University of Surabaya Journal
Not a member yet
4058 research outputs found
Sort by
Self Regulated Learning dan Dukungan Sosial dengan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa di Masa Pandemi
Abstract— Student academic procastination is a tendency to procrastinate in completing assignments so that it results in not completing assignments and even hindering his studies in Higher Education One of the causes of internal factors is the lack of strategy and self-regulation or self-regulation, while external factors that are also predicted to cause procastination are social support. This quantitative study was aimed at examining the relationship between self-regulated learning and social support and academic procrastination during the pandemic. Research respondents were 266 students of all majors from various public and private universities whose data were obtained through the google form scale, which was distributed through social media applications. The data analysis technique used is the non-parametric Spearman Brown technique and the parametric Pearson correlation technique. The results of data analysis showed that there was a significant correlation between self-regulated learning and academic procastination (sig.0.029) but there was no significant correlation between social support and academic procastination (sig. 0.903).
Keywords: self regulated learning, social support, academic procastination
Abstrak— Prokastinasi akademik mahasiswa merupakan kecenderungan perilaku menunda-nunda menyelesaikan tugas hingga berakibat tidak terselesaikannya tugas bahkan terhambat studinya di Perguruan Tinggi. Salah satu faktor internal penyebabnya adalah kurangnya strategi dan pengaturan diri atau regulasi diri (self regulated) sementara faktor eksternal yang juga diprediksi dapat menyebabkan prokastinasi adalah, dukungan sosial. Penelitian kuatitatif iniditujukan untuk menguji hubungan antara self regulated learning dan dukungan sosial dengan prokrastinasi akademik dimasa pandemi. Responden penelitian adalah 266 orang mahasiswa semua jurusan dari berbagai universitas negeri maupun swasta yang datanya diperoleh melalui skala google form, yang disebarkan melalui aplikasi media sosial. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik non parametric spearman brown dan teknik parametric pearson correlation. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara self regulated learning dengan prokastinasi akademik (p= 0,029) tetapi tidak ada korelasi yang signifikan antara dukungan sosial dengan prokastinasi akademik (p= 0,903).
Kata kunci : self regulated learning, dukungan sosial, prokastinasi akademi
Komitmen Organisasi Karyawan dan Pengaruhnya terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB)
Abstract—Commitment is an important and fundamental form in which the concept is widely used in the assessment of individual attitudes in various environments, including universities. In several previous studies, it had been found that there was a relationship between organizational commitment and OCB, where the higher the organizational commitment, the higher the OCB. This analytic observational study used a cross-sectional design to analyze the effect of organizational commitment on employees’ OCB at Surabaya University. A total sample of 190 permanent employees (non-lecturers) was collected from 27 work units at Surabaya University. Quota sampling was used for sample selection. Collecting data using a questionnaire containing the scale of organizational commitment and OCB. This study indicated that majority of employees had moderate organizational commitment and OCB. Simultaneously, multiple linear regression analysis showed that both organizational commitment and demographic characteristics had a significant effect on OCB. Partially, normative commitment and education level had a significant and positive influence on OCB. Employees’ OCB was more influenced by normative commitment than by education level. The results of this study are important as an input for the organization to pay more attention to these two aspects in improving its employees’ OCB.Keywords: employees, organizational citizenship behavior, organizational commitment
