Journal Online ISI Padangpanjang
Not a member yet
1530 research outputs found
Sort by
TRANSFORMASI SOSIAL MELALUI SEKOLAH KELUARGA DI KELURAHAN KUBU GULAI BANCAH KOTA BUKITTINGGI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KELUARGA
Keluarga modern menghadapi berbagai tantangan yang berpotensi melemahkan ketahanan dan kualitas interaksi antaranggota keluarga. Globalisasi dan perkembangan teknologi telah mengubah pola komunikasi dan peran dalam keluarga, sehingga diperlukan strategi adaptasi yang tepat untuk menjaga keseimbangan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program Sekolah Keluarga di Kelurahan Kubu Gulai Bancah, Kota Bukittinggi, dalam meningkatkan ketahanan keluarga melalui peningkatan keterampilan pengasuhan, komunikasi, serta pemahaman terhadap nilai-nilai budaya dan norma sosial. Permasalahan utama yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana transformasi sosial akibat modernisasi mempengaruhi peran keluarga serta sejauh mana program Sekolah Keluarga dapat membantu keluarga dalam menghadapi perubahan tersebut. Pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi digunakan untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif keluarga dalam program ini. Teknik purposive sampling diterapkan untuk memilih informan yang relevan, terdiri dari orang tua peserta program, fasilitator, serta tokoh masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, yang kemudian dianalisis dengan model Miles & Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Sekolah Keluarga memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kesadaran orang tua terhadap pentingnya pola asuh yang tepat serta memperkuat komunikasi dalam keluarga. Selain itu, program ini berkontribusi dalam mempertahankan nilai-nilai budaya dan norma sosial di tengah pengaruh globalisasi dan digitalisasi. Namun, efektivitas program masih perlu ditingkatkan melalui evaluasi berkelanjutan agar tetap relevan dengan perubahan sosial yang terjadi
Komposisi Musik Svarasa Bersumber Dari Dendang Panjek Panjek Tabulusui Randai Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau
Komposisi “SvaRasa” merupakan komposisi musik nusantara yang bersumber dari dendang panjek-panjek tabulusui kesenian Randai Kuantan yang lahir dan berkembang di daerah Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Kesenian ini biasanya dipertunjukkan dalam acara pembukaan pacu jalur, perkawinan, khitanan, turun mandi. Randai Kuantan memiliki beberapa repertoar untuk mengiringi cerita yaitu Bintang Timur, Olang Binti, Panjek Panjek Tabalusui, Lomak Dek Awak Katuju Pulo Dek urang, dan lagu-lagu lainnya. Dari analisis pengkarya menemukan keunikan pada melodi penutup yang disebut pamotih, pamotih adalah bahasa lokal Taluk Kuantan yang memiliki arti berhenti (mengakiri lagu randai dalam permainan viola), dimana transisi dari lagu ke melodi penutup ini terdapat permainan nada yang tiba-tiba naik (Ascending), serta terdapat perubahan nada dari mayor ke nada minor yang berubah pada pertengahan melodi penutup. Prinsip melodi Ascending tersebut menjadi ide dasar dalam penggarapan komposisi musik nusantara yang digarap menggunakan pendekatan Populer Melayu sehingga melahirkan karya komposisi musik baru yang diberi judul “SvaRasa”.
Perancangan Media Informasi Mengatasi Quarter Life Crisis Dalam Pandangan Islam
Quarter life crisis is an identity crisis resulting from an individual's unpreparedness in the early adulthood phase. Based on surveys and interviews conducted by the author in Padangpanjang City, data was obtained that 63.70% of early adults experienced a quarter life crisis. The design of an illustrated book on overcoming the quarter life crisis from an Islamic perspective aims to provide information about the quarter life crisis in early adults aged 18-25 years. Data collection methods through the process of interviews, questionnaires, and literature studies, design analysis using 5W+1H analysis, and using a semiotic approach.The visual concept of illustrative book design applies a flat design style with vector techniques. The illustrated book contains information about quarter life crises, the causes of quarter life crises, and how to overcome quarter life crises based on Islamic views. The design stages include brainstorming, keywords, sketches, storyline, color study, typography study. The results of designing information media in the form of an illustrated book address the quarter life crisis from an Islamic perspective. Other media mixes include e-books, posters and supporting media such as banners, t-shirts, quote cards, stickers and instagram feeds.
