Paedagogia : Jurnal Pendidikan
Not a member yet
158 research outputs found
Sort by
ANALISIS NILAI-NILAI TOLERANSI DALAM BUKU “SENANG BELAJAR AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI” DI KELAS IV DAN V SD DI KAB. KARANGANYAR
oleh Rizky Martha Oktavia
Prodi Pendidikan Agama Islam, Pascasarjana, IAIN Surakarta
[email protected]
Abstrak
Kesuksesan pendidikan toleransi melalui pendidikan agama Islam dapat ditopang oleh komponen bahan ajar, misalnya buku “Senang Belajar Agama Islam dan Budi Pekerti” bagi Siswa Kelas IV dan V SD di Kab. Karanganyar. Permasalahannya, bagaimana analisis nilai-nilai toleransi dalam buku tersebut? Tujuan penelitian, yaitu menganalisis nilai-nilai toleransi dalam buku “Senang Belajar Agama Islam dan Budi Pekerti” bagi Siswa Kelas IV dan V SD di Kab. Karanganyar. Dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian pustaka, data penelitian berupa nilai-nilai toleransi diperoleh dari sumber data buku dikumpulkan dengan studi dokumentasi. Keabsahannya diperiksa dengan teknik (1) triangulasi, (2) pengecekan anggota, (3) meningkatkan ketekunan, dan (4) kecukupan bahan. Berdasarkan hasil analisis isi ditemukan nilai-nilai toleransi, yakni 31 nilai toleransi, misalnya (1) tidak menertawakan cara beribadah umat beragama lain, (2) tidak membicarakan kekurangan agama umat beragama lain, (3) tidak mencela aturan beribadah umat beragama lain. Saran kepada penulis buku Pendidikan Agama Islam (PAI) SD, yakni perlu penyebaran nilai toleransi pada setiap bab; guru PAI dan siswa kelas IV dan V SD perlu membaca, bahkan menelusuri nilai toleransi agar dapat diajarkan berkelanjutan; siswa kelas IV dan V SD perlu membaca dan menerapkan nilai toleransi dalam buku dengan berkonsultasi pada orang tua dan guru yang membinanya; kepala SD dapat menjadikan sebaran nilai-nilai toleransi sebagai panduan untuk memilih, menentukan, dan merancang kegiataan sosial kemasyarakatan di sekolah untuk melatih kepekaan siswa menjadi generasi yang toleran.
Kata-kata Kunci: nilai toleransi, budi pekerti, pendidikan
agama Isla
PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI AKADEMIK PADA MTS NEGERI 2 BANGGAI
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kinerja guru di MTS Negeri 2 Banggai Semester 1 Tahun Pelajaran 2018/2019 setelah mengikuti supervisi akademik. Penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah. Subjek penelitian adalah guru di MTS Negeri 2 Banggai yang berjumlah 8 orang guru. Data kinerja guru pada penelitian ini dikumpulkan menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Indikator keberhasilan penelitian ini adalah: apabila rata-rata kinerja guru minimal pada kategori Tinggi, dan ketuntasan klasikal sebesar 90%. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: penerapan supervisi akademik secara efektif dapat meningkatkan kinerja guru di MTS Negeri 2 Banggai Semester 1 Tahun Pelajaran 2018/2019. Hal ini ditunjukkan dari rerata kinerja guru sebelum penelitian sebesar 130,50 berada pada kategori sedang, meningkat pada siklus I menjadi 150,13 berada pada kategori tinggi dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 167 berada pada kategori sangat tingg
HOMESCHOOLING: A FORMULA FOR ESTABLISHING ISLAMIC EDUCATION IN REMOTE COMMUNITIES IN INDONESIA
The disparity in the equality of education in Indonesia, especially in backwoods areas, is one of the problems of education in Indonesia. One of the Government's action in overcoming this gap is by distributing teachers to remote areas of the country. In addition, the government also stipulates several laws and regulations as the formal legality of education in backwoods communities. This study aims to explore the possibility of implementing the homeschool education model (homeschooling) for backwoods communities, as an effort to applied Islamic subject matter and prevail education in Indonesia. This study uses a naturalistic phenomenological approach, using triangulation as one of the data analyzes. The research location is in Hansibong, a backwoods hamlet in the Sojol mountains of ParigiMoutong district, Central Sulawesi. The results of this study found that education in Hansibong is carried out informally within the family. Learning process is held in a traditional way, using very minimal of media, methods and subject matter. The material taught is limited to morality values, reading and writing, arithmetic and the ability to survive in nature. Islamic education in its function as a strengthening of cognitive intelegence, morals, spirituality and nationality has not been provided in learning at home. As a research implication, a homeschooling socialization effort is needed so that the student community can continue to a higher level. The implementation of homeschooling that is not in accordance with the technical guidelines issued by the government will only disserve students because learning outcomes cannot be equalized with existing education levels
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL GROUP INVESTIGATION (GI) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI
Model pembelajaran mempengaruhi motivasi dan hasil belajar Biologi siswa sekolah menengah atas. Berdasarkan observasi awal, diketahui bahwa pembelajaran Biologi di kelas X-1 SMA Negeri 7 Malang memiliki beberapa ciri, yaitu (1) motivasi belajar siswa cenderung kurang, (2) dalam menyelesaikan suatu tugas, siswa dengan karakteristik yang sama cenderung mengelompok sehingga terbentuk kelompok homogen yang tidak seimbang di kelas, dan (3) metode ceramah yang diterapkan oleh guru tidak menarik minat siswa sehingga mempengaruhi hasil belajarnya. Berdasarkan kondisi tersebut maka dilakukan penelitian dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model Group Investigation (GI) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar Biologi siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan dirancang dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan penerapan pembelajaran kooperatif model GI dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar Biologi siswa. Motivasi belajar siswa meningkat sebesar 31,48% yaitu dari 46,15% dengan kategori cukup pada siklus I menjadi 77,63% dengan kategori baik pada siklus II. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan, terlihat dari nilai rata-rata siswa sebesar 81,94% pada siklus I menjadi 89,18% pada siklus II dan siswa yang tuntas belajar juga mengalami peningkatan dari 79,49% pada siklus I menjadi 97,44 % pada siklus II. Hasil angket juga menunjukkan bahwa siswa menyukai dan lebih termotivasi untuk belajar Biologi setelah mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran kooperatif model GI
Pesantren Virtual: Dinamisasi atau Disrupsi Pesantren?
The industrial revolution that penetrated the world of education forced Islamic boarding schools (Pesantren), as part of education, to mutate in new form to find the ideal format as an adaptive step to keep up to date. Pesantren which have a cultural base of traditional society make various efforts to make acculturation with technology. The efforts of these pesantren can be seen from the number of pesantren websites, which provide information about pesantren and religious programs online. On the other hand, virtual pesantren have also emerged, which do not have a real pesantren institutional base in the community, using online media as an operational base. Some of these virtual Islamic boarding schools have strong buildings in cyberspace, with a wider reach than Islamic boarding schools. Its flexible and open nature makes virtual pesantren have their own community in cyberspace. Furthermore, problems arise when virtual Islamic boarding schools intersect with conventional Pesantren in cyberspace. This research is a library research that uses printed and online media as data sources. This study aims to find differences in the characteristics of virtual pesantren, and their relationship with the dynamics of pesantren in the era 4.0. From the content analysis conducted at several virtual pesantren, it was found that some of them used the same name as real pesantren, thus creating ambiguity of virtual pesantre
Manjemen Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Peningkatan Kinerja Guru di Madrasah Ibtidaiyah Mujahidin Loloan Barat
Dalam menjalankan organisasi sekolah, seorang pemimpin harus mampu mengemudikan dan menjalankan organisasinya. Artinya seorang pemimpin harus mampu membawa perubahan, karena perubahan adalah tujuan pokok dari kepemimpinan.
tujuan penelitian di antaranya untuk mendeskripsikan gaya kepemimpinan kepala sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Mujahidin Loloan Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknis pengumpulan data menggunakan tiga cara yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan mengikuti prosedur Reduksi data, Display data, dan kesimpulan
Hasil dari penelitian ini disimpulkan bahwa: Pertama, Gaya kepemimpinan kepala sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Mujahidin Loloan Barat lebih dominan menggunakan gaya kepemimpinan demokratis dan dalam pengambilan keputusan yang mendesak, gaya kepemimpinan yang digunakan adalah gaya kepemimpinan otokrasi atau otoriter. Kedua, Kinerja guru di Madrasah Ibtidaiyah Mujahidin Loloan Barat dapat dikatakan sangat baik dan tingkat tinggi karena dengan melihat kompetensi guru yang meliputi kompetensi paedagodik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Ketiga, Manajemen kepemimpinan kepala sekolah dalam peningkatan kinerja guru di Madrasah Ibtidaiyah Mujahidin Loloan Barat dapat dikatakan sangat baik dengan menggunakan gaya kepemimpinan demokratis dan otoriter serta supervisi observasi kelas dalam kegiatan-kegiatan, yaitu kegiatan harian, mingguan, bulanan, dan semester
PENGARUH STRATEGI KONFLIK KOGNITIF BERBANTUAN MEDIA SEJARAH SAINS TERHADAP SIKAP ILMIAH DAN PERUBAHAN KONSEPTUAL PADA MATERI GERAK
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan kualitatif. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh strategi pembelajaran konflik kognitif berbantuan media sejarah sains terhadap sikap ilmiah dan perubahan konseptual siswa pada materi gerak. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen . sampel penelitian ini adalah kelas XB dan XC yang terdiri atas 66 sisiwa, 33 siswa pada kelas eksperimen dan 33 siswa pada kelas kontrol. Data pada penelitian ini diambil dengan menggunakan: angket, tes pemahaman konsep dan wawancara. Angket digunakan untuk mengambil data sikap ilmiah, tes pemahaman konsep untuk mengambil data perubahan konseptual siswa, dan wawancara sebagai pelengkap dan pendukung data perubahan konseptual. Data di analisisn dengan statistik uji-t pada taraf signifikan 5% dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan dengan menggunakan aplikasi SPSS 20 diperoleh untuk sikap ilmiah thitung > ttabel (4,637 >2,042 atau sig.2-tailed (0,000) < (0,05) dan thitung > ttabel (6.974 > 2.024) sig.2-tailed (0,000) < (0,05) untuk perubahan konseptual, yang berarti hipotesis (H0) ditolak dan (H1) diterima dan <g> yang diperoleh pada kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah stategi pembelajaran konflik kognitif berbantuan media sejarah sains berpengaruh secara nyata meningkatkan sikap ilmiah, perubahan konseptual siswa kelas X SMA pada materi gerak.
