University of Surabaya Journal
Not a member yet
    4058 research outputs found

    BISNIS ONLINE: PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP LAYANAN ONLINE FOOD DELIVERY

    Get PDF
    This research studies the factors that influence consumers in using online food delivery services. The variables used are Time Saving Orientation, Price Saving Orientation, and Behavior Intention to OFD Services. The questionnaire is used in the data collectionprocess. Questions in this study were published online and offline. Online distribution is done through Google Form and offline distribution is done by distributing it to students of the University of Surabaya. A total of 208 valid questionnaires were collected to besubmitted using Structural Equation Modeling (SEM) data processing with SmartPLS software. Time Saving Orientation and Price Saving Orientation have positive and significant effect on Behavior Intention Towards OFD Services which support t-statisticsof 3,562 & 3,272 and P-Values of 0,000. The more culinary entrepreneurs who use e-commerce, the more transactions will occur, so it will increase the GRDP which will ultimately increase economic growth

    MIGRASI DAN RESIKO KERJA SELAMA COVID-19: STUDI KASUS PEKERJA MIGRAN INDONESIA DI TAIWAN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Migrasi dan Risiko Kerja selama COVID-19, COVID-19 mengakibatkan munculnya isu ketimpangan dan ketidakadilan di masyarakat. Di antara yang paling terpukul oleh pandemi ini adalah jutaan pekerja migran. Pandemi ini menyebabkan kesenjangan yang semakin lebar dalam perlakuan terhadap pekerja bergaji rendah dan berketerampilan rendah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kualitatfif deskriptif yang dimana dalam pengambilan data menggunakan Puposive sampling yang dilanjutkan dengan wawancara semi terstruktur dengan pertanyaan utama bagaimana tenaga kerja migran dalam kondisi pandemi. Penelitian ini hanya berfokus pada Agen Indonesia, Tenaga Kerja yang siap dan calon TKI. Hasil penelitian ini adalah COVID-19 menyebabkan menumpuknya ketersediaan tenaga kerja pada Agen Indonesia dan tidak bisa diberangkatkan, karena tidak adanya kepastian dari pemerintah indonesia selama tahun 2020 dan 2021 yang menyebabkan Agen Indonesia melakukan pentupan pendaftaran bagi calon TKI yang ingin mendaftar

    Pelayanan Kesehatan pada Warga Lanjut Usia

    Get PDF
    Abstract—One of the impacts of the national developmental success is life expectancy (UHH) that becomes more increasing which results in an increasing number of elderly. To improve the health status and life quality of the elderly, the government should be obliged to provide facilities of health care and facilitate the elderly group so that they can develop properly, to create a productive and independent elderly. In this regard, the government is developing an elderly health center so that health services that are holistic and adequate, as well as emphasizing the proactive, courteous, cross-sectoral collaboration, ease of the process, and appropriateness of service standards, can be obtained by the elderly. Promotive and preventive services can be done through the involvement and active participation of the community in the form of elderly posyandu that comes from the puskesmas or arises from the aspirations of the community itself. With adequate health services for the elderly, it is expected that improvements in the health status and quality of life of the elderly can be achieved, so that the elderly have an efficient and happy old age following their existence, in their lives together with family and community. Keywords: community, elderly, health care Abstrak—Salah satu dampak dari kesuksesan pembangunan nasional adalah Usia Harapan Hidup (UHH) yang makin meningkat yang berakibat pada jumlah lansia yang makin meningkat pula. Demi tercapainya peningkatan status kesehatan dan kualitas hidup lansia, maka seyogyanyalah pemerintah berkewajiban menyediakan sarana pelayanan kesehatan serta melakukan fasilitasi pada kelompok lansia agar dapat berkembang dengan baik, sehingga dapat tercipta lansia yang mandiri dan produktif. Sehubungan hal tersebut, maka pemerintah mengembangkan puskesmas lansia agar pelayanan kesehatan yang sifatnya holistik dan memadai, serta menekankan pada unsur proaktif, santun, kerjasama lintas sektor, kemudahan proses dan kesesuaian standar pelayanan, dapat diperoleh para lansia. Pelayanan promotif maupun preventif dapat dilakukan melalui keterlibatan dan partisipasi aktif masyarakat berupa posyandu lansia yang berasal dari puskesmas atau timbul dari aspirasi masyarakat itu sendiri. Dengan adanya pelayanan kesehatan yang memadai bagi para lansia, diharapkan peningkatan status kesehatan dan kualitas hidup lansia dapat tercapai, sehingga lansia memiliki hari tua yang berdaya guna dan juga bahagia sesuai dengan keberadaannya, dalam kehidupannya bersama dengan keluarga dan masyarakat. Kata kunci: lansia, masyarakat, pelayanan kesehata