Pemanfaatan Mesin CNC Untuk Pembuatan Mainan Anak Dari Kayu
Perkembangan teknologi manufaktur digital, khususnya Computer Numerical Control (CNC) Router, telah memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi dan kualitas produksi dalam industri desain produk, terutama pada sektor furniture kayu. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengevaluasi penerapan teknologi CNC Router dalam pembuatan produk furniture anak berupa mainan kayu berbentuk hewan goyang. Metode yang digunakan meliputi observasi proses produksi konvensional, perancangan digital model 3D menggunakan perangkat lunak desain berbasis CAD, serta pemrosesan material menggunakan mesin CNC Router. Hasil perancangan menunjukkan peningkatan presisi pemotongan, konsistensi bentuk, dan pengurangan limbah material dibandingkan dengan metode manual. Selain itu, penggunaan CNC Router juga mempermudah proses replikasi desain dan meningkatkan nilai estetika produk. Dengan demikian, implementasi teknologi CNC Router dalam proses perancangan dan produksi furniture tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga memperkuat daya saing produk lokal di pasar industri kreatif Kata kunci: CNC Router, furniture kayu, efisiensi produksi, desain produk, maina
The Ecranisation of the Wayang Padang Play Script by Wisran Hadi into a Film Script
This research discusses the process of translating the drama script Wayang Padang by Wisran Hadi into a film scenario. Ecranization is the process of adapting from a text medium to a visual medium, which involves the transformation of narrative, characters and aesthetic elements. In this context, the research aims to identify the changes that occurred during the ecranization process, including story simplification, character adjustments, and visual processing to meet cinematic needs. The research results show that there are a number of significant modifications in the transfer from drama script to film scenario. Narrative transformation is carried out by simplifying the dialogue and storyline to create a more dynamic rhythm according to cinema needs. Visual development is a key element in the ecranization process, where the depiction of settings, costumes and character gestures are optimized to strengthen visual appeal. However, this research also found challenges in maintaining the cultural essence and moral messages contained in original works, especially in an effort to adapt them to modern audiences. The conclusion of this research emphasizes that the process of recreating the drama script "Wayang Padang" is not just a transfer of medium, but is also a creative effort to harmonize local cultural traditions with the film format. With the right approach, ecranization can be an effective means of introducing traditional literary works to the younger generation and a wider audience, without losing the underlying cultural value
Baju Betabur Karya Lolyta Angraini dalam Fashion Photography
Karya ini bertujuan untuk menciptakan fashion photography yang mengangkat Baju Betabur karya Lolyta Angraini sebagai pakaian adat untuk acara kebudayaan di Kabupaten Mukomuko. Fashion photography adalah genre yang menonjolkan produk busana dengan penekanan pada nilai estetika dan komersialnya. Penciptaan ini menggunakan metode dokumentasi visual dengan fokus pada penataan cahaya yang meliputi oval light, side light, dan rim light untuk menyoroti detail desain dari busana adat tersebut. Pose model telah direncanakan sebelumnya untuk memastikan kecocokan dengan busana yang dipakai.Proses pembuatan karya ini meliputi tahap persiapan, perancangan konsep, perwujudan ide dalam bentuk storyboard, dan penyajian akhir melalui proses editing. Hasil akhir dari karya ini adalah memvisualisasikan dua puluh karya fotografi dengan keindahan dan keunikan dari baju betabur sebagai bagian dari warisan budaya lokal. Implikasi dari penciptaan ini adalah meningkatkan apresiasi terhadap busana tradisional melalui media visual yang menarik dan informatif
MELODI KESEDIHAN INTERPRETASI CERITA RAKYAT MALIN DEMAN DAN PUTI BUNGSU DALAM PENGGARAPAN TARI BARU
The Melodi Kesedihan dance work is insured by a flok tale in Mukomuko, Bengkulu, which is about the disappointment experienced by Malin Deman. In work, the artist tries to interpret Malin Deman disappointment towards Puti Bungsu, which focuses on the disappointment experienced by Malin Deman and the regret he has felt because of his own behavior. Om the Melodi Kesedihan work, each dancer perfoms a movement that depicts disappointment based on movements that have been developed by the artist. The methods used in creating this work consist of data collection and field observation, exploration, improvisation, forming, and vealuation. This work is danced by seven female dancers and one male dancer wuth the theme of life, dramatic type and reinforced by live techni music according to the flow of the artist’s expectations
