Journal Online ISI Padangpanjang
Not a member yet
    1530 research outputs found

    Jagung Super Manis F1 Aina Dalam Food Photography

    Get PDF
    Jagung Super Manis F1 Aina adalah usaha olahan jagung manis yang terkenal di Sumatera Barat, khususnya di Payakumbuh. Berdiri sejak 2010, usaha ini mulai dari kecil dan sekarang memiliki 30 karyawan dan 18 cabang. Mereka menawarkan berbagai olahan jagung seperti donat, resol, kue sus, panada, bubur, roti goreng, dan serabi. Harga menu mulai dari Rp 2.500 hingga Rp 15.000, membuatnya populer di kalangan pendatang dan wisatawan. Kelebihan Jagung Super Manis F1 Aina adalah isian yang banyak pada setiap menu, membuat konsumen merasa puas. Mereka memiliki tingkat kemanisan 16 brix pertama di dunia. Pengkarya ingin membantu mempromosikan Jagung Super Manis F1 Aina dengan menciptakan karya food photography menggunakan konsep warna-warni dan nuansa gelap. Tujuannya adalah menciptakan karya yang memiliki 2 konsep berdasarkan target pasarnya. Metode penciptaan meliputi persiapan, perancangan, dan analisis karya. Penciptaan karya ini bertujuan untuk mempromosikan serta menarik minat calon konsumen Jagung Super Manis F1 Aina dalam bentuk visual foto karena promosi mereka sangat minim. Hasil dari pengkaryaan tersebut nantinya akan berjumlah 20 karya yang akan dipamerkan

    The Effect of Satin Fabric Thickness on Bustier Construction Quality Using the Helen Joseph Armstrong Method

    Get PDF
    The bustier is a women’s upper garment designed with a tight fit to conform to the body’s contours, particularly around the bust, waist, and hips. Historically, the bustier was originally used as an undergarment; however, along with the evolution of fashion trends, its design has been modified so that it can also be worn as outerwear, serving to shape the body silhouette for a more proportional appearance. The accuracy of the pattern, sewing technique, and material selection are crucial elements that influence the quality of the final bustier product. Among the fabric characteristics that significantly affect garment construction, fabric thickness is a key factor. The research aimed to analyze the differences in bustier outcomes made using satin fabrics of different thickness levels—emerald satin (thin), Roberto satin (medium), and bridal satin (thick)—employing the Helen Joseph Armstrong pattern on a mannequin of size M. The methodological approach adopted was experimental, with the independent variable being the thickness of the satin fabric and the dependent variable being the quality of the bustier result. Data were collected through observation sheets evaluated by three expert designers and seventeen trained panelists. The data analysis technique applied involved hypothesis testing using the K-Related test. The findings revealed that the thickness of the satin fabric significantly affects the quality of the bustier. The bustier made from bridal satin achieved the highest average score, namely 84.45% (categorized as very good). Therefore, it can be concluded that the thicker the satin fabric structure, the better the quality of the final bustier resul

    Di Balik Layar: Interpretasi Artistik Pengendalian Diri Penderita Smiling Depression

    Get PDF
    The dance work Behind the Screen is inspired by a social phenomenon, namely Smiling Depression, a term that refers to a person with depression who looks smiling when experiencing problems, this is often found in social life, they will look normal and happy in living their lives, and will even convince others that they are fine. The creator describes this idea in group choreography using seven female dancers as an interpretation of the different forms of self-control of people with Smiling Depression. The creation of the dance work Behind the Screen provides awareness for someone suffering from Smiling Depression who can control themselves so that it does not have a negative impact on life. This work uses the Alma M. Hawkins dance creation approach in the book "Creating Through Dance and Choreography Form, Technique, and Content, this approach has stages, namely data collection and field observation, exploration, improvisation, formation, and evaluation. The music used in this work is made from computer technology. This work is also strengthened by the use of lighting as a form of emotional depiction of people with Smiling Depression. The dance work Behind the Scenes uses a dramatic style and is performed on the stage of the Boestanoel Arifin Adam Auditorium

    Eksistensi kue mangkuak dalam arus modernisasi pangan di Nagari Sianok

    Get PDF
    Kue mangkuak merupakan salah satu kuliner tradisional khas Nagari Sianok yang memiliki nilai budaya, simbolik, dan historis dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Keberadaan kue ini tidak hanya berkaitan dengan praktik konsumsi pangan, tetapi juga berfungsi sebagai penanda identitas budaya yang hadir dalam berbagai kegiatan adat dan ritual sosial. Namun demikian, perkembangan industri pangan modern yang ditandai dengan maraknya kue-kue modern berkemasan menarik, variasi rasa yang beragam, serta strategi pemasaran berbasis digital telah memengaruhi pola konsumsi masyarakat, khususnya generasi muda. Kondisi tersebut menimbulkan tantangan serius terhadap keberlanjutan kue mangkuak sebagai warisan kuliner tradisional. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi kue mangkuak di tengah arus modernisasi pangan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat keberlanjutannya di Nagari Sianok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive, meliputi pembuat kue mangkuak, pedagang, tokoh masyarakat, dan generasi muda. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, kategorisasi tematik, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kue mangkuak masih bertahan terutama dalam konteks adat dan ritual budaya, namun menghadapi tantangan pada aspek regenerasi pembuat, inovasi produk, dan pemasaran. Keberlanjutan kue mangkuak ditopang oleh nilai budaya lokal, peran perempuan nagari, serta makna simbolik dalam proses produksinya