    Perancangan Kontroler Pointing Antena Yagi pada Frekuensi Radio Berbasis Mikrokontroler

    Get PDF
    Abstrak--Pada sistem komunikasi nirkabel yang menggunakan antena, arah antena pusat memegang peranan penting. Hal ini dikarenakan penyimpangan arah antena mempengaruhi kinerja komunikasi. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah proses pointing untuk mendapatkan arah antena yang lebih baik. Pada Tugas Akhir ini penulis merancang kontroler pointing antena untuk memudahkan proses pointing dan menguji ketepatan pointing dengan parameter yang dapat diukur. Perancangan tersebut diimplementasikan di gedung Fakultas Teknik Universitas Surabaya. Perancangan tersebut mampu melakukan pointing ke arah target pointing berdasarkan nilai masukkan koordinat geografis dan nilai tekanan udara yang dikonversi menjadi nilai azimut dan elevasi. Perancangan alat pointing ini terdiri dari empat komponen utama, yakni modul komunikasi, desain antena, motor servo, dan mikrokontroler. Fokus Tugas Akhir ini adalah merancang alat pointing berdasarkan keempat komponen utama serta menguji ketepatan alat pointing berdasarkan parameter gerak kontroler dan sinyal daya terima. Pengerjaan dibagi menjadi dua belas tahap: konsep desain alat pointing keseluruhan, perancangan modul komunikasi, perancangan motor servo, desain rangkaian mikrokontroler, konsep komunikasi modul komunikasi, konsep desain antena Yagi, penggabungan antena Yagi dengan alat pointing, kalibrasi motor servo setelah diberi beban alat pointing, desain user interface, perancangan target pointing, perhitungan waktu pemakaian maksimum baterai, dan desain akhir alat pointing dan target pointing. Pengujian meliputi uji antena, uji gerak kontroler, uji sinyal daya terima, uji user interface, dan uji transceiver. Hasil menunjukkan parameter antena yang didapatkan berupa SWR 1.33, kuat sinyal ±12 dB, dan beamwidth ±62°. Kontroler azimut memiliki error rate gerak 1°. Nilai sinyal daya terbaik didapatkan -88 dB pada spreading factor 7 dan bandwidth 500 kHz. Uji data sensor menggunakan modul sensor BMP280 pada Tugas Akhir ini memiliki error rate sebesar ±2 °C.Kata kunci: alat pointing, RSSI, gerak kontroler, antena yagi, servo Abstract--Wireless communication systems that use antennas, the direction of the central antenna plays an important role. This is because antenna deviations affect the communication performance. Therefore, we need a pointing process to get a better antenna direction. In this Final Project, the author designed the antenna pointing controller to facilitate the pointing process and test the accuracy of pointing with parameters that can be measured. The design was implemented at Faculty of Engineering building, Surabaya university. The design is able to do pointing in the direction of target pointing based on geographic coordinate input values and air pressure values that are converted to azimuth and elevation values. The design of this pointing tool consists of four main components, namely the communication module, antenna design, servo motor, and microcontroller. The focus of this Final Project is to design a pointing tool based on the four main components and test the accuracy of the pointing tool based on the controller motion parameters and the received power signal. Workmanship is divided into twelve stages: overall pointing tool design concept, communication module design, servo motor design, microcontroller circuit design, communication module communication concept, Yagi antenna design concept, merging of Yagi antenna with pointing tool, servo motor calibration after pointing load , user interface design, target pointing design, calculation of maximum battery usage time, and final design of pointing and target pointing tools. The tests include antenna test, controller motion test, received signal test, user interface test, and transceiver test. The results showed that the antenna parameters obtained were SWR 1.33, signal strength ± 12 dB, and beamwidth ± 62°. The azimuth controller has a motion error rate of 1°. The best power signal values obtained -88 dB at spreading factor 7 and bandwidth of 500 kHz. Sensor data test using BMP280 sensor module in this Final Project has an error rate of ± 2 °C.Keywords: pointing device, RSSI, motion controller, yagi antenna, serv