Penerapan Lagu Dinda Dalam Genre Koplo Dengan Format Ansambel Musik Di SMAN 3 Padangpanjang
Penelitian yang berjudul “Penerapan Lagu Dinda Dalam Genre Koplo Dengan Format Ansambel Musik” ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan peneliti dalam memberikan pembelajaran di bidang musik kepada siswa/i SMAN 3 Padangpanjang. Lagu Dinda ini diaransemen kembali ke dalam format ansambel musik dengan beberapa instrumen seperti bellyra, pianika, gitar elektrik, gitar bass, gendang koplo, dan drumset. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dalam bentuk penelitian tindakan (Action Research), dengan tujuan untuk memecahkan masalah yang ditemukan dalam proses pembelajaran di lapangan. Dalam proses penelitian dan pengajaran tersebut, peneliti memakai teori musik dari Aaron Copland yang dipergunakan sebagai alat untuk memahami elemen dasar musik, seperti melodi, harmoni, dan ritme. Pembelajaran yang diajarkan sesuai dengan ilmu musik konvensional sehingga dapat meningkatkan kemampuan siswa/i dalam memainkan musik dengan baik dan benar. Hasil penelitian dari pengajaran tersebut adalah dipertunjukkannya Lagu Dinda dalam genre koplo oleh siswa/i SMAN 3 Padangpanjang di Gedung Pertunjukan Hoeridjah Adam Institut Seni Indonesia Padangpanjang. Kata kunci : Penerapan, Lagu Dinda, Genre Koplo, Ansambe
Sistem Pewarisan Kesenian Sampelong di Nagari Talang Maua, Kecamatan Mungka, Kabupaten Lima Puluh Kota
Tujuan Penelitian ini untuk mendeskripsikan Sistem Pewarisan Kesenian Sampelong dan perkembangan kesenian Sampelong di Nagari Talang Maua Kecamatan Mungka Kabupaten Lima Puluh Kota dewasa ini. Sampelong merupakan alat musik tiup yang hidup dan berkembang di Nagari Talang Maua. Namun pada perkembangan era globalisasi ini kesenian Sampelong mengalami penurunan minat pada generasi muda. Untuk itu dibutuhkan transmisi guna mempertahankan kesenian Sampelong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi deskriptif. Metode ini memiliki dua jenis sumber, yaitu data primer yang diperoleh melalui wawancara dan pengamatan langsung di lapangan, sedangkan data sekunder yaitu data yang diperoleh dari studi kepustakaan berupa buku-buku yang berhubungan dengan kesenian Sampelong. Teori yang digunakan adalah teori sistem pewarisan dan teori perkembangan. Dari hasil yang dicapai bahwa sistem pewarisan menggunakan formal, non formal maupun informal. Dalam perkembangan dewasa ini lebih difokuskan ke pendidikan formal yaitu dilakukan lewat program pendidikan sekolah, akademik, dan lain-lain. Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal atau disebut dengan sanggar seni. Sementara itu pendidikan informal diselenggarakan melalui pengaruh lingkungan masyarakat dan proses sosialisasi. Proses pewarisan budaya merupakan suatu ide kreatif dari para seniman Sampelong yang bertujuan agar kesenian Sampelong tetap tumbuh dan berkembang dengan selera masyarakat dewasa ini tanpa mengubah ciri khasnya.Kata Kunci: Sampelong, Sistem, Pewarisan, Talang Maua, Perkembanga
ANALISIS REPRESENTASI MASKULINITAS PADA KARAKTER KEN DALAM FILM BARBIE (2023)
Pemahaman maskulinitas telah berkembang menjadi gambaran yang kaku dalam masyarakat, menjadikan maskulinitas sebagai kepribadian yang tangguh, tegas, berani, kasar, dan sebagainya. Film Barbie (2023) yang disutradarai oleh Greta Gerwig menampilkan gambaran kehidupan perempuan dan laki-laki dalam sistem ideologi patriarki, serta mengkritik stereotip gender dengan humor, membawa pesan moral yang mendalam untuk dibahas, yaitu kesetaraan gender, sistem patriarki, dan double standard bagi perempuan dalam masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi maskulinitas pada karakter Ken, menggunakan teori semiotika Roland Barthes untuk mengetahui pemaknaan dari suatu tanda atau simbol melalui analisis makna denotatif, makna konotatif, dan mitos tentang maskulinitas dalam film. Data penelitian ini diperoleh dari adegan-adegan film, observasi film, dan studi kepustakaan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah representasi maskulinitas dalam film Barbie (2023) digambarkan oleh sifat dan perilaku yang Ken miliki, seperti berperilaku agresif, mengontrol dan mendominasi orang-orang di sekitarnya, berusaha mendapatkan otoritas kekuasaan dan status sosial yang tinggi agar dihormati oleh orang lain, film ini juga membuktikan bahwa maskulinitas seorang laki-laki tidak hanya ditentukan oleh penampilan fisik saja, tetapi juga ditentukan oleh kepribadian, norma, dan nilai-nilai yang dibentuk oleh sosial budaya