    Aransemen Lagu “Holan Dak-Danak” Dalam Format Paduan Suara Dengan Iringan Orkestra

    No full text
    This study explores the arrangement of the church song Holan Dak-danak in a choir format with orchestral accompaniment as an effort to enrich the presentation of sacred music in the church. Musical arrangement is understood as a process of reworking a composition by providing variations in harmony, texture, and certain techniques without eliminating the essence of the original song. The song Holan Dak-danak from the Buku Ende was arranged using several techniques such as pizzicato, poco rall, and modulation. In addition, this research also involved the arrangement of other hymns such as Mampirlah Dengar Doaku, Tanganku Na Met-met, Loas Ro Tu Au Dak-danak, and Di Doa Ibuku, which were selected for their theological value and spiritual message. The results show that arranging church songs in choir format with orchestral accompaniment creates a new dimension of musical expression, adds dynamic colors, and enriches the liturgical atmosphere of worship. The inclusion of string, wind, and rhythmic instruments in the arrangement successfully deepens musical interpretation, thereby enhancing the congregation’s appreciation, especially among Sunday school children. This finding confirms that creative arrangements not only beautify the presentation of worship music but also serve as a medium of faith formation and a learning tool for young generations in sacred musi

    “MALAPAK” BERANGKAT DARI INDANG DI NAGARI LIMAU LUNGGO KABUPATEN SOLOK

    No full text
    Kesenian Indang Solok adalah kesenian Indang yang terdapat di Kabupaten Solok, salah satunya Nagari Limau Lunggo. kesenian Indang di Nagari Limau Lunggo  ini sering ditampilkan pada saat upacara “Balimau Patang” yakni sebuah  tradisi masyarakat dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan yang sangat diistimewakan oleh  masyarakat Nagari Limau Lunggo. Dalam pertunjukan Indang terdapat beberapa unsur seni yakni: seni sastra, seni tari, dan seni musik. Ketiga unsur seni tersebut berpadu menjadi satu kesatuan dalam pertunjukannya, dari ketiga unsur di atas yang menjadi perhatian pengkarya adalah unsur musik terutama pada bahagian tukang aliah yakni orang yang bertugas untuk mengomandoi pertunjukan Indang sekaligus menjadi tukang tingkah yang bertugas untuk memberi fariasi pukulan Indang agar lebih variatif dari pukulan anak Indang yang lainnya, oleh karena itu tukang aliah  haruslah orang mempunyai musikalitas yang tinggi agar mampu dalam memberi farian pukulan, di samping itu tukang aliah mempunyai kebebasan dalam mengembangkan pola ritme dasar agar menjadi pola ritme baru baru yang lebih dinamis untuk mengimbangi dinamika perminan yang rampak dengan tempo yang tepat. Pada permainan Tukang Aliah tersebutlah yang menjadi sumber inspirasi bagi pengkarya dalam menggarap sebuah garapan baru yang berbentuk komposisi karawitan dengan judul “Malapak” dengan menggunakan pendekatan tradisi. Mewujudkan ide/gagasan yang bersumber dari kesenian Indang Solok, yang terinspirasi dari Tukang Aliah dengan menggunakan pendekatan tradisi yang berjudul “Malapak” disajikan dalam bentuk pertunjukan secara langsung. Melalui garapan karya komposisi musik “Malapak” pengkarya mencoba menghadirkan beberapa bentuk inovasi (Kebaruan) dalam berbagai aspek garap sesuai dengan konsep yang ditawarkan

    PERKEMBANGAN BENTUK SUNTIANG ANAK DARO DI KOTA PARIAMAN

    Get PDF
    Salah satu budaya tradisional Minangkabau adalah baralek. Baralek adalah upacara perkawinan antara seorang pria dan seorang wanita di Minangkabau. Pakaian mempelai pria disebut roki dan dilengkapi dengan asesoris lainnya. Pakaian wanita lengkap terdiri dari baju kurung (atasan), kodek (bawahan), hiasan kepala berupa suntiang, dan aksesoris lengkap lainnya. Penelitian ini berfokus pada perkembangan bentuk suntiang yang mengalami perubahan dari waktu ke waktu yang dikenakan pada anak daro di Kota Pariaman, perkembangan bentuk, dan ragam hias suntiang.Metode yang digunakan penulis dalam mempelajari perkembangan bentuk suntiang anak daro di Kota Pariaman adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini dimulai dengan pengumpulan data melalui data referensi, data lapangan, setelah itu data dikumpulkan dan dianalisis sesuai dengan kebutuhan, kemudian ditarik kesimpulan.Hasil penelitian perkembangan suntiang anak daro dapat dilihat dari cara pemasangan dan bentuk suntiang, yaitu dari suntiang tusuak berkembang menjadi suntiang songkok. Suntiang songkok terdiri dari tiga bentuk, pertama suntiang berbentuk kipas atau mahkota, kedua suntiang berbentuk gonjong rumah gadang, ketiga suntiang berbentuk tingkuluk tanduak. Suntiang anak daro tersusun dari gabungan beberapa unsur berupa bungo sarunai dengan motif bunga melati, kambang goyang dengan motif bunga ros, mansi-mansi dengan motif cumi-cumi, burung merak dan kote-kote atau jurai-jurai yaitu beberapa helai yang memiliki motif berupa ikan, kupu-kupu dan burung