Abstrak—Komitmen merupakan bentuk yang penting dan mendasar yang mana konsep tersebut banyak digunakan dalam penilaian sikap individu di berbagai lingkungan, termasuk juga lingkungan perguruan tinggi. Dalam beberapa penelitian terdahulu, telah ditemukan adanya hubungan antara komitmen organisasi dan OCB, dimana semakin tinggi komitmen organisasi, maka akan semakin tinggi pula OCB yang dimiliki. Penelitian yang bersifat analitik observasional dengan rancang bangun cross-sectional ini bertujuan menganalisis pengaruh komitmen organisasi terhadap OCB karyawan di Universitas Surabaya. Sejumlah 190 orang karyawan tetap (non dosen) dari 27 unit kerja di Universitas Surabaya menjadi sampel penelitian ini. Metode pemilihan sampel yang digunakan adalah quota sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang berisikan skala komitmen organisasi dan OCB. Mayoritas karyawan memiliki komitmen organisasi dan OCB tingkat sedang. Secara simultan, analisis regresi linier berganda menunjukkan baik komitmen organisasi maupun karakteristik demografi memiliki pengaruh yang bermakna terhadap OCB. Secara parsial, komitmen normatif maupun tingkat pendidikan memiliki pengaruh yang bermakna dan positif terhadap OCB. OCB karyawan lebih dipengaruhi oleh komitmen normatif daripada tingkat pendidikan. Hasil penelitian ini penting sebagai bahan masukan bagi organisasi agar lebih memperhatikan kedua aspek tersebut dalam meningkatkan OCB karyawannya.Kata kunci: karyawan, komitmen organisasi, organizational citizenship behavio
Revitalizing Educations to Realize a New Business Platform in Indonesia: Revitalisasi Pendidikan Untuk Mewujudkan Platform Bisnis Baru di Indonesia
Abstract—Companies must build new business models and platforms to survive in an uncertain business climate, economic disruption wave, and the COVID-19 pandemic. As the anticipation of all ecosystems changes, companies need superior human resources, actively carry out corporate transformation programs, and implement good corporate governance values to avoid moral hazards and a greater risk of failure. Revitalization of education, supported by corporate universities, workshops, internships, and comparative studies, can produce superior human resources and realize new business platforms in Indonesia. This qualitative research relies on data triangulation to interpret the phenomenon of link and match.
Keywords: revitalization, business platform, education, transformation, human resources
Abstrak—Kebutuhan membangun model dan platform bisnis baru perusahaan bertahan dalam iklim bisnis yang tidak menentu, gelombang gangguan ekonomi, dan pandemi COVID-19. Sebagai antisipasi segala perubahan ekosistem, perusahaan membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, aktif melaksanakan program transformasi perusahaan, dan menerapkan nilai-nilai tata kelola perusahaan yang baik untuk menghindari moral hazard dan risiko kegagalan yang lebih besar. Revitalisasi pendidikan yang didukung oleh corporate university, workshop, magang, dan studi banding, dapat menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan mewujudkan platform bisnis baru di Indonesia. Penelitian kualitatif ini bertumpu pada triangulasi data untuk menginterpretasikan fenomena link and match.
Kata kunci: revitalisasi, platform bisnis, pendidikan, transformasi, sumber daya manusi
PENERBITAN IZIN REKLAMASI TELUK BENOA BALI
Abstract — Benoa Bay will be reclaimed when the Governor of Bali issues SK 2138/02-C / HK / 2012. Because the decree is considered to be in conflict with the prevailing laws and regulations and the publication does not involve the aspirations of the public. The Governor of Bali then issued Decree 1727/01-B / HK / 2013 which was the cancellation of the previous decree and gave permission to PT. TWBI to conduct a feasibility study then the government changed the allotment of the Benoa Bay which was once a conservation area (Zone L3) into a public use area (Zone P) with the issuance of Perpres 51/2014 Amendment to RTRKP SARBAGITA, in the Presidential Regulation requires that the Benoa Bay through revitalization activities can be held reclamation area of 700 Ha. The research method used is normative juridical. The results showed an indication of efforts to bleach spatial violations because the revision of the spatial plan was done not to whiten the deviation of the implementation of spatial use. And in the issuance of the Perpres the government does not involve the participation of the community, this is a form of the principle of openness in spatial planning and reclamation activities must have a location permit that is adjusted to the RZWP3K and RTRW. With its status in RZWP3K as a conservation area in the Badung Regency RTRW Regulation. So the reclamation permit cannot be granted and the existence of Benoa Bay must be maintained because the Balinese people agree that every development in Bali must be based on the values of local wisdom in the Tri Hita Karana concept.
