University of Surabaya Journal
Not a member yet
4058 research outputs found
Sort by
PERTANGGUNGJAWABAN TINDAK PIDANA OLEH KORPORASI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT ATAS PENCEMARAN LIMBAH YANG BERDAMPAK PADA LINGKUNGAN HIDUP DI KABUPATEN PASER
Perusakan lingkungan berupa pencemaran lingkungan akibat kegiatan yang tidak memperhatikan fungsi pelestarian lingkungan dapat merusak ekosistem lingkungan hidup, untuk itu diperlukan usaha yang terpadu untuk mengatasinya. Penelitian dalam penulisan Tesis ini dilakukan melalui penelitian hukum normatif yaitu merupakan penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder. Tindak pidana lingkungan hidup telah diatur dalam UUPLH, unsur-unsur pebuatan pidana dalam UUPLH ialah salah satunya pencemaran dan perusakan lingkungan hidup. Tindak pidana lingkungan hidup di dalam sistem pemidanaan khususnya perusakan lingkungan hidup yang dilakukan oleh korporasi merupakan masalah yang cukup rumit untuk ditanggulangi terutama menyangkut pertanggungjawaban pelaku dalam sistem pemidanaan. Badan hukum atau korporasi diakui sebagai subjek hukum di dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan korporasi dapat dimintakan pertanggungjawaban pidana. Dalam UUPLH telah mengatur mengenai pertanggungjawaban korporasi dalam hal tindakan pencemaran lingkungan hanya saja bentuk pertanggungjawaban yang sering dilakukan sebatas kewajiban untuk membayar ganti rugi dan pencabutan izin pelaksanaan kegiatan korporasi
Karakteristik Japandi untuk Koleksi Citywear for Womenswear and Menswear
Abstract—Inspiration drawn from Japandi's interior design style adjusts the trend forecast from WGSN season Autumn Winter 2023/2024: "Care Culture", is a concept that discusses about comfort, especially indoors. A prolonged pandemic has a negative impact on human psychology. With this problem, Japandi has become a trend as well as a solution. Japandi provides comfort through the elements contained therein. The elements contained in Japandi produce keywords namely comfort, minimalism, elegance, nature, and flexibility. The purpose of this study is to explain the character of the Japandi interior design style through the results of the data obtained. The second is to explain the keywords that taken from the Japandi characteristic. Last, to apply the Japandi feature to collections for menswear and womenswear. Data collection uses literature journals and interviews as a qualitative approach. The interviewee conducted with interior design graduate. Journal of literature used about interiors and Japanese culture about a room. The results of the analysis processed into information data for writers who can interpret keywords that fit into a fashion collection. In realizing a fashion collection, keywords needed through the results of the data obtained. These keywords are the main characteristics of the inspiration used. With the help of keywords, it will make it easier in the process of designing clothes for a collection.
Keywords: minimalist, nature, comfort
Abstrak—Inspirasi yang ditarik dari gaya desain interior “Japandi” menyesuaikan trend forecast WGSN season Autumn.Winter 2023/2024: “Care Culture”, merupakan konsep yang membahas tentang kenyamanan terutama pada dalam ruangan. Pandemi yang berkepanjangan memberikan dampak negatif bagi psikologi manusia. Dengan permasalahan ini Japandi menjadi tren sekaligus solusinya. Japandi memberikan kenyamanan melalui elemen-elemen yang terkandung di dalamnya. Elemen yang terkandung dalam Japandi menghasilkan kata kunci yaitu kenyamanan, minimalis, elegan, alam, dan fleksibel. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menjelaskan karakter yang dimiliki gaya desain interior Japandi melalui hasil data yang diperoleh. Kedua untuk menjelaskan kata kunci yang dapat diambil dari karakteristik Japandi. Terakhir untuk menerapkan karakteristik Japandi terhadap koleksi untuk busana pria dan wanita. Pengumpulan data menggunakan jurnal literatur dan wawancara sebagai pendekatan kualitatif. Narasumber wawancara dilakukan bersama sarjana desain interior. Jurnal literatur yang digunakan seputar interior dan kultur jepang pada sebuah ruangan. Hasil analisa akan diolah menjadi data informasi untuk penulis yang dapat menginterpretasikan kata kunci yang cocok ke dalam suatu koleksi busana. Dalam mewujudkan koleksi busana, kata kunci sangat dibutuhkan melalui hasil data yang diperoleh. Kata kunci ini merupakan karakteristik utama dari inspirasi yang digunakan. Dengan bantuan kata kunci akan mempermudah dalam proses perancangan busana untuk sebuah koleksi.
