University of Surabaya Journal
Not a member yet
    4058 research outputs found

    Inisiasi Bibit Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) melalui Teknik Kultur In vitro

    Get PDF
    Abstract— Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) is one of the Indonesian spices that is not easy to be cultivated outside its natural habitat because it requires lower temperatures for its growth. This research aimed to determine the culture technique of andaliman plants using in vitro tissue culture techniques to solve the difficulties of plant cultivation outside its natural habitat. The explants used are seeds and nodal segments. Using seeds, methods were divided into seeds collection and sterilization and initiation. Methods using nodal segments explants were divided into sample collection, nodal sterilization, initiation, and shoot multiplication. Seed sterilization using 60 °C water which was replaced every six hours had lower contamination rate compared to other methods. Unfortunately, seeds germination and dormancy breaking were not exhibited in this research. Nodal segment sterilization using 0,1% (b/v) mercury chloride (HgCl2) exposed for seven minutes and addition of 100 IU mL-1 nystatin showed fewer contaminations. Multiplication using Murashige-Skoog (MS) media with addition of 1 ppm NAA and 5 ppm BAP (MSN1B5) produced nine shoots and produced callus. Overall, both explant sterilizations were successful, but it was recommended to use nodal segments as the explant due to success in producing andaliman plantlet in vitro.  Keywords: andaliman, HgCl2, nystatin, plant tissue culture, woody plant medium   Abstrak— Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) adalah salah satu rempah Indonesia yang sulit untuk dibudidayakan di luar habitat aslinya karena membutuhkan suhu rendah untuk pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan teknik perbanyakan tanaman andaliman menggunakan teknik kultur jaringan secara in vitro dengan memperhatikan beberapa faktor seperti larutan sterilisasi yang digunakan dan zat pengatur tumbuh (ZPT) yang diberikan. Eksplan yang digunakan adalah biji dan nodus. Metode penelitian dengan eksplan biji meliputi koleksi buah, germinasi, dan inisiasi eksplan. Metode penelitian dengan eksplan nodus dibagi menjadi koleksi bibit, inisiasi nodus, dan multiplikasi nodus. Sterilisasi permukaan biji menggunakan air hangat bersuhu 60 °C yang diganti setiap enam jam memiliki tingkat kontaminasi yang paling rendah dibandingkan dengan metode lainnya, tetapi germinasi dan pemecahan dormansi tidak terjadi pada penelitian ini. Sterilisasi permukaan nodus menggunakan larutan merkuri klorida (HgCl2) 0,1% (b/v) dengan durasi perendaman selama tujuh menit dan 100 IU mL-1 nistatin pada media menunjukkan tingkat kontaminasi yang lebih rendah. Multiplikasi menggunakan media Murashige-Skoog dengan penambahan 1 ppm NAA dan 5 ppm BAP (MSN1B5) menghasilkan organ tunas dalam jumlah yang paling banyak yaitu sebanyak sembilan tunas dan terbentuk kalus. Secara keseluruhan, sterilisasi kedua eksplan berhasil dilakukan, tetapi lebih disarankan menggunakan eksplan nodus karena dapat menghasilkan tunas andaliman secara in vitro. Kata kunci: andaliman, HgCl2, kultur Jaringan tanaman, nistatin, woody plant medium &nbsp

    The Relationship Between Peer Social Support and Academic Stress Among University Students During the COVID-19 Pandemic: [Hubungan Antara Dukungan Sosial Teman Sebaya dan Stres Akademik Mahasiswa Selama Pandemi COVID-19]