Keywords: presidential regulation, benoa bay, regional regulation, spatial planning, reclamation
Abstrak— Teluk Benoa akan direklamasi ketika Gubernur Bali mengeluarkan SK 2138/02-C/HK/2012. Karena SK tersebut dianggap bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dalam penerbitanya tidak melibatkan aspirasi masyarakat. Gubernur Bali kemudian mengeluarkan SK 1727/01-B/HK/2013 yang merupakan pembatalan SK sebelumnya dan memberikan izin kepada PT. TWBI untuk melakukan studi kelayakan kemudian pemerintah merubah peruntukan Teluk Benoa yang dulunya sebagai kawasan konservasi (Zona L3) menjadi kawasan pemanfaatan umum (Zona P) dengan diterbitkanya Perpres 51/2014 Perubahan Atas RTRKP SARBAGITA, dalam Perpres tersebut menghendaki Teluk Benoa melalui kegiatan revitalisasi dapat diselenggarakan reklamasi seluas 700 Ha. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya indikasi upaya pemutihan pelanggaran tata ruang karena revisi terhadap rencana tata ruang dilakukan bukan untuk pemutihan terhadap penyimpangan pelaksanaan pemanfaatan ruang. Serta dalam penerbitan Perpres tersebut pemerintah tidak melibatkan peran serta masyarakat, hal ini sebagai bentuk prinsip keterbukaan dalam penataan ruang dan kegiatan reklamasi wajib memiliki izin lokasi yang disesuaikan dengan RZWP3K dan RTRW. Dengan statusnya dalam RZWP3K sebagai kawasan konservasi dalam Perda RTRW Kabupaten Badung. Maka izin reklamasi tidak dapat diberikan dan keberadaan Teluk Benoa harus dapat dipertahankan karena masyarakat Bali sepakat bahwa setiap pembangunan di Bali harus didasarkan pada nilai-nilai kearifan lokal dalam konsep Tri Hita Karana.
Kata kunci: peraturan presiden, teluk benoa, peraturan daerah, penataan ruang, reklamas
PENATAAN RUANG TERBUKA HIJAU DKI JAKARTA DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 26 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN RUANG
Abstract — In recent years, air pollution in Jakarta in has become a serious problem. AirVisual states that the average annual concentration of particulate matter (PM) 2.5 in Jakarta in 2018 reached 45.3 µg / m³ and in 2019 it reached 49.4 µg / m³. It is higher than the annual safety limit according to WHO standards, which is 10 µg / m³. In addition, it also exceeds the National Air Quality Standards and DKI Jakarta Regional Air Quality Standards, which is 15 µg / m³. One of the factors causing air pollution is the limited availability of Green Open Space. in 2019, the construction of Green Open Space in DKI Jakarta only reached 9.9%, whereas Law number 26 of 2007 concerning Spatial Planning has required the fulfillment of a green space of at least 30% of the area. The problem in this research is whether the spatial planning related to Green Open Space in DKI Jakarta is in accordance with Law number 26 of 2007 or not. To examine the problems, this research uses normative juridical research methods. The results of the study concluded that spatial planning related to Green Open Space in DKI Jakarta was not in accordance with Law number 26 of 2007 concerning Spatial Planning as well as related regulations.
Keywords: spatial planning, green open space, jakarta
Abstrak— Polusi udara di DKI Jakarta dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi permasalahan yang serius. Laporan kualitas udara dunia AirVisual menyebut bahwa konsentrasi rata-rata tahunan particulate matter (PM) 2.5 di DKI Jakarta pada tahun 2018 mencapai 45,3 µg/m³ dan tahun 2019 mencapai 49,4 µg/m³. Hal itu lebih tinggi dari batas aman tahunan menurut standar WHO, yaitu 10 µg/m³. Selain itu juga telah melebihi Baku Mutu Udara Nasional maupun Baku Mutu Udara Daerah DKI Jakarta, yaitu 15 µg/m³. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya polusi udara adalah Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang terbatas. Pada 2019, pembangunan RTH di DKI Jakarta hanyalah mencapai 9,9%, sedangkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang telah mensyaratkan pemenuhan RTH minimal sebesar 30% dari luas daerah. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah penataan RTH di DKI Jakarta telah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007? Untuk mengkaji permasalahan yang ada, maka dalam penelitian ini menggunakan Metode penelitian yuridis normatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Penataan ruang terkait dengan RTH di DKI Jakarta tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang serta peraturan perundang-undangan terkait yang berlaku.
Kata kunci: penataan ruang, ruang terbuka hijau, jakart
PERADILAN MILITER BAGI TAHANAN ANAK-ANAK PALESTINA DI ISRAEL
Abstract — Israel is the only country in the world applied military judicial and military law for under ages. Those childern became an object of arrest and oppression like there are no child’s protection law. This kind of action is violating to the Convention on the Rights of the Child 1989, Humanitary Law, and other International Human Rights instruments. This research is showing that Israel has violated the provisions of the Convention on the Rights of the Child 1989 and other International Law instruments of Child Rights protection and the rights that should be obtained by Palestinian Childern.