Kata Kunci: minimalis, alam, nyama
Pembuatan Aplikasi Buku Penghubung pada TK ‘X’
Abstract—Buku Penghubung at TK 'X' is a communication medium between schools and parents regarding the distribution of school announcements, parents' messages to schools, and reporting for non-academic activities at home. Since the pandemic, Buku Penghubung at TK 'X' has undergone a system change from a paper-based to a web-based system. Based on the initial analysis results, it was found that this system was not running effectively because the school and parents often forgot to access the web to get the information they received. The questionnaire results from 30 respondents found that 95% of parent respondents wanted notifications on their mobile phones regarding information from the school, 80% of parents wanted to be able to provide responses to the information provided, 90% of teacher respondents wanted a message feature from parents regarding important matters from students that need attention, and 100% of teachers wanted a feature for parents to be able to report non-academic activities at home with a simple interface design..There is a need to create a mobile-based Buku Penghubung application to overcome this. This research was conducted using the Design Science research method (DSRM), which uses several data collection methods at the completion stage. The validation results show that the majority of users in the form of homeroom teachers and parents of students, feel very helpful with the application developed.
Keywords: information system, administration, non-academic, android
Abstrak—Buku penghubung pada TK ‘X’ merupakan sebuah media komunikasi anatar sekolah dan orang tua siswa terkait distribusi pengumuman sekolah, pesan orang tua untuk sekolah maupun pelaporan kegiatan non akademik di frumah. Sejak pandemi, buku penghubung di TK ‘X’ telah mengalami perubahan sistem, yaitu dari sistem berbasis kertas menjadi sistem berbasis web. Berdasarkan hasil analisis awal didapatkan, bahwa sistem ini kurang berjalan secara efektif, dikarenakan baik pihak sekolah maupun orang tua siswa sering lupa meluangkan waktu untuk mengakses web guna mendapatkan informasi yang diterima. Hasil kuisioner terhadap 30 responden didapatkan bahwa 95% responden orang tua menginginkan adanya notifikasi pada ponsel tentang informasi dari sekolah, 80% orang tua menginginkan dapat memberikan tanggapan kepada informasi yang diberikan, 90% responden guru menginginkan adanya fitur yang pesan dari orang tua tentang hal-hal penting dari siswa yang perlu mendapatkan perhatian, serta 100% guru menginginkan fitur untuk bagi orang tua untuk dapat melaporkan kegiatan non akademik di rumah dengan rancangan antar muka yang sederhana.Terdapat kebutuhan untuk membuat aplikasi buku penghubung berbasis mobile untuk mengatasi hal ini. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian Design Science (DSRM) yang menggunakan beberapa metode pengumpulan data pada tahapan penyelesaiannya. Hasil validasi menunjukkan bahwa mayoritas user yang berupa wali kelas dan orang tua siswa merasa sangat terbantu dengan adanya aplikasi yang dikembangkan.
Kata kunci: sistem informasi, administrasi, buku penghubung, androi
Schwartz’s Values, Perceived Organizational Support (POS), and Work Engagement: The Mediating Role of Work Meaningfulness: [Schwartz’s Values, Perceived Organizational Support (POS), dan Work Engagement: Peran Mediasi dari Work Meaningfulness]
Conditions of the situation after the COVID-19 pandemic have an impact on the phenomenon of employee work engagement. Employees who are accustomed to working from home are asked to adjust to the new work design such as hybrid working. By having values and perceived organizational support (POS), employees who can find work meaningfulness will have higher work engagement in any work design after the COVID-19 pandemic. This study aims to examine the role of work meaningfulness as a mediator in the relationship between perceived organizational support (POS) and values toward work engagement. The data collection was carried out online and involved 220 Indonesian employees who worked in various fields. Study participants were recruited by purposive sampling method. Instruments of this study consist of the Survey of Perceived Organizational Support (SPOS), Portrait Values Questionnaire (PVQ), The Work and Meaning Inventory (WAMI), and Utrecht Work Engagement Scale (UWES). The data analysis in this study utilized the PROCESS mediation analysis. The results showed that work meaningfulness significantly had a mediating effect on perceived organizational support (POS) toward work engagement (β = .743; p < .001). Woek meaningfulness also had a mediating effect on values toward work engagement (β = .581; p < .001). Especially for values, work meaningfulness had a significant mediating effect on self-transcendence (β = .129; p < .01), openness to change (β = .120; p < .05), and conservation (β = .220; p < .01), but has no mediation effect on self-enhancement towards work engagement (β = .108; p > .05). This result confirms that having meaningfulness experience during working would increase the role of situational factors (perceived organizational support [POS]) and individual factor (values) toward work engagement.