Kata Kunci: Strategi Konflik Kognitif, Media Sejarah Sains, Sikap Ilmiah dan Perubahan Konseptual
ANALISIS KESULITAN MEMBACA PADA SISWA KELAS V SDI WAIROTANG
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesulitan membaca yang di alami siswa kelas V SDI Wairotang dan untuk mengetahui faktor-faktor yang menghambat siswa dalam kesulitan membaca. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan siswa SDI Wairotang yang berkesulitan membaca. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Miles and Huberman yaitu mereduksi data, menyajikan data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang menunjukkan kesulitan yang dialami siswa adalah membaca belum lancar, mengeja, dan penggunaan tanda baca kurang tepat dan faktor-faktor yang menghambat siswa dalam membaca yakni kurangnya minat belajar membaca serta kurangnya dukungan keluarga dalam belajar membaca. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulan bahwa kesulitan-kesulitan siswa dalam membaca dan faktor penghambat dalam membaca di kelas V SDI Wairotang yaitu: belum lancar membaca, mengeja dan penggunaan tanda baca yang kurang tepat serta kurangnya minat belajar membaca dan kurangnya dukungan keluarga dalam belajar membaca.
 
EFEKTIVITAS MEDIA POWER POINT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS III SD INPRES PARANG MAKASSAR
This study aims to (1) examine the learning outcomes of students' reading comprehension in class III SD Inpres Parang Makassar using power point media; (2) assessing the learning outcomes of students' reading comprehension in grade III SD Inpres Parang Makassar without using power point media; (3) examining the effectiveness of power point media to improve learning outcomes for reading comprehension of third grade students of SD Inpres Parang Makassar. This study used an experimental research design with a posttest only control design. The population of this research is the third grade students of SD Inpres Parang Makassar. The data that had been collected were analyzed using descriptive statistical techniques and parametric inferential statistics type T Test that were processed using the SPSS version 20 windows computer program. The results of hypothesis testing show that (1) the value of t-count shows the number -9.708 with sig. (2 tailed) = 0.000. At the 95% significance level with 46 degrees of freedom. Because the significance value or p-value <0.005, then the null hypothesis (H0) is rejected or in other words the alternative hypothesis (H1) is accepted. Thus, it can be concluded that there is a significant difference between the pretest and posttest scores in the experimental class in the learning outcomes of students in class IIIB SD Inpres Parang Makassar. The use of power point media to improve students' reading comprehension learning outcomes of SD Inpres Parang Makassar is more effective using power point media. This can be seen from the t-test calculation of -9.708 with db = 46 at the 5% significance level. These results indicate that the price p = 0.000. The p value is less than 0.05.
 
THE TEACHERS’ AND STUDENTS’ PERCEPTION ON ENGLISH TEXTBOOK “WHEN ENGLISH RINGS THE BELL”
Abstract
The purpose of this study is to compare the student's and teacher’s perceptions about their current English textbook they used. This study categorized as a descriptive qualitative study. The population of VIII grade students (45 students) of junior high school was involved in this study and an English teacher of them too. The questionnaire and semi-structured interview were used as the instrument of this research. Besides, the guideline of the interview and questionnaire was from [1]Cunningsworth's (1995) theory which is explained about the book evaluation. The data were analyzed through Google form percentage presentation for the questionnaire while transcription, coding was used for the interview section. The result showed, 75% of students believed that the book they used has good quality. While the rest 25% felt it did not fulfill their expectation and need. Besides, the teachers’ perception supports it with some of the books’ part lacks organization and employed too many vocabularies. Whereas the students felt their current level was not suitable with the teachers’ beliefs, but the teacher believed that it was appropriate with the students’ level. So, there were few different perceptions between them. However, the teacher believed that her role in helping students with textbook usage could help the main point of students’ need due to the teacher has lack of knowledge and awareness to do coursebook evaluation. Therefore, further research needs to be done to make this study more comprehensive.