    Partner Relationship Management Architecture Design For SME During Pandemic Era

    Get PDF
    Abstract—The pandemic situation encourages every business, including small and medium scale, to transform towards an online business. This is done to be able to continue to reach customers and carry out existing business processes well. However, with the reduction or disappearance of face-to-face meetings, the quality of the relationship decreases both on the customer and business partner side. This research focuses on the relationship with business partners, where the exchange of information and data is not optimal in this section, and even errors can occur. Many studies have tried to optimize relationship management with business partners, but none have focused on small and medium-sized businesses during this pandemic. SME's need to manage their business relationships. However, according to research that has been done, many of these business models do not realize the importance of this, and only focus on selling.. This research aims to design PRM architecture designs for small and medium-scale enterprises in this pandemic era. This research resulted in an e-marketplace design that implements PRM for SMEs by applying a recommendation system for distributors to provide the right product to each reseller. Through the results of initial trials conducted by users, both from distributors and resellers, it is easier to understand each other's needs with this e-marketplace. Keywords: SMEs, PRM, channel management, recommendation system, pandemic   Abstrak—Situasi pandemi mendorong setiap bisnis, termasuk skala kecil dan menengah, untuk bertransformasi menuju bisnis online. Hal ini dilakukan untuk dapat terus menjangkau pelanggan dan menjalankan proses bisnis yang ada dengan baik. Namun, dengan berkurangnya atau hilangnya pertemuan tatap muka, kualitas hubungan menurun baik di sisi pelanggan maupun mitra bisnis. Penelitian ini berfokus pada hubungan dengan mitra bisnis, dimana pertukaran informasi dan data tidak optimal pada bagian ini, bahkan kesalahan dapat terjadi. Banyak penelitian telah mencoba mengoptimalkan manajemen hubungan dengan mitra bisnis, tetapi tidak ada yang fokus pada usaha kecil dan menengah selama pandemi ini. Padahal sebenarnya SME pun sangat perlu mengelola relasi bisnisnya. Namun menurut riset yang pernah dilakukan, bisnis model ini banyak yang belum menyadari pentingnya hal tersebut, dan hanya fokus pada menjual. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain arsitektur PRM untuk usaha kecil dan menengah di era pandemi ini. Penelitian ini menghasilkan desain e-marketplace yang mengimplementasikan PRM untuk UKM dengan menerapkan sistem rekomendasi bagi distributor untuk menyediakan produk yang tepat untuk setiap reseller. Melalui hasil uji coba awal yang dilakukan oleh pengguna, baik dari pihak distributor maupun reseller menjadi dimudahkan untuk lebih saling memahami kebutuhan masing-masing dengan adanya e-marketplace ini. Kata kunci: SMEs, PRM, channel management, sistem rekomendasi, pandemi &nbsp

    PENGARUH AIRLINE QUALITY TERHADAP CUSTOMER SATISFACTION MASKAPAI PENERBANGAN CITILINK DI BANDARA JUANDA SURABAYA

    No full text
    Abstract — This study aims to prove the influence of Airline Quality (airline tangible, terminal tangible, personnel services, empathy, and airline image) to customer satisfaction on Citilink Airlines at Juanda Airport in Surabaya. This type of research is basic research that is included in the type of casual research. Respondents in this study amounted to 150 people. The Analysis in this research using a model of SEM (Structural Equation Modeling) and processed by SPSS Software 25.0 for windows and AMOS 22.0 for Windows for testing model of Measurement and Structural. The results of this research indicate that the five hypotheses were supported and positive significantly influenced customer satisfaction. Keywords: Airline Quality, Customer Satisfaction, Airline Industry, Service Quality Abstrak— Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh dimensi Airline Quality (airline tangible, terminal tangible, personnel services, empathy, dan airline image) terhadap customer satisfaction Penumpang Maskapai Penerbangan Citilink di Bandara Juanda Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian basic research yang termasuk dalam tipe penelitian kausal. Responden dalam penelitian ini berjumlah 150 orang. Analisis dalam penelitian ini menggunakan SEM (Structural Equation Modeling) dan diolah menggunakan software SPSS versi 25.0 for windows serta AMOS versi 22.0 for Windows. pada penelitian ini menunjukan bahwa kelima hipotesis terdukung dan berpengaruh positif secara signifikan terhadap customer satisfaction. Kata kunci: Airline Quality, Customer Satisfaction, Airline Industry, Service Qualit