Keywords: military judicial for children, child protection, children rights
Abstrak— Israel merupakan satu-satunya negara yang memberlakukan peradilan militer dan menerapkan hukuman militer bagi anak-anak. Anak-anak tersebut menjadi objek penahanan dan penganiayaan sehingga perlindungan anak seakan tidak ada. Padahal, hal ini secara jelas bertentangan dengan Konvensi Hak-Hak Anak 1989, Hukum Humaniter dan Instrumen Hukum mengenai hak asasi manusia lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Israel telah melanggar ketentuan yang ada di dalam Konvensi Hak-Hak Anak 1989 dan instrument hukum internasional lainnya yakni terkait dengan perlindungan anak serta Hak-hak yang seharusnya diperoleh oleh anak-anak Palestina.
Kata kunci: peradilan militer bagi anak-anak, perlindungan anak, hak-hak ana
FAKTOR‐FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BELI PRODUK MAKANAN HALAL DI SURABAYA
Abstract— The aim of this research is to show the influence of Halal Awareness, Religious Beliefs, Private Community Perception, Halal Certification and Halal Marketing on the Intention of Purchasing Halal Food Products in Surabaya. This type of research is basic research including the category of causal research and the method used in this study is quantitative research that uses data that generates numbers and conducts data collection directly to respondents. Respondents in this study were 157 respondents. Data processing in this study using SPSS software. The results in this study are independent variables namely Halal Awareness, Religious Beliefs, Private Community Perceptions, Halal Certification and Halal Marketing are positively and significantly related to the intention to purchase Halal food products in Surabaya.
Keyword: Halal food products, purchase intention, Halal awareness, Halal certification
Abstrak— Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menunjukkan pengaruh Halal Awareness, Religious Belief, Personal Societal Perception, Halal Certification dan Halal Marketing terhadap Purchase Intention produk makanan halal di Surabaya. Jenis penelitian ini ada basic research termasuk kategori dalam kausal riset dan metode pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kuantitatif karena menggunakan pengolahan data yang menghasilkan angka dan melakukan pengumpulan data secara langsung kepada responden. Responden dalam penelitian ini sebanyak 157 responden. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan software SPSS. Hasil dalam penelitian ini adalah seluruh variabel independen yaitu Halal Awareness, Religious Belief, Personal Societal Perception, Halal Certification dan Halal Marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Purchase Intention produk makanan Halal di Surabaya. Manajemen.
Kata Kunci: Produk makanan Halal, Purchase Intention, Halal Awareness, Halal Certification
Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Upo-upo (Phyllodium pulchellum (L.) Desv.) sebagai Antibakteri terhadap Pertumbuhan Streptococcus viridans dan Streptococcus pyogenes
Telah dilakukan penelitian untuk menguji efektivitas ekstrak etanol daun Upo-upo (Phyllodium pulchellum (L.) Desv.) terhadap pertumbuhan Streptococcus viridans dan Streptococcus pyogenes. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi ekstrak yang paling efektif. Penelitian ini menggunakan metode ekstraksi maserasi terhadap bahan uji dan uji mikrobiologis menggunakan metode Disc diffusion menurut Kirby & Bauer dengan konsentrasi ekstrak 1; 1,5; 2; dan 2,5%, dengan kontrol positif cefixime dan kontrol negatif CMC Na 1%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Upo-upo dapat menghambat pertumbuhan S. viridans pada konsentrasi ekstrak 1; 1,5; 2; dan 2,5%, masing-masing dengan diameter hambatan 9,01; 9,58; 10,24; dan 12,27 mm, sedangkan zona hambatan untuk kontrol positif 22,07 mm dan kontrol negatif tanpa zona hambatan. Zona hambatan terhadap S. pyogenes pada konsentrasi ekstrak 1; 1,5; 2; dan 2,5% masing-masing adalah 9,51; 9,91; 10,93; dan 13,59 mm, dimana zona hambatan kontrol positif 25,77 mm dan kontrol negatif tanpa zona hambatan. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun Upo-upo pada semua tingkat konsentrasi mempunyai efektivitas antibakteri terhadap S. viridans dan S. pyogenes. Efektivitas antibakteri ekstrak etanol daun Upo-upo terhadap pertumbuhan S. viridans dan S. pyogenes menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak, maka semakin besar pula zona hambat yang dihasilkan. Konsentrasi yang paling efektif adalah 2,5%