    Get PDF
    The sudden transition of the learning environment during the COVID-19 pandemic brings many challenges for university students, potentially leading them to experience higher levels of academic stress. Previous studies have found that peer social support is beneficial to help students deal with academic stress. Therefore, this study aims to find the relationship between peer social support and academic stress among university students during online learning. Peer Social Support Scale and Academic Stress Scale were used as instruments for data collection. A total of 230 undergraduate students from 14 universities in Yogyakarta, Indonesia participated in the study. The participants were students who currently or had attended lecture(s) in the time of learning transformation from physical (face-to-face) to virtual (distance) environment due to social restrictions. A simple linear regression technique was applied to evaluate academic stress as a function of peer social support. This study found that students who receive peer social support experienced lower levels of academic stress during online learning. Further suggestions for students, educational practitioners, and educational institutions were also discussed.   Perubahan lingkungan belajar yang tiba-tiba selama pandemi COVID-19 menyebabkan banyak tantangan untuk mahasiswa, dan berpotensi meningkatkan tingkat stres akademik. Sejumlah studi terdahulu menemukan bahwa dukungan sosial teman sebaya berperan membantu mahasiswa mengatasi stres akademik. Maka dari itu, studi ini bertujuan untuk mencari hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dan stres akademik pada mahasiswa selama pembelajaran daring. Peer Social Support Scale dan Academic Stress Scale digunakan untuk pengambilan data. Terdapat total 230 mahasiswa dari 14 universitas di Yogyakarta, Indonesia yang berpartisipasi dalam studi. Partisipan adalah mahasiswa aktif yang sedang atau pernah mengikuti perkuliahan selama transisi proses belajar dari pembelajaran tatap muka ke pembelajaran virtual akibat pembatasan sosial. Analisis regresi linear sederhana digunakan untuk mengkaji stres akademik sebagai fungsi dari dukungan sosial teman sebaya. Studi ini menemukan bahwa mahasiswa yang mendapatkan dukungan sosial teman sebaya akan mengalami tingkat stres akademik yang lebih rendah selama pembelajaran daring. Studi ini juga mendiskusikan saran lebih lanjut yang diharapkan dapat berguna untuk mahasiswa, praktisi pendidikan, dan institusi pendidikan

    Not to Instantly Increase Manuscript Quantity, but to Accelerate Breakthroughs in Psychology: The Essence of Letter to the Editor (LtE): [Bukan Untuk Meningkatkan Kuantitas Naskah Secara Instan, Melainkan Mengakselerasi Terobosan di Bidang Ilmu Psikologi: Intisari Surat Kepada Editor]