Kondisi pasca pandemi COVID-19 berdampak pada fenomena work engagement karyawan di tempat kerja. Karyawan yang terbiasa bekerja dari rumah diminta untuk menyesuaikan diri dengan desain kerja baru yang berupa hybrid working. Dengan memiliki values dan perceived organizational support (POS), karyawan yang dapat menemukan work meaningfulness akan memiliki work engagement yang lebih tinggi pada kondisi desain kerja apapun pasca pandemi COVID-19. Studi ini bertujuan menguji peran work meaningfulness sebagai mediator dalam hubungan antara perceived organizational support (POS) dan values terhadap work engagement. Pengumpulan data studi dilakukan secara daring dengan melibatkan 220 karyawan dari berbagai bidang. Partisipan studi direkrut dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan Survey of Perceived Organizational Support (SPOS), Portrait Values Questionnaire (PVQ), The Work and Meaningful Inventory (WAMI), dan Utrecht Work Engagement Scale (UWES). Analisis data menggunakan uji mediasi PROCESS. Hasil studi menunjukkan bahwa work meaningfulness secara signifikan memiliki efek mediasi pada perceived organizational support (POS) terhadap work engagement (β = 0,743; p < 0,001). Work meaningfulness juga mampu memediasi hubungan antara values dan work engagement (β = 0,581; p < 0,001). Khusus untuk variable values, work meaningfulness memiliki efek mediasi pada dimensi self-trancendence (β = 0,129; p < 0,01), openness to change (β = 0,120; p < 0,05), dan conservation (β = 0,220; p < 0,01) terhadap work engagement, namun pada dimensi self-enhancement, work meaningfulness tidak memiliki efek mediasi dalam hubungan antara self-enhancement terhadap work engagement (β = 0,108; p > 0,05). Hasil tersebut mengkonfirmasi bahwa memiliki pengalaman meaningful selama bekerja dapat meningkatkan peran faktor situasional (perceived organizational support [POS]) dan faktor individual (values) terhadap work engagement
National Resilience in Regards to Drug Problems: The Effects of Perceived Threat and Sense of Coherence: [National Resilience Dalam Masalah Narkoba: Pengaruh Perceived Threat dan Sense of Coherence]
National resilience studies discuss citizens' perceptions on the state's ability to manage and overcome national stressors. National resilience also refers to the population's feelings about the government's ability to manage the country. Drug problem is an important issue due to its potential to be a source of problems harming the state. Therefore, this study aims to describe the condition of national resilience in terms of perceived threat and sense of coherence in the context of drug problems. The participants involved were 315 individuals spread across 14 cities or regencies in West Kalimantan, recruited online with an age range of 18-57 years old (mean = 24.18). Data collection utilized survey by a questionnaire of the study instruments, being: (1) National Resilience Scale Short Version (NR-13); (2) Perceived Threat Measurement Items; dan (3) Sense of Coherence Scale - 13 (SOCS-13). Data analysis utilized multiple hierarchical regression analysis. Results of data processing show that perceived threat and sense of coherence significantly predict national resilience. Participants who feel more threatened by drugs tend to have lower national resilience level. Participants with higher sense of coherence also tend to have higher national resilience as well. From the two variables, perceived threat is stronger in the association with national resilience. This study’s findings show that the population's feelings during the crisis greatly influenced their assessment of the government's ability to overcome the crisis.
Studi national resilience membahas pandangan warga negara terhadap kemampuan negara menghadapi dan mengatasi stresor nasional. National resilience juga merujuk kepada perasaan masyarakat terhadap kemampuan pemerintah mengelola negara. Masalah narkoba merupakan isu penting karena berpotensi menjadi sumber permasalahan yang merugikan negara. Maka dari itu, studi ini bertujuan menggambarkan kondisi national resilience yang ditinjau dari nilai perceived threat dan sense of coherence dalam konteks masalah narkoba. Partisipan studi sebanyak 315 individu yang tersebar di 14 kota atau kabupaten di Kalimantan Barat, yang direkrut secara daring dengan rentang usia 18-57 tahun (mean = 24,18). Pengumpulan data menggunakan metode survei dengan bantuan kuesioner instrumen studi, yaitu: (1) National Resilience Scale Short Version (NR-13); (2) Perceived Threat Measurement Items; dan (3) Sense of Coherence Scale - 13 (SOCS-13). Analisis data menggunakan analisis regresi hierarki berganda. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa perceived threat dan sense of coherence berhasil memprediksi national resilience. Partisipan yang merasa bahwa narkoba sangat mengancam cenderung memiliki tingkat national resilience rendah. Partisipan dengan tingkat sense of coherence tinggi juga cenderung memiliki tingkat national resilience tinggi. Dari kedua variabel tersebut, perceived threat lebih kuat berasosiasi dengan national resilience. Temuan studi ini menunjukkan bahwa perasaan masyarakat semasa krisis sangat berpengaruh terhadap penilaian masyarakat terkait kemampuan pemerintah dalam mengatasi krisis tersebut
Anatomi Jaringan, Identifikasi Mikroskopis, serta Kadar Polifenol Ekstrak Etanol Daun dari Tiga Jenis Jambu Genus Syzygium
Tiga spesies dari genus Syzygium, seperti jambu air (Syzygium aqueum (Burm.f.) Alston), jambu bol (Syzygium malaccense (L.) Merr. & L.M. Perry), dan jambu semarang (Syzygium samarangense (Blume) Merr. & L. M. Perry), telah dimanfaatkan daunnya dalam pengobatan tradisional karena kandungan polifenolnya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari anatomi jaringan, mikroskopis, kadar senyawa fenol, flavonoid, dan tanin ekstrak etanol daun dari tiga jenis jambu tersebut. Daun jambu biji (Psidium guajava) digunakan sebagai pembanding. Anatomi jaringan daun dan identifikasi mikroskopis dilakukan menggunakan mikroskop. Penentuan kadar senyawa pada ekstrak etanol 70% ditentukan dengan metode kolorimetri yang absorbansinya diukur pada spektrofotometer UV- Vis. Anatomi jaringan daun dan fragmen pengenal secara mikroskopis ada kemiripan pada ketiga jenis daun jambu genus Syzygium. Secara statistik, ada perbedaan signifikan antara kadar fenol, flavonoid, dan tanin pada ekstrak etanol 70% daun jambu air, daun jambu bol, dan daun jambu semarang dibandingkan dengan ekstrak etanol 70% daun jambu biji. Daun jambu air merupakan spesiesterpilih dari genus Syzygium yang diuji pada penelitian ini dengan kandungan polifenol yang tinggi.
Leaves of three guava species of the genus Syzygium, such as water apple/jambu air (Syzygium aqueum (Burm.f.) Alston), malay apple/jambu bol (Syzygium malaccense (L.) Merr. & L.M. Perry), and wax apple/jambu Semarang (Syzygium samarangense (Blume) Merr. & L. M. Perry), have been used in traditional medicine because of its polyphenol content. This study aims to investigate the anatomy of leaf tissues, powder microscopical characteristic, and total phenolic, flavonoids, and tannins content in the ethanol extract of the leaves of the three types of selected guava species of the genus Syzygium. Guava leaves (Psidium guajava) were used as a comparison. Leaf tissue anatomy and microscopic identification were carried out using a microscope. Determination of the polyphenol content in 70% ethanol extract was determined by the colorimetric method in which the absorbance was measured on a UV-Vis spectrophotometer. Leaf tissue anatomy and microscopic recognition fragments are similar in the three types of Syzygium guava leaves. Statistically, there were significant differences between the total phenols, flavonoids, and tannins content in the 70% ethanol extract of water apple, Malay apple, and wax apple compared to the 70% ethanol extract of guava leaves. Water apple leaves are selectedspecies from the genus Syzygium tested in this study with high polyphenol content
PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI APOTEK RAHMA KRIAN SIDOARJO
Marketing strategy is a way to achieve goals precisely by fulfilling the needs and desires of consumers through the exchange of goods or services. This study aims to determine the effect of the marketing mix with product, price, place, and promotion variables on patient satisfaction at Apotek Rahma. The type of research used is quantitative observation with a sample of 114 respondents and was conducted at the Rahma Krian Pharmacy Sidoarjo. The data collection technique uses a questionnaire that will be distributed to patients who will come to the pharmacy or who will consult a doctor. The analysis technique uses validity test, reliability test, multiple linear regression test, classical assumption test, and T test (partial), F test (simultaneous). The results showed that product and price variables had no effect on patient satisfaction, but place and promotion had an effect on patient satisfaction. Based on joint or simultaneous test, product, price, place, and promotion variables have a significant effect on patient satisfaction
PENGARUH PERCEIVED DESIRED, VIABILITY, DAN BEHAVIOR CONTROL TERHADAP ENTREPRENEURIAL INTENTION PADA MAHASISWA DI SURABAYA
Young Entrepreneur is an urgent issue for the success of Indonesian society development. Government continues to promotes activities that form Indonesian Young Entrepreneurs, especially qualified community groups which contain students. Young people and students are the future generation which drives economic development in a nation. The government also supporting entrepreneurial activities gradually for the younger generation which indicated in the Kampus Merdeka program. Its goals are accelerating entrepreneurship and restoring the nation’s economy. This study focused on examine deeply regarding variables named Perceived Desired (PD), Perceived Viability (PV), and Perceived Behavior Control (PBC) on students in Surabaya. These variables are examined for Entrepreneurial Intention (EI) and created three hypotheses. By using multiple regression analysis tech, and 208 Surabaya students as the samples (using questionnaires), the result shows three of the hypotheses are accepted. While first hypotheses had negative effect. Further study will be added new variables and larger scope in the objectsPermasalahan para entrepreneur muda yang berada di Indonesia merupakan salah satu persoalan mendesak bagi suksesnya pembangunan dan pemerintah terus menggalakkan kegiatan yang mendukung mendukung terbentuknya para wirausahawan muda di Indonesia. Salah satu kelompok dimasyarakat yang mampu dan berkompeten untuk menjadi wirausahawan adalah para kaum muda termasuk didalamnya adalah mahasiswa. Para kaum muda inilah yang merupakan masa depan dari penggerak perekonomian dan kemajuan suatu bangsa. Pemerintah semakin mendukung kegiatan kewirausahaan pada generasi muda, salah satunya dengan dicetuskannya program Kampus Merdeka yang salah satu tujuannya adalah untuk akselerasi entrepreneurship dan pemulihan ekonomi bangsa. Pengadaan sebuah lapangan pekerjaan yang baru akan terus diusahakan oleh pemerintah, dan para kaum muda inii kedepannya besar harapan dapat bisa membantu mewujudkan usaha pemerintahan salah satunya dengan menjadi seorang wirausahawan. Penelitian ini ingin meneliti lebih lagi mengenai hal-hal apa yang akan mempengaruhi Entrepreneurial Intention yang diliat dari sisi Perceived Desired, Perceived Viability, dan Perceived Behavior Control pada mahasiswa di Surabaya. Rencana dari pengembangan penelitian setelah penelitian ini adalah untuk memperluas jangkauan penelitian yakni pada variabel-variabel yang lain yang mampu mempengaruhi Entrepreneurial Intention yang tidak hanya diliat dari Perceived Desired, Viability, dan Behavior Control saja. Hipotesis penelitian ada 3, memakai teknis analisis regresi berganda, dan menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa Surabaya sejumlah 208 orang. Hasil penelitian menunjukkan dari 3 hipotesis semuanya diterima, namun untuk hipotesis pertama memiliki pengaruh secara negatif. Rencana tindak lanjut penelitian akan ditambahkan variabel baru dan obyek yang lebih beragam
Faktor yang Mempengaruhi Keterlambatan Pra-Rumah Sakit pada Pasien ST Elevation Myocardial Infarction (STEMI) : Kajian Literatur
Abstract—ST-elevation myocardial infarction (STEMI) is a lethal condition. Treatment modality and success mostly depend on time since onset of symptoms. In STEMI, prehospital delay is a significant factor, decreasing likelihood of revascularization and increasing mortality.A greater understanding of the contributing factors may help to reduce delays. This review aimed to map factors associated with prehospital delay in patients with STEMI. We identified patient and transport factors predicting prehospital delay. This review may help the national health management system to identify the factors associated with prehospital delay and it will help in planning interventions to reduce patient delays and to improve the outcome and reduces morbidity and mortality of patients with STEMI.
Keywords: acute myocardial infarction; prehospital delay; risk factors; stemi
Abstrak—ST-elevation mycardial infarction (STEMI) merupakah salah satu penyakit yang mematikan. Keberhasilan pengobatan sebagian besar bergantung pada waktu sejak timbulnya gejala. Pada kasus STEMI, keterlambatan pra-rumah sakit merupakan faktor yang signifikan menurunkan kemungkinan revaskularisasi dan meningkatkan mortalitas pasien. Pemahaman yang baik tentang faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keterlambatan pra-rumah sakit dapat menjadi suatu masukan bagi intervensi untuk mengurangi waktu keterlambatan. Kajian ini bertujuan untuk memetakan faktor yang terkait dengan keterlambatan pra-rumah sakit pada pasien STEMI. Kami mengidentifikasi faktor pasien dan faktor transportasi yang memprediksi keterlambatan pra-rumah sakit. Hasil kajian ini dapat membantu sistem manajemen kesehatan nasional untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang terkait dengan keterlambatan pra-rumah sakit dan ini akan membantu dalam merencanakan intervensi untuk mengurangi keterlambatan pasien dan untuk meningkatkan prognosis serta mengurangi morbiditas dan mortalitas pasien STEMI.
Kata kunci: infark miokard akut; keterlambatan pra-rumah sakit; faktor risiko; stemi
 
Ekstrak Kasar Isolat Bacillus sp Sebagai Agen Peluruh Biofilm
Abstract–Biofilms play an important role in the distribution and pathogenicity of bacteria. In our previous research, we demonstrated that our isolated Bacillus sp. (collection of Microbiology Lab, Universitas Surabaya) exhibited in vitro antibiofilm activity. Bacilli generally produce cellulase, which is one of the enzymes responsible for bacterial biofilm degradation. Based on this fact, this study aimed (1) to determine whether or not the crude extract of our Bacillus sp. isolate is able to degrade biofilms formed by Escherichia coli, Staphylococcus aureus, and water-crane bacteria, and (2) to determine whether such crude extract contains active cellulase. The research steps began with the preparation of Bacillus sp. crude extract, biofilm degradation assay, cellulase activity assay on CMC Agar, and cellulase detection by SDS-PAGE and electrophoresis zymogram. The crude extract of Bacillus sp. effectively degraded the biofilm 30 min after contact. The crude extract decreased biofilms of Escherichia coli 23,56%, Staphylococcus aureus 27,78%, and water-crane bacteria 37,98%. Based on the zymogram result, it was shown that the crude extract contained active cellulase, with a size of approximately 35 kDA. It was concluded that the crude extract of Bacillus sp. has potential as an anti-biofilm agent and exhibits active cellulase activity.
Keywords: Bacillus sp., crude extract, biofilm, SDS-PAGE, zymogram
Abstrak–Biofilm mempunyai peran penting dalam penyebaran dan sifat patogenitas bakteri patogen. Pada penelitian sebelumnya telah dibuktikan bahwa isolat Bacillus sp. (koleksi Laboratorium Mikrobiologi, Universitas Surabaya) mempunyai aktivitas anti-biofilm secara in vitro. Bacillus umumnya menghasilkan selulase sedangkan selulase diketahui dapat meluruhkan biofilm bakteri. Berdasarkan hal di atas, penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui apakah ekstrak kasar isolat Bacillus sp. ini dapat meluruhkan biofilm Escherichia coli dan Staphylococcus aureus, dan bakteri air keran; dan (2) untuk mengetahui apakah dalam ekstrak kasar terdapat selulase. Metode penelitian ini meliputi penyiapan ekstrak kasar sel Bacillus sp., pengujian aktifitas meluruhkan biofilm, uji aktivitas selulase pada Agar CMC, dan analisis keberadaan aktivitas selulase pada ekstrak kasar Bacillus sp. menggunakan SDS-PAGE dan elektroforesis zymogram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ektrak kasar isolat Bacillus sp. bekerja paling baik pada perlakuan 30 menit setelah kontak dengan biofilm bakteri. Pemberian ekstrak kasar dapat menurunkan biofilm Escherichia coli sebesar 23,56%; dan biofilm bakteri Staphylococcus aureus sebesar 27,78%, dan biofilm bakteri air keran sebesar 37,98%. Berdasarkan hasil zymogram, telihat bahwa ekstrak kasar isolat Bacillus sp. memiliki selulase aktif dengan ukuran sekitar 35 kDa. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak kasar isolat Bacillus sp. berpotensi sebagai agen peluruh biofilm dan memiliki selulase aktif.
Kata kunci: Bacillus sp., ekstrak kasar, biofilm, SDS-PAGE, zymogra