Studi Eksperimental Efektivitas Pijat dengan Minyak Esensial Cengkeh terhadap Status Fungsional Pasien Osteoartritis
Pengobatan konvensional seperti NSAID sering digunakan untuk mengontrol nyeri dan inflamasi pasien osteoartritis (OA). Namun terkadang obat tersebut tidak efektif. Kombinasi pengobatan konvensional dan pelayanan kesehatan tradisional dirasa mampu mengatasi masalah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pijat dengan minyak esensial cengkeh terhadap status fungsional pasien OA. Metode yang digunakan adalah quasi experimental-nonequivalent control group design pada 40 pasien OA yang berusia 46-84 tahun dengan skor VAS>4. Pada kelompok intervensi, pasien OA diberikan kombinasi terapi konvensional dan pijat dengan minyak esensial cengkeh. Sebaliknya pada kelompok kontrol pasien OA diberikan kombinasi terapi konvensional dan pijat dengan minyak kelapa. Penilaian efektivitas dilakukan pada hari ke-0, 1, 2 dan 3 pengobatan dengan kuisoner WOMAC (Western Ontario and McMaster Universities Osteoarthritis index). Status fungsional pasien digambarkan dalam empat skor outcome yakni skor total WOMAC, intensitas nyeri, kekakuan, dan fungsi fisik pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pijat dengan minyak esensial cengkeh signifikan meningkatkan status fungsional pasien dengan nilai rata-rata skor total WOMAC (21,30 ± 3,36; p=0,02), nyeri (3,80 ± 1,01; p=0,00), kekakuan (1,85 ± 0,75; p=0,00) dan domain fungsi fisik (15,65 ± 2,54; p=0,00) di hari ketiga pengobatan. Sebaliknya kelompok kontrol hanya signifikan menurunkan intensitas nyeri (7,60 ± 1,73; p=0,00) yang dialami pasien. Jadi kombinasi pengobatan konvensional dan pijat dengan minyak esensial cengkeh meningkatkan status fungsional pasien OA
Pengaruh Konsentrasi Xanthan Gum (1,5% dan 2%) terhadap Karakteristik Fisika dan Kimia Sereal Daun Kelor dengan Pengisi Susu Soya dan Susu Skim
Daun kelor potensial dikembangkan menjadi produk nutraseutikal dalam bentuk sereal. Granul sereal daun kelor diformulasikan menggunakan suspending agent xanthan gum dan kombinasi pengisi susu soya-susu skim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perbedaan konsentrasi xanthan gum 1,5% (F1) dan 2% (F2) terhadap karakteristik fisika dan kimia sereal daun kelor. Metode yang digunakan dalam pembuatan granul sereal daun kelor adalah granulasi basah. Hasil evaluasi karakteristik granul menunjukkan kedua formula granul berwarna hijau tua, rasa manis, dan aroma melon. Granul dapat mengalir dengan baik ditinjau dari nilai Rasio Hausner dan indeks kompresibilitas formula 1 dan 2 yaitu 1,09 ± 0,10 dan 11,52 ± 3,81% serta 1,13 ± 0,07 dan 11,19 ± 5,64%. Kandungan lembab granul juga memenuhi persyaratan yaitu 2,64 ± 0,43% pada formula 1 dan 2,84 ± 0,28% pada formula 2. Setelah rekonstitusi, granul sereal terdispersi dalam bentuk suspensi halus berwarna hijau kecoklatan, rasa manis, dan aroma melon. Peningkatan konsentrasi xanthan gum pada formula 2 berpengaruh signifikan terhadap peningkatan waktu dispersi dan viskositas dibandingkan formula 1. Waktu dispersi formula 1 dan 2 masing-masing adalah 8,44 dan 9,17 detik, sedangkan viskositas formula 1 dan 2 adalah 136,93 dan 275,58 cps. Konsentrasi xanthan gum yang lebih tinggi pada formula 2 menghasilkan volume sedimentasi yang lebih tinggi (F=1) dan stabilitas dispersi yang lebih baik dibandingkan formula 1 (F<1)