    Get PDF
    In the field of psychology, we witness and experience rapid development of ideas about humans, especially in the era of the Industrial Revolution 4.0, where psychology will accept the influence of cybernetic ideas. As a researcher in psychology who is diligent in observing human behavior, repeatedly in our minds, various "hypotheses" about the dynamics of human behavior complexes emerge. Especially in Indonesia, the fertile place where the complex dynamics is wrapped in cultural diversity. It is urgent to publish these “hypothetical thoughts” - also a response to the results of peer studies - in a solid, communicative, and persuasive form; so that it can be followed up by peers with pleasure. This is one of the pathways for the development of psychological science which, honestly and regretfully, is still rare by scientific journals of psychology in Indonesia. The way we communicate psychological science, thus, is no longer "accommodated" by one or two forms of scientific publications, such as original articles or reviews (both narrative and systematic). The world of Indonesian scientific publications can learn from the world of journalistic publications that have already accustomed to the communication between the "citizens" of the media. As an example is The Jakarta Post which has a specific rubric for Letter to Editor (LtE) which is very passionate. Hans Selye once wrote one of the legendary Letter to Editors (LtEs), and that letter opened the way for scientific studies on stress. Therefore, ANIMA Indonesian Psychological Journal encourages the readers to send their extraordinary ideas through Letter to Editor (LtE). Following up on this invitation, we will hold activities and develop supporting products. The existence of training, assistance, and guidelines for writing Letter to Editor (LtE) is expected to foster Letter to Editor (LtE) writing habits as an alternative to quality publications, and not as a new variant of academic integrity deviations.   Di bidang psikologi, kita menyaksikan dan mengalami perkembangan pesat gagasan tentang manusia, terutama di era Revolusi Industri 4,0, ketika psikologi akan menerima pengaruh gagasan sibernetika. Sebagai peneliti psikologi yang tekun mengamati perilaku manusia, tentu berulang kali terbesit dalam benak kita, berbagai “hipotesis” tentang dinamika kompleks perilaku manusia. Terutama di Indonesia, tempat subur di mana dinamika kompleks itu dibalut dengan keanekaragaman budaya hidup. Sangat mendesak untuk menerbitkan sejumlah “besit hipotetis” itu - juga respons terhadap hasil studi sejawat - dalam bentuk yang padat, komunikatif, dan persuasif; sehingga dapat ditindaklanjuti para sejawat dengan senang hati. Inilah salah satu jalur pengembangan sains psikologi yang, secara jujur dan menyesal, masih langka ditapaki oleh jurnal ilmiah psikologi di Indonesia. Cara kita mengkomunikasikan sains psikologi, dengan demikian, tidak memadai lagi "ditampung" oleh satu atau dua bentuk publikasi ilmiah, seperti artikel orisinal atau reviu (baik naratif maupun sistematik). Dunia publikasi ilmiah Indonesia dapat belajar dari dunia publikasi jurnalistik yang telah lebih dahulu membiasakan kekomunikatifan antar-"warga" media tersebut. Sebagai contoh adalah The Jakarta Post yang memiliki rubrik spesifik Letter to Editor (LtE) yang sangat bergairah. Hans Selye pernah menulis salah satu Letter to Editor (LtE) yang legendaris, dan suratnya membuka jalan bagi studi ilmiah tentang stres. Maka dari itu, ANIMA Indonesian Psychological Journal mendorong pembaca untuk mengirimkan ide luar biasa mereka melalui Letter to Editor (LtE). Menindaklanjuti undangan ini, kami akan menyelenggarakan kegiatan dan mengembangkan produk pendukung. Adanya pelatihan, pendampingan, dan pedoman penulisan Letter to Editor (LtE) diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan penulisan Letter to Editor (LtE) sebagai alternatif publikasi berkualitas, dan bukan sebagai varian baru penyimpangan integritas akademik

    Comparison of Eye Fatigue Incidence Between Male and Female Medical Students with Refraction Error

    Get PDF
    Abstract—Eye fatigue is one of main problems faced by students during their education. The female gender is known to have a higher risk of eyestrain than the male gender.  This study was conducted to analyze the differences in eyestrain event of medical students with refractive error based on gender. This research was an analytic observational study with cross-sectional design. Male and female students with refractive errors, aged 18-20 years old, and willing to participate in the study were included. Eyestrain was measured using Visual Fatigue Score questionnaire in Indonesian. Chi Square analysis was carried out to analyze the differences in eyestrain event of medical student with refractive error based on the gender. Results: There were 117 respondents in this study, which consisted of 57 male students and 57 female students, both were with refractive errors. Of the 117 respondents, 62 respondents experienced with eyestrain, with details of 24 were male students and 38 were female students. Chi Square analysis obtained a P value of 0.001 which means significantly different. In addition to refractive errors, gender is another variable that can affect the event of eyestrain in medical students. Prevention efforts need to be done to overcome this problem.  Keywords: eye fatigue, gender, refraction error, medical student   Abstrak—Kelelahan mata merupakan salah satu masalah utama yang dihadapi mahasiswa selama menjalani pendidikan. Jenis kelamin perempuan diketahui memiliki risiko kelelahan mata yang lebih tinggi daripada jenis kelamin laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kejadian kelelahan mata pada mahasiswa kedokteran dengan gangguan refraksi berbasis gender. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Mahasiswa atau mahasiswi kedokteran dengan gangguan refraksi, berusia 18-20 tahun, dan bersedia mengikuti penelitian dimasukkan ke dalam penelitian. Kelelahan mata diukur dengan menggunakan kuesioner Visual Fatigue Score dalam Bahasa Indonesia. Analisis Chi Square dilakukan untuk menganalisis perbedaan kelelahan mata pada mahasiswa dan mahasiswi kedokteran dengan gangguan refraksi. Responden penelitian ini berjumlah 117 yang terdiri dari 57 mahasiswa dan 57 mahasiswi  dengan gangguan refraksi. Dari 117 responden tersebut, 62 responden mengalami kelelahan mata, dengan rincian 24 adalah mahasiswa dan 38 adalah mahasiswi. Analisis Chi Square didapatkan nilai p= 0,001 yang berarti bermakna signifikan. Selain gangguan refraksi, gender adalah hal yang dapat berpengaruh pada kejadian kelelahan mata pada mahasiswa. Upaya pencegahan perlu dilakukan untuk dapat mengatasi hal tersebut., Kata kunci: kelelahan mata, gender, gangguan refraksi, mahasiswa kedokteran &nbsp