    Perancangan Produk Dengan Fitur Asisten Virtual Berbasis UI/UX untuk Optimalisasi Pencarian Rute pada Halte Bus Transjakarta

    No full text
    Penelitian ini bertujuan merancang produk asisten virtual berbasis UI/UX untuk mengoptimalkan pencarian rute dan informasi layanan TransJakarta di halte bus. Jakarta sebagai kota metropolitan menghadapi tantangan mobilitas seperti kemacetan dan akses informasi transportasi publik yang terbatas. Melalui observasi naturalistik dan wawancara acak terhadap pengguna, ditemukan bahwa banyak penumpang terutama lansia dan penyandang disabilitas yang mengalami kesulitan dalam memahami sistem rute dan jadwal bus. Sebagai solusi, dirancang mesin interaktif yang dilengkapi dengan fitur pencarian rute real-time, integrasi moda transportasi lain, serta dukungan aksesibilitas seperti suara dan huruf braille. Desain produk mengacu pada prinsip ergonomi dan inklusivitas agar dapat digunakan secara nyaman oleh berbagai kalangan. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi perjalanan, akses informasi, serta kualitas layanan transportasi publik secara keseluruhan

    The Intersection of Speech Surrogacy, Speech Melody, and Tonal- Drumming in Minangkabau Pasambahan Ritual Speech

    Get PDF
    This study examines the complex integration of speech substitute systemsin the traditional pasambahan (ceremonial speech) of the Minangkabaupeople of West Sumatra, Indonesia. Pasambahan is a highly structuredritual speech genre used in traditional ceremonies, characterized by itsmetaphorical language, specific prosody, and melodic contour (spokenmelody). The study hypothesizes that pasambahan not only employsparalanguage but also operates as a nuanced speech substitute, where itsstructured melodic patterns (spoken melody) and its codifiedrepresentation in talempong pacik (handheld gong) (pitched percussion)performances from complementary communication systems. Throughethnographic fieldwork and multimodal analysis of audio-visualrecordings of wedding and inauguration ceremonies in Luhak Nan Tigo,This study elucidates how the prosodic and melodic features of spokenPasambahan are systematically mapped onto the pitched percussionpatterns of talempong. These findings suggest that this tripartiterelationship between ritual speech, its inherent melody, and itsinstrumental substitute serves to enhance social status, reinforcecosmological concepts, and delimit ceremonial knowledge, therebyperpetuating socio-cultural authority. This research contributes to abroader theoretical understanding of speech substitutes by depicting theirmanifestation not in a stand-alone drum language but as embedded withinthe complex performative speech genre itself

    Pemeranan Tokoh HAM Dalam Naskah End Game Karya Samuel Beckett Terjemahan Asrul Sani Menggunakan Tehnik Akting Meisner

    Get PDF
    Penelitian berjudul Penerapan Unsur Dramatik Dalam Pertunjukan Teater Pemeranan tokoh HAM dalam lakon End Game karya Samuel Beckett, terjemahan Asrul Sani  menggunakan pendekatan motode Meisner dengan  teknik persiapan emosional, improvisasi dan pengulangan sebagai formula untuk  mewujudkan tokoh HAM pada sebuah pertunjukan teater.. Penciptaan pemeranan tersebut diawali dengan analisis struktur dan tekstur  tokoh HAM. Bagian dari analisis struktur tokoh HAM meliputi aspek fisiologi, psikologi dan sosiologi  tokoh. Analisis tekstur tokoh meliputi dialog dan spektakel. Hasil dari analisis dan tafsir pemeran  terhadap tokoh tersebut dijadikan pedoman dalam upaya proses penciptaan tokoh, dengan bertumpu  pada pendekatan peran dan daya cipta melalui potensi dan kekayaan batin, yang secara akademik  dimiliki oleh pemeran Penciptaan tokoh HAM pada pertunjukan teater adalah satu upaya untuk  memahami kembali pikiran-pikiran absurd yang tercermin berdasarkan perwujudan tokoh yang  menunjukkan keadaan tragis dan juga komedi. 

    1,195

    full texts

    1,530

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Online ISI Padangpanjang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