah tangga ini meluncurkan produk baru yang diinovasikan dengan kuliner khas etnis Minang, yaitu Rendang Bilih dan Bilih Lado Hijau. Inovasi produk ini diharapkan dapat meningkatkan penjualan dan juga sebagai bentuk revitalisasi kuliner etnik Minang. Namun permasalahannya mereka belum mempunyai label penjualan. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan pembuatan label kepada kelompok ibu rumah tangga yang mengolah Ikan Bilih di Jorong Kampung Tangah. Label sangat penting karena didalamnya terdapat informasi yang berguna untuk konsumen, seperti komposisi bahan, tanggal kadaluarsa, ijin BPOM dan sertifikat halal. Pelatihan ini menggandeng mitra kelompok ibu rumah tangga pengolah Ikan Bilih di Jorong Kampung Tangah. Kegiatan dilakukan dengan metode sosialisasi dan praktik pelatihan secara langsung. Hasilnya saat ini kelompok ibu rumah tangga di Jorong Kampung Tangah sudah mempunyai label sendiri dengan tagline BKT (Bilih Kampung Tangah). Selain informatif, label ini juga menunjukan kekhasan Bilih Kampung Tanga

    The Role And Function Of Mantau Arts In The Community Of Merangin District, Jambi Province

    Get PDF
    Mantau is a traditional music from Bangko District, Merangin Regency, Jambi Province. Mantau historically comes from a rhyme song carried by the Anman tribe who arrives at the port of Central Sumatra Island. The performance of mantau is sung by one person and the poems are arranged spontaneously into a rhyme form. Mantau underwent several changes on it’s performance, such as the formation of players, and the addition of musical instruments. In the past, mantau was only sung by one person, both male and female, but now mantau can be sung by two or more peoples, both male and female, from children, teenagers, to adults. The musical instruments are also varied. Nowaday mantau uses other musical instruments such as violin, drum, gong, and wooden kelintang for the vocal accompaniment which previously did not exist in mantau. Uniquely mantau music still survives and popular for it's community. This study seeks to see how mantau can survive and analyzed it through the musical aspect as well as the social aspect. The theory used to answer the problem proposed in this study is the "use" and "function" theory which is formulated by Alan. P. Merriam. The research method that used in this research is the ethnographic method. This study found that in its musical aspect, mantau has its own characteristics that make it different from other music in the archipelago, especially Jambi Province. The uniqueness lies in "sentak" which exist in the melody of the Mantau song. Meanwhile, in the social aspect, mantau is used by its supporting community as a medium for expression both for the older generation and young generatio

    Singing Techniques in the Performance of the Song Napinaborhat ni Hapogoson by Jen Manurung

    Get PDF
    Penelitian ini membahas tentang Teknik Bernyanyi Pada Penyajian Lagu Napinaborhat Ni Hapogoson Karya Jen Manurung. Teknik Bernyanyi yang digunakan pada pernyajian karya ini di antaranya sikap tubuh, pernafasan diafragma, artikulasi, intonasi, resonansi, tanda dinamika, dan frasering. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, pelaksanaan resital dan dokumentasi. Melalui pelaksanaan resital vokal, hasil penelitian yang diperoleh adalah penerapan teknik dinamika dan teknik pernafasan diafragma. Penulis juga membahas mengenai kesulitan yang dialami pada saat pelaksanaan resital dan solusi yang yang dilakukan dalam meminimalisir kesulitan tersebut. Dengan demikian, disimpulkan bahwa dapat diterapkan dengan baik dan tepat teknik bernyanyi pada Penyajian lagu Napinaborhat Ni Hapogoson karya Jen Manurun

    1,195

    full texts

    1,530

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Online ISI Padangpanjang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