    Kekerasan Seksual oleh Prajurit ditinjau dari KUHP dan KUHPM

    Get PDF
    Abstract—Lewding is part of the crime against decency. In general, the crime of lewding occurs between the opposite sex and the victim of an adult woman or child, but in fact fornication can also occur between the same sex and an adult male as the victim, so it is necessary to know that anyone can be the perpetrator as well as the victim of the crime of lewding. Attemp to criminalize sexual immorality between same-sex adults need to be studied using the Criminal Code. The purpose of this study is to find out the legal arrangements related to the crime of lewding committed by a homosexual according to the Criminal Code. The type of research used in this legal research is normative juridical law research, which is legal research conducted by examining library materials or secondary data as the main source of research. Keywords: lewding, homosexual, criminal act   Abstrak—Percabulan merupakan bagian dari kejahatan terhadap kesusilaan. Pada umumnya tindak pidana percabulan terjadi antara lawan jenis dengan korban perempuan dewasa atau anak, namun pada faktanya percabulan juga dapat terjadi antara sesama jenis dengan laki-laki dewasa sebagai korbannya, sehingga perlu diketahui bahwa siapa saja dapat menjadi pelaku serta korban dari tindak pidana percabulan. Upaya kriminalisasi terhadap pelaku percabulan antar orang dewasa sesama jenis perlu dikaji menggunakan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaturan hukum terkait tindak pidana percabulan yang dilakukan oleh seorang homoseksual menurut KUHP. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian hukum ini adalah penelitian hukum yuridis normatif, yaitu merupakan penelitian hukum yang dilakukan dengan meneliti bahan pustaka atau data sekunder sebagai sumber utama dalam penelitian. Kata kunci: percabulan, homoseksua, tindak pidan

    PERANCANGAN TABLEWARE MENGADAPTASI BUNGKUS MAKANAN TRADISIONAL PINCUK DARI INDONESIA

    Get PDF
    Abstract —This research aims to create a cutlery product that is comfortable when carried in hand, when we eat sometimes there are situations where we don't use a table to place cutlery and of course, we will carry the cutlery in our hands and eat in that position. However, it's a shame that the existing cutlery designs don't have a plan adapted for use in that situation. In the process of solving this problem, the author has an idea to adjust the traditional food packaging, pincuk which has a function similar to the objectives of the research. In the process of conducting this research, the authors also made observations on the forms of cutlery that already existed, the most influential positions of the arms and hand grips when holding an object, and traditional food wrappers. From the results of observations and research that has been carried out, various kinds of model studies can then be made to find the shape and design that best suits the research objectives. The result is a cutlery product that is comfortable to carry in the hand and to eat in that position, but still maintains the existing advantages of cutlery products in general. Keywords: tableware, pincuk, adaptation   Abstrak— Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan suatu produk alat makan yang nyaman saat dibawa di tangan, saat kita makan terkadang ada situasi dimana kita tidak memakai meja untuk meletakkan alat makan dan tentunya kita akan membawa alat makan tersebut di tangan dan makan dalam posisi itu. Namun, sayangnya desain alat-alat makan yang ada tidak memilki desain yang disesuaikan untuk pemakaian dalam situasi tersebut. Dalam proses penyelesain masalah ini penulis memilki sebuah ide untuk mengadaptasi bungkus makanan tradisional pincuk yang memilki fungsi serupa dengan tujuan dari penelitian. Dalam proses penelitian yang dilakukan ini, penulis juga melakukan observasi terhadap bentuk alat makan yang telah ada, posisi lengan dan genggaman tangan yang paling efektik saat menggenggam suatu objek, dan terhadap bungkus makanan tradisional. Dari hasil observasi dan penelitian yang telah dilakukan, kemudian dapat dilakukan pembuatan berbagai macam studi model untuk menemukan bentuk dan desain yang paling sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil akhir merupakan suatu produk alat makan yang nyaman saat dibawa di tangan dan untuk makan dalam posisi tersebut, namun masih tetap menjaga keunggulan yang ada dari produk alat makan pada umumnya. Kata kunci: peralatan makan, pincuk, adaptas