    Review: Pemanfaatan Teknik Kemometrika Pengenalan Pola Pada Analisis Kuantitatif Senyawa Obat Kombinasi Tanpa Tahap Pemisahan

    Get PDF
    Penjaminan mutu produk obat kombinasi salah satunya dilakukan melalui analisis kuantitatif. Teknik kemometrika menjadi salah satu alternatif pilihan pengenalan pola pada analisis kuantitatif senyawa obat kombinasi tanpa tahap pemisahan yang mudah diterapkan, sensitif, dan cukup terjangkau. Keunggulan teknik kemometrika seperti ini telah dibuktikan pada berbagai penelitian yang relevan. Tujuan artikel review ini adalah untuk mengetahui lebih lanjut pemanfaatan teknik kemometrika pengenalan pola pada analisis kuantitatif senyawa obat kombinasi tanpa tahap pemisahan. Penyusunan artikel review ini menggunakan metode penelusuran literatur ilmiah primer terbitan sepuluh tahun terakhir pada rentang 2011 hingga 2021. Hasilnya menunjukkan bahwa teknik kemometrika yang paling banyak diaplikasikan adalah PLS 78,95% dengan instrumen tanpa tahap pemisahan yang paling banyak digunakan sebagai kombinasinya adalah spektrofotometer UV-Vis 84,21%. Selain itu, campuran obat dari dua senyawa 71,05% pada berbagai golongan obat menjadi jumlah campuran yang paling banyak dianalisa dengan kombinasi teknik kemometrika dan instrumen analisis

    Subjective Well-Being of Indonesian Children: A Perspective of Material Well-Being [Kesejahteraan Subjektif Anak Indonesia: Sebuah Perspektif Kesejahteraan Materi]

    Get PDF
    This study aims to explain the subjective well-being of Indonesian children in terms of material well-being. Indonesia is still considered a developing country, and several studies reveal the correlation between economic status and subjective well-being of adults. However, only a very limited number of studies focus on Indonesian children’s material well-being from their own perspective. This study used data from the third wave of the Children’s Worlds survey conducted in Indonesia. The sample (N = 14,576; 49.35% boys; 50.65% girls) was composed of children aged 10 years and 12 years. Subjective well-being (SWB) was measured using the Children’s Worlds Subjective Well-Being Scale (CW-SWBS) and a single-item Overall Life Satisfaction (OLS) scale. Material well-being was measured using family economic status, material deprivation, frequency of being worried about family’s money situation, and frequency of having enough food to eat each day. Data were analyzed using descriptive statistics. Cummins’ theory of subjective well-being (SWB) was used to explain the results. Results showed that children from families with high economic status who reported no material deprivation, never worrying about the family’s money, and always having enough food to eat each day displayed higher subjective well-being (SWB) mean scores on both subjective well-being (SWB) scales compared to children in families from middle and lower economic status. However, children from middle and lower economic status showed rather high subjective well-being (SWB) scores, suggesting that children are able to maintain positive feelings about themselves and their level of subjective well-being (SWB) despite belonging to a less fortunate economic situation. These results will hopefully encourage Indonesian scholars and researchers to elaborate deeper in future studies. Penelitian ini bertujuan menjelaskan kesejahteraan subjektif (subjective well-being; SWB) anak Indonesia terkait kesejahteraan materi. Indonesia masih dikategorikan sebagai negara berkembang, dan beberapa penelitian terdahulu mengungkapkan korelasi antara status ekonomi dan kesejahteraan subjektif orang dewasa. Namun, studi yang memfokuskan pada kesejahteraan materi anak Indonesia dari perspektif mereka sendiri masih sangat terbatas. Studi ini menggunakan data dari survei Children’s Worlds gelombang ketiga yang dilakukan di Indonesia. Sampel penelitian terdiri dari anak-anak usia 10 tahun dan 12 tahun (N = 14.576; 49,35% laki-laki; 50,65% perempuan). Kesejahteraan subjektif diukur dengan menggunakan dua skala: Children’s Worlds Subjective Well-Being Scale (CW-SWBS) dan Overall Life Satisfaction (OLS) dengan butir pertanyaan tunggal. Kesejahteraan materi diukur berdasarkan dimensi status ekonomi keluarga, kekurangan materi, frekuensi kekhawatiran tentang situasi keuangan keluarga, dan frekuensi ketersediaan makanan untuk dikonsumsi setiap hari. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Teori Cummins tentang kesejahteraan subjektif digunakan untuk menjelaskan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dari keluarga dengan status ekonomi tinggi yang tidak melaporkan kekurangan materi, tidak pernah khawatir tentang keuangan keluarga, dan selalu memiliki cukup makanan untuk dikonsumsi setiap hari menunjukkan skor rata-rata kesejahteraan subjektif yang lebih tinggi pada dua skala kesejahteraan subjektif dibandingkan anak-anak dari keluarga dengan status ekonomi menengah dan rendah. Namun, anak-anak dari status ekonomi menengah dan rendah menunjukkan skor kesejahteraan subjektif yang relatif tinggi, yang mengungkapkan bahwa anak-anak dapat menjaga perasaan positif tentang diri mereka sendiri dan tingkat kesejahteraan subjektifnya meskipun tergolong ke dalam status ekonomi yang kurang mapan. Hasil penelitian diharapkan dapat mendorong para ilmwuan dan peneliti di Indonesia untuk lebih mendalami fenomena ini pada studi-studi selanjutnya

    CAPITAL AND MARKET: BAGAIMANA MENINGKATKAN PRODUKSI “BIHUN KUNTUL”

    Get PDF
    Vermicelli is a type of food originating from China, vermicelli are white noodles made from processed rice flour. Kuntul vermicelli is a rice vermicelli produced by company Gizi Pangan Nusantara. There is an increasing demand for vermicelli but the production quantity is difficult to increase, this problem can be caused by several factors, therefore the researcher will explore the factors that can affect the production of Kuntul vermicelli. The purpose of this study is to determine the factors that can affect Kuntul vermicelli production to increase the quantity of Kuntul vermicelli that can be produced. Respondents in this study are vermicelli companies registered on the website of the ministry of industry. The number of samples used was 50 respondents. The research approach was carried out quantitatively by using exploratory factor analysis method. The data collection method used a questionnaire based on 4 variables which are thought to be factors that influence the production of Kuntul vermicelli. The results of this study indicate that there are 2 factors that are formed, namely factor 1 consists of personal capital and the amount of market demand while factor 2 consists of business condition after adding capital and raw material inventory

    STRATEGI BERTAHAN INDUSTRI BATIK DI KAMPOENG BATIK LAWEYAN SAAT PANDEMI COVID-19 2021

    Get PDF
    Pandemi COVID-19 memberikan dampak bagi perekonomian Indonesia. Kampoeng Batik Laweyan sebagai salah satu pusat industri batik Indonesia juga merasakan dampak dari pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami cara atau solusi yang dilakukan pemilik usaha batik untuk mempertahankan usahanya. Penelitian ini merupakan penelitian interpretatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari hasil wawancara dan data-data sekunder terkait. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi bertahan yang dilakukan meliputi penurunan harga produk, melakukan inovasi produk, sistem pemesanan (by order), promosi, menjaga etika dalam berbisnis, dan meningkatkan kualitas produk. Melalui hasil penelitian ini dapat membantu para pemilik usaha batik menemukan solusi yang tepat untuk menjaga usaha bisnis tetap bertahan dan eksis di tengah pandemi COVID-19 ini

    3,850

    full texts

    4,058

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    University of Surabaya Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