    KEDUDUKAN ANAK ANGKAT TERHADAP HARTA PENINGGALAN ORANG TUA ANGKAT YANG BERASAL DARI HIBAH ORANG TUA BERDASARKAN KOMPILASI HUKUM ISLAM

    Get PDF
    Kedudukan anak angkat dan hak-haknya dalam kewarisan sering menjadi masalah dalam masyarakat. Islam mengaturnya dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI). Jenis penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan statute approach, conceptual approach, dan case approach. Penelitian ini dibatasi dengan permasalahan pengaturan hukum waris Islam terhadap anak angkat dalam Kompilasi Hukum Islam, dan kedudukan anak angkat terhadap harta peninggalan orang tua angkat yang berasal dari hibah orang tua berdasarkan hukum waris Islam. Hasil penelitian menjawab rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bahwa masalah anak angkat menurut Hukum Islam diatur dalam Kompilasi Hukum Islam yang didefinisikan sebagaimana Pasal 171 huruf h. Selanjutnya KHI dijadikan tonggak awal diperbolehkannya pewarisan terhadap anak angkat melalui wasiat wajibah yang juga telah dipergunakan oleh hakim di Pengadilan Agama sebagai dasar dalam menentukan masalah sengketa kewarisan bagi orang yang beragama Islam. Namun begitu dalam KHI juga ditegaskan bahwa tidak ada hubungan yang menyebabkan timbulnya hak dan kewajiban antara anak angkat dengan orang tua angkat kecuali hubungan kasih sayang di antara mereka. Demikian juga tidak ada hak dan kewajiban berkenaan dengan waris mewarisi. Kedudukan anak angkat bukan sebagai ahli waris dari orang tua angkatnya, demikian juga sebaliknya, maka keduanya tidak saling mewaris. KHI menfasilitasi masalah pembagian harta peninggalan orang tua angkat kepada anak angkat tersebut dengan wasiat wajibah yang mendapatkan maksimal 1/3 bagian saja dari seluruh harta peninggalan orang tua angkat, selebihnya dibagikan kepada ahli waris

    Hubungan Pelayanan Farmasi dengan Kepatuhan Pengobatan Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

    Get PDF
    Pelayanan farmasi dibutuhkan untuk mendorong pengobatan yang optimal guna mengurangi resiko kejadian Penyakit Paru Obetruktif Kronik (PPOK). Pelayanan farmasi yang berkualitas mampu meningkatkan kepatuhan pengobatan melalui kepuasan pasien setelah mendapatkan pelayanan yang baik, sehingga mempengaruhi minat pasien dalam menjalankan dan melanjutkan pengobatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis hubungan pelayanan farmasi dengan kepatuhan pengobatan pasien PPOK di RSUD dr. Soeratno Gemolong. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik cross sectional. Teknik sampling menggunakan consecutive sampling agar sesuai kriteria inklusi dalam kurun waktu tertentu. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner dan data rekam medik pasien PPOK rawat inap di RSUD dr. Soeratno Gemolong. Jumlah sampel sebanyak 48 orang pasien PPOK rawat inap. Data dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan kualitas pelayanan farmasi rawat inap RSUD dr. Soeratno Gemolong tergolong baik. Pelayanan farmasi dimensi bukti langsung/fisik (tangible), dimensi ketanggapan (responsiveness), dimensi jaminan kepastian (assurance), dan dimensi kepedulian (emphaty) berhubungan signifikan dengan kepatuhan pengobatan. Kesimpulan, pelayanan farmasi memiliki hubungan dengan kepatuhan pengobatan pasien PPOK di RSUD dr. Soeratno Gemolong dengan korelasi rendah dan arah hubungan yang positif.   Pharmaceutical services are needed to encourage optimal treatment to reduce the risk of COPD. Quality pharmacy services are able to improve treatment adherence through patient satisfaction after getting good service, thus affecting patient interest in carrying out and continuing treatment. The purpose of this study were determining and analyzing the relationship between pharmaceutical services and treatment compliance of COPD patients at RSUD dr. Soeratno Gemolong. This research is a quantitative research with a cross-sectional analytical research design. The sampling technique uses consecutive sampling to fit the inclusion criteria within a certain period of time. Data collection was carried out using questionnaires and medical record data of inpatient COPD patients at RSUD dr. Soeratno Gemolong. The number of samples were 48 inpatient COPD patients. The data was analyzed using univariate, bivariate, and multivariate analyses. The results showed that the quality of inpatient pharmacy services at RSUD dr. Soeratno Gemolong was good. Pharmaceutical services dimensions of direct/physical evidence (tangible), dimensions of responsiveness (responsiveness), dimensions of assurance (assurance), and dimensions of concern (emphaty) were significantly related to treatment adherence. In conclusion, pharmaceutical services have a relationship with treatment compliance of COPD patients at RSUD dr. Soeratno Gemolong with low correlation and positive relationship direction

    Analisis Penggunaan Antibiotik pada Pasien Rawat Inap Dengan Metode Defined Daily Dose

    Get PDF
    Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi bakteri. Penggunaan antibiotik yang kurang tepat dapat memicu resistensi antibiotik yang merupakan masalah terbesar bagi kesehatan manusia. Resistensi antibiotik dapat meningkatkan length of stay (LOS), meningkatkan biaya pengobatan, dan meningkatkan angka mortalitas. Salah satu cara untuk menanggulangi resistensi antibiotik adalah dengan penggunaan antibiotik secara bijak. Metode Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose (ATC/DDD) digunakan untuk menilai kuantitas penggunaan antibiotika. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai DDD dan Drug Utilization (DU) 90% dari antibiotik. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan pengambilan data secara retrospektif yang dilakukan pada Januari 2021-Desember 2021 di Rumah Sakit dr. Soedarso Pontianak. Data dianalisis menggunakan metode DDD dan DU 90%. Kriteria inklusi yaitu pasien rawat inap penyakit dalam dengan diagnosa infeksi yang menggunakan antibiotika. Jumlah sampel didapatkan 37 pasien yang selanjutnya dianalisis menggunakan metode ATC/DDD. Hasil penelitian menunjukkan nilai total DDD pemakaian antibiotika adalah 83,3/100 pasien-hari dengan total length of stay (LOS) pasien adalah 215 hari. Antibiotika dengan nilai DDD paling tinggi adalah seftriakson yaitu 42,3/100 pasien-hari. Antibiotika yang masuk ke dalam segmen DU 90% yaitu seftriakson, levofloksasin, dan metronidazol, sehingga harus dipantau penggunaannya karena berpotensi pada risiko resistensi bakteri terhadap antibiotika.   Antibiotics are drugs used to prevent and treat bacterial infections. Improper use of antibiotics can trigger antibiotic resistance, which is the biggest problem for human health. Antibiotic resistance can increase the length of stay (LOS), increase treatment costs, and increase mortality rates. One way to overcome antibiotic resistance is to use antibiotics wisely. The Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose (ATC/DDD) method is used to assess the quantity of antibiotic use. The purpose of this study was determining the value of DDD and drug utilization (DU) 90% of antibiotics. This study was a cross-sectional study with retrospective data collection conducted in internal January – December 2021 at Dr. Soedarso Pontianak Hospital, and the data was analyzed using the DDD and DU 90% methods. The inclusion criteria were internal medicine inpatients with a diagnosis of infection treated with antibiotics. The number of samples obtained were 37, which were then analyzed using the ATC/DDD method. The results showed that the total value of DDD for antibiotic use was 83.3/100 patients/day and the total length of stay (LOS) of patients was 215 days. Ceftriaxone, with a DDD of 42.3/100 patient-day, had the highest DDD value. Meanwhile, antibiotics that fall into the 90% DU segment were ceftriaxone, ciprofloxacin, and levofloxacin, so their use must be monitored because of the potential risk of bacterial resistance to antibiotics

    Pengaruh Obat Antituberkulosis Kombinasi RHZE Terhadap Peningkatan Kadar Asam Urat

    Get PDF
    Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksius yang diakibatkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pasien tuberkulosis paru memperoleh pengobatan kombinasi obat antituberkulosis (OAT). Pada pengobatan kategori I, pasien mendapatkan kombinasi RHZE pada tahap intensif selama 2 bulan. Adanya obat pirazinamid (Z) dan etambutol (E) dalam regimen terapi berisiko menyebabkan efek samping berupa peningkatan kadar asam urat di dalam darah. Efek samping tersebut dapat menyebabkan problem medis berupa gout maupun gangguan fungsi ginjal. Oleh karena itu, apoteker harus memantau risiko efek samping OAT pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan OAT kombinasi RHZE terhadap kadar asam urat pasien. Penelitian yang dilakukan di Puskesmas Citangkil Kota Cilegon ini merupakan penelitian observasional kohort. Penelitian dilakukan selama bulan April – Juni 2023. Jumlah subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 36 pasien. Pemeriksaan kadar asam urat dilakukan sebelum pasien minum OAT (minggu ke-0) dan minggu ke-4 setelah minum OAT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kadar asam urat pasien laki-laki pada minggu ke-0 dan minggu ke-4 masing-masing sebesar 5,09 ± 0,9 mg/dL dan 12,02 ± 1,59 mg/dL. Sementara itu, pada pasien perempuan masing-masing sebesar 5,06 ± 0,94 mg/dL dan 11,98 ± 1,69 mg/dL. Hasil uji t berpasangan menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik terhadap rerata kadar asam urat pada minggu ke-0 dan ke-4 (p < 0,001). Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa penggunaan OAT RHZE pada pasien tuberkulosis paru selama 4 minggu dapat menyebabkan peningkatan kadar asam urat.   Pulmonary tuberculosis is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis bacteria. Patients with pulmonary tuberculosis undergo combination anti-tuberculosis drug (ATD) therapy. In category I treatment, patients receive a combination of RHZE during the intensive phase for 2 months. The inclusion of pyrazinamide (Z) and ethambutol (E) in the therapy regimen carries the risk of side effects, including an increase in uric acid levels in the bloodstream. These side effects can result in medical issues, such as gout and kidney function disturbances. As a result, it is crucial for pharmacists to monitor the potential side effects of ATD in patients. This study aimed to analyze the impact of RHZE combination ATD use on patients’ uric acid levels. This research was conducted at Citangkil Community Health Center in Cilegon City, and was an observational cohort study started from April to June 2023, involving a total of 36 patients who met the inclusion and exclusion criteria. Uric acid levels were assessed both before patients initiated ATD treatment (week 0) and at week 4 after commencing ATD. The findings indicated that the mean uric acid levels for male patients at week 0 and week 4 were 5.09 ± 0.9 mg/dL and 12.02 ± 1.59 mg/dL, respectively. For female patients, the corresponding levels were 5.06 ± 0.94 mg/dL and 11.98 ± 1.69 mg/dL. Paired t-test results revealed a statistically significant difference in mean uric acid levels between week 0 and week 4 (p < 0.001). In conclusion, the use of RHZE combination ATD in pulmonary tuberculosis patients for 4 weeks could lead to an elevation in uric acid levels

    3,850

    full texts

    4,058

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    University of Surabaya